
Zahira memilih diam sepanjang perjalanan pulang ke apartemen dan Reagen pun tuk berani untuk berucap apapun saat melihat Zahira yang diam saja .
Bertepatan dengan kepulangan mereka, suara Adzan Ashar berkumandang. Mendengar itu Reagen dan Zahira bergegas mengambil air wudhu agar bisa menunaikan ibadahnya dengan segera
Reagen menggelar sajadah yang ada di apartemennya di ruang tengah "boleh Zahira ikut sholat" tanya Zahira yang baru saja muncul dari kamarnya menggunakan mukena bersiap untuk shalat
Reagen yang awalnya sudah bersiap akan membaca niat sholatnya menoleh ke arah Zahira "boleh saja" Reagen lebih memajukan Sajadahnya agar posisi Zahira nanti tidak bertabrakan dengan meja
untuk pertama kali dalam hidup Reagen mengimami sholat seseorang, ya walaupun Reagen sudah belajar untuk jadi imam sholat tapi tetap saja ini jadi yang pertama untuknya mengimami orang lain sholat
Setelah mengucap salam dan berdoa setelah sholat, Zahira duduk diam menatap punggung Reagen yang terlihat masih memanjatkan doa. Berjuta pikiran terus berkecamuk di dalam benak Zahira sampai membuat ia bingung arus berucap apa
melihat Reagen yang sudah bersiap melihat sajadahnya dan melepas pecinya Zahira berdehem "mas Reagen" panggil Zahira
"iya" Reagen yang awlanya akan beranjak memilik memilih kembali duduk di hadapan Zahira
"kenapa gak cerita sama Zahira kalau mas Reagen jadi mualaf" tanya Zahira
"awalnya mas pengen cerita secara langsung sama kamu setelah kita bertemu tapi malah ada kejadian tadi jadi kamu harus dengar dengan cara seperti itu, dan mas minta maaf kalau mas bertindak impulsif tanpa bertanya pendapat kamu dan langsung memutuskan untuk kita menikah, mas salah dan mas minta maaf" ucap reagen dengan perasaan penuh ras bersalah
"hiks hiks hiks" Zahira menangis secara tiba-tiba mendengar penjelasan Reagen
"jangan menangis Zahira, mas emang salah, mas minta maaf ya" ucap Reagen
zahira mencoba mengontrol tangisnya "mas Reagen beneran mau nikahin Zahira" tanya Zahira
__ADS_1
"tentu saja benar, bahkan sebelum datang kemari mas sudah bilang sama Daddy kalau mas mau lamar orang, cuma emang ini jadi lebih cepat dari rencana mas sih, awalnya mas mau nanya kamu dulu, mau nikah sama mas Reagen gak tapi malah ada momen kaya tadi jadi langsung aja mas lamar kamu takut kamu ada niatan ajak orang lain nikah" jelas Reagen
"keluarga mas tahu kalau mas jadi mualaf" tanya Zahira
"tahu lah, mana mungkin mas berani pindah agama kalau gak di izinkan keluarga mas ya walaupun harus penuh perjuangan sih minta restunya tapi bersyukur mommy Brianna bantu mas buat bicara sama Daddy dan akhirnya Daddy izinin" balas Edzar
"mas nikahin aku karena apa? karena kasihan atau gimana" sebagai seorang wanita tentu Zahira tetap ingin suatu kejelasan, walaupun pria yang dia suka mengajaknya menikah, ia tentu harus tahu alasan pria itu menikahinya
"tentu saja karena mas cinta sama kamu, emang apa lagi.... emang belum cukup kamu paham kalau kamu itu berharga buat mas, mas saja selalu nyediain waktu di tengah kesibukan mas untuk selalu jenguk kamu di sini dan nelpon kamu setiap hari padahal kerjaan mas begitu banyak" jelas Reagen
Zahira langsung memeluk Reagen "makasih ya mas, makasih mas sudah buat hati Zahira begitu lega. Awalnya Zahira selalu menepis perasaan Zahira karena Zahira yakin hubungan kita gak akan berhasil dengan perbedaan di antara kita, tapi kali ini hari Zahira begitu lega saat Zahira tahu mas juga cinta sama Zahira sama seperti Zahira yang cinta mas" ungkap Zahira
