
setelah tahu kalau Qia sedang hamil, Lucas langsung memperkerjakan seorang pelayan dan satu baby siter untuk mengurus Lala di rumahnya, ia tak ingin istrinya kecapean saat sedang hamil anaknya
"Qia tuh masih bisa ngurus rumah sendiri loh mas" protes Qia merasa tak nyaman saat ia tidak di perbolehkan melakukan pekerjaan apapun padahal biasanya juga ia mengerjakan apapun seorang diri
beberapa bulan tidak melakukan apapun membuatnya begitu bosan menjalani kesehariannya
"yang larang kamu ngurus rumah siapa" balas Lucas masih mengusap perut istrinya yang sedang merasa tak nyaman sehabis muntah dan sentuhan tangan Lucas lah, mual itu bisa berkurang
"ya itu, semua kerjaan di ambil sih mba, terus Qia ngapain coba" tanya Qia dengan polosnya
"mas kan gak ngelarang kamu masak, lagian kami masih terus mual sepanjang waktu dan itu pasti melelahkan " Lucas mencium gemas perut Qia dan berbaring di sebelah Qia saat di rasa mual itu tak lagi menyerang karena dirinya sudah di dekat Qia dan biasanya saat ia ada dekat Qia maka mual itu menghilang begitu saja
"masa cuma masak doang sih mas, nanti Qia bosan" keluh Qia mencebikkan bibitnya sebal
Lucas menciumi pipi Qia, beralih ke bibir dan turun ke leher jenjangnya "ya sudah melayani mas saja" Lucas menyerang Qia tanpa ampun agar Qia setuju saja dengan permintaannya untuk tidak banyak melakukan aktivitas selama masa kehamilannya
Lucas memasuki Qia dengan begitu berhati-hati agar tidak menyakiti calon anaknya nanti. Lucas tak ingin mengulang kesalahannya yang menyebabkan ia kehilangan calon anaknya dulu saat masih bersama Nidya
seusai percintaan mereka Lucas membersihkan **** ********** Qia dengan begitu telatennya, lalu memakaikan pakaian untuk Qia agar tidak kedinginan
Lucas mengusap perut Qia yang sudah mulai membuncit karena kandungan Qia kini sudah memasuki usia 4 bulan "sehat-sehat ya anak ayah" Lucas mengecup perut Qia, lalu keningnya, tak lupa Lucas menyelimuti tubuh Qia yang sudah tertidur pulas
Lucas berjalan ke luar kamar untuk melihat Lala yang sedang bermain bersama baby siternya
"hai anak ayah" Lucas duduk di samping Lala dan meminta pengasuh Lala untuk masuk saja ke dalam sebab sudah ada dia yang mengurus Lala
"ibu mana yah" tanya Lala yang tak mendapati ibunya bersama Lucas padahal biasanya ibunya selalu mengekor di belakang Lucas
"ibu lagi tidur sekarang, kasihan tadi abis muntah dan lemas" balas Lucas
"ibu kasihan ya yah, muntah terus tiap hari, berhenti paling kalau ada ayah aja" ucap lala merasa kasihan dengan ibunya yang begitu sering muntah dan kadang tak mengenal waktu
__ADS_1
"makanya doain ibu dan adik biar kuat ya" pinta Lucas
"tentu ayah" balas Lala
"ting nong" terdengar suara bel pintu rumah Lucas
buru-buru pelayan di rumah Lucas langsung berlari untuk membuka pintu
tak lama kemudian pembantu Lucas yang bernama mba Romlah menghampiri Lucas "tuan ada yang nyari nyonya" ucap Romlah menyampaikan apa yang di sampaikan tamu padanya bahwa mereka mencari nyonya rumah
Lucas mengerutkan keningnya "siapa yang datang malam-malam gini" Lucas beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah ruang tamu untuk melihat siapa yang datang
Langkahnya terhenti saat ia melihat siapa yang datang ke rumahnya saat ini "Mommy" kaget Lucas
