
"mau kakak jemput atau tidak" tanya reagen saat Cinta akan keluar dari mobilnya
"aku pulang sendiri saja kak, kakak kan sedang sangat sibuk" balas Cinta yang tidak ingin merepotkan kakaknya
"kakak emang lumayan sibuk karena harus ketemu pengacara keluarga lucas untuk urus keperluan surat-surat perusahaan mommy" balas Reagen
Cinta langsung berlari menuju kelasnya karena tadi sempat terkena macet sehingga cukup terlambat sampai kampusnya dan Reagen yang melihat itu segera melajukan kendaraan roda empatnya
Reagen langsung menekan tombol panggilan dari mobilnya yang sudah terkoneksi dengan ponselnya "halo Lucas" sapa Reagen
"ada apa ya kak, mau tanya lagi tentang perusahaan mommy kakak" balas lucas saat panggilannya sudah tersambung
"kakak mau ambil alih perusahaan mommy secara langsung jadi kamu gak perlu repot urus itu" balas Reagen
"bagus kalau kakak yang mau ambil alih jadi ngurangin kerjaan aku, kakak datang saja ke kantor biar nanti pengacaraku juga aku suruh untuk datang agar mengurus segala keperluan pengambil alihan perusahaan" jelas Lucas
"oke, kakak jalan ke sana" Reagen mematikan ponselnya dan melajukan mobilnya menuju kantor Lucas
selama perjalanan Reagen memikirkan segala kemungkinan dalam mengatasi masalah keluarga ibu kandungnya yang mungkin nanti akan benar-benar menyita waktunya di Indonesia "sebaiknya aku kabarin Daddy" Reagen menghubungi sang Daddy untuk memberitahu rencananya untuk menambah waktu tinggalnya di Indonesia
"Daddy" panggil Reagen saat panggilannya sudah tersambung
"iya Reagen, ada apa" balas Daddy Thomas
__ADS_1
"sepertinya aku akan memperpanjang waktu tinggal di Indonesia" ucap Reagen dengan suara pelan
Daddy tersenyum simpul walaupun tidak dapat di lihat oleh Reagen "sudah memutuskan untuk membantu" Daddy Thomas sudah bisa menebak bahwa puteranya sudah memutuskan membantu ibu kandungnya tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu sebab ia tahu betul karakter anaknya yang tak mungkin akan diam saja setelah melihat keadaan ibu kandungnya itu sedang tidak baik-baik saja
"daddy tahu" tanya Reagen mengerutkan keningnya sebab setahunya ia tak begitu peduli dengan wanita yang sudah jadi mantan istrinya itu
"tentu saja daddy tahu sebab mommy kamu meminta bantuan sahabat Daddy jadi jelas daddy tahu, sebab tante Qiran mana mungkin akan bertindak tanpa izin daddy" jelas Daddy Thomas
"apa tidak masalah dad" tanya reagen memastikan kembali apakah Daddy thomas mengizinkannya untuk membantu mommy brianna
"tentu saja boleh Reagen, Brianna adalah wanita yang melahirkanmu jadi jelas kamu harus membantunya" Daddy Thomas terkekeh pelan "Daddy masih di usia yang cukup kuat untuk mengurus perusahaan di sini, jadi Daddy tak akan keberatan mengurangi waktu Daddy dengan mommy mu di rumah" balas daddy Thomas
"terima kasih atas pengertiannya dad" Reagen mengakhiri panggilannya dengan Daddy Thomas dan segera melajukan mobilnya menuju perusahaan Lucas
Reagen memandangi berkas yang bertuliskan namanya sebagai pewaris utama kekayaan keluarga Mommy Brianna bahkan tidak ada satupun nama mommy Brianna di sana "kakak pasti heran kenapa semua aset itu masih atas nama kakak ya" tebak Lucas melihat raut wajah Reagen yang begitu terkejut akan kenyataan yang baru ia lihat
