
Terdengar suara musik klasik yang begitu menenangkan membuat suasana mengobrol makin terasa santai dan banyaknya orang saling berbincang serta tertawa dengan obrolan ringan yang mereka lakukan kala itu
"Tara" sapa seorang wanita yang terlihat tetap cantik walau usianya sudah tidak lagi muda
pria bernama Tara menoleh dan langsung tersenyum lebar kalau melihat wanita yang memanggilnya "hai Qiran" Ayah Tara memeluk Mommy Qiran dan tersenyum senang "terima kasih sudah hadir" ucap Ayah Tara
"tentu aku harus datang, perusahaan ini kan aku yang membangunnya walau sekarang sudah pindah kepemilikan tapi aku masih memegang saham perusahaan ini" kekeh Mommy Qiran
Ayah Tara melirik ke arah belakang mommy Qiran "kau sendiri saja, biasanya kau datang dengan menantumu" tanya Ayah Tara tak mendapati keberadaan Qia bersama mommy Qiran padahal biasanya ada Qia yang selalu menemani mommy Qiran jika pergi tanpa daddy jay
"menantuku sedang mengikuti seminar jadi dia tidak bisa menemaniku kali ini" balas Mommy Qiran dengan raut sedihnya
"lalu di mana Jay" tanya Ayah Tara lagi
"dia sedang mengurus Danish yang sedang merajuk karena tidak di izinkan Lucas ikut pengajian di luar kota" balas Mommy Qiran
Ayah Tara mengerutkan keningnya "pengajian" Beo Ayah Tara
Ayah Tara memang tidak mengetahui Lucas yang pindah agama sebab setelah perpisahan anak mereka, Mommy Qiran dan Ayah Tara maupun keluarga yang lain jadi jarang bertemu apalagi berbincang bersama
"ah aku lupa memberitahumu kalau Lucas sekarang seorang muslim mengikuti agama Qia, katanya sih biar anak mereka gak bingung memilih agama siapa nantinya" kekeh Mommy Qiran
"wah ternyata Lucas sangat mencintai Qia" tanya Ayah Tara dengan nada bercanda
"sejauh yang aku lihat tentu Lucas mencintai istrinya, kalau tidak mana mungkin lahir Danish" sahut Mommy Qiran dengan kekehan
__ADS_1
tanpa keduanya sadari tak jauh dari tempat itu ada seorang wanita yang menatap kesal perbincangan Mommy Qiran dengan Ayah Tara perihal Lucas membuat ia begitu kesal dan mengepalkan tangan dengan kuat "jangan melewati batas Nidya" seru seorang pria menyadarkan lamunan wanita yang tak lain adalah Nidya
Nidya menoleh ke belakang dan mendapati ternyata suaminya yang menegur dirinya "kakak kapan datang" Nidya memasang wajah manisnya menyambut suaminya yang baru saja datang
Nidya langsung memeluk tubuh tegap suaminya "kok gak bilang kalau sudah sampai sih kak, kalau tahu Nidya kan bisa jemput kakak di Bandara" ucap Nidya dengan suara manjanya
"kurang apa aku selama ini Nidya" bisik Aiden di telinga Nidya
Nidya mengurai pelukannya dan menatap Aiden dengan intens "apa maksud kakak" tanya Nidya pura-pura tak paham dengan ucapan Aiden
"apa kurangnya aku jadi suamimu selama ini " tanya Aiden dengan suara lirih
"kakak gak ada kurang apapun, kakak sosok suami dan ayah yang baik, kenapa nanyain itu sih kak" heran Nidya
Aiden duduk di dekat taman dan meminta Nidya ikut duduk juga, berbalik memunggungi Nidya dan menarik nafas sepanjang yang ia bisa dan mengeluarkan begitu saja "apa kamu gak rela Lucas menikah dengan wanita lain" Aiden membalikan tubuhnya menatap Nidya dengan tatapan sendunya
Nidya menautkan kedua alisnya, sejenak ia lupa kalau suaminya selalu menempatkan bayangan untuk menjaganya, oastilah orang yang di minta menjaga dirinya memberitahu Aiden apa yang di lakukan Nidya selama di Indonesia
