You Are My Regret

You Are My Regret
Bersikap tegas


__ADS_3

Daddy Jay melangkah keluar ruangannya menuju kamarnya bersama Mommy Qiran, kali ini Daddy jay bertekad untuk bersikap tegas pada istrinya agar tidak makin salah melangkah


"ceklek" Daddy Jay membuka pintu dan mendapati Mommy Qiran yang masih duduk di sofa sambil membuka ponselnya


"sayang" panggil Daddy Jay dengan suara lembutnya


Mommy Qiran mendongak "tumben sekali daddy memanggil dengan panggilan itu, rasanya sudah lama sekali" heran Mommy Qiran akan panggilan suaminya saat masih zaman pacaran


Daddy Jay menghampiri mommy Qiran memeluk erat istrinya "sayang" panggil Daddy Jay lagi


"Ada apa sih dad" tanya mommy Qiran


"kamu tahu kan kalau Daddy cinta banget sama kamu mom" tanya Daddy Jay


"tentu tahu, karena mommy juga cinta banget sama Daddy" mommy Qiran balas memeluk Daddy Jay tak kalah erat


"coba ceritakan apa yang jadi ganjalan di hati kamu jangan menyimpannya sendiri" tanya Daddy Jay akan masalah yang jadi pikiran istrinya, hingga membuat emosi istri tidak menentu


mommy Qiran mengerutkan keningnya "masalah apa" heran Mommy Qiran


"ayolah Qiran, kita sudah saling mengenal puluhan tahun. Tentu aku tahu jika ada yang membuatmu tak puas" balas Daddy Jay menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya


Mommy Qiran menghela nafas kasar, rasanya memang sulit menyembunyikan suatu hal dari suaminya "aku hanya merasa kosong Dad, tapi entah kosong seperti apa" balas Mommy Qiran


"kalau kamu merasa kesepian datangi Edeline, mungkin kamu akan merasa terhibur jika melihat cucu kita" Daddy Jay memberikan option sebagai pengisi kekosongan yang mommy Qiran rasakan


Mommy Qiran mengerucutkan bibirnya kesal "daddy lupa kalau Edeline tidak mengizinkan mommy sering datang ke sana dan saat mommy minta dia ke sini pasti Edeline selalu punya beribu alasan menolaknya" mommy Qiran masih sangat kesal setiap mengingat Edeline melarangnya bertemu cucu laki-laki tampannya 'Daiyan'


"makanya mommy jangan selalu bahas perpisahan sama putri kita, sudah tahu putri kita itu cinta banget sama suaminya, ini malah mommy selalu ngomporin Edeline untuk berpisah, ya males lah Edeline ketemu mommy" tegur Daddy Jay

__ADS_1


mommy Qiran melerai pelukannya, menatap suami tercintanya dengan lamat-lamat "ya gimana Dad, mommy tuh masih kesel Edeline nikah sama Jonathan" kesal mommy Qiran perihal pernikahan putrinya


"andai Nidya dan Lucas segera di beri anak mungkin mommy gak akan kesepian Dad, dan mommy kesel setiap liat Nidya jadinya" terus Mommy Qiran


Daddy Jay menghela nafas panjang "kesal sih kesal mom tapi jangan selalu nyudutin Nidya dong mom" tegur Daddy Jay


Mommy Qiran mengerutkan keningnya "nyudutin gimana loh dad, mommy gak salah dong kalau pengen cucu dari Nidya dan Lucas apalagi kemarin dia sibuk kerja, baru dua bulan ini kan dia berhenti kerja dan fokus urus Lucas" tentu saja mommy Qiran tidak mau di salahkan karena memang menurutnya tak salah sama sekali menyalahkan Nidya yang masih belum punya anak


Daddy Jay memejamkan matanya, rasanya memang sulit jika tidak memberitahukannya langsung pada istrinya "jangan terus desak Nidya mom karena mereka belum punya anak bukan kesalahan Nidya" ucap Daddy Jay dengan suara lirih


"terus salah siapa dad" kesal Mommy Qiran


"salah anak kita" balas Daddy Jay dengan hembusan nafas beratnya


"kok salah anak kita sih dad" protes mommy Qiran


"anak kita yang salah karena Lucas mengalami masalah di kualitas spermanya, itulah yang menyebabkan mereka berdua belum memiliki anak sampai sekarang" jelas Daddy Jay akan kondisi Lucas yang kesulitan membuahi Nidya


"bukan mandul sayang, hanya ada masalah di kualitas spermanya saja. Masih bisa di sembuhkan kok dengan rutin minum obat dan hidup sehat" sahut Daddy Jay


