You Are My Regret

You Are My Regret
Suasana baru


__ADS_3

Lucas memarkirkan mobilnya di halaman khusus parkir mobil di komplek rumahnya. Lucas memarkirkan di sana karena perumahan tempat tinggal Lucas tidak memiliki garasi dan hanya sepetak kecil halaman yang hanya muat untuk teras dan beberapa tanaman saja


Lucas berjalan masuk ke area rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari halaman parkir. Hal yang belum pernah Lucas lakukan sepanjang hidupnya, berjalan kaki sampai rumahnya padahal masih ada sekitar 200 meter. Dari gerbang rumah orang tuanya sampai ke teras rumah saja ia belum pernah berjalan kaki tapi Lucas berjalan kaki sejauh ini sekarang dan itu ia lakukan setiap hari


"baru pulang mas Lucas" sapa salah satu tetangga Lucas


"iya bu, baru selesai kerja" balas Lucas dengan ramahnya


Lucas hampir menyapa semua orang yang ada di halaman rumah mereka di sepanjang jalan Lucas menuju rumahnya. Perubahan yang cukup besar bagi Lucas bukan...


"om Lucas" teriak girang seorang anak kecil menghampiri Lucas yang baru saja membuka gerbang rumahnya


"Hai Lala" Lucas memeluk anak berusia 4 tahun itu dengan sekali gerakan menggendong tubuh mungil berusia empat tahun itu


"om baru pulang kerja ya" tanya anak itu dengan polosnya


"iya om baru pulang kerja" Lucas melirik ke sekitar " ibu mana, jangan bilang kamu pergi lagi tanpa izin " tanya Lucas


"ibu lagi nyuci baju di belakang om, biasa pesanan cucian ibu banyak banget jadi Lala di suruh main di depan" balas Lala


"Lala sudah makan " tanya Lucas


"belum om, ibu belum masak" balas Lala


"ya sudah bilang gih sama ibu kalau Lala mau nemenin om beli makan di depan" titah Lucas  Lucas


"oke om" Lala turun dari gendongan Lucas dan berlari masuk ke dalam rumah untuk berpamitan pada ibunya


Lucas masuk ke dalam rumahnya dan meletakan tas kerjanya di di ruang tamu dan kembali mengunci pintu karena akan membeli makan bersama Lala

__ADS_1


"om" teriak Lala menghampiri Lucas


"kata ibu, suruh beli nasi goreng satu" Lala menyerahkan uang pecahan 20 ribu pada Lucas sebagai titipan ibunya


Lucas menerima dan menyimpan uang itu dalam saku celananya lalu menggendong Lala "Lala bisa jalan sendiri om" protes Lala tak ingin di gendong jika akan membeli makan


"kaki Lala pendek, om pengen cepat sampai soalnya sudah lapar" balas Lucas dengan senyum tipisnya


Lala mencebikkan bibirnya sebal "Lala juga pengennya cepat gede biar kakinya panjang om tapi gak tahu kenapa Tuhan muter waktunya lama banget jadi Lala masih segini aja tingginya" balas Lala membuat Lucas tertawa terbahak akan ucapan polos Lala


Lucas dan Lala memilih membeli makanan di gang dekat komplek perumahan mereka "mang nasi gorengnya tiga ya, kaya biasa ya mang" pinta Lucas


penjual nasi goreng bernama mang rahman pun tersenyum "kalian sudah kaya ayah dan anak sih ke mana-mana bareng" canda mang Rahman saat melihat Lucas menggendong Lala


Lucas mendudukkan Lala di kursi sembari menunggu pesanannya di buat "anggap saja Lala anak saya mang, biar mamang seneng" kekeh Lucas


"gak boleh gitu om" protes Lala dengan berkacak pinggang ke arah Lucas "walau ayah Reno sudah pergi ke surga dan ninggalin Lala di sini tapi ayahnya Lala tetap ayah Reno, itu kata ibu Qia, nanti kalau di ganti Lala di marah ibu" tukas Lala tak ingin ibunya memarahi lagi jika ada yang mengatakan Lucas ayah Lala


"tapi mamang suka gosip nanti ibu denger dan pasti Lala di marah lagi " tunjuk Lala pada mang Rahman


