You Are My Regret

You Are My Regret
Tes DNA


__ADS_3

2 bulan kemudian


"gimana hasilnya yah, sudah keluar" tanya Nidya saat ayahnya baru saja pulang ke rumah


"sudah" Ayah Tara menyerahkan amplop cokelat yang ia bawa pada Nidya


 Nidya membuka hasilnya, membacanya dengan teliti walaupun ia sudah jelas tahu apa hasilnya "ayah sudah kasih salinannya ke keluarga mas Lucas kan yah" tanya Nidya mengembalikan hasil Laporan itu pada ayahnya


"sudah sayang, bahkan tadi ayah mengambil hasilnya bersamaan dengan Daddy Jay. Kali ini Lucas pasti akan menyesal sudah menuduh kamu selingkuh" tegas Ayah Tara


Ayah Tara duduk di samping putrinya dan mengusap kepala anaknya dengan begitu sayang "lalu kamu mau apa sayang, ayah akan ikuti apapun keinginan kamu" tanya Ayah Tara menyerahkan segala keputusan pada Nidya


 Nidya menarik nafas dalam sebelum berucap "aku gak bisa lagi sama mas Lucas yah, aku terlalu takut menghadapinya


aku sudah mencoba mengerti dan memahami semuanya sejak kami masih pacaran dulu, bahkan Nidya menerima apapun hal yang tak Nidya inginkan jika mas Lucas tidak menyukainya agar tidak melukai atau membuat hati mas Lucas tidak nyaman


tapi nyatanya itu masih belum cukup buat mas Lucas. Nidya lelah yah" Nidya menatap sendu ke arah ayahnya "bolehkan Nidya istirahat " tanya Nidya pada sang ayah


mati-matian Ayah Tara menahan tangis agar anaknya tidak kembali bersedih "boleh sayang, tentu saja boleh" Ayah Tara memeluk erat putrinya itu dan terus membelai kepala belakang Nidya


"ayah sudah mengumpulkan bukti untuk melancarkan gugatan cerai kamu di tambah video Ara yang di kirim ke ponsel kamu dulu, ayah yakin dengan cepat gugatan cerai kamu di setujui" jelas ayah Tara akan gugatan cerai yang akan segera di urus Nidya melalui pengacara yang sudah di pilih ayah Tara agar dengan cepat memenangkan gugatan


Sebab Ayah Tara yakin bahwa Lucas tidak akan mudah melepaskan Nidya

__ADS_1


Nidya mengurai pelukannya dan menatap sendu ke arah mamah Lensi "mamah masih mau nerima Nidya di rumah ini kan" tanya Nidya dengan suara seraknya


kini mamah Lensi yang memeluk erat putrinya "rumah ini selalu jadi rumah kamu sayang, mamah dan ayah akan selalu ada di samping kamu dan mendukung apapun keputusan kamu sayang" ungkap mamah Lensi terus menguatkan anaknya


di lain tempat Daddy Jay melangkah lebar dengan membawa amplop cokelat berlogo rumah sakit ternama di Jakarta masuk ke dalam rumah miliknya


Daddy Jay terus melangkah menuju lift yang ada di rumahnya dan menekan nomor lantai paling atas di rumahnya "tring" Daddy Jay masuk dan menunggu untuk sampai ke lantai tujuannya


setelah sampai , Daddy Jay berjalan menyusuri lorong panjang sampai di depan sebuah kamar Daddy Jay menghentikan langkahnya


ia membuka kamar yang letaknya paling ujung "brak" Daddy Jay membuka lebar kamar lalu melempar amplop cokelat yang ia bawa


"ini baca!" titah Daddy Jay pada pria muda dan berjenggot serta berkumis tebal


pria itu membuka map cokelat itu dan membacanya secara detil setiap isinya sampai di bacaan terakhir '99,99% cocok'


"dari awal memang anak yang ada dalam kandungan Nidya itu anak kamu, tak sekalipun Nidya mengkhianati kamu. itu hanya halusinasi kamu saja. Mungkin kamu lupa kalau Nidya pindah dari kamar kamu dini hari, kalau kembali ke kamar atas" Daddy menyampaikan kembali kronologi saat mereka menginap di rumah Aiden