"astaga" Mommy Qiran menutup mulutnya saking terkejutnya dengan keadaan Lucas


"daddy mohon, jaga kata-kata kamu ya Qiran, Nidya sudah bersabar banget jadi istri Lucas yang selalu mengatur hidupnya bahkan Nidya mau saja menerima permintaan Lucas untuk ada di rumah saja walaupun mungkin Nidya juga ingin aktifitas di luar" daddy Jay menggenggam tangan Mommy Qiran dengan erat " dulu Daddy saja izinin mommy tetap kerja, ada anak saja Daddy masih kasih izin mommy untuk melakukan semua aktifitas mommy di luar . Kurang apa coba Nidya jadi menantu kita" ucap Daddy Jay mengutarakan kesabaran Nidya menjadi istri seorang Lucas


Mommy Qiran menunduk "iya Dad, mommy salah" Mommy Qiran sadar akan kesalahannya yang sudah mendesak Nidya untuk hamil walaupun secara tidak langsung


"bicara sama Nidya besok ya mom, jangan sampai Nidya ninggalin Lucas, bisa hancur hidup anak kita. Kamu tahu kan yang paling membutuhkan disini adalah putra kita, bukan Nidya. lepas dari Lucas, Nidya masih bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik tapi akan berbeda dengan Lucas mom. kehilangan Nidya, Lucas tidak akan pernah mendapatkan wanita yang sepengertian Nidya pada putra kita " balas Daddy Jay


"iya Dad" balas Mommy Qiran

__ADS_1


"jangan lupa, perbaiki hubunganmu dengan Edeline jika masih ingin terus bertemu cucu kita. Walaupun Lucas bisa sembuh tapi itu entah kapan dan tidak ada jaminan mereka bisa punya anak, dan jika Nidya dan Lucas ingin adopsi anak, tolong mommy jangan larang itu" pinta Daddy Jay


"iya Dad" balas Mommy Qiran


***


Mommy Qiran berjalan ke arah dapur, dimana Nidya sudah mulai memasak sarapan bersama para pelayanan "pagi sekali kamu sudah bangun Nidya" tanya Mommy Qiran


"iya mom, Mas Lucas kan ada rapat pagi jadi Nidya harus siapin sarapan lebih awal" Nidya mulai menata hasil masakannya di piring dan meminta para pelayan untuk menatanya di meja makan


"aku ke atas dulu ya mom, mau urus mas Lucas dulu" izin Nidya


"maafin mommy ya Nidya" ucapan Mommy Qiran menghentikan langkah Nidya


Nidya menoleh ke arah Mommy Qiran "maaf untuk apa mom" tanya Nidya


"maaf atas semua kata-kata yang mungkin sudah menyakiti hati kamu tanpa mommy sadari, Daddy sudah ngomong sama mommy kalau ucapan mommy sudah sangat keterlaluan padahal semua yang mommy tuntut ke kamu gak bisa kamu kasih ke mommy karena keadaan anak mommy" jelas mommy Qiran


Nidya tersenyum simpul ke arah Mommy Qiran " Nidya gak marah sama mommy kok, Nidya tahu mungkin mommy kesepian makanya mommy ingin segera ada tangis bayi di rumah ini tapi mau gimana jika Tuhan belum mempercayakan pada kita untuk memiliki seorang anak" balas Nidya bijak


"mommy gak akan ikut campur lagi tentang keluarga kecilmu Nidya, mau kamu menunggu Lucas sampai sembuh atau mengadopsi anak pun, mommy sama sekali tak masalah" ungkap Mommy Qiran perihal pandangannya perihal anak agar Nidya bisa mengambil keputusan dengan mudah


"sambil berjalan aja mom, toh kita masih muda juga. Kalau emang perlu adopsi anak kita bisa mengadopsi anak nanti, aku sama mas Lucas masih bisa menikmati momen berdua sebelum ada tambahan anggota keluarga" balas Nidya


"emang gak salah, Lucas cinta banget sama kamu Nidya" puji Mommy Qiran


"seperti mas Lucas yang beruntung dapatin Nidya, Nidya juga beruntung dapatin mas Lucas di hidup Nidya mom" balas Nidya


"ya sudah susul Lucas gih, nanti dia uring-uringan kalau gak di urus sama kamu" titah Mommy Qiran

__ADS_1


"iya mom" Nidya bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai atas untuk mengurus bayi besarnya yang tak bisa apa-apa tanpa dirinya


__ADS_2