You Are My Regret

You Are My Regret
Peringatan tersirat


__ADS_3

jonathan dan kassy berkendara pulang setelah acara pesta rumah baru mika dan adrian "sayang boleh aku pulang ke apartemenmu hari ini" tanya kassy


"jangan" sentak jonathan


kassy mengernyitkan dahinya "kenapa" tanya kassy


jonathan sadar akan kesalahannya " bukannya gak boleh sayang" jonathan menggenggam tangan kassy dengan erat "kamu kan tahu kalau keluargamu tak suka kita terlalu mengumbar kemesraan dan aku belum benar-benar mendapat restu dari orang tuamu jadi aku harus bersikap baik di depan mereka " jelas jonathan


kassy memaksakan senyumnya "benarkah" tanya kassy


"tentu saja sayang, aku sangat mencintaimu jadi aku ingin benar-benar mendapat restu dari orang tuamu" balas jonathan meyakinkan kassy


kassy menoleh ke arah samping "kau tahu kan jo kalau aku mencintaimu dan mencoba menerima segala kekeuranganmu" ucap kassy


jonathan mengerutkan keningnya "tentu aku tahu itu" balas jonathan


"aku paling tidak suka kebohongan jo" ucap kassy


jonathan menepikan mobilnya dan menarik tangan kassy "kenapa kamu bicara seperti ini" tanya jonathan mulai panik


"entahlah, aku merasa kau tidak benar-benar mencintaiku" kassy menyampaikan isis pikirannya walu tak secara keseluruhan


jonathan langsung memeluk kassy dengan erat "dengar kassy aku hanya mencintaimu dan hanya dirimu jadi tolong percaya sama aku ya" pinta jonathan


kassy balas memeluk jonathan, ia memejamkan matanya mencoba kembali meyakinkan hatinya kalau jonathan benar-benar mencintainya "dengar jo, aku mencintaimu dan mencoba mengimbangi dirimu, tapi sekali saja kau menyakitiku aku pasti akan meninggalkanmu dan tak akan kembali padamu, tak ada langkah kembali di kemudian hari" kassy menghembuskan nafasnya pelan "jadi jangan pernah coba menghianatiku jo atau akan kehilanganku selamanya" jelas kassy


"iya sayang" jonathan memeluk erat kassy


"aku pasti akan membuat mala menjauh, pasti sayang" batin jonathan


setelah mengantar kassy pulang, jonathan segera kembali ke apartemennya  karena ia juga sudah merasa lelah sekali "ceklek" jonathan segera membuka pintu apartemennya


"sayang" mala langsung menghambur memeluk jonathan


jonathan langsung mendorong tubuh mala menjauh "jaga kelakuanmu mala, jangan terus melewati batas!" bentak jonathan


mala mengerutkan keningnya "kamu kenapa sih jo, kemarin kamu masih baik-baik saja kok" tanya mala


"itu menurutmu, tapi tidak untukku, tolong mala dengan sangat jauhi aku, aku gak mau kehilangan kassy jadi tolong jaga jarak denganku" tukas jonathan penuh penekanan


"kamu lupa kalau kita sudah tidur bersama" tanya mala dengan tatapan nyalang


"itu karena kamu yang maksa mala, kamu yang menyerahkan tubuhmu ke aku dan aku hanya pria normal" balas jonathan


"plak" mala langsung menampar jonathan dengan keras "jahat kamu jo" ucap mala dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


"jangan munafik mala, waktu aku menyentuhmu kamu bukan perawan dan entah berapa pria yang sudah kamu tiduri karena punya sudah jelas longgar tidak seperti milik kassy" sentak jonathan


"kassy kassy kassy lagi!" teriak mala "apa bagusnya kassy ketimbang aku" tanya mala


"tentu dia lebih dari segala-galanya darimu" jonathan mencekal lengan mala "sekarang pergi dan jangan coba masuk ke apartemenku lagi, aku akan segera mengganti pasword apartemenku" jonathan menarik mala dan mengusirnya keluar


"brak" jonathan membanting pintu dengan kasar


"sial sial" teriak mala kesal "aku gak akan pernah lepasin kamu jo, kamu cuma milik aku" mala bergegas meninggalkan apartemen jonathan dengan langkah lebar


3 minggu kemudian 


Kassy dan jonathan menunggu di gate kedatangan penumpang luar negeri


"hai" kassy melambaikan tangannya ke arah dua pria beda generasi itu


"aunty" reagen berlari menghambur ke dalam pelukan kassy


"hai handsome" kassy balas memeluk reagen dengan sayang "apa kabar kamu" tanya kassy


