
Daddy Jay tak hentinya menasehati mommy Qiran untuk menerima pernikahan Edeline dan Jonathan "tapi bukan berarti Jonathan tidak akan berkhianat, jika namanya pengkhianat ya pengkhianat saja " kilah Mommy Qiran meras Jonathan akan mengkhianati putrinya sama seperti saat KAssy dulu di khianati
"kenapa kamu jadi ngeyel kaya gini sih Qiran" Daddy Jay mulai kesal dengan Mommy Qiran yang terus mendebatnya padah ia sudah berulang kali memberi pengertian pada mommy Qiran
"pokonya mommy gak boleh usik Edeline ya mom, dia masih hamil kalau sampai keponakan Lucas kenapa-napa itu adalah salah mommy" ucap Lucas memperingati mommy Qiran bahwa Edeline masih hamil keponakannya dan tidak baik untuk kandungannya jika terus di desak oleh mommy Qiran
"mommy gak mungkin nyakitin cucu mommy, lagian mommy bisa kok urus anak Edeline nanti jika Edeline jadi menikah dengan Reagen " tukas mommy Qiran
"ya ampun mom!" teriak Lucas tak percaya jika sesulit ini bicara dengan Mommy Qiran
Kakek Attaf menghela nafas panjang dengan kelakuan putrinya "kamu harusnya ingat perbuatanmu dulu saat kekeh menikahi Jay walau Daddy dengan keras menentangnya " ucap Daddy attaf menatap Mommy Qiran dengan tatapan sendunya
saat ayahnya mengingatkan hal itu tentu Mommy Qiran hanya diam tak bisa membantah karena memang dia berusaha dengan berbagai cara dulu saat ingin bersama Daddy Jay walaupun sengan cara melawan ayahnya saat itu
"jangan lupa bagaimana kamu menyiapkan berbagai cara untuk menentang Daddy" ucap Kakek Attaf dengan lantang
"itu semua Qiran lakuin karena Qiran ingin melindungi Jay, Dad, kalau Qiran tidak lebih kuat dari Daddy pasti dengan mudahnya menyakiti Jay" balas Mommy Qiran yang dulu memang sangat mencintai Dady Jay dan tak ingin siapapun menyakiti Daddy Jay
"tapi daddy juga bilang kalau kamu menjauh darinya Daddy tidak akan menyakiti Jay, dan 4 tahun itu Daddy tidak pernah menyentuh Jay walaupun Daddy dulu sangat membenci ayah dari suami kamu itu" jelas Kakek Attaf dengan suara lantang
__ADS_1
"tapi Qiran cinta banget sama Jay Dad, Qiran gak bisa hidup jauh dari Jay dan jangan lupakan kalau kita menikah sampai menunggu restu dari Daddy untuk menikah" sanggah Mommy Qiran
"itu karena kamu memaksa Daddy untuk setuju" Kakek Attaf menatap tajam ke arah putrinya "bagaimana bisa Daddy membiarkan cucu Daddy tidak punya ayah saat itu" tukas Kakek Attaf memperingatkan alasan dulu dia merestui pernikahan mommy Qiran dan Daddy Jay
Lucas menatap tidak percaya ke arah keluarganya, walau tadi sempat membahas hal itu tapi saat mendengar kembali rasanya masih kesal saja "jadi benar kalau kalian menikah karena adanya Lucas" Lucas menyorot tajam ke arah kedua orang tuanya
Mommy Qiran jadi gelagapan "itu karena Kakek kamu tidak setuju dengan hubungan mommy dengan Daddy" ungkap Mommy Qiran yang masih tidak mau di salahkan atas keputusannya dulu
"nah itu Qiran" Kakek Attaf menyorot tajam ke arah Mommy Qiran "dia sekarang sedang hamil Qiran, jangan lupa kalau dia putrimu sama seperti kau yang adalah putri Daddy. Kita punya kesamaan sifat Qiran" Kakek Attaf ingin membuka pikiran Mommy Qiran bahwa mereka memiliki sifat yang hampir sama yaitu keras kepala
