
setelah melewati liburan satu minggu full di Bali, Qia dan Lucas memutuskan untuk pulang, sebab Danish sudah sangat merindukan ibunya dan ingin ibunya cepat pulang
"kok Qia gak tahu kalau mas punya jet pribadi" tanya Qia dengan polosnya saat Lucas mengajak Qia tiduran di kamar yang ada dalam jet pribadi miliknya
"ya kamu gak nanya, lagian ini jarang mas pake, soalnya sudah lama mas gak keluar kota atau keluar negeri, mas lebih sering di kantor kan. Biasanya yang makai om jo kalau ada urusan bisnis " balas Lucas
Qia hanya mengangguk saja dan beringsut memeluk suaminya dengan erat "mas maafin Qia ya, kemarin waktu mas belum nyusul Qia ke Bali, Qia kalap belanja deh kayanya abis banyak banget" ucap Qia merasa tak enak memakai uang suaminya begitu banyak sebab hal itu belum pernah Qia lakukan selama lima tahun menikah bersama Lucas
"kartumu masih bisa di pakai kan, limitnya masih ada" tanya Lucas
"masih ada mas, kemarin Daddy, mommy dan kakek attaf kan kasih kartu buat Qia juga, kayanya masih bisa di pakai soalnya Qia pakai semua kartunya gantian, cuma punya mas yang jauh lebih banyak Qia pakai ketimbang yang lain" balas Qia
"ya sudah sih gak papa, nanti kalau kurang mas isi lagi kok" balas Lucas dengan santainya
Qia menatap lekat wajah suaminya "beneran " tanya Qia tak percaya kalau Lucas begitu menganggap enteng ia yang menghabiskan uang miliaran untuk belanja beberapa hari saja
"iya lah, lagian kamu loh jarang banget makai uang yang di kasih mas. Baru juga makai agak banyak dikit tentu gak masalah" balas Lucas
"abisnya, mommy kalau ajak belanja pasti beli semua kebutuhan Qia juga mulai dari baju, make up, aksesoris dan kebutuhan wanita lainnya jadi buat apa juga Qia pakai uang mas lagi" balas Qia dengan jujur
"beli tas, atau sepatu kan bisa" usulĀ Lucas
"males ah, Qia sudah banyak tas di rumah, kalau kebanyakan kan jadi mubazir karena gak dipake juga, walaupun kita ada tapi gak boleh maruk juga kali mas" balas Qia
Lucas mencubit gemas pipi Qia "iya deh istri mas yang gak suka hamburin uang ini" ledek Lucas
__ADS_1
***
Nidya berjalan dengan langkah pasti memasuki kawasan perumahan elit, dan rumah yang terbilang megah tak kalah dari rumah milik orang tuanya, tapi jika di bandingkan rumah suaminya tentu belum sebanding
"apa tuan rumah kalian ada" tanya Nidya pada pelayan yang sedang membersihkan teras rumah yang sedang ia datangi
pelayan itu mendongak dan begitu terkejut dengan kehadiran wanita yang pernah menjadi majikannya "non Nidya" kaget pelayan itu
Nidya tersenyum tipis ke arah pelayan itu "nyonya Qiran ada" tanya Nidya lagi
"ada non, silahkan masuk non" pelayan tersebut mempersilahkan Nidya masuk dan segera memanggil Mommy Qiran untuk menemui Nidya
Nidya memilih duduk di ruang tamu, dan dapat terlihat jelas olehnya, begitu banyak foto keluarga besar Lucas terpampang di setiap sudut rumah, di mana ada tambahan tiga orang asing di sana "dia punya anak sebesar itu juga" gumam Nidya melirik ke arah foto Lala dengan tatapan sinis nya ke arah foto wanita dis sebelah Lucas yang tersenyum manis itu
