
***
Pagi harinya keluarga ghazanfer akhirnya bisa berkumpul bersama untuk sarapan setelah bertahun-tahun mereka tak bertemu
mereka memilih makan di luar, lebih tepatnya di halaman samping rumah uncle akhtar agar lebih santai “ibu senang bisa lihat kalian berdua duduk satu meja makan lagi” ucap nenek alaya dengan raut wajah bahagia bisa melihat kedua puteranya ada di depannya tidak seperti biasanya yang hanya bisa melihat salah satu di antara mereka saja
“terpaksa” balas daddy attaf dengan nada lirih yang masih bisa di dengar adiknya yang duduk tepat di sebelahnya
Uncle akhtar hanya menghela nafas panjang akan sikap kakaknya yang masih dingin saja terhadapnya setelah sekian tahun berlalu semenjak kematian ayah mereka
“ibu, nanti kita ke rumah sakit untuk medical check up ya” ucap uncle akhtar dengan nada lembut pada sang ibu
“tidak usah akhtar, ini hanya pengaruh usia tua saja” balas nenek alaya yang tidak ingin ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan, dimana menurutnya itu melelahkan dan percuma saja karena hal ini di pengaruhi usia senjanya
“jangan begitu bu, nanti asmira akan ikut temani ibu ke rumah sakit ya” sahut mommy asmira ingin agar ibu mertuanya mau check up ke rumah sakit
“iya nek, qiran juga akan menemani nenek” tambah qiran
nenek alaya menatap haru menanru serta cucunya “nanti merepotkan, qiran kan akan mengurus kuliahnya" nenek alaya menatap mommy asmira " sedangkan kamu kan harus menemani attaf” nenek alaya menatap lekat daddy attaf “ibu tahu, suami kamu itu paling tidak bisa jauh darimu” ungkap nenek alaya yang sudah hafal sekali bahwa putra sulungnya paling tak bisa jauh dari istrinya, sehingga kemanapun daddy attaf pergi di situ ada mommy alaya
“qiran masuk kuliahnya hari senin kok, ini kan masih hari kamis jadi masih bisa nemenin nenek periksa ” sahut qiran
Nenek alaya menoleh ke arah qiran “nenek malas ke rumah sakit sayang” ucap nenek alaya mengusap kepala qiran yang ada di sebelahnya dengan lembut
“ibu ke rumah sakit saja, nanti qiran dan asmira akan menemani ibu” ucap daddy attaf
nenek alaya mentap lekat daddy attaf “bukannya kamu akan terbang ke Jerman hari ini?” Tanya nenek alaya yang tahu rencana daddy attaf karena itu yang di ucapkan daddy attaf semalam saat mereka makan malam
“pekerjaan bisa menunggu bu, ibu lebih jadi prioritas di banding pekerjaan . Attaf juga akan menemani ibu ke rumah sakit” balas daddy attaf
__ADS_1
uncle akhtar tersenyum simpul “kakak yakin mau dekat-dekat dengan akhtar?” Tanya akhtar lebih ke arah nada meledek pada kakaknya
Daddy attaf menatap jengah akhtar “sebenarnya malas dekat denganmu, tapi kesehatan ibu jauh lebih penting dari kau” ucap daddy attaf dengan nada ketus
“oke” uncle akhtar hanya tersenyum simpul melihat kelakuan kakaknya
hati nenek alaya sedikit lega, bahwa dirinya masih bisa menyatukan kedua anaknya walaupun ia tahu betul, masih ad jarak yang begitu tebal antara mereka
*
Nenek alaya di bawa ke rumah sakit milik keluarga ghazanfer yang beroperasi di Inggris. Nenek alaya menjalani medical check up selama kurang lebih 5 jam. lama memang, tapi ini di lakukan pihak keluarga agar tak ada yang terlewat dari kondisi fisik nenek alaya yang sangat di sayangi keluarga ghazanfer