"dia putrimu yang punya sifat keras sepertimu tidak seperti Lucas yang lebih meniru sifat Jay, yang keras di luar tapi cukup lemah" Kakek Attaf menghela nafas kasar "jangan lupa hukum karma berlaku Qiran, jangan karena keegoisan kamu itu membuat Edeline menentang kamu untuk melindungi suaminya sama seperti kamu yang dulu melindungi Jay" ucap Kakek Attaf dengan tegas agar Mommy Qiran sadar akan kesalahannya
Mommy Qiran menyorot tajam ke arah anggota keluarganya "kenapa kalian ramai-ramai menentangku" kesal mommy Qiran karena semua setuju dengan Edeline dan menentang keinginannya yang ingin Edeline dan Jonathan berpisah
"itu karena kamu sudah keterlaluan Qiran" celetuk Daddy Jay
"hanya karena Reagen berubah pikiran kamu langsung ingin pernikahan anakmu berakhir. Reagen memang setuju menikahi Edeline jika Edeline dan Jonathan bercerai tapi saat Reagen belum tahu Edeline hamil dan Reagen tidak mungkin setega itu memisahkan Edeline dengan Jonathan " jelas Daddy Jay panjang lebar untuk menyadarkan istrinya
mommy Qiran nampak berpikir bahwa apa yang di ucapkan Daddy Jay ada benarnya "tapi tetap saja aku gak rela dad" timpal Mommy Qiran yang masih merasa tidak suka jika Jonathan jadi menantunya
__ADS_1
"terserah mommy saja, tapi yang pasti jangan coba mengusik hidup putri kita atau Daddy akan marah besar sama Mommy" tukas Daddy Jay memperingatkan mommy Qiran dengan keras
yang lainnya juga ikut meninggalkan mommy Qiran dan masuk ke dalam kamar mereka sebab hari semakin larut dan mereka juga sudah lelah dan ingin segera beristirahat
Lucas berjalan ke arah kamarnya di mana sang istri sedang duduk di depan meja rias untuk memakai skincare miliknya "sudah selesai mas " tanya Nidya masih sibuk mengoleskan krim di wajahnya
"sudah" Lucas berjalan ke arah Nidya dan mendaratkan dagunya di pundak sang istri "ternyata Mommy keras banget ya orangnya, masih kekeh saja pisahin Edeline dari suaminya padahal sejauh Edeline menikah dengan om Jo sikap Edeline jadi berubah banyak loh bahkan tadi ia membuat kue untuk Momy padahal seumur-umur belum pernah aku lihat Edeline masuk dapur" Lucas menceritakan inti pembicaraannya dengan orang tuanya perihal Edeline
"mommy kamu mungkin punya cara pandang sendiri tentang hubungan adikmu dengan suaminya, kita sebagai anak cukup mengingatkan saja dan jangan pernah merasa lelah untuk itu" Nidya mengusap pipi sang suami untuk memberi kekuatan
"iya sayang, terima kasih" Lucas mengecup bibir Nidya dengan sayang
"sama-sama sayang, Nidya kan istri mas jadi sudah jadi tugas Nidya untuk menjadi penguat biat mas Lucas" ungkap Nidya dengan senyum manisnya
"jadi buru-buru pengen makan kamu deh" ucap Lucas menaik turunkan alisnya memberi kode pada Nidya bahwa ingin melakukan lebih dengan sang istri
"ya sudah makan saja" Nidya buru-buru lari ke atas ranjang king size miliknya dan Lucas dengan sigap mengejar langkah sang istri
Sejenak Lucas bisa melupakan beban yang ia rasakan dan masalah yang baru saja menimpa keluarganya. Dengan adanya sang istri sungguh membuat mood nya menjadi baik dan bisa menjalani hari-hari dengan begitu indah
__ADS_1
jika di lantai atas Lucas dan Nidya saling bertukar peluh berbeda dengan Mommy Qiran yang masih berada di lantai bawah "bagaimana bisa aku memisahkan mereka berdua setelah ada anak di antara mereka" gumam Mommy Qiran begitu frustasi dengan kabar kehamilan Edeline yang sudah menyita tenaga serta pikirannya