You Are My Regret

You Are My Regret
Keseharian


__ADS_3

5 tahun kemudian


Lucas kini sudah duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar dan memiliki seorang adik perempuan bernama Edeline Kylie Handerson yang berusia 3 tahun


“Lucas” panggil Qiran


Lucas buru-buru menghampiri Qiran “iya mom, ada apa” Tanya Lucas


“nanti kamu menginap di rumah om tara dan tante Lensi ya, mommy mau nemenin daddy ikut seminar di Jerman sekitar 1 minggu” ucap Qiran


“Edeline ikut mom” Tanya Lucas


“tentu Edeline ikut mommy dia kan masih butuh mommy kalau kamu kan sudah cukup mandiri” Qiran berjongkok di hadapan Lucas “tidak masalah kan kalau mommy tinggal seminggu” Tanya Qrian memastikan


“gak papa mom, tuh Lucas sudah biasa juga” balas lucas


Ada rasa tak nyaman sebenarnya saat harus meninggalkan Lucas “kalau bosan di rumah Om tara ke rumah…” lucas langsung memoyong ucapan Qiran


“ke rumah om Adrian kan” tebak Lucas


“iya sayang” Qiran mengecup kening Lucas dengan sayang


Lucas menghampiri Edeline "jangan nakal ya adik kakak yang cantik” ucap lucas mengusap kepala adiknya dengan sayang


Jay menghampiri Lucas dan memeluk lucas erat “maafkan daddy yang terus sibuk” ungkap Jay merasa bersalah akan dirinya yang harus sering pergi keluar negeri setelah mengurus semua rumah sakit keluarga besar Qiran dan juga  pabrik farmasi milik daddy el yang di urus sendiri oleh Jay sedangkan perusahaan ang lain di tangani oleh Adrian


“Tak masalah dad aku tahu daddy lakuin ini demi masa depan Lucas dan juga Edeline” balas lucas dengan berbesar hati akan pekerjaan orang tuanya


“setelah kita sarapan kami akan mengantarmu ke rumah om tara” ucap Qiran


“iya mom” balas Lucas


***


Di belahan dunia lain terdapat dua anak yang sedang berlarian dari kejaran sang mama “Ara… Prince Stop” teriak Kassy berkacak pinggang ke arah dua anaknya yang benar-benar membuatnya pusing


“tidak mau..” Ara tetap berlarian dan prince sang adik mengikuti kemana kakaknya berlari


“daddy” rengek Kassy mulai prustasi mengatur anaknya yang tidak mau menurut sama sekali


“Ara Adiratna Javerson” teriak Thomas menghampiri anak perempuannya lalu mengangkatnya dengan


sekali gerakan


Thomas melirik ke arah anak bungsunya “Olvin Prince Javerson” teriak Thomas


Saat nama lengkap mereka di sebut itu tandanya sang daddy sedang kesal dan tak akan ada yang berani membantah ataupun sekedar mengeluarkan suara kecil


“siapa yang mengajarkan kalian untuk membuat mommy kesal hah” Tanya Thomas dengan nada tegas


“maaf dad” ucap Ara menundukkan kepalanya takut dengan sang daddy


“kalian harusnya minta pada siapa” Tanya Thomas


Ara turun dari gendongan Thomas dan mengajak adiknya yang baru berusia satu tahun itu

__ADS_1


membungkuk ke arah Kassy “maaf mom, kami berdua salah” ucap Ara


“kalau ada daddy kalian saja, kalian patuh coba kalau daddy kalian tidak ada” kesal Kassy


Thomas melirik ke arah Ara dan Prince “benar itu” Tanya Thomas dengan tegas


“benar itu dad” Reagen ikut nimbrung obrolan kedua orang tuanya yang sedang menceramahi kedua adiknya


“mereka selalu melawan mommy padahal sudah reagen ingatkan” adu Reagen akan kenakalan adik-adiknya