Keluarga besar ghazanfer dengan setia mendampingi nenek alaya untuk melihat kondisi kesehatan nenek alaya tanpa mengeluh
Daddy attaf dan uncle akhtar kini duduk di depan lelaki muda berusia kisaran 30 tahun yang memakai setelan putih “gini pak attaf dan pak akhtar” seru dokter Kevin. Dokter terbaik di rumah sakit keluarga ghazanfer yang di tugaskan sebagai dokter utama nenek alaya
“kurang baik gimana dok?” Tanya daddy attaf dengan nada tinggi
Uncle akhtar menatap jengah kakaknya “dengerin dulu napa kak, dokter kevin belum selesai bicara” kesal akhtar pada daddy attaf yang sellau mendepankan emosinya
Daddy attaf sadar akan sikapnya yang berlebihan dan kembali memandang dokter kevin “tekanan darahnya
sering turun, dan nafsu makannya yang menjadi kurang itu akan memperburuk keadaan nyonya alaya yang sudah lanjut usia” ungkap dokter kevin
“lalu apa yang bisa di lakuin untuk membuat kondisi ibu kami menjadi lebih baik?” Tanya uncle akhtar
“buatlah kondisi yang nyaman untuk nyonya alaya, dan dukunglah juga selalu beliau, temani nyonya alaya mengobrol atapun jalan-jalan agar beliau lebih semangat dan bisa kembali ceria. Saat nyonya alaya bahagia itu akan membuat kondisi nyonya alaya jadi lebih baik” ucap dokter kevin
“baik dok, terima kasih atas sarannya” uncle akhtar dan daddy attaf berjalan keluar ruangan dokter ken
__ADS_1
Kedua adik itu saling berjalan dalam diam menuju ruangan nenek alaya menunggu sembari ditemani menantu dan cucunya “tolong kak , kali ini singkirkan ego kakak” ucap uncle akhtar
Daddy attaf memicingkan matanya menatap adiknya “apa maksudmu?” Tanya daddy attaf
“keadaan ibu makin menurun setelah kematian ayah 7 tahun lalu di tambah lagi dengan hubungan kita yang kurang baik” ucap uncle akhtar
“memang karena siapa keadaan kita jadi begini?” Tanya daddy attaf
uncle akhtar menghentikan langkah menoleh ke samping agar bisa menatap kakaknya lebih dekat “ayolah kak, memimpin perusahaan keluarga kita bukan keinginanku tapi permintaan ibu” uncle akhtar tentu tahu betul alasan daddy attaf membencinya
“kamu kan bisa menolaknya” balas daddy attaf dengan suara ketus
“ya sudah kakak saja yang bilang sama ibu, kalau ibu minta akhtar serahin perusahaan ke kakak akan langsung akhtar serain, sekarang pun akhtar bisa” balas uncle akhtar dengan penuh keyakinan
“aku gak mau menyakiti hati ibu” balas daddy attaf
“akhtar juga sama kak, akhtar juga gak mau mengecewakan ibu makanya akhtar menuruti semua perintah ibu”
sahut uncle akhtar
uncle akhtar memang memimpin perusahaan keluarga ghazanfer atas keputusan nenek alaya yang memegang kekuasaan penuh atas kelangsungan perusahaan ghazanfer saat ayah ashraf ghazanfer meninggal
Daddy attaf hanya terdiam, memikirkan semua ucapan adiknya “kali ini tekan ego kakak, dan sebisa mungkin jenguk ibu ke rumah. Karena mulai sekarang ibu akan tinggal di sini denganku, tidak di Pakistan lagi” ungkap uncle akhtar
“hmmm” balasan singkat daddy attaf membuat uncle akhtar menyunggingkan senyumnya ke sekilas
"terima kasih kak, setidaknya ibu kita masih begitu penting buat kakak melebihi ego kakak" ungkap uncle akhtar
"tentu saja ibu lebih penting, biar gimanapun , ibu yang melahirkan kakak, dan mengasuk kakak dengan penuh kasih sayang sedari kecil" balas daddy attaf
__ADS_1