
Lucas dan Nidya duduk diam dalam ketermenungan masing-masing seolah dunia mereka sedang runtuh karena hasil pemeriksaan yang baru saja mereka dapatkan
"mas" panggil Nidya dengan suara lirih setelah mereka diam mematung cukup lama
Lucas menoleh ke arah Nidya "kita adopsi anak saja ya mas" ajak Nidya dengan senyum tipisnya
"apa kamu akan ninggalin mas" tanya Lucas tak mengindahkan ajakan Nidya
Nidya langsung memeluk erat Lucas "jangan ngomong gitu mas, Nidya gak akan ninggalin mas Lucas, Nidya tuh sayang banget sama mas Lucas" Nidya tentu tidak akan meninggalkan Lucas hanya karena Lucas di diagnosa mengalami masalah pada spermanya yang berakibat sulit memiliki anak
"ternyata mas yang bermasalah, tapi malah kamu yang selalu di desak terus" balas Lucas
"gak papa kok mas, Nidya gak masalah selagi mas selalu ada di samping Nidya" balas Nidya
"mas cinta benget sama kamu" ucap Lucas dengan suara lembutnya
"Nidya juga cinta sama mas" balas Nidya
***
Nidya dan Lucas berjalan masuk sambil bergandengan tangan "malam semua " sapa Lucas pada keluarganya yang tengah duduk di sofa ruang keluarga, dimana ada kedua orang tuanya dan juga kakek dan neneknya yang memutuskan untuk tinggal di Indonesia
"wah kalian mesra banget sih" puji kakek Attaf melihat Nidya dan Lucas yang begitu mesra saat Nidya melingkarkan tangannya di lengan Lucas
"iya dong kek, kita kan keluarga harmonis yang saling mencintai" balas Lucas dengan senyum lebarnya
"percuma saja harmonis kalau masih belum ada keturunan" gumam Mommy Qiran, masih bisa di dengar oleh Daddy Jay yang tepat berada di sebelahnya
"Qiran" tegur Daddy jay pada sang istri
__ADS_1
Qiran menoleh ke arah Daddy Jay "apaan sih dad, Mommy kan ngomongnya bener" sahut Mommy Qiran tanpa rasa bersalah sama sekali karena kata-katanya kurang pantas jika di dengar menantunya
"ada apa Dad, kok Daddy bentak mommy" tanya Lucas yang memang tidak mendengar gumaman mommy Qiran
"gak papa kok Lucas, mommy kamu dari tadi ributin Daddy yang gak mau di ajak liburan ke Roma" balas Daddy jay mencoba mengalihkan pembicaraan
"sudahlah, mommy mau masuk kamar" Mommy Qiran memilih pergi dari sana sebab suaminya pasti akan kembali menyalahkan dirinya jika ia kembali melanjutkan apa yang menjadi ganjalan di hatinya
Daddy Jay menghela nafas kasar "maafin sikap mommy ya Nidya" Daddy Jay paling merasa tidak enak dengan Nidya yang selalu jadi sasaran Mommy Qiran karena dua tahun menikah tapi Nidya dan Lucas masih belum di karuniai anak
Nidya mengerutkan keningnya "maaf untuk apa" tanya Nidya bingung karena Daddy Jay tiba-tiba minta maaf padahal menurutnya Daddy Jay tidak melakukan kesalahan apapun
"mommy kamu selalu menyudutkan kami perihal keturunan, padahal kami dulu sangat kesulitan memiliki anak selama bertahun-tahun tapi malah dia nekan kamu untuk itu, seperti dia tidak mengalaminya saja" ucap Daddy Jay dengan bersungguh-sungguh
Nidya menggenggam erat tangan Lucas yang mulai dingin karena Daddy Jay membahas perihal anak "aku gak papa kok dad, Nidya tahu mommy seperti itu karena menahan rindu pada Daiyan, Edeline kan membatasi pertemuan Daiyan dengan mommy kalau mommy masih terus membahas perceraian Edeline dengan suaminya" balas Nidya mencoba mengerti perasaan mertuanya
"tapi tetap saja Qiran salah, dan Daddy minta maaf untuk itu" ungkap Daddy Jay
Daddy Jay mengerutkan keningnya "mungkin saja sih dad, nanti geh Jay periksa Qiran apa dia mau menopause makanya mood nya buruk terus" mungkin apa yang dia ucapkan kakek Attaf benar kalau istrinya akan tiba di masa Menopause sebab usia Qiran sudahlah memasuki angka 53 jadi bukan tidak mungkin jika Qiran mengalami menopause sebentar lagi
"Dad, aku mau bicara sama daddy bisa" tanya Lucas
"bicara saja, kenapa perlu bertanya" balas Daddy Jay
"tidak di sini dad" pinta Lucas
"ya sudah, ayo ke ruangan kerja Daddy" Daddy Jay berjalan lebih dulu ke ruangan kerjanya
Lucas menoleh ke arah Nidya "mas bicara sama Daddy dulu ya" ucap Lucas
__ADS_1
"iya mas, Nidya mau nemenin kakek dan nenek ngobrol dulu" balas Nidya
Lucas berjalan mengikuti Ayahnya yang sudah berjalan menjauh, dengan langkah cepat ia bisa mengejar Daddy Jay dan duduk di hadapan Daddy Jay "ini baca dad" Lucas menyerahkan Sebuah map yang memang sedari tadi ada di tangannya tapi tak begitu di indahkan orang-orang
Daddy Jay mengambil map tersebut dan membukanya setelah membacanya Daddy Jay merasa begitu "astaga jadi ini alasan kalian yang sampai detik ini belum di beri momongan" tanya Daddy Jay
"iya dad, hasil tes Nidya baik-baik saja dan tidak ada masalah, yang masalah itu aku" balas Lucas menundukan wajahnya
"sudah lah Lucas, ini masih bisa di obati kok. Asal kamu rutin minum obat dan menjaga pola makan kamu bukan gak mungkin ini bisa sembuh ya walaupun kemungkinannya kecil tapi tidak masalah kan kalau kita terus berusaha" Daddy Jay yang seorang dokter tentu tahu betul perihal ini jadi menurutnya ini bukan masalah berat
"dokter yang meriksa aku juga bilang gitu Dad, tapi masalahnya gimana Lucas bicara sama mommy, pasti mommy sok nanti" balas Lucas
"mommy kamu biar jadi urusan Daddy" sahut Daddy Jay
"Lucas benar-benar gak nyangka kalau Lucas yang bermasalah dad, padahal mommy yang terus nekan memiliki keturunan sama Nidya padahal orang tua Nidya gak pernah sekalipun menuntut hal itu pada kami, Lucas merasa bersalah sama Nidya Dad" ungkap Lucas
"mungkin mommy kamu butuh jalan-jalan untuk nenangin pikirannya" pikir Daddy Jay
"Lucas juga