"loh kok jadi mamang sih Lala" protes mang Rahman karena di bawa-bawa


"karena mamang itu biang gosip" tukas Lala mengikuti ucapan para tetangga yang mengatakan mang Rahman adalah biang gosip. Pokoknya gosip orang kompleks gang Beling ya mang Rahman


"husst Lala, gak boleh ngomong gitu, gak sopan" tegur Lucas mengingatkan Lala agar bertutur kata sopan


Lala langsung menunduk  "maafin Lala ya mang Rahman, Lala salah" ucap Lala meminta maaf


"iya la, mamang maafin deh" balas Mang Rahman mengusap kepala Lala dengan gemas

__ADS_1


Lala adalah anak dari Rizqia Adinda Farizqi atau yang biasa di panggil dengan Qia. Rizqia menikah muda saat usianya menginjak 16 tahun bersama Reno Alvian. Qia memilih menikah muda karena ia adalah anak yatim piatu yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya sebab tak punya biaya jadi saat ada pria baik yang mau menikahinya dan tidak mempermasalahkan dirinya yang hanya lulusan SMP, Qia pun setuju untuk di nikahi Reno walaupun usianya masihlah sangat muda saat itu


Tapi walau Reno bisa menerima Qia yang hanya lulusan SMP idak dengan keluarga besar Reno. Keluarga besar Reno menentang keras Reno menikahi Qia tapi berhubung Reno sudah terlanjur jatuh hati, alhasil Reno nekat menikahi Qia dan pergi dari rumah


Awalnya Reno menikahi Qia secara sirih sebab Qia masih lah di bawah umur. Reno menikahi Qia secara resmi setelah Qia berusia 18 tahun, tepat saat kelahiran anak mereka Nurmala Alvian yang biasa di panggil Lala lahir ke dunia agar anak mereka nantinya punya akta kelahiran dan tidak kesulitan saat akan bersekolah.


Di awal mereka menikah, hidup mereka begitu bahagia walau hanya makan seadanya tetapi setidaknya Reno bisa membelikan rumah dari hasil menabung saat mereka belum menikah. Walau sederhana tetap nyaman di tinggali oleh keluarga kecil itu


seperti kata tak ada yang namanya selamanya itu pun yang terjadi pad Qia, kebahagiaannya tidak untuk selanya. Tepat saat ulang tahun pernikahan mereka yang ke 4, Reno mengalami kecelakaan tabrak lari, dan Reno meninggal di tempat, Reno meninggalkan Qia dan Lala begitu saja tanpa berpamitan padahal baru paginya mereka saling bercanda tapi malamnya Reno pulang dalam keadaan tak bernyawa


hati Qia begitu hancur kala itu, di usianya yang masih 20 tahun ia harus menjadi janda dan mengurus satu orang anak, mana Qia hanyalah lulusan SMP membuat ia begitu kesulitan mencari kerja, alhasil ia hanya bisa menjadi buruh cuci dan gosok untuk warga di sekitar rumahnya, yang penting ia masih bisa menyambung hidupnya dan juga putri kecilnya


"Nih mas Lucas pesanannya" Mang Rahman menyerahkan kantong keresek berisi 3 bungkus nasi goreng pad Lucas


"makasih ya mang" Lucas mengambil kantong keresek itu dan memberikan 1 lembar uang 100 ribuan untuk membayar


"Ayo Lala" Lucas menggandeng tangan Lala untuk kembali pulang


"om" panggil Lala


Lucas menoleh ke arah Lala "ada apa lala" tanya Lucas


"boleh gak sih om kalau Lala minta itu" tunjuk Lala pada gerobak es krim yang ada di pinggir jalan


Lucas tersenyum ke arah Lala "baru kemarin Lala makan itu, kata ibu gak boleh keseringan makan es krim, soalnya tubuh Lala gak akan kuat. Boleh makan lagi minggu depan" balas Lucas


Lala hanya mencebikkan bibirnya sebal "gak bisa makan lagi deh" gerutu Lala


Lucas mengusap kepala Lala "kamu gak boleh masang wajah gitu ke ibu ya, kasihan ibu nanti. ibu kan seharian kerja buat beliin Lala Makan, terus kalau lihat Lala sedih karena gak bisa makan es krim, ibu bisa sedih" pinta Lucas dengan nada begitu lembut

__ADS_1


"iya om" Lala langsung tersenyum lebar di depan Luca


"anak pintar" Lucas mengusap kepala Lala dengan gemas


__ADS_2