You Are My Regret

You Are My Regret
Tapi aku tak bisa bernafas di dekatmu


__ADS_3

Nidya kini memeluk kedua lututnya di atas ranjang, Nidya begitu ketakutan saat tahu Lucas datang bersama begitu banyak orang untuk melumpuhkan para pengawal ayahnya


Nidya tahu betul kemampuan Lucas, dan kini hanya tinggal menunggu waktu saja untuk Lucas sampai di depannya


Nidya kini hanya bisa berharap Raymond atau Aiden bisa segera datang untuk menyelamatkannya dari Lucas


Nidya mengusap perutnya "tenang ya sayang, mamah akan melindungi kamu" gumam Nidya terus merapalkan doa agar anaknya bisa selamat walau ia tak tahu bisa atau tidak


"Braak" pintu terbuka dengan kasar menampakkan Lucas dengan penuh keringat di tubuhnya


"sayang" panggil Lucas menghampiri Nidya


"stop! " teriak Nidya mengangkat satu tangannya mengkode Lucas untuk berhenti


Lucas berhenti tepat saat Nidya berteriak "maafin Mas Lucas ya Nidya, mas Lucas emang salah karena sudah mencurigai kamu. mas terlalu cinta sama kamu sayang, mas gak sanggup kehilangan kamu" mohon Lucas


Nidya memeluk perutnya dengan kedua tangan "Nidya gak akan biarin maa sakitin anak Nidya" teriak Nidya


"mas gak akan lakuin itu sayang, itu anak kita dan kita sudah menunggunya lama jadi mas gak akan melukai anak kita" balas Lucas


Nidya berdecak akan penuturan Lucas "baru setelah Nidya kasih hasil Tes DNA itu, mas Lucas percaya kalau ini anak mas sedangkan kemarin apa yang sudah mas lakuin ke Nidya" Nidya menepuk keras dadanya "mas Lucas menghinaku dengan awek mengatakan aku berselingkuh padahal Nidya begitu menjaga martabat Nidya untuk tidak dekat dengan lelaki manapun! bukan karena Nidya takut sama mas Lucas tapi karena didikan orang tuaku mengajarkan Nidya untuk menjaga apa yang di namakan kesetiaan! " teriak Nidya


"iya sayang, mas Lucas emang salah, tolong maafin mas ya" pinta Lucas


"maaf dari mas itu bullshit!" umpat Nidya meluapkan kekecewaannya selama ini


Lucas memicingkan matanya ke arah Nidya "bagaimana bisa kamu bicara seperti itu sama mas" tanya Lucas tak percaya akan anggapan Nidya padanya


"karena itu kenyataannya, rasa cemburu mas Lucas menutup kebenaran apapun di mata mas Lucas, dan bodohnya Nidya selalu memaklumi hal itu sampai-sampai Nidya tidak di hargai sama mas" teriak Nidya


"tolong jangan bicara seperti itu Nidya" Lucas berucap begitu lirih


"mas itu cinta banget sama kamu sayang, mas gak bisa hidup tanpa kamu di sisi mas" ucap Lucas dengan wajah kacaunya


Nidya menatap Lucas dengan mata berkaca "Nidya juga cinta banget sama mas Lucas " balas Nidya dengan suara lirih membuat senyum di wajah Lucas langsung terbit

__ADS_1


"kalau gitu kita perbaiki semuanya ya, cabut gugatan cerai kamu dan kembali pulang sama maa Lucas, mas akan rutin ke dokter dan akan menuruti apapun perintah kamu, sama seperti mommy yang mengucap janji itu ke daddy, maa Lucas juga akan melakukan itu" sahut Lucas begitu bahagia Nidya masih mencintainya


 Nidya menggelengkan kepalanya "Nidya memang sangat mencintai mas Lucas tapi Nidya tidak akan kembali pada mas Lucas" bantah Nidya


"kenapa" tanya Lucas


Nidya menatap lekat wajah Lucas "Nidya memang sangat mencintai mas Lucas tapi Nidya.... gak bisa bernafas di dekat mas Lucas, Nidya terlalu takut di dekat mas" jujur Nidya


air mata Lucas langsung berjatuhan begitu saja mendengar wanita yang ia cintai tak bisa bernafas di dekatnya karena kesalahan fatalnya


