You Are My Regret

You Are My Regret
Keluarga mertua


__ADS_3

"aku pulang ya om" Edeline mengecup bibir Jonathan cukup dalam membuat Jonathan melingkarkan tangannya di pinggang Edeline semakin mempererat ciumannya dan edeline hanya menerimanya saja


cukup lama mereka berpangutan dan Jonathan yang belum ada tanda-tanda melepaskan emmbuat Edeline mendorongnya "sudah ah om, sudah lewat jam makan siangnya nanti kalau om gak kerja dan di pecat dari kantor, aku di kasih makan apa? kan aku belum selesai kuliah gak bisa bantu kerja" ucap Edeline dengan polosnya


"ih gemasnya" Jonathan mencubit pelan pipi Edeline  "ya sudah deh hati-hati ya" ucap Jonathan terpaksa melepas istrinya pulang sebab ia harus kembali bekerja


"dadah suamiku" Edeline melambaikan tangannya ke arah sang suami saat sebelum membuka pintu


Edeline berjalan dengan senyum mengembang "kak Lusi, aku pulang ya" Edeline melambiakn tangannya ke arah sekertaris suaminya


"iya nyonya" Lusi membungkuk ke arah Edeline sebagai tanda penghormatan


Walaupun Edeline jauh lebih muda darinya tapi tentu posisinya jauh lebih tinggi darinya yang hanya seorang sekertaris sedangkan Edeline adalah anak pemilik perusahaan dan istri dari bosnya


Edeline berjalan dengan mengayunkan kotak bekalnya tanpa menyurutkan senyumnya "apa kau begitu bahagia" suara bariton seseorang emnghentikan langkahnya


Edeline menoleh dan mengerutkan keningnya tatkala melihat Reagen berdiri di dekat lift lantai ruangan suaminya yang memang hanya terdapat dua ruangan saja yaitu ruangan Jonathan dan ruangan asisten dari kakaknya yaitu Riko


"kak Reagen sudah balik dari makan siang ya, ya sudah langsung masuk saja aku sudah selesai makanany sama suamiku" tukas Edeline mengucapkan kata 'suamiku' di hadapan Reagen agar pria di hadapannya tahu kalau dia baik-baik saja walaupun tidakjadi menikah dengannya dan tetap bahagisa dengan saumi pilihan Daddy nya


"apa kau bahagia Edeline" ulang Reagen


Edeline mengerutkan keningnya saat Reagen masih bertanya hal itu padahal ia malas bicara itu dengannya "tentu saja bahagia, om Jo sangat baik dan dia sayang sama aku" balas Edeline


"bukan itu maksud aku Edeline" bukan Itu yang ingin Reagen dengar walaupun jawaban Edeline sebnarnya tidak salah


"terus maksud kakak gimana, aku gak ngerti kak" balas Edeline yang memang benar-benar tidak paham akan maksud Reagen


"maksud kakak apa kamu bahagia, karena dulu kamu cinta sama kakak dan sekarang malah menikah dengan orang lain" tanya Reagen


Edeline menatap sinis ke arah Reagen padahal sudah ia coba tahan-tahan dari tadi "aku menikah kan karena kakak yang menolakku, jangan lupa itu ya kak" kesal Edeline


"aku minta maaf Edeline " ucap Reagen dengan suara lirih

__ADS_1


"mau kakak minta maaf juga gak bisa merubah keadaan" Edeline menatap kakinya yang ia gesekan di lantai


"kalau gitu kakak temuin daddy kamu dan minta dia batalin kamu menikah dengan om Jo ya " tawar Reagen  membuat dahi Edeline mengernyit heran tapi tak bisa berucap saking terkejutnya akan ucapan Reagen yang entah kenapa bisa sampai berucap seperti itu


"aku akan bilang kalau dia tidak harus sampai seperti ini hanya karena kamu yang cinta sama kakak" tambah Reagen


"kakak pikir daddy akan merubah keputusannya dengan ucapan kakak itu? harusnya kakak tahu kalau daddy lakuin itu biar aku gak bisa ganggu kakak lagi dan harusnya kakak senang dong aku gak gangguin kakak lagi" tukas Edeline tak habis pikir dengan jalan pikiran Reagen


"tapi kakak gak rela Edeline" ucap reagen dengan spontan membuat alis Edeline saling bertautan dan Edeline memicingkan maranya ke arah Reagen


"kakak gak rela kamu menikah dengannya " tukas Reagen


"mau kakak gak rela juga gak bisa merubah keadaan kali kak, aku sekrang istri seorang Jonathan" Edeline memilih pergi dari sana sebab takut jantungnya jadi kurang baik


