You Are My Regret

You Are My Regret
Mencoba memahami


__ADS_3

Tara duduk di antara qiran dan jay, berhadapan dengan orang Tara


"bagaimana tara, apa kamu setuju dengan permintaan ayah" tanya  om revandra


tara yang awalnya menunduk, kini menatap ayahnya dengan tatapan tajam "apa ayah tak bisa menghormati keinginanku, ini sudah ada di jaman orang yang menghargai perbedaan dengan begitu baik" balas Tara yang merasa bahwa di jaman sekarang sudah banyak orang yang bisa menerima dengan baik tentang apa yang di alaminya


"maaf, ayah tidak bisa mengikuti jaman itu,  terserah jika orang lain mengikutinya tapi ayah tidak bisa" balas om revandra dengan tegas


tara memejamkan matanya "apa jika aku menikah dan memiliki anak, ayah akan berhenti menentang hubunganku dengannya" tanya tara


"iya" balas om revandra dengan yakin


tara menghela nafas panjang dan menatap lurus ke arah ayahnya " baiklah, aku akan menuruti ayah untuk menikah dengan wanita pilihan ayah. tapi ingat janji ayah untuk tidak mengusik kehidupanku lagi dengannya" balas tara


om revandra melempar sebuah map ke hadapan tara "baca dan tandatanganilah itu sebelum kau menikah dengan wanita pilihan ayah" pinta om revandra


tara mengambil map tersebut dan membacanya dengan seksama "apa-apaan ini!" tara menatap tajam ayahnya setelah membaca poin demi poin yang ada dalam. surat perjanjian yang di berikan ayahnya


om revandra dengan tenang menghadapai kemarahan anaknya "harusnya kau tahu menikah bukanlah suatu permainan. dan pastinya kau tahu juga sangat sulit mencari wanita yang mau menikah dengamu dengan permasalahan orientasimu itu, jadi ayah harus memberi jaminan yang cukup besar untuk wanita yang mau merelakan hidupnya untuk menikah denganmu dan melahirkan anak untukmu serta ada kemungkinan akan di ceraikan setelah ia melahirkan anakmu nanti" jelas om revandra


tara  menatap nyalang ayahnya, bagaimana tidak? jika tara membaca setiap isi perjanjian yang begitu menekannya


tara di larang menemui pramudia selama menikah walaupun masih di perbolehkan untuk saling bertukar pesan ataupun bertelpon.


tara juga di larang menceraikan  istrinya nanti selama mereka belum memiliki anak

__ADS_1


dan tara akan di bebaskan setelah memiliki anak dengan batas waktu yang tidak bisa di tentukan


"bagaimana jika ternyata dia mandul, bukankah aku harus menikah dengannya selamanya" tanya tara memikirkan opsi wanita yang di pilih ayahnya mandul, dan itu artinya dia harus menikah dengan wanita itu selamanya karena tidak ada anak


"sebelum kalian menikah tentu ayah akan membuat wanita itu menjalani tes kesehatan organ reproduksinya jadi tidak akan ada istilah dia mandul saat kalian menikah, dan itu juga berlaku utuk kamu" om revandra menunjuk tara "kau juga harus menjalani serangkaian pemeriksaan organ reproduksimu" jelas om revandra


tara nampak berpikir "baiklah" tara langsung menandatangani surat perjanjian itu dengan gerakan cepat dan menyerahkan pada ayahnya


om revandra tersenyum bahagia dengan langkah yang di ambil oleh anaknya "untuk menjagamu agar tidak melakukan pelanggaran yang ada dalam perjanjian, ayah sudah bicara dengan kanaya, ibu dari pria itu. mereka akan tinggal di perancis dan menikah di sana, dia juga akan menetap di sana sampai kekasihmu itu memiliki anak dari pernikahannya " ucap om revandra


"ayah" tara tentu protes dengan apa yang sudah ayahnya lakukan untuk memisahkan dirinya dengan pramudia


