
qiran bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan jay
"sayang" jay memeluk tubuh qiran dari belakang
qiran menoleh ke belakang dan mengecup bibir jay "kau sudah bangun" tanya qiran
"sudah" balas jay
jay ikut membantu qiran menyiapkan sarapan
"hari ini syuting terakhir ya" tanya qiran
"iya sayang" jay membantu membawa makanan yang sudah matang ke meja makan
"nanti kamu datang kan" jay menatap qiran menunggu jawaban
"iya, tapi hari ini aku datang sebagai perwakilan perusahaan karena tara sedang menemani pram ke Paris" balas qiran
"tak masalah kau datang sebagai apa, yang penting kau datang" balas jay
jay dan qiran sarapan bersama "gimana sayang jadi, Jalan-jalan nya" tanya jay
"maaf jay, sepertinya kita harus menundanya. soalnya aku sempat dapat kabar daddy akan terbang ke sini dalam waktu dekat, karena biar gimanapun daddy salah satu pemegang saham di perusahaan ku" balas qiran
qiran kini mengurus perusahaan peninggalan keluarga mommy nya, yaitu keluarga prabaswara
"jangan lupa sayang, kekasihmi ini juga memiliki saham di sana dan tak kalah besar dengan milik daddy kamu" sahut jay
qiran mengusap lembut kepala jay "aku tahu itu" mereka pun melanjutkan makannya dengan saling bercanda dan berbincang akan banyak hal
"oh ya sayang, rumah akan segera selesai di bangun, jadi siap-siap untuk membeli perabotan untuk mengisinya" ucap jay
"itu sudah aku urus, tinggal nunggu rumahnya jadi, dan sudah bisa mulai masuk perabotan nya" balas qiran
***
qiran datang dengan membawa buket bunga besar ke tempat syuting jay
"cut" ucap sutradara dan di ikuti riuh tepuk tangan dari para kru dan beberapa orang yang berkaitan dengan pembuatan drama
mereka mengucapkan selamat pada para pemain karena sudah menyelesaikan syuting
qiran menghampiri jay dengan senyum mengembang "sayang" qiran memeluk jay dan jay membalas pelukan qiran erat
"selamat sayang" ucap qiran
"Terima kasih" balas jay
sutradara menghampiri qiran dan jay "nanti kita makan malam dengan para kru" sutradara menunjuk qiran "dan kau harus ikut sebagai perwakilan perusahaan, ingat tara selalu ikut" ucap sutradara
__ADS_1
"baiklah" balas qiran
jay melirik qiran "kau tak boleh ikut minum" ucap jay dengan nada ancaman
qiran terkekeh"iya sayang" balas qiran
jay dan qiran makan malam bersama para kru, dan benar saja qiran tak di izinkan jay minum walaupun setetes pun alhasil jau lah yang baik karena menampung minuman yang harus di minum qiran
qiran memasangkan sabuk pengaman untuk jay "terlalu berani" gumam qiran melihat jay nyang sudah begitu mabuk
"drrrttt" ponsel qiran bergetar dan dapat di lihat siapa yang menghubunginya
qiran pun memasang earphone nya "ada apa? " tanya qiran
"kita perlu bicara" ucap seseorang dari balik seberang telpon
"3 hari lagi kan akan di adakan rapat pemegang saham, kita bisa ketemu di sana" balas qiran
"apa kamu kamu sebegitu cintanya pada pria itu sampai melupakan daddy hah" kesal daddy attaf
qiran menghela nafas "baiklah, di mana kita bertemu" balas qiran
"di rumah kita yang di jakarta" ucap daddy attaf
"baiklah, aku akan ke sana" qiran melakukan mobilnya menuju rumah milik daddy attaf yang ada di jakarta
tak sampai 30 menit, qiran sampai di rumah milik keluarganya