Waktu berlalu begitu cepat dan tanpa terasa hari ulang tahun Mommy Qiran pun tiba. Acara jamuan sempat tertunda sebab Lucas menunda kepeluangannya sebab Nidya yang tiba-tiba sakit dan di rawat di rumah sakit selama dua minggu jadilah acara ulang tahun mommy Qiran di tunda sampai dua minggu kedepan


Edeline begitu antusias membuat kue ulang tahun untuk mommy nya dan menyiapkan hadiah yang sengaja ia buat dengan tangannya sendiri, walaupun mungkin telat tapi ia tetap bersemangat memberikan hadiah untuk wanita yang sudah melahirkannya


"sudah siap sayang" tanya Jonathan saat melihat istrinya yang masih sibuk mengepak barang-barang bawaannya


"sebentar mas" balas Edeline yang masih berusaha merapihkan kotak kue yang baru ia buat


panggilan Jonathan dan Edeline kini sudah berubah menjadi sayang dan juga mas, ya panggilan mereka berubah semenjak mereka semakin dekat dan mereka sekarang benar-benar seperti pasangan suami istri bahkan Edeline tidak cangggung lagi menggandeng tangan Jonathan saat berjalan ke luar atau saat Jonathan mengantar ke kampusnya, toh semua orang juga tahu kalau Edeline sudah menikah dan bagi Edeline suaminya cukup tampan dan tidak membuatnya malu walaupun usianya jauh di atasnya


"yuk mas" ajak Edeline saat bungkusan kuenya sudah di rasa rapih


Jonathan memasukan barang-barang yang sudah di siapkan Edeline ke dalam bagasi dengan hati-hati agar tidak rusak sebab Edeline benar-benar membuat dengan hati-hati dan Jonathan bisa melihatnya


"sudah siap sayang" tanya Jonathan saat Edeline sedang memasang sabuk pengamannya


"sudah mas" balas Edeline


Jonathan segera melajukan mobilnya ke kedaiaman mertuanya, orang tua dari istrinya. Hatinya begitu berdebar saat akan pertama kali datang sebagai menantu di keluarga besar itu apalagi keluarga istrinya adalah keluarga yang begitu kaya berbeda dengan dirinya yang hanya anak yatim piatu dan berasala dari keluarga miskin dulunya

__ADS_1


saat samapi di kediaman orang tua Edeline, Jonathan berkali-kali menghela nafas saking gugupnya apalagi terlihat rumah Edeline sudah cukup ramai tamu undangan yang jelas para keluarga dekat orang tua Edeline


"ayo mas, mas bawa kadonya biar Edeline ya bawa kuenya" ajak Edeline


"iya sayang" Jonathan menurut saja dan mengambil hadiah yang sudah di siapkan Edeline untuk mommy nya


Jonathan berjalan di belakang Edeline melewati halaman parkir luas rumah Keluarga Handerson yang sudah berjejer rapih di sana


"mommy" panggil Edeline saat melihat mommy Qiran di sana


"Edeline" mata mommy Qiran sudah berkaca-kaca saat melihat putri bungsunya setelah satu bulan lebih tidak berjumpa


"mommy" Edeline berjalan cepat ke arah mommy Qiran sambil menenteng kue dan Jonathan mengikuti saja dari belakang


"selamat ulang tahun mom, ini kue buatan Edeline semoga mommy suka buatan edeline " ucap Edeline menyerahkan kue yang ia buat untuk mimmy Qiran


mommy Qiran begitu terharu bahwa putrinya membuatkan kue ulang tahun untuknya pertama kali "kamu bisa membuat kue sayang" tanya Mommya Qiran


"baru belajar beberapa kali sih mom, tapi kata mas Jo enak kok" balas Edeline dengan senyum lebarnya


"mas Jo" beo Mama Qiran saat Edeline mendengar Edeline memanggil Jonathan dengan sebutan mas


"ya kan mas Jo suami Edeline masa, Edeline panggil om terus" kekeh Edeline


"iya sayang" mommy Qiran meminta pelayan mengambil kue yang ada di tangan Edeline agar ia bisa memeluk putrinya


"mommy kangen sama kamu sayang" Mommy Qiran memeluknya begitu erat


"Edeline juga kangen mommy" Edeline membalas pelukan mommy nya tak kala erat


"oh ya mom" Edeline mengurai pelukannya dari sang mommy  "Edeline juga buat ini buat mommy" Edelin mengambil barang yang di pegang oleh suaminya  dan menyerahkan pada sang mommy


"Edeline buat replika rumah yang sempat akan Edeline ikutkan lomba tapi tidak jadi, Edeline lebih ingin berikan buat mommy. Nanti kalau Edeline sudah ada uang Edeline akan buatkan rumah masa tua seperti ini buat mommy" ucap Edeline begitu bangganya akan karya yang sudah ia buat

__ADS_1


__ADS_2