"ayah tidak memaksanya, ayah memberikannya suatu pilihan dan dia setuju dengan pilihan itu. bukannya dia sangat ingin menjadi desainer terkenal dan di sana pasion nya akan jauh lebih berkembang dan ayah juga tidak akan melarang dia kembali padamu setelah dia memiliki anak jika masih ingin tetap bersama denganmu" lanjut om revandra


"kenapa ayah melakukannya sampai sejauh ini" tanya Tara


Jay dan qiran menatap iba pada. om revandra, orang yang sedari dulu keras dan tak mau di bantah. tapi demi anaknya dia sedikit melunak untuk anaknya


"sebaiknya tante nemenin om deh, om sedang butuh tante lebih dari siapapun" usul qiran melirik ke arah punggung om revandra yang makin menjauh


"iya" tante clarissa segera menyusul om revandra


jay menepuk pelan bahu Tara dan mengusapnya dengan gerakan perlahan "apa kau menyalahkanku juga" tanya tara yang melihat ayahnya begitu terpukul akan pilihan hidupnya


jay menurunkan tangannya dan menoleh ke arah tara "sudah berkali-kali aku bilang kalau aku tidak pernah menyalahkanmu, ini adalah hidupmu dan kau bisa memilih apapun untuk hidupmu, tapi ayahmu juga tidak salah tara, mereka punya cara berpikir mereka sendiri dalam memberikan semua yang terbaik untuk anaknya" balas Jay mencoba mengerti kedua belah pihak

__ADS_1


kassy yang duduk di hadapannya menatap sendu sangat kakak "kakak tenang saja, kami tidak akan menyalahkan kakak" seru kassy dengan suara pelan "tapi kami juga tidak bisa mendukung kakak, karena ada ayah juga  yang menurut kami juga benar" ucap kassy


"tapi kami juga tetap akan mendukung apapun keputusan kakak nanti, karena kami sayang kakak" sahut damian menghampiri tara dan memeluknya di ikuti kassy yang juga memeluk tara


"kami sayang kakak apapun keadaan kakak" ucap kassy dan dan damian memberikan dukungan untuk kakaknya


"terima kasih" tara memejamkan matanya "terima kasih, kakak benar-benar beruntung memiliki adik-adik seperti kalian" ungkap tara begitu bersyukur ada adik-adiknya yang selalu menyayanginya apapun keadaanya


***


tante clarisa membuka pintu kamarnya dengan gerakan perlahan "ayah" tante clarisa menghampiri suaminya yang sedang duduk di tepi ranjang


"jangan bersedih yah" tante clarissa mengusap punggung om revandra dengan gerakan pelan


om revandra menoleh ke arah tante clarissa "apa aku begitu salah dalam mendidik tara, mah" tanya om revandra dengan berlinang air mata


tante clarissa menggelengkan kepalanya "tidak yah, tidak sama sekali" balas tante clarissa


"tapi kenapa dia sampai memilih jalan seperti ini" tanya om revandra


"anggap saja ini ujian untuk kita sebagai orang tua yah, kita sudah berusaha sebaik mungkin dalam mendidik anak-anak kita, kita juga selalu mengajarkan kebaikan terlepas kadang kamu yang keras dengannya tapi semua itu kamu lakukan karena kamu menyayanginya dan ingin yang terbaik untuk tara jadi jangan salahkan dirimu atas pilihan yang sudah di ambil tara" balas tante clarissa tak ingin suaminya terus menyalahkan dirinya sendiri


om revandra memeluk tante clarisa " tapi rasanya aku begitu sedih melihat hidupnya, dulu karena aku dia lahir dengan tidak di inginkan oleh ibu kandungnya, sekarang dia begini mah" ungkap om revandra


tante clarisa mengusap punggung om revandra "kita berdoa saja yah kalau jalan terakhir yang kita ambil ini bisa berhasil" ucap tante clarisa

__ADS_1


"semoga saja" balas om revandra


__ADS_2