You Are My Regret

You Are My Regret
Bahagia


__ADS_3

Aiden terus mengembangkan senyumnya ke arah Nidya membuat Nidya hanya bisa menghela nafas "kakak ada acara apa" tanya Nidya mengenai alasan Aiden ada di sana


Aiden menunjuk ke arah tiga pria di tempat tadi ia duduk "itu teman kuliah kakak, satu kampus juga sama kakak dan Reagen" Aiden mendekatkan tubuh Nidya ke arahnya dan memberi kode pada teman-temannya kalau ada istrinya


Reagen dan Aiden memang satu kampus bahkan di tahun yang sama saat memasuki bangku kuliah walaupun usia mereka terpaut tiga tahun. Hal itu di karenakan Aiden adalah anak yang cukup cerdas dan bisa menjalani program akselerasi dan menyelesaikan pendidikannya jauh lebih cepat dari pada teman-temannya yang lain


Nidya mengangguk paham bahwa Aiden tidak hanya bertemu freya saja tapi bertemu dengan teman Aiden yang lain juga "kak aku balik ke kantor ya, jam makan siang sudah mau abis nih" izin Nidya


"yah padahal kakak mau ngenalin kamu dulu ke teman-teman kakak" terlihat sekali wajah kecewa Aiden yang nampak begitu menggemaskan di mata Nidya


"ajak mereka main ke rumah saja kak, biar lebih nyaman ngobrolnya, selama kita menikah belum pernah kan kakak ajak teman-teman berkunjung ke rumah" usul Nidya


terlihat binar bahagia di wajah Aiden "boleh nih bawa mereka ke rumah " tanya Aiden memastikan perihal kesediaan Nidya menerima teman-temannya sebab Nidya selama di Inggris benar-benar tertutup jadi Aiden cukup berhati-hati saat membawa orang ke dalam rumah mewahnya


"tentu saja boleh, teman kakak tentu Nidya akan menyambutnya " Nidya menoleh ke arah teman-temannya "kalian juga datang ya" ajak Nidya pada teman satu kantornya


"emangnya boleh" celetuk Arsy langsung di pukul oleh ketiga teman yang lain sebab dengan beraninya menyahuti ucapan Nidya di depan bos besar mereka


"malu-maluin" ketus Hesti


"gak papa kalau kalian mau datang, teman Nidya pasti akan saya sambut dengan senang hati" sahut Aiden mempersilahkan Nidya membawa teman-temannya datang ke rumah, toh Nidya istrinya, yang artinya rumahnya juga rumah Nidya


Nidya menoleh ke arah Freya "kamu mau ikut datang juga tak masalah" sahut Nidya dengan senyum tipisnya


"ih ngapain sayang" protes Aiden merasa tidak setuju akan ajakan Nidya sebab masih segar di ingatan Aiden saat Freya menghina istrinya


"gak papa, biar rame aja" balas Nidya dengan senyum tipisnya


"ya sudah mas aku balik kantor ya" Nidya mencium bibir Aiden di depan banyak orang membuat senyum Aiden makin mengembang saja "dah kak" Nidya mengajak teman-temannya kembali ke kantor sebab waktu istirahat mereka sudah hampir habis

__ADS_1


Aiden diam memaku sambil melambaikan tangan ke arah Nidya yang makin menjauh "mimpi apa aku semalam ya" batin Aiden terus memegangi bibirnya


Hesti dan Viona memandangi Nidya yang duduk di tengah mereka "kok bisa sih kamu kerja jadi pegawai biasa padahal kamu yang duduk manis doang juga duitnya ngalir terus" celetuk Hesti masih tak menyangka Nidya istri bosnya


"hanya ingin cari kesibukan aja, biar gak di rumah sendirian, kan kalian tahu suamimu sibuk banget" balas Nidya


Kellin melirik Nidya dari kaca di bagian tengah yang ada di hadapannya "kita masih bisa temenan gak nih, apa harus jaga jarak" tanya Kellin dengan hati-hati


"santai saja, anggap aku teman biasa jangan ingat-ingat suamiku posisinya apa, yang penting rahasiakan kalau aku istri kak Aiden" balas Nidya


"ini beneran kita boleh ke rumah kamu" tanya Hesti dengan begitu semangat saat mengingat kembali ajakan Nidya


