
Dengan segala macam insiden kecil menuju acara bahagia Lucas yang tentu menguras habis tenaga Lucas akhirnya hari yang di tunggu Lucas pun datang juga
Lucas bercermin di cermin besar yang ada di kamarnya sambil mematut diri saat mengenakan setelan Jas yang terus ia pandangi selama beberapa minggu ini dan akhirnya sudah bisa ia pakai saat ini"semoga hari ini gak ada masalah lagi" gumam Lucas memanjatkan doa untuk kelancaran pernikahannya yang tinggal menghitung jam saja
Lucas berjalan ke luar kamarnya dengan senyum mengembangnya "ayo mom berangkat" ajak Lucas pada Mommy Qiran yang sedang berdiri di dekat kamarnya
Lucas mengerutkan keningnya tat kala melihat tatapan tajam Daddy Jay pada adiknya membuat Lucas menghela nafas lelah "apalagi ini" tanya Lucas dengan tatapan dinginnya
sungguh ia tak akan menolerir tingkah manja adiknya lagi jika kali ini ia membuat drama untuk mengacaukan hari besarnya "jangan berlagak seperti tuan putri yang harus selalu di turuti keinginannya " tukas Lucas dengan suara tegasnya
"aku gak akan pergi jika kak reagen tidak menjemputku" Edeline mencebikkan bibirnya, duduk di sofa dengan melipat tangannya sebatas dada
Lucas sungguh menatap jengah adiknya yang selalu ingin di turuti "inilah alasan Kak Reagen ogah ada dekat wanita macam kamu, aku saja sebagai kakak yang ada hubungan darah denganmu ogah dekat denganmu" ucap Lucas dengan kesalnya akan tingkah Edeline yang selalu merajuk dan berlindung di balik punggung Mommy nya yang selalu lemah akan permintaan adik satu-satunya itu
"jangan bilang seperti itu tentang adikmu, Lucas" ucap Mommy Qiran dengan tatapan tajamnya
"bela saja terus, anak kesayangan mommy itu" Lucas sudah hampir kehilangan kesabarannya akan tingkah adiknya seetelah pulang saat kabar pernikahannya akan di gelar
"tinggal telpon Reagen saja Lucas, apa susahnya sih" sahut mommy Qiran
Lucas menatap jengah Mommy nya yang selalu menuruti keinginan adiknya itu "jangan mempermalukan anak kamu Qiran " tukas Daddy Jay dengan tatapan tajamnya
__ADS_1
saat Daddy Jay yang begitu sabar mengeluarkan suara tinggi dan memanggil nama istrinya dengan nama saja itu tandanya ia sedang sangat marah, dan tidak suka akan kelakuan istrinya yang menurutnya sudah terlampau batasnya "memanjakan anak boleh Qiran, tapi tidak menjatuhkan harga diri anak kita" Daddy Jay menatap tajam ke arah puteri bungsunya "dengan kekayaan keluarga kita mungkin di mata kamu bisa mendapatkan apapun, tapi tidak dengan cinta Edeline" tukas Daddy Jay "jika kau terus memaksa mungkin dia jadi milikmu tapi tidak dengan cintanya" Daddy Jay menunjuk ke arah Edeline "saat lelaki di paksa, dia akan membencimu Daddy jamin itu" ucap Daddy Jay dengan lantangnya
"Daddy bisa membuat kak Reagen cinta sama Edeline, aku yakin itu" sahut Edeline dengan percaya dirinya
"apa kau pikir Daddy itu tuhan hah!" bentak Daddy Jay meninggikan suaranya beberapa oktaf
sungguh Daddy Jay tak mengerti jalan pikiran putrinya yang tidak bisa di ajak bicara sama sekali "Daddy memang sudah salah mendidikmu" Daddy jay berdiri dari duduknya "jangan sampai terlambat Lucas, kalau adikmu masih kekeh tak mau pergi persilahkan saja" ucap Daddy Jay
"iya dad" Lucas ikut berdiri mengikuti langkah kaki Daddy nya
