You Are My Regret

You Are My Regret
Coba main-main dia


__ADS_3

Mika menenangkan kassy yang terus menangis dalam pelukannya "sudah kassy jangan di ingat lagi ya" ucap mika dengan suara lirih


"kenapa dia gak setau diri itu, aku gak nyangka pernah jatuh cinta dengan pria seperti itu" sesal kassy


"sudahlah" mika mengusap punggung kassy dengan gerakan searah "aku tahu apa yang kamu rasain kassy, aku pernah ada di posisimu, bahkan mungkin aku mendapat pria yang jauh lebih buruk karena dia membuangku begitu saja dan memilih menikahi wanita lain padahal kami sudah bersama selama lima tahun" mika merasa kisah cintanya dan kassy hampir mirip, sekalinya jatuh cinta, jatuh cinta yang dalam tapi dengan orang yang salah


"tapi aku sampai hamil mika" sahut kassy


"ya, di bagian itu mungkin kamu jauh lebih sedih dariku" balas mika


kassy mengurai pelukannya dan memukul bahu mika karena kesal "aku serius mika kok malah di ajak bercanda" kesal kassy


"ya aku harus gimana, dari tadi nenangin kamu melulu tapi salah terus" balas mika


"ya sudah lah, kita pulang aja yuk, hamil bawaannya cepat lelah deh" pinta kassy


"ya sudah aku antar pulang, tapi nanti aku langsung pulang ya mau nyusul suamiku dulu, kangen soalnya" balas mika


"idiiih bucin kamu sekarang, dulu gak segitunya deh sama kak adrian" kassy menyipitkan matanya "kayanya dulu kalau ketemu kak adrian jaga image melulu" ngkap kassy


"ya kan dia sekarang sudah jadi suamiku, jadi menampakan sifat asli gak masalah lah" balas mika dengan bangganya akan rasa cinta suaminya


"tapi tetap jaga hati suami kamu, mata cewek genit banyak tahu" sahut kassy menakuti mika


"itu berlaku juga buat kamu, punya suami pembisnis itu godaannya jauh lebih dasyat tahu" ungkap mika


"iya ya" kassy memasang sabuk pengamannya dan meminta mika segera mengantarnya pulang karena dirinya sudah benar-benar lelah saat ini dan segera ingin istirahat


***


Mika menyempatkan mampir ke rumah ibu dhira karena di beri pesan membuat makanan lebih dan meminta mika mengambilnya "lumayan buat makan malam nanti" mika melirik kotak makanan yang ada di kursi penumpang


mika ingin menyusul suaminya karena sudah sangat merindukan suaminya dan ingin segera menemuinya, padahal bau sehari saja berpisah, sudah serindu itu rasanya


"sore" Mika  balas menyapa dengan ramah para pegawai perusahaan suaminya karena mika sudah di kenal sebagai istri CEO dan sekaligus sekertaris CEO mereka sehingga para pegawai itu menyapa hormat pada Mika


Mika berjalan ke arah lantai teratas di mana kantor suaminya berada "ting" pintu lift terbuka dan ia bisa melihat pria yang paling tidak ingin ia temui di hidupnya sedang berdiri di depan kantor suaminya

__ADS_1


"ngapain juga dia di sini" gumam Mika melangkah menuju kantor suaminya


Mika menghampiri meja sekertaris "risma, bapak ada tamu" tanya Mika pada rekan sejawatnya itu


"iya mika, non anggun ada di dalam" balas Risma sekertaris kedua adrian


adrian memang memiliki dua sekertaris dan juga dua asisten, ya karena pekerjaannya yang begitu banyak membuatnya harus mempunya tenaga cukup banyak untuk mengurus pekerjaannya yang begitu banyak


"bukannya, hari ini gak ada jadwal ya dengan perempuan itu" tanya Mika


"iya, tapi saya gak tahu juga kenapa tiba-tiba wanita itu datang" balas risma yang memang tahu alasan anggun datang


"kamu makin cantik Mika" ucap Ditto yang sedang duduk di kursi depan meja sekertaris