"beneran dong" balas Nidya


"tapi kok kamu malah ngundang wanita itu sih" heran Hesti masih tak habis pikir Nidya ikut mengundang Freya ke rumahnya


Nidya hanya tersenyum misterius dan tak menjawab sama sekali pertanyaan teman-temannya


Nidya pulang lebih awal hari ini sebab ia akan mempersiapkan rumah saat menyambut teman-teman Aiden serta teman-temannya juga yang akan datang berkunjung di jam 7 malam nanti


"kalian rapihkan semuanya ya, dan sambut tamu tuan dengan baik, saya akan bersiap terlebih dahulu" titah Nidya pada maid di rumah suaminya


di rumah Aiden memiliki begitu banyak maid jadi pekerjaan untuk menyiapkan kedatangan 8 orang berjalan dengan cepat, sehingga kini Nidya bisa segera bersiap


Nidya memoles tipis wajahnya di depan sebuah cermin "ceklek" pintu terbuka dan menampilkan wajah tampan Aiden


"kakak sudah pulang" Nidya meletakkan kembali lipstiknya dan menghampiri Aiden


"mau mandi dulu" tanya Nidya membantu Aiden melepas setelan jasnya

__ADS_1


"iya deh mandi dulu, gerah banget soalnya. Oh ya teman-teman kakak sudah di bawah dan teman kamu juga sudah datang sambut dulu ya sayang" Aiden mengecup kening Nidya dan berjalan ke arah kamar mandi


Nidya mengambilkan baju Aiden dari dalam walk in closed dan meletakkannya di atas ranjang. Setelah itu Nidya kembali berias dan bergegas turun ke bawah untuk menyambut tamu yang sudah di undangnya untuk datang


"malam semuanya" Nidya berjalan makin ke arah para tamu undangan ya yang sudah berkumpul. dengan lengkap "maaf jika terlalu lama tadi aku harus mengurus suamiku yang baru pulang kerja" ucap Nidya meminta pengertian para tamunya yang harus menunggu pemilik rumah cukup lama


"belum terlalu lama kok" sahut pria berkulit putih dan berbadan tinggi bernama Alex


Nidya menoleh ke arah pria yang duduk di pojokan dan sedang sibuk bermain ponsel "kak Christian gak mau sapa Nidya" tanya Nidya pada pria yang seperti menyembunyikan dirinya dari hiruk pikuk dan tenggelam di dunianya sendiri


pria yang di panggil pun terkekeh "sorry Nidya" Christian kembali menyimpan ponselnya dalam saku celananya dan menghampiri Nidya  untuk berjabat tangan pada Nidya


"kamu kenal dia Tian" tanya pria berbadan tinggi dan berkulit putih serta berkumis tipis bernama Fernando


"kenal lah, si Alex juga kenal" balas Christian dengan santainya


Fernando melirik ke arah Alex menunggu tanggapan Alex "hehehehe, iya" kekeh Alex


"jadi hanya aku teman Aiden yang tidak mengenal istri Aiden" Fernando merasa di singkirkan sebab dirinya saja yang belum mengenal Nidya padahal Alex dan Christian mengenal istri Aiden di tambah dengan Reagen yang juga sudah mengenal Nidya


"jangan salahkan kak Aiden ya kak, Nidya mengenal kak Tian dan Kak Alex bukan karena kak Aiden tapi karena kita pernah ada kerjasama bareng" sahut Nidya dengan cepat sebab ia tak ingin suaminya di salahkan atas hal yang tidak ia lakukan


Fernando mengerutkan keningnya "emang kamu dulu dari perusahaan mana" tanya Fernando


"Shadow Dream, adalah perusahaan milik ayahku dan aku sempat beberapa kali membantu ayah untuk bernegosiasi dan kebetulan salah satu kliennya adalah kak Christian dan dulu aku juga sempat membantu perusahaan om  Adrian, Barneet Groups untuk deal dengan perusahaan kak Alex" jelas Nidya tentang rute kerja sama Nidya dengan Alex dan juga Christian


"oh begitu" Fernando mengangguk paham dan ke empat teman Nidya hanya memandang takjub akan prestasi kerja Nidya dulu yang mereka tahu, kalau itu adalah perusahaan besar


"ternyata Nidya kerja di tempat kita benar-benar karena bosan" bisik Hesti pada ketiga temannya

__ADS_1


"iya" sahut Viona menyadari ucapan Nidya adalah suatu kebenaran


__ADS_2