Daddy Lucas menghentikan langkah kakinya saat tak mendengar langkah kaki istrinya dan Lucas ikut berhenti "jangan lupa kalau aku masih kepala keluarga di rumah ini Qiran!" tukas Daddy Jay dengan suara tegasnya menyadarkan istrinya untuk tidak membela kelakuan gila putrinya yang selalu merengek saat menginginkan sesuatu
"cukup sekali aku menegaskan, dan tidak untuk kedua kalinya" Daddy Jay melangkahkan kakinya meninggalkan mommy Qiran terlebih dahulu
Lucas benar-benar tak menyangka Daddy akan bisa semarah ini, seumur hidupnya tak pernah melihat Daddy nya berucap tegas pada sang mommy tapi hanya karena tingkah adiknya, Daddy Jay sampai berucap tegas pada Mommy Qiran
"kalau sampai Daddy marah itu semua salah kamu Edeline" Ucap Lucas segera mengejar langkah kaki Daddy Jay yang sudah masuk ke mobil terlebih dahulu
"Brak" Lucas duduk di samping Daddy nya dengan perasaan tak nyaman
"jalan pak" ucap Daddy Jay
__ADS_1
Lucas menoleh ke luar "gak tunggu mommy dulu dad" tanya Lucas
"masih ada mobil lain, mereka bisa menyusul kita jika mau kalau tidak juga tidak masalah. Daddy gak mau membuat sahabat daddy menunggu kita" Daddy Jay menoleh ke arah Lucas "kamu tidak ingin ada drama lanjtan dari adik kamu itu kan" tanya Daddy Jay
Lucas mengangguk "iya sih dad" balas Lucas
"apa Daddy marah dengan Edeline karena Lucas" tanya Lucas dengan hati-hati
"tentu bukan karena itu, tapi Edeline sudah kelewatan saat menginginkan sesuatu, jika seperti ini terus akan kurang baik nantinya" Daddy Jay menepuk paha Lucas "usia Daddy dan mommy tidak tahu sampai kapan, tidak mungkin akan melindungi adikmu itu selamanya, dan kau sebagai seorang kakak pasti akan mulai jengah jika menuruti sifat kerasa kepala Edeline itu" Daddy Jay menghela nafas panjang "Daddy akui salah Daddy yang dulu selalu menuruti apapun keinginan adik kamu itu, bahkan dulu sempat rela kehilangan miliaran uang hanya demi menuruti keinginan adikmu yang sedang kesal dengan temannya, dan mungkin karena itulah dia selalu merasa benar dan pasti akan di turuti jika di minta olehnya" jelas Daddy Jay menyampaikan rasa khawatirnya
"makin hari, emang makin parah kelakuan Edeline Dad" timpal Lucas mulai merasa sikap adiknya makin menjadi-jadi saja dan terkesan makin parah dari sebelumnya
"untuk itu daddy perlu tegas dengannya, jangan sampai kita membuat monster dengan wajah malaikat" tukas Daddy Jay yang tak ingin anaknya berubah jadi wanita mengerikan hanya demi obsesinya saja
"iya Dad" Lucas setuju akan keputusan Daddy Jay saat ini
Lucas memang merasa kelakuan adiknya sudah berlebihan, di tambah lagi semua orang harus mengerti dirinya tapi dia tidak mau mengerti orang lain, bahkan selama dua minggu ini adiknya selalu membuat masalah bahkan sampai sempat menyinggung keluarga orang tua Reagen karena Edeline memaksakan Daddy Thomas bahkan Mommy Brianna agar meminta Reagen menerima perjodohan Edeline dan juga Reagen membuat Reagen makin muak Dengan Edeline
yang lebih parah Edeline meminta Ara menjaga jarak dari Reagen karena Reagen dan Ara tidak punya hubungan darah, dan tentu itu membuat ara sakit hati dan Reagen yang jelas tersinggung karena sungguh Reagen menyayangi ara sama dengan adik-adiknya yang lain, tak ada istilah tidak ada hubungan darah
sebab dengan Nidya dan Raymond saja Reagen melimpahkan kasih sayang sama karena anak ayah tara dan mama Lensi dia anggap keluarga sendiri sebab ayah tara adalah kakak Mommy Kassy dan dia sangat menyayangi mommy Kassy begitupun seluruh anggota keluarga Dirgantara yang lain
__ADS_1