Mommy Qiran dan yang lain menoleh ke arah Lucas "masih mau menipu kami" Mommy Qiran memberikan tatapan tajam ke arah Lucas
Lucas menelan salivanya dengan susah payah "gak gitu mom" Lucas langsung duduk di samping mommy Qiran
"tentu saja kami tahu, masa kamu tinggal dua tahun di sini kami gak tahu" balas Mommy Qiran dengan kesal
"mana wanita itu, mommy mau lihat dong"cecar Mommy Qiran ingin tahu wajah menantunya
Lucas menoleh ke belakang di mana pintu kamarnya bisa terlihat dari sana "enggak ya mom, Mommy gak boleh ketemu istri Lucas " tolak Lucas dengan tegas
"segitunya kamu sama kami Lucas" tanya Kakek Attaf tak percaya Lucas masih menyembunyikan istrinya padahal. mereka sudah setahun lebih menikah bahkan Lucas sudah tidak pernah pulang ke Jakarta setelah menikah
"bukan begitu kek, hanya sekarang mood istriku kurang baik, Lucas gak mau ya dengan ketemu kalian dia jadi gak nyaman" jelas Lucas akan mood Qia yang suka berubah sewaktu-waktu
"ayah!" teriak Lala menghampiri ayahnya di ruang tamu
Lala mengedarkan pandangannya pada orang-orang yang ada di ruang tamu. Orang yang begitu asing untuknya sampai ia melihat orang yang ia kenali "ah tante Edeline" Lala dengan girangnya berlari ke arah Edeline "tante ke sini mau jenguk ayah ya" tanya Lala dengan polosnya
__ADS_1
Edeline mengusap rambut Lala dengan gemas "iya lala, tante mau jenguk ayah kamu yang sudah setahun lebih gak pulang" balas Edeline
Lala mengerucutkan bibirnya mendengar kata keluarga ayahnya "maaf ya tante, gara-gara Lala yang manja jadi Ayah gak pernah bisa pulang ke Jakarta" ucap Lala dengan wajah sedihnya
Mommy Qiran menghampiri Lala dan membawa lala ke dalam pangkuannya "emang biasanya ayah manjain Lala gimana sih sampai ayah kamu gak sempat jenguk nenek" tanya mommy Qiran
"biasanya ayah yang nyiapin bekal Lala dan juga antar jemput sekolah lala " balas lala
Mommy Qiran mengusap kepala Lala dengan lembut " gak masalah kok kalau kamu manja sama ayah, nenek hanya kangen saja sama anak nenek yang lama gak pulang untuk jenguk ibunya" balas Mommy Qiran
"wah nenek itu ibunya ayah" tanya Lala dengan girang
wajah yang selalu ia bayangkan kini ada di hadapannya, dan sedang memangku dirinya
"iya, nenek ibunya ayah Lucas" Mommy Qiran menunjuk ke arah daddy Jay "itu ayahnya ayah Lucas, Kamu panggil Kakek Jay saja" Mommy Qiran menunjuk ke arah kakek Attaf dan nenek Tasmirah "dan itu nenek buyut dan kakek buyut" jelas Mommy Qiran akan anggota keluarganya
"ibu pasti senang banget ketemu sama keluarga ayah" Lala menunduk sedih "tapi ibu lagi tidur sih, mau bangunin gak tega" sesal Lala
"jam segini ibu kamu sudah tidur" heran Daddy Jay mendapati Qia sudah tidur di jam 8 malam
"iya kek, ibu kasihan banget dari pagi muntah-muntah terus, baru bisa berhenti pas ayah pulang tadi sore" balas Lala
"loh kok ibu kamu muntah terus" tanya Mommy Qiran merasa ada yang aneh
"adiknya Lala yang di dalam perut ibu agak nakal nek, bikin ibu muntah-muntah terus. Kasihan deh nek" terus Lala
semua mata kini beralih ke arah Lucas dengan tatapan tajam mereka "kamu gak kasih tahu kami kalau istri kamu hamil" tanya Mommy Qiran dengan tatapan tajamnya
Lucas hanya bisa nyengir kuda "sorry" balas Lucas
"emang keterlaluan kamu Lucas" kesal Daddy Jay akan puteranya yang menyembunyikan kabar kehamilan Qia dari keluarga besarnya
__ADS_1