Lucas menggelengkan kepalanya "kita masih bisa memperbaikinya sayang" Lucas memperpendek jarak di antara mereka membuat Nidya menjerit ketakutan


"jangan dekati Nidya" teriak Nidya begitu histeris saat Lucas makin mendekat ke arahnya


"mas sayang banget sama kamu Nidya, mas gak sanggup kehilangan kamu" Lucas terus meraih tangan Nidya tapi Nidya terus meronta tak mau jika Lucas menyentuhnya


"stop mas, kalau mas terus maju Nidya akan minta bantuan pada orang yang paling tidak mas lawan untuk menjauh dari mas Lucas" ancam Nidya


Lucas memicingkan matanya "siapa yang kamu maksud" bentak Lucas


"harus nya mas tahu siapa orang yang paling tidak bisa mas lawan" balas Nidya


"jangan lupa kalau kita akan bercerai" balas Nidya


"Tidak! " teriak Lucas dengan suara lantang


"aku tidak akan pernah melepaskan mu" Lucas menarik tubuh Nidya dan Nidya terus memberontak untuk di lepaskan


Nidya di paksa menuruni anak tangga, dan dengan mata kepalanya sendiri ia melihat para pengawal ayahnya terkapar di lantai dan kali ini tak ada yang bisa menyelamatkannya


"kak Aiden, kakak harapanku satu-satunya" batin Nidya terus memohon agar Aiden bisa menyelamatkannya


"kakak menyakitiku" isak Nidya dengan harapan Lucas mau berhenti menariknya


dan benar saja Lucas langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Nidya "apa yang sakit sayang" Lucas memeriksa tubuh Nidya untuk melihat bagian mana yang terluka

__ADS_1


"tanganku sakit mas" balas Nidya melirik ke arah tangan Nidya yang cukup di cengkeram kuat


Lucas langsung melepaskan Nidya "maafkan mas sayang" ucap Lucas


Nidya mengiba di hadapan Lucas "aku mohon lepasin aku mas" mohon Nidya


"enggak akan" balas Lucas tanpa berpikir


"aku gak bisa kembali sama kamu mas tolong ngertiin aku" lanjut Nidya


"mas gak mau jauh dari kamu sayang" banyak Lucas


"tapi aku muak hidup sama mas Lucas" balas Nidya dengan suara lantang


"aku gak akan lepasin kamu, kamu hanya akan jadi milik mas dan selamanya jadi milik mas" Lucas menarik tangan Nidya menuju mobil yang sudah terparkir di depannya


"lepasin aku mas, kamu menyakitiku" teriak Nidya


"enggak akan" elak Lucas kembali menarik tangan Nidya


Nidya terus memukul tangan Lucas agar segera melepaskannya tapi tenaganya jelas kalah jauh dari Lucas dan hanya bagai angin yang menerpa tangannya


"aaaaakhhhh! " teriak Nidya merasakan sakit di area perutnya


"jangan berdalih lagu Nidya mas tahu kamu mau ngalihin perhatian mas saja kan agar mas melepaskan kamu" Lucas tak memperdulikan teriakan Nidya dan terus memaksa Nidya melangkah


"sakit mas" adu Nidya dengan suara tercekat menahan sakit yang begitu sangat


"mas gak akan percaya sama kamu, kamu cuma mau bohongin mas" balas Lucas


"enggak mas, ini sakit banget mas, perutku sakit" adu Nidya


Lucas menghentikan langkahnya dan melihat Nidya yang sedang kesakitan memegang perutnya "kamu kenapa Nidya" terlihat jelas sekali di wajah Lucas betapa dia mengkhawatirkan Nidya


"sakit" Nidya menarik dan menghembuskan nafas secara tidak teratur sekedar untuk mengurangi sakitnya

__ADS_1


"kenapa Nidya" Lucas makin khawatir saat Nidya perlahan menjatuhkan tubuhnya ke lantai "sakit" teriak Nidya meluapkan rasa yang sedang ia rasakan saat ini


"mas bawa kamu ke rumah sakit ya" Lucas akan segera menggendong Nidya tapi terdengar suara helikopter yang mendekat membuat perhatian Lucas teralihkan pada sosok yang terlihat turun dari helikopter itu dan sedang berlari ke arahnya saat ini


__ADS_2