“ara…” Thomas melirik ke arah anak gadisnya itu


“hehehehe sorry dad” ucap ara menampilkan gigi putihnya pada Thomas agar tidak kena omelan lagi


“sebagai hukuman, untuk bulan depan kamu hanya boleh makan bekal dari mommy dan daddy tidak akan


memberikan uang jajan buat kamu” ucap Thomas yang memberikan hukuman untuk anak gadisnya yang tidak menyukai masakan mommy nya yang tidak enak


“jangan seperti itu dong dad” Ara mengguncang lengan Thomas “masakan mommy gak enak dad” rengek ara


“wah, emang anak satu ini ngeselinnya “ kassy menunjuk ke arah anaknya yang selalu membuatnya kesal


“emang masakan mommy tidak enak, enakan juga masakan daddy atau ayah” tukas Ara


Rasa kasihan Thomas pada jontahan saat menunggui Kassy melahirkan dulu membuatnya meminta  kassy untuk memberitahukan ara bahwa jonathan adalah ayah kandungnya dan mengijinkan jonathan untuk bertemu ara dengan catatan bertemu dengan perantara Thomastapi tidak dengan Kassy jadi ara tahu kalau dia memiliki dua ayah walaupun untuk usia lima tahun tentu belum tahu betul apa maksud memiliki dua ayah


Reagen terkekeh “tapi emang mommy harus belajar masak lagi, di antara kami Cuma daddy aja yang tetap bilang masakan mommy enak” sahut reagen membenarkan ucapan adiknya dengan bahasa yang lebih halus sedikit


Kassy melirik sang suami dengan tatapan penuh cinta  “itu karena daddy hanya cinta sama mommy” tukas kassy membanggakan rasa cinta suaminya untuk dirinya yang begitu besar membuat apapun perbuatan Kassy tak pernah pernah di protes oleh Thomas


“iya dad, kassy gak lupa kemarin sudah sempat bicara sama mika dan kak lensi untuk acara peringatan kematian ibu dan om Jovan” balas kassy


Ibu dhira dan om Jovan meninggal satu tahun lalu akibat kecelakaan tunggal saat perjalan dari pertemuan bisnis di pnucak yang kala itu sedang hujan dan mennjadikan jalanan begitu licin sehingga kecelakaan itu tak terhindarkan


***


Mika sedang sibuk menyuapi pria berusia lanjut yang kini hanya bisa terbaring di atas ranjang saja “biar suster yang suapin nak” ucap pria lanjut usia itu


“tidak papa kek, mika banyak nganggurnya di rumah kok jadi nyuapin kakek gak akan bikin mika kecapean ” balas mika


“Adrian emang gak salah milih istri, kamu sangat baik mau mengurus kakek dan mendiang nenek Adrian dulu padahal kamu dulu kami sempat membuang Adrian” ucap kakek darsa


Ya kini kakek darsa tinggal bersama dengan Adrian dan mika. Awalnya Qiran tetap kekeh tak mengizinkan kakek daksa dan nenek galuh untuk menemui Adrian tapi tuhan memang berkehendak lain walaupun sekeras apapun Qiran menolak jika memang itu yang harus terjadi ya terjadilah.


saat kakek daksa dan nenek galuh makan di salah satu restoran  tak sengaja Adrian melihat mereka dan menyapa dengan sopan karena biar bagaimanapun di hati Adrian kakek daksa dan nenek galuh adalah keluarganya walaupun Adrian tidak pernah di perlakukan dengan baik


Kala itu nenek galuh meminta maaf pada Adrian sampai berlutut di hadapannya karena penyesalanya yang sudah berbuat jahat padanya. Melihat kakek dan neneknya yang sudah tua dan harus tinggal sendiri tentu ada rasa tak tega sehingga Adrian meminta kakek dan neneknya untuk tinggal bersamanya