Reagen mendongak ke arah Lucas "iya, padahal sejakk kematian kakek 5 tahun lalu, aku sudah menolak tegas pada mommy tidak akan mengambil alih perusahaan sebab mommy selalu memihak pada suaminya itu" balas Reagen
"sebagai seorang wanita mungkin rasa cintanya pada pria itu membutakan matanya tapi sebagai seorang ibu dia tidak akan melupakan kodratnya yang ingin memberikan segala terbaik untuk anak-anaknya dan salah satunya "Lucas menunjuk berkas yang di pegang oleh Reagen "dengan tidak mengambil hak anaknya, harta itu di berikan kakek kakak untuk kakak jadi dia tidak akan melupakan hal itu" Lucas mengetuk keningnya
"tapi seingatku saat membaca berkas properti yang ia miliki ada beberapa properti di luar itu yang di siapkan untuk kedua anaknya walaupun tidak sebesar punya kakak sih" lucas mengangkat alisnya menatap ke arah Reagen "mungkin itu ia dapatkan saat masih aktif bekerja dulu" jelas Lucas
Reagen mengangkat wajahnya ke atas menahan laju air matanya yang akan jatuh ke dasar bumi jika tidak buru-buru Reagen cegah membuat Lucas malah terkekeh di buatnya "jangan di tahan kali kak, kalau terharu nangis aja" kekeh Lucas
__ADS_1
"tidak mau" Reagen masih dengan posisi yang sama mendongakan kepalanya agar ia tak menangis
Lucas melihat berkas-berkas yang ada di tangannya saat emmbantu Reagen memeriksanya "kalau prusahaan yang di inggris tidak ada masalah sepertinya kak, tapi cabang yang di sini kayanya banyak banget masalahnya" Lucas menyodorkan berkas perusahaan cabang yang ada di Indonesia
dahi Reagen mengernyit tatkala melihat laporan tahunan perusahaan yang mengalami penuruanan selama 5 tahun terakhir dan meungkin akan berakhir dengan kebangkrutan "sebesar ini kerugiannya" heran Reagen yang tahu betul profit perusahaan kakekknya di negara tempatnya tinggal tak seburuk ini dan terbilang stabil
"dari yang aku dengar, anak ayah tirimu terus mengambil uang dari sana mengatasnamakan nama anak ibumu" jelas Lucas
"minta di hajar tuh anak" tentu Reagen ingat betul bagaimana menyebalkan anak sambung mommy itu yang seolah-olah dia orang paling kaya padahal jika di bandingkan dengan harta mommy brianna saja ia tak ada apa-apanya apalagi di bandingkan dengan harta milik keluarga Javerson yang jelas ada di atas keluarga milik mommy Brianna
"hajar aja kak" sahut Lucas ikut mengepalkan tangannya mengingat Kevin Pangareb yang pernah membuat darahnya mendidih hebat
Reagen melirik ke arah Lucas dengan kerutan di dahinya "pasti dia penah buat kamu kesal ya" tebak Reagen melihat raut wajah Lucas yang begitu geram dengan Kevin seperti Lucas saja yang ada masalah dengan Kevin dan bukannya dirinya
Lucas mendengus kesal "dia pernah mengejar Nidya padahal jelas-jelas Nidya sudah menegaskan kalau Nidya sudah memiliki kekasih tapi dia tetap mencoba merayu wanitaku kak" balas Lucas
Reagen menggelengkan kepalanya melihat rasa cemburu Lucas yang ia tahu sangat luar biasa membuatnya berdecak akan rasa cinta Lucas pada Nidya yang begitu besar
"kamu sangat mencintai Nidya ya" tanya Reagen
Lucas langsung menampilkan senyumny saat mengingat wajah kekasihnya "tentu saja aku sangat mencintai kekasihku itu" balas Lucas dengan begitu cepat tanpa banyak berpikir
"padahal kedua adikku juga menyukaimu"goda Reagen
__ADS_1
Lucas langsung merubah raut wajahnya menjadi datar "itu adalah urusan mereka, urusanku hanya mencintai satu wanita dan itu hanya Nidya seorang "jelas Lucas tanpa bisa di ganggu gugat