
jay dan qiran sarapan bersama dengan saling bercanda dan sesekali saling menyuapi
"kau belajar masak dari siapa sayang" tanya jay
"dari tante kanaya" balas qiran
jay mengernyitkan dahinya "siapa tante kanaya" tanya jay
"mamanya pram" balas qiran
jay menautkan kedua alisnya "kok kamu kenal dengan mamanya pram" tanya jay
"dulu aku sering di jadikan tameng tara untuk bertemu pram" qiran terkekeh "bahkan tante kanaya juga dengan gigihnya ingin menjadikan aku menantu karena dulu kita sering jalan bareng, tante pikir pram akan berubah haluan kalau dekat dengan wanita secantik aku" jelas qiran
"apa! " ada raut tak suka yang begitu kentara di wajah jay
qiran mengusap tangan jay "aku dan pram punya cintanya masing-masing jay" qiran menggenggam tangan jay "dan yang aku cintai adalah dirimu bukan yang lain" tambah qiran
dan itu sungguh membuat jay begitu bahagia "bisa ulangi lagi qiran" pinta jay
qiran tersenyum simpul "aku mencintaimu jay" ucap qiran
"aku jauh lebih mencintaimu" balas jay
jay melirik ke arah makanannya "sudah selesai makannya?" tanya jay
"sudah, tinggal cuci piring" balas qiran
jay langsung bersiap mengangkat qiran ala bridal style " aku akan memandikanmu dulu biar terlihat lebih fresh" cicit jay
qiran mengalungkan tangannya ke leher jay dan terkekeh "tapi itu masih kotor" qiran melirik ke arah meja makan yang masih ada piring kotor sisa mereka makan
"gampang, nanti aku yang akan membersihkannya" jay langsung membawa qiran masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri
jangan di tanya apa mereka hanya mandi atau tidak, pasti jelas tidak jawabannya. jay sedang giat menabung untuk mendapatkan jay junior yang nanti akan tambah mengikat qiran di sisinya. jay sudah benar-benar tergila-gila pada qiran dan tak ingin kehilangan lagi
walaupun qiran sudah mengatakan cinta pada jay dan sudah memberitahukan kehadirannya yang selama ini selalu ada di dekat jay, tentu saja dirinya masih takut.
Jay begitu takut kehilangan qiran lagi maka dari itu setidaknya dia harus punya jaminan kuat yang akan membuat qiran tetap menjadi miliknya seorang
***
qiran dan jay sedang melakukan video call dengan seseorang "sudah dong jangan nangis terus, nanti cantiknya hilang loh" seru jay meminta wanita di seberang sana untuk tidak terus menangis
__ADS_1
"cantik gimana, usia nenek sudah kepala 7 jay" kesal wanita yang sedang melakukan panggilan video call yaitu nenek alaya
"bagiku nenek yang tercantik" sahut qiran dan di ang guki jay
"qiran aja kalah cantiknya sama nenek" sahut jay
"bohong kamu tuh kelihatan banget, kalau cantikan nenek, harusnya kamu setidaknya menelpin nenek mengabari kondisi kamu, sedangkan ini apa" nenek alaya kesal pada qiran dan jay "kalian sama-sama gak pernah menelpon nenek atau sekedar mengirim pesan pada nenek" nenek alaya mengusap pipinya yang basah berulang kali
nenek alaya menatap haru jay dan qiran " tapi nenek bersyukur Tuhan masih memberikan umur panjang untuk nenek agar bisa melihat kalian kembali bersama, sekarang tinggal melihat kalian menikah dan memberikan nenek cicit" ucap nenek alaya penuh pengharapan
"doakan saja nek" balas qiran
"jay pasti akan cepat menikahi qiran dan memberikan nenek cicit" sahut jay dengan yakinnya
nenek alaya terkekeh "pasti kalian rajin nabung dari sekarang ya" ledek nenek alaya
qiran mengernyitkan dahinya " apa maksud nenek" tanya qiran
"alah kaya nenek gak tahu aja, kalian kan baru berbaikan pasti langsung meluapkan rasa rindu setelah bertahun-tahun" balas nenek alaya menaik turunkan alisnya
jay terkekeh "nenek tahu saja" balas jay