Reagen mengurai pelukannya dan menatap lekat Zahira "kamu beneran cinta sama mas" tanya Reagen begitu terkejut akan pengakuan Zahira walaupun sebenarnya ia yakin kalau Zahira ada rasa untuknya
Zahira pun mengangguk "iya mas, Zahira cinta sama mas" balas Zahira
"drrrrtttttt" ponsel Reagen yang di letakan di atas nakas bergetar
"astaghfirullah" Reagen mengusap kasar wajahnya "maaf Zahira" Reagen bergegas mengambil ponselnya dan berjalan ke arah balkon untuk ,mengangkat panggilan dari mommy nya
Zahira menyunggingkan senyumnya saat melihat punggung Reagen yang tengah serius berbincang "alhamdulillah, dia masih menjagaku" Zahira begitu bersyukur masih terhindar dari dosa yang hampir mereka lakukan tadi bersama Reagen
Zahira berjalan ke arah kamarnya untuk alat shalatnya, dan memilih membuatkan minuman hangat untuk mengobrol bersama Reagen yang terlihat sudah akan menyudahi obrolannya "siapa mas yang telpon, kok lama ngobrolnya
"mommr Brianna, mommy nanyain nginep di mana dan kasih peringatan gak boleh nginep di sini" Reagen terlihat lesu saat mengucapkan hal itu
__ADS_1
"Mommy nya mas tahu kalau mas pulang" tanya Zahira
"tahu lah, kan pas mas minta bantuan buat bicara sama Daddy, mas cerita tentang kamu dan tahu kalau kamu tinggal di sini, jadi mas di minta gak seatap cuma berdua dengan kamu sebelum menikah" balas Reagen
"ya sudah nurut saja mas, lagian yang di ucapin mommy nya mas itu bener" balas Zahira
"iya nanti malam, mas mau nginep di rumah om tara dan tante Lensi sambil nunggu kedatangan Daddy dan Mommy Kassy buat lamar kamu secepatnya" ucap Reagen
Zahira mengangguk dengan wajah malu-malunya "iya mas" balas Zahira
"sebelum mas pergi, mas mau nanya sama kamu boleh gak kalau kita nikahnya di percepat" tanya Reagen dengan berhati-hati
"kenapa emangnya mas" tanya Zahira
"takut kelepasan dari tadi, mana kedatangan mas kali ini agak lama, selama beberapa bulan jadi lebih baik cepat menikah saja" jelas Reagen
"tapi mas, Zahira daftar kuliahnya di Indonesia, itu gimana mas? apa Zahira nanti pindah daftar kuliahnya mumpung belum tes juga" Zahira ingin meluruskan satu hal terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Reagen
"mending di Indonesia saja, mas sudah ngurus kepindah tugas mas di sini kok cuma selama dua tahun ini mas harus bolak-balik sih Inggris Indonesia, soalnya Olvin baru bisa ambil alih secara resmi perusahan yang di Inggris setelah dia lulus kuliah. Kamu gak papa kan kalau setelah menikah nanti mas sering bolak-balik Inggris-Indonesia" tanya Reagen
"mas nanti mau tetap stay di Indonesia" Zahira belum menjawab pertanyaan Reagen dan malah balik bertanya lagi
"iya mas sudah urus itu, niatnya pengen gencar ngejar kamu kalau sudah resmi tinggal di sini tapi apa mau di kata kalau takdir berkata lain" timpal Reagen " kamu belum jawab pertanyaannya mas loh" Reagen mengingatkan Zahira jika Zahira belum menjawab pertanyaannya
"Zahira gak masalah kok nikahnya dipercepat, segera di buat sah sama mas Reagen, Zahira juga sangat senang bahkan mas sampai milih tinggal di sini. Saat nanti kita sudah menikah dan mas harus ke Inggris, Zahira bisa kok di sini sendiri atau saat libur kuliah nanti, Zahira ikut mas ke sana" Zahira menjawab pertanyaan Reagen dengan kompleks
__ADS_1
"terima kasih atas pengertiannya ya zahira" ungkap Reagen