qiran melangkahkan kakinya perlahan dan dengan tubuh tegap memasuki rumah "ada apa daddy mencariku" tanya qiran saat melihat siluet punggung daddy attaf
daddy attaf menatap tajam qiran "sebegitu inginnya kamu menantang daddy? " tanya daddy attaf
"aku sama sekali tidak ingin menentang daddy, tapi ini hanya bentuk perlindungan diriku saja" balas qiran
"kamu kan tahu alsan daddy membencinya" ucap daddy attaf
"masalalu daddy dan mommy adalah urusan kalian, bukan urusan qiran" balas qiran
"tapi pria itu coba merebut mommy kamu dari daddy" sahut daddy jay
qiran terkekeh "apa daddy amnesia" qiran menjuk kepalanya dengan telunjuk jarinya "mommy masihlah milik daddy, istri daddy jadi jangan terkenal dengan masalalu yang dangkal" balas qiran
"tapi dia masih menginginkan mommy kamu" kesal daddy attaf
"ya tinggal lindungi apa yang jadi milik daddy" balas qiran dengan enteng
"dia pasti mirip dengan daddy nya yang suka mengambil apa yang jadi milik orang lain" ucap daddy attaf
"jangan lupakan ibunya, yang memiliki sifat setia dan hanya mencintai satu orang dalam hidupnya" balas qiran lantang
__ADS_1
"daddy pasti akan memisahkan kalian! " teriak daddy attaf
"dan aku akan melindungi apa yang jadi milikku" balas qiran
"qiran" panggil jay dengan langkah panjang menghampiri qiran
"kenapa gak membangunkanku" tanya jay
qiran menarap lembut jay "aku hanya berbincang dengan daddy saja" balas qiran
daddy attaf sungguh tak suka dengan jay "kamu putuskan hubungan dengan putriku" ucap daddy attaf menatap nyalang jay
"maaf, saya gak bisa. saya terlalu mencintai putri anda" balas jay
daddy terkekeh "kamu punya apa, untuk bahagiakan putriku" ucap daddy attaf dengan nada meremehkan
"saya punya cinta yang begitu besar untuk putri anda" balas jay
"kau pikir, dengan cinta bisa memenuhi kebutuhan qiran hah" kesal daddy attaf
"tidak, tapi putri anda kan sangat hebat tanpa uang saya dia sangat sanggup membeli apapun yang dia inginkan" balas jay
"kau! " daddy attaf menatap nyalang jay
"bruggh" Tiba-tiba saja qiran jatuh pingsan
"qiran" teriak jay dan daddy attaf bersamaan
qiran langsung di bawa jay dan daddy attaf ke rumah sakit
sejenak mereka melupakan kebencian yang mereka rasakan agar bisa membawa qiran ke rumah sakit
qiran langsung di bawa ke IGD untuk di periksa secara seksama
daddy attaf menatap nyalang jay "ini pasti karena dirimu yang gak bisa ngurus qiran dengan baik" tuduh daddy attaf
"tolong jangan nuduh sembarangan, saya selalu menjaga qiran dengan baik, saya juga begitu memperhatikan asupan gizinya dengan baik. bahkan saya selalu mengawasi tidurnya dengan baik agar insomnia akutnya tak kambuh lagi" balas jay
"insomnia akut" gumam daddy attaf
"dengan keluarga qiran " ucap pria berpakaian jubah putihnya
jay segera menghampiri dokter "kami keluarganya " balas jay
"ah nona qiran hanya shock dan banyak fikiran saja, sejauh ini dia baik-baik saja" jay bernafas lega dengan kondisi qiran
"oh ya, sekalian nanti nona qiran di periksakan ke dokter kandungan karena sepertinya dia hamil" ucap sang dokter meninggalkan jay yang diam mematung
"hamil" gumam jay menyunggingkan senyumnya
__ADS_1
"hamil? " daddy attaf menatap nyalang jay "kau menghamili putriku hah! " teriak daddy attaf