Beruntung mika mau menerima mereka dengan baik dan mau membantu mengurus kakek dan nenek Adrian


Karena tentu Adrian tidak bisa terjun langsung sebab ia harus bekerja. Memang bukan mika yang terjun langsung mengurus kakek daksa dan nenek galuh tapi tentu pengawasan mika dalam merawat kakek dan nenek Adrian patut di acungi jempol karena saat sedang tidak sibuk mika mau mengurus keperluan kakek daksa dan nenek galuh sendiri


Tapi nenek galuh tak bertahan lama tinggal bersama Adrian, usia senjanya mengantarkan ia kembali ke pelukan tuhan setelah satu tahun bersama dengan Adrian sedangkan kakek daksa harus mengalami stroke karena kesedihannya di tinggal nenek galuh dan juga usia senjanya


“Mika jauh lebih beruntung dapat suami sebaik mas Adrian yang begitu mencintai mika dan sabar sama mika yang kadang masih suka ngambekan” balas mika mengagungkan nama suamina

__ADS_1


Kakek daksa tersenyum tipis dengan jawaban Mika yang begitu menyanjung suaminya dan tak pernah ingin suaminya di pandang buruk oleh orang lain


“tok tok” seseorang mengetuk pintu kamar kakek daksa dan masuk ke dalam kamar “maaf nyonya, tuan


sudah pulang” ucap rani, orang yang bekerja mengurus kakek daksa


“ya sudah kamu lanjutin suapin tuan besar ya, saya mau nyambut tuan dulu” mika menyerahkan


mangkuk bubur pada Rani


Mika menoleh ke arah kakek daksa “maaf ya kek, aku tinggal dulu soalnya suamiku pulang” pamit mika


“iya, urus suamimu aja kakek ada rani yang urus” balas kakek daksa


Mika berjalan ke arah depan dan segera menghambur memeluk suaminya saat melihat sauminya masuk ke


dalam rumah “mas sudah pulang” ucap mika


Adrian mengecup kening mika “iya sayang, anak-anak mana” Tanya Adrian


“sama pengasuhnya di ruang bermain” balas mika


Adrian memberikan tas kerjanya pada mika dan melingkarkan tangannya di pinggang mika “kamu habis


nyuapain kakek makan malam ya” Tanya Adrian mengendus bau khas makanan yang biasanya di berikan pada sang kakek


Mika dan Adrian berjalan ke arah kamar mereka yang ada di lantai 2 “iya, belum selesai tadi tapi kata rani mas sudah pualng jadi rani yang lanjutin nyuapain” balas mika


“terima kasih ya sayang” ucap Adrian


“udah dong mas jangan bilang makasih terus” kesal mika yang selalu saja suaminya berucap


terima kasih padanya hanya karena mengurus kakek Daksa


“tentu mas harus terus berterima kasih karena punya istri sebaik kamu” balas Adrian


“berarti aku juga harus berterima kasih terus sama mas karena mas suami terbaik di dunia” kekeh


mika


Adrian mencubit pipi mika dengan gemas “bisa aja emang istriku ini” tukas Adrian


Mika membuka pintu kamarnya dan berjalan masuk bersama adrian “mas pasti capek seharian kerja” mika membantu Adrian melepas pakaian Adrian


“kamu juga pasti capek seharian urus rumah dan juga anak-anak” balas Adrian


“capek iya sih tapi mika senang kok bisa urus keluarga kita” mika melingkarkan tangannya di


pinggang Adrian dan “cup” mika mengecup bibir Adrian dengan penuh perasaan


“aku bantuin mandi ya” ucap mika dengan seutas senyuman


“kamu gak lelah” Tanya Adrian menaikan sebelah alisnya


“untuk suamiku tidak mungkin lelah” mika dan Adrian berjalan ke kamar mandi dengan beriringan karena Mika akan melayani Adrian untuk membersihkan diri

__ADS_1


__ADS_2