"good, aunty" balas reagen


"ayo reagen" kassy menggandeng tangan reagen sedangkan jonathan membantu thomas untuk membawa kopernya


"apa kabar jo" tanya thomas


"baik" balas thomas


kassy menoleh ke arah thomas dan jonathan yang berjalan berdampingan "tuan, kita langsung ke rumah kak qiran dan kak jay ya, mereka sudah siapin makanan yang banyak untuk nyambut tuan dan reagen" ucap kassy


"iya" bals thomas


"lucas sudah sebesar apa aunty" tanya reagen


"sudah 2 tahun, nanti di sana juga ada nidya keponakan aunty jadi kamu punya banyak teman main" balas kassy


"waaah asyik, aku dari dulu ingin adik perempuan tapi belum kesampean" tukas reagen dengan semangat


kassy sempat tertegun tapi kembali mencoba bersikap normal "minta daddy nikah lagi saja nanti kamu cepat punya adik" balas kassy


"reagen gak mau ikut urusan daddy lagi aunty" bals reagen


kassy mengusap kepala reagen "good boy" ucap kassy bangga akan cara berpikir anak seusia reagen yang terbilang dewasa


kassy dan reagen duduk di kursi penumpang bagian belakang sedangkan  jontahan dan dan thomams duduk di kursi depan dengan jonathan yang mengemudi "ngomong-ngomong aunty dan uncle belum menikah, bukannya kata aunty akan cepat menikah setelah sampai ke Indonesia " tanya reagen dengan muka polosnya

__ADS_1


kassy tersenyum simpul ke arah reagen dan mengusap kepala reagen dengan lembut "persiapan pernikahan itu banyak sayang, jadi masih banyak yang harus aunty siapkan" balas kassy


"oh begitu" balas reagen


"iya" balas kassy


thomas bisa melihat raut wajah berbeda dari kassy tapi ini bukan ranahnya untuk ikut campur urusan pribadi kassy "oh ya kassy, kita kan mau survei lokasi ke kalimantan, kamu ikut atau tidak" tanya thomas


kassy tersenyum ke arah thomas "tidak tuan, jonathan dan mala yang akan berangkat" balas kassy


thomas mengerutkan keningnya "kenapa bukan dengan kamu, ini kan proyek kamu" thomas heran kenapa bukan kassy yang survei lokasi


"tidak papa tuan, akhir-akhir ini aku kurang enak badan, jadi aku minta dengan kak qiran untuk di gantikan" jelas kassy


"oke kalau gitu" thomas tidak mau terlalu banyak bertanya karena terlihat sekali kassy kurang nyaman dengan pembahasan itu


tak menunggu lama, thomas sudah sampai di kediaman jay dan juga qiran "thomas" jay memeluk thomas


"bagaimana kabarmu" tanya thomas


"baik" jay mengurai pelukannya "bagaimana denganmu" tanya jay


"baik" thomas menoleh ke arah reagen "kebetulan anakku sedang libur musim dingin jadi aku mengajaknya ke sini" ucap thomas


jay melangkah ke arah reagen "kau sudah besar reagen" jay mengusap kepala reagen sayang


"iya dong uncle, masa kecil terus" balas reagen


reagen mengedarkan pandangannya ke sekitar "mana lucas uncle" tanya reagen


"di belakang" jay melirik ke arah kassy "antar ke belakang ya kassy" pinta jay


"iya kak" kassy mengajak reagen menghampiri lucas


reagen berlari ke arah lucas "hai" sapa reagen


lucas mengernyitkan keningnya "who" tanya lucas


"I'm reagen, don't you remember me" tanya reagen


lucas nampak mengingat "ah kau pria yang ada di layar ponsel mommy "seru lucas dengan hebohnya


"iya, aku reagen yang pernah bertukar sapa denganmu melalui ponsel" balas reagen


lucas menggandeng tangan nidya "kenalkan, ini nidya my girl" lucas memperkenalkan nidya pada reagen

__ADS_1


reagen tertawa renyah dengan cara perkenalan lucas yang terbilang lucu untuk anak di usia lucas yang baru menginjak usia 2 tahun


"jangan berlebihan lucas" kassy menggendong nidya dan mencium pipi gembul keponakannya yang baru akan berusia satu tahun itu


__ADS_2