You Are My Regret

You Are My Regret
Masuk Lingkungan Baru


__ADS_3

tak terasa jadwal perkuliahan sudah akan di mulai kembali, begitupun yang di rasakan oleh Edeline. Tahun ini adalah tahun ke 2 kuliah dan sekarang dia sudah masuk semester 4. Tempat baru dan teman-teman baru akan ia hadapi dengan begitu gugup tapi harus ia lalui karena itulah namanya hidup


"Edeline" panggil Jonathan


Edeline menoleh ke arah sumber suara "ada apa om" tanya Edeline yang masih sibuk memasukan nasi beserta lauk pauknya ke dalam kotak bekal yang akan ia bawa dan juga untuk jonathan


"nanti om antar ke kampus buat ketemuĀ  sama orang yang urus kepindahan kuliah kamu " ucap Jonathan


"gak usah sampai di antar masuk om, kemarin Edeline sudah telponan sama orangnya dan sudah urus mata kuliah yang harus Edeline ambil saat disini sama penyesuaiannya" tolak Edeline ingin mengurus sendiri perihal kuliahnya


"ya sudah, nanti kalau sudah pulang ngampus telpon om biar om jemput" ucap Jonathan


"iya om, nanti Edeline telpon deh kalau sudah selesai kuliah" balas Edeline


"ya sudah berangkat yuk" ajak jonathan melingkarkan tangannya di pinggang Edeline


"iya om" Edeline meraih kedua kotak bekal yang sudah ia siapkan tadi


"sini" Jonathan mengambil alih kotak bekal yang di bawa Edeline dan edeline membiarkannya saja


Jonathan meletakan kotak bekal yang sudah di siapkan Edeline di kursi belakang dan ia bergegas masuk ke kursi kemudi "oh ya Edeline" ucap Jonathan


"iya om" balas Edeline sambil memasang sabuk pengamannya


Jonathan melajukan mobilnya "kamu gak kangen sama mommy kamu" tanya Jonathan penasaran pada Edeline yang tidak pernah mengajak bertemu dengan orang tuanya padahal mereka sudah tiga minggu menikah dan selama itu pula Edeline belum pernah bertemu dengan kedua orang tuanya


"kangen lah om, masa gak kangen" balas Edeline


"terus kok kamu gak pernah minta buat ketemu padahal jarak rumah kita dengan orang tua kamu gak begitu jauh" Jonathan ingin tahu kenapa Edeline tidak merengek bertemu orang tuanya


"biarin, biar mereka tahu kalau Edeline juga bisa hidup sendiri gak harus sama mereka. mereka yang salah karena manjain Edeline giliran Edeline kaya gitu mereka yang gak terima " Edeline mengerucutkan bibirnya kesal dengan sikap orang tuanya yang ingin menghukum Edelina karena bersikap manja tapi melupakan dari mana asal sifat itu bisa ada

__ADS_1


masih segar di ingatan Edeline bagaimana Daddy nya memaksa untuk menikah dengan Jonathan dan tak bisa membantah sama sekali bahkan Daddy nya menutup akses bantuan pada seluruh anggota keluarga besarnya agar Edeline hanya tinggal bersama Jonathan dan tidak keluarga yang lain


"terus kamu ada rencana buat datang ke ulang tahun mommy kamu gak? biasanya kan pas ulang tahun mommy kamu kalian sekeluarga kumpul dan kalau gak salah pas ulang tahun mommy kamu, kakak kamu pulang deh" tanya Jonathan sebab ia ingat betul ulang tahun mommy Qiran sekitar dua minggu lagi


"gak tahu om, lihat nanti saja" terlihat wajah sedih Edeline saat membahas hal itu


Jonathan tahu apa yang di rasakan Edeline dan merasa tidak tega pada istrinya . Di usapnya kepala Edeline "kita nanti ke sana ya Edeline lagian biasanya om kan selalu hadir saat jamuan makan malam saat ulang tahun mommy kamu. kalau kamu gak mau datang sebagai anak mereka maka datang sebagai pasangan om saja" putus Jonathan ingin Edeline tetap datang agar mengobati rasa rindu pada orang tuanya


"iya om" dalam hati Edeline ada rasa lega karena bisa bertemu orang tuanya tanpa harus ada acara drama jika datang dengan status istri dari orang kepercayaan mommy nya


setelah sampai di depan kampus Edeline Jonathan menghentikan mobilnya dan melepas sabuk pengamannya menoleh ke arah Edeline "kuliah yang benar" ucap Jonathan


Edeline mencium punggung tangan Jonathan "iya sih om, Edeline kalau kuliah serius kali" balas Edeline


Jonathan mengecup kening Edeline sebelum turun dari mobil "jangan lupa kabari om saat akan pulang " pinta Jonathan


"iya om" Edeline turun dari mobil dan melambaikan tangannya saat mobil Jonathan menjauh


berbekal kertas jadwal kuliahnya, Edeline mencari kelasnya dan untung tidak terlalu sulit mencarinya sebab gedung jurusan arsitek hanya dua gedung saja


kelas pertama nya berjalan cukup lancar. Di sana Edeline mengenalkan diri sebagai murid pindahan dari Inggris


perkenalan berjalan cukup singkat karena di kelasnya hanya berisi 14 orang, tidak banyak jadi tidak begitu banyak pertanyaan


Hari ini hanya dua saja jadwal kuliah yang di jalani oleh Edeline, dan Edeline bersiap pulang saat bel pertanda kelas berakhir


"edeline" pangil sangat Dosen pada Edeline


"iya Pak" edeline berjalan ke arah dosennya yang duduk di depan kelas "ada apa pak" tanya Edeline


"kamu beneran pindahan dari Inggris" tanya dosen Edeline bernama George

__ADS_1


"iya Pak George, saya pindahan dari Inggris" balas Edeline


George mengerutkan keningnya "kenapa kamu pindah dari sana, kampus di sana kan cukup baik" tanya George akan pilihan Edeline


"suami saya pengen saya kuliah di sini, gak mau jauhan jadi saya putuskan kuliah di sini saja Pak" balas Edeline dengan senyum tipis


"kau sudah menikah" tanya George begitu terkejut bahwa Edeline yang masih muda ternyata sudah menikah


"kamu masih muda loh" heran George


"ingin saja menikah, toh suami saya mendukung apapun yang saya inginkan jadi tidak papa lah menikah muda" balas Edeline


George melirik ke arah perut Edeline "gak lagi isi kan" tanya George dengan menaikan sebelah alisnya


"doakan saja Pak, saya dan suami gak menunda soalnya" balas Edeline dengan santai


George hanya mengangguk saja, toh gak ada larangan orang kuliah tidak boleh menikah jadi itu hak Edeline untuk memutuskan


"ya sudah, semoga betah berkuliah di sini. yang saya ingin bicarakan adalah tentang prestasi kamu jadi saya ingin kamu mengikuti perlombaan yang akan di adakan di daerah, jadi saya minta kamu untuk mempelajarinya" George memberikan pamflet berisi pemberitahuan Lomba


Edeline mengambil pamflet itu dan membacanya sekilas "nanti saya pelajarin dulu Pak, kalau tertarik nanti akan saya bawain desainnya " balas Edeline


"oke" George meninggalkan Edeline untuk keluar kelas dulu


Edeline mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya "om" panggil Edeline


"sudah selesai kuliahnya" tanya jonathan dari seberang sana


"iya om, sudah selesai" balas Edeline


"tunggu 15 menit ya, om segera ke sana" Jonathan mematikan sambungan telponnya

__ADS_1


Edeline berjalan ke arah taman gedung perkuliahannya untuk menunggu Jonathan menjemputnya


sambil menunggu, Edeline mulai membaca pamflet yang di berikan George akankan ia ikutin atau tidak


__ADS_2