qiran hanya tersenyum simpul dengan tawa jay dan nenek alaya "oh ya nek, nanti saat ketemu mommy bilang ke mommy kalau qiran baik-baik saja ya" pinta qiran
"qiran belum ingin bicara dengan daddy, nenek kan tahu sendiri kalau daddy gak pernah jauh dari mommy" balas qiran
"baiklah nanti nenek akan kasih kabar ini ke mommy kamu" balas nenek alaya
panggilan pun berakhir, dan qiran kembali bermanja dengan jay
"jay..." panggil qiran dengan suara manja
"iya sayang" balas jas memainkan rambut qiran
" nanti pas adegan di episode terakhir bisa minta peran pengganti tidak? " tanya qiran
jay mengernyitkan dahinya "kenapa minta pemeran pengganti, biasanya juga aku gak pernah pakai pemeran pengganti. saat adegan action juga gitu apalagi ini yang cuma adegan romance" tanya jay
"kamu belum baca episode terakhir drama itu ya" tanya qiran mencebikkan bibirnya
jay nampak mengingat-ingat isi naskah yang sudah ia baca, dan memang ada adegan ranjang di episode terakhir dan itu sangat intim sekali "kau cemburu ya" jay jadi tak menyangka kalau qiran bisa cemburu padanya
"ihhhh" qiran seperti merajuk "bisa enggak pakai pemeran pengganti" ulang qiran
__ADS_1
jay langsung mengecup bibir ranum qiran "nanti akan aku bicarakan dengan sutradara" balas jay
"Terima kasih" qiran makin memeluk erat jay dan jay pun membalas pelukan qiran
***
mommy asmita mengambilkan makanan untuk daddy attaf seperti biasa "nih dad" mommy asmita menyerahkan makanan yang sudah di siapkan untuk daddy attaf
daddy attaf mulai menyantap makanan yang secara khusus di masak oleh sang istri "daddy sudah baca pengalihan harta keluarga mommy atas nama qiran" ucap daddy attaf
"lalu" balas mommy asmita
"mommy jelas tahu kalau hak itu bisa membuat qiran makin berani menantang daddy" balas daddy attaf
"harta itu memang ayahku berikan untuk anaku jadi gak ada salahnya jika mommy memberikannya untuk qiran karena qiran anak mommy" balas mommy asmita
"mommy tahu itu, tapi setidaknya jangan sekarang mom" balas daddy attaf
"lalu kapan" mommy asmita menatap daddy attaf lekat " permintaan ayah mommy adalah saat qiran berusia 21 tahun tapi daddy mencegahnya karena daddy bilang qiran masih kuliah dan sekarang apa lagi? " mommy asmita menatap tajam daddy attaf "dia sudah 28 tahun dad" ucap mommy asmita
"tapi itu akan memberikan dia keberanian menentang daddy dan bersama lelaki itu" balas daddy attaf
mommy asmita meletakkan sendoknya "memang kenapa kalau qiran bersama jay? " tanya mommy asmita
"karena dia anak dari pria itu" balas daddy attaf
mommy asmita menatap jengah suaminya "kamu masih saja cemburu tak jelas dengan pria itu" mommy asmita meninggikan suaranya beberapa oktaf
"jelas aku cemburu karena dia hampir merebutmu dariku" balas daddy attaf
"30 tahun kita bersama apa masih belum cukup dad" teriak mommy asmita yang sudah mulai kesal
"aku benci setiap mengingat kamu dekat dengannya dulu" balas daddy attaf
"itu gak akan terjadi kalau kau gak main dengan wanita gila itu! " teriak mommy asmita meninggalkan daddy attaf dengan amarah yang begitu meluap
melihat kemarahan sangat istri daddy attaf jadi kalang kabut "sayang" daddy attaf mengejar mommy asmita yang sedang dalam mode marah
"sayang" daddy attag terus mengejar mommy asmita tapi mommy asmita tak memperdulikan daddy attaf sama sekali dan bergegas masuk kamarnya
"brak! " mommy asmita membanting keras pintu dan menguncinya agar daddy attaf tak bisa masuk
daddy attaf mengetuk pintu pelan "buka pintu sayang, daddy minta maaf" ucap daddy attaf
__ADS_1
"daddy hanya terlalu mencintai mommy, daddy selalu kesal karena kalian dulu begitu dekat" cicit daddy attaf memohon maaf pada sang istri