Mika memutar bola matanya malas "dari dulu aku juga cantik, kamunya saja yang gak nyadar" balas mika dengan ketus


"iya, emang aku yang salah karena gak menyadari bahwa kamu itu cantik dan kekasihku yang paling baik" sahut ditto dengan tatapan sendu


"jaga ucapanmu ya to, aku tuh sudah ada suami jadi jaga ucapnmu ya, aku gak mau suamiku salah paham" mika memberi peringatan tajam pada Ditto untuk menjaga tutur katanya


adrian beranjak dari duduknya "mau kemana" tanya anggun melihat adrian berdiri


"aku mau melihat ke depan" balas adrian


"kita belum selesai bicara adrian" tukas anggun tak suka pembicaraannya terhenti hanya karena adrian yang ingin melihat keributan apayang terjadi di depan ruangannya


"aku hanya melihatnya sebentar" adrian bersikeras ingin melihat apakah itu istrinya


anggun langsung menahan tangan adrian "kamu ngapain sih adrian sengotot itu melihat ke depan, kita ini sedang bicara bisnis adrian" seru anggun


adrian menghempas tangan anggun "gak usah berlebihan anggun, ini hanya pembahasan biasa, lagian harusnya aku marah padamu karena datang tanpa membuat janji terlebih dahulu" adrian kembali melangkah keluar ruangannya  tanpa memperdulikan anggun yang sedang kesal itu


siapa juga anggun itu, sampai harus membuat adrian perduli bahwa wanita itu kesal atau tidak. lebih baik u=juga dia mengurus istri tercintanya


adrian melangkah keluar dan mendapati pemandangan di mana, lengan istrinya di genggam seorang pria "jauhkan tangan itu dari tangan istriku" bentak adrian tak suka ada yang menyentuh istrinya


"mas" mika melepaskan paksa tangan ditto yang bertengger di lengannya dan segera menghampiri suaminya

__ADS_1


"tadi mika mau nemuin kamu mas tapi karena kamu ada tamu jadi aku nunggu di sini, eh malah dia ngajakin ngobrol terus" lapor mika


adrian menatap tajam Ditto "apa belum cukup dengan peringatanku waktu itu hah" bentak adrian


"jangan salah paham  tuan, tadi aku hanya mengajak mengobrol saja" elak ditto


"mengobrol tidak perlu tanganmu ikut bicara" balas adrian dengan ketus


"maaf tuan adrian" ditto hanya menunduk tak ingin menambah masalah dengan adrian


adrian menoleh ke arah mika "kamu kan sedang cuti hari ini kok ke sini" tanya adrian


"aku kangen sama mas adrian, jadi samperin kesini" mika melingkarkan tangannya di elngan adrian dan bermanja di lengan kekar sang suami


"bisa kita lanjutkan pembicaraan kita" tanya anggun


"oke" adrian berjalan masuk ke dalam ruangannya dengan tetap menggandeng tangan mika


"mau ikut duduk di sini, atau mau istirahat saja" tanya adrian


" mika tunggu di kamar saja ya mas, takut ganggu kamu" balas mika


"ya sudah, abis sudah selesai, mas akan nyusul kamu" ucap adrian


"iya mas" mika melangkah ke dalam kamar pribadi yang ada di kamar adrian untuk berisitirahat sejenak, pada dasarnya ia juga sangat lelah karena berkeliling seharian


"ayo cepat selesaikan" ucap adrian dengan wajah dingin


pembicaraan adrian dan anggun kali ini terkesan cukup alot, karena adrian memberika tuntutan yang jauh lebih banayk dari pada kesepakatan awal


"kenapa kamu jadi berubah gini" tanya anggun


"bukannya kamu yang minta untuk merubah setiap poin yang membuatku tidak puas, dan itu membuatku tak puas" tukas adrian dengan santai


"tapi tadi enggak sepeti ini" kesal anggun


adrian melirik ke arah Ditto yang duduk di sebelah anggun "salahkan saja suamimu yang membuatku kesal" balas adrian dengan santainya

__ADS_1


__ADS_2