Nidya memicingkan matanya ke arah Aiden "jadi kakak sudah tahu pernikahan mas Lucas dari lama tapi tidak memberitahuku" tanya Nidya dengan raut kesalnya
"emang kalau kamu tahu dari awal, apa yang akan kamu lakukan" tanya Aiden
"tentu Nidya akan menggagalkannya, Nidya tidak terima dong dengan kebahagiaan mas Lucas, bagaimana bisa pria yang sudah membunuh anakku bahagia" balas Nidya dengan suara lantangnya
Aiden memicingkan matanya ke arah Nidya, tak percaya akan reaksi Nidya, ia pikir Nidya masih sangat mencintai Lucas jadi Nidya tidak Terima Lucas menikah dengan wanita lain, tapi setelah melihat ini, baru Aiden sadar kalau Nidya dendam pada Lucas "kita sudah pernah membahas ini Nidya, dan kamu bilang sudah mengikhlaskan semuanya, karena kita sudah ada anak dan itu sudah mengobati kehilangan kamu" Aiden tak habis pikir dengan reaksi Nidya padahal mereka sudah pernah membahas ini, dan Nidya juga pernah bilang padanya, tidak masalah jika Lucas memulai hidup barunya dengan orang lain
__ADS_1
"tapi aku tetap gak rela kak" balas Nidya dengan yakinnya
"dia begitu dulu karena penyakitnya Nidya, bukankah kamu tahu penyakitnya itu dan ia sudah menyesalinya, dia begitu terpuruk saat anak kalian meninggal, dan dia memilih menyendiri di tempat yang jauh. Dia memutuskan menikah pun setelah kita mengumumkan pernikahan kita ke publik, bahkan dia memiliki anak pun setelah kita memiliki anak " seru Aiden mengingatkan Nidya kalau Lucas memulai hidupnya setelah tahu Nidya sudah menerima pernikahannya dengan Aiden
"tetap aku gak suka kak, dia bohong sama aku, dia bilang cinta aku sampai mati tapi belum mati saja dia sudah jatuh hati dengan wanita lain" sahut Nidya dengan jujur tentang ketidaksukaannya pada kebahagiaan Lucas
"hah" Aiden menatap tak percaya ke arah Nidya "lucas keponakanku Nidya" seru Aiden mengingatkan Nidya, biar bagaimanapun Lucas adalah keponakannya
dia memang bisa melenyapkan Lucas jika sampai menyakiti Nidya, tapi ini berbeda, Lucas tidak melakukan apapun, bahkan selama 7 tahun ini tidak pernah ia mendengar Lucas melakukan hal yang dulu pernah ia lakukan waktu masih bersama Nidya
"tapi aku tetap tidak rela kak" seru Nidya meninggalkan Aiden begitu saja
Aiden mengusap wajahnya kasar "kenapa kamu jadi seperti ini Nidya" gumam Aiden merasa frustasi dengan tingkah istrinya yang baru pertama kali ia lihat
"dari dulu istrimu memang seperti itu, kalian saja yang tidak tahu sifat aslinya " seru seorang wanita paruh baya menghampiri Aiden
"kakak" seru Aiden melihat kehadiran Mommy Qiran yang entah kapan
"nasehati istrimu dengan baik Aiden, bertahun-tahun kita sudah hidup tenang jangan hanya karena ketidakpuasan Nidya akan Lucas yang tidak menderita seperti pikirannya selama ini, dia jadi kalap dan akan membuat keluarga kita makin menjauh, kakak sudah sangat bersedih harus berjauhan denganmu selama tujuh tahun ini" ungkap Mommy Qiran menyampaikan ketidaksukaannya perihal hubungan mereka yang menjauh padahal Mommy Qiran hanyalah keluarga yang Aiden miliki tapi harus berjauhan karena Aiden memilih menikahi Nidya, mantan istri anaknya
memang benar kalau Aiden menjaga jarak dari keluarganya setelah insiden saat itu apalagi setelah dirinya resmi menikahi Nidya
yang ada di pikirannya hanya bagaimana membuat hati istrinya nyaman tak perduli dengan yang lain
"aku akan menasehatinya kak" balas Aiden pada akhirnya
__ADS_1