Mommy Qiran yang mendapat kabar akan kedatangan Nidya, segera datang menghampiri tamu yang datang tanpa undangan itu "wah ternyata kamu masih di sini, bukannya suami dan anak-anak kamu sudah pulang " tanya Mommy Qiran dengan suara rendah tapi terkesan tegas itu
Mommy Qiran duduk di hadapan Nidya "jangan memancing di air keruh Nidya, semua sudah berlalu dan Lucas sudah menyesalinya dan juga sangat bersedih akan anak kalian yang harus tiada, kehilanganmu sama dengan kehilangannya dulu jadi harusnya kamu tidak marah saat anakku mendapat wanita lain yang bisa menerima keadaannya " tukas mommy Qiran dengan tatapan dinginnya begitu kesal menghadapi Nidya yang masih saja tidak Terima jika Lucas sudah menikah
Nidya terkekeh "mommy masih seperti dulu ya, tak bisa mengendalikan emosi mommy dan itu menurun ke anak mommy " sindir Nidya
"dari dulu aku memang begini, dan aku tidak pernah menutupinya sama sekali" Mommy Qiran menghilangkan tutur kata sopannya ketika melihat gelagat Nidya yang kurang baik saat berkunjung ke rumahnya "tidak seperti seseorang yang selalu berucap dan bersikap baik tapi di dalamnya menyimpan racun" sinis Mommy Qiran
"aku anggap itu pujian mom" balas Nidya dengan senyum tipisnya
Nidya melirik ke arah foto Danish yang ada di belakang mommy Qiran "bagaimana jika aku membuat wanita itu kehilangan anak seperti aku dulu" gumam Nidya melirik sesuatu di belakang punggung Mommy Qiran
__ADS_1
Mommy Qiran menoleh ke belakang dan memicingkan matanya menoleh kembali ke arah Nidya dengan cepat "jangan memancingku Nidya!" seru Mommy Qiran tidak Terima jika Nidya mengancamnya
"aku tidak terima jika hanya aku yang kehilangan anak" seru Nidya dengan tatapan dinginnya
"anakku juga ikut kehilangan anak sepertimu Nidya, dia jauh lebih hancur karena penyemangat hidupnya memilih pergi dengan pria lain tanpa menoleh ke belakang" seru mommy Qiran mengingatkan akan pilihan hidup Nidya yang lebih memilih meninggalkan Lucas saat itu
"kurang apa aku dulu sebagai istri mom, sampai anak mommy tega menghinaku dengan menuduhku selingkuh" tukas Nidya dengan penuh amarah mengingat alasan Lucas memberikan obat penggugur kandungan padanya dulu
"itu hanya karena penyakitnya Nidya, penyakit yang tidak terkontrol dengan baik" balas Mommy Qiran dengan tajam
Nidya menatap tajam mommy Qiran "untuk itu aku juga mau istri mas lucas merasakan apa yang aku rasakan saat itu" ucap Nidya langsung pada intinya
Mommy Qiran tak habis pikir dengan Nidya yang kekeh untuk balas dendam pada Lucas, padahal Aiden sudah mengingatkannya untuk berhenti "kau berani menentang suamimu hanya untuk balas dendam tak berdasar itu" tanya Mommy Qiran masih tak habis pikir dan pola pikir mantan menantunya
"kehilangan anak bagaimana di katakan tidak berdasar!" seru Nidya
"kau harusnya di bawa ke psikiater, kau sakit!" sentak mommy Qiran yang merasakan kalau Nidya terganggu kejiwaannya
"aku bukan mommy dan mas Lucas yang butuh psikiater" balas Nidya
"kau itu sakit Nidya" elak Mommy Qiran
"tidak!" teriak Nidya
"ada apa ini "seru Lucas saat baru masuk rumah dan mendapati Nidya yang sedang berteriak di dalam rumahnya
__ADS_1
Nidya menoleh ke arah Lucas, dan menatap sinis Lucas yang masih betah menggenggam tangan wanita cantik di sebelah Lucas yang ia tahu kalau itu adalah istri Lucas saat ini