"Nidya memilih pergi karena terlalu muak di dekatmu, tapi walaupun dia muak, dia tetap berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri tapi apa yang dia dapat dari kamu sebagai balasannya tuduhan 'selingkuh'" ketus Daddy Jay merasa muak dengan tingkah anaknya yang selalu mengutamakan emosi dan mengabaikan peringatannya untuk selalu rutin meminum obat agar bisa mengontrol emosinya


Daddy Jay sampai merendahkan diri pada Aiden untuk menyelidiki kejadian saat menginap di rumah Aiden. Beruntung Aiden yang sangat kooperatif menyerahkan video CCTV di rumahnya baik yang mengarah di depan kamarnya dan Nidya serta kamera di bagian luar yang mengarah ke kamarnya


di situ tertera jelas bahwa Nidya dan Aiden tidak bersinggungan sama sekali, hanya sekedar obrolan singkat saat awal Nidya pindah kamar dan itu tidak lebih dari lima menit sebab Nidya begitu menjaga jarak dari Aiden agar menjaga hati suaminya

__ADS_1


"aku hampir membunuh anakku" rutuk Lucas menyesali perbuatannya dan menangis merasakan sesak di dadanya karena tindakannya lah yang membuat wanita yang begitu mencintainya dan selalu menerima apapun kekurangannya memilih pergi menjauhinya


"aku harus nemuin Nidya dad, aku mau minta maaf sama istriku! " Lucas beranjak dari duduknya ingin menghampiri Nidya


"penyesalanmu sungguh terlambat" sela Daddy Jay


Lucas memicingkan matanya ke arah Daddy Jay "apa maksud daddy" tanya Lucas menghentikan langkahnya menatap lurus ke arah Daddy Jay


"Nidya akan melayangkan gugatan perceraian pada kamu secepatnya, dan dia sudah mengantongi bukti yang cukup untuk menggugat kamu, apalagi dia memiliki video mu bersama ara dan dia juga mengambil sampel Kue yang kamu berikan pada Nidya" Daddy menatap tajam ke arah Lucas "kamu sudah benar-benar kehilangan dia karena amarah tak jelas mu itu" ucap Daddy Jay dengan cepat


" enggak dad" Lucas menggoyangkan kepalanya tak Terima dengan kenyataan bahwa Nidya akan menggugat cerai dirinya


Lucas berlutut di hadapan Daddy Jay "bantu aku dad" mohon Lucas pada sang Daddy


"bantu aku dad, aku bisa mati jika kehilangan Nidya " mohon Lucas lagi


Daddy Jay mendongak ke atas menahan sekuat tenaga laju air matanya yang mungkin sekali gerakan bisa langsung turun dengan bebasnya "kalau gitu mati saja" Daddy Jay tak memperdulikan Rengekan Lucas dan memilih meninggalkan Lucas lalu kembali mengunci pintu kamar Lucas agar Lucas tak kabur setelah mendapat kabar buruk darinya


Daddy Jay melangkah lebar dan mencengkeram kuat dadanya "maafkan daddy" gumam Daddy Jay begitu kasihan melihat keadaan Lucas


Daddy Jay bukan tidak mau membantu Lucas tapi Ayah Tara benar-benar tak mengizinkan dirinya ataupun yang berhubungan dengan Lucas untuk mengusik putrinya bahkan Ayah Tara sampai meminta bantuan adik bungsunya, Damian Dirgantara untuk memberikan pengawal khusus untuk menjaga Nidya agar orang-orang Mommy Qiran ataupun Lucas tidak bisa menembusnya


Hati Daddy Jay begitu terluka melihat keadaan anaknya yang begitu buruk tapi ini memang adalah kesalahan Lucas dan karena apapun itu Lucas harus mempertanggungjawabkan perbuatannya

__ADS_1


Menjadi Daddy Lucas memang teramatlah berat, ia mendapatkan masalah sejak ia di dilahirkan, lalu mendapatkan istri dengan masalah terjal walaupun ia tetap mendapatkan wanita yang di cintainya dan kini ia harus menghadapi masalah anak-anaknya


Daddy Jay memang harus menyiapkan stok kesabaran dan berpikiran netral serta tegas sekarang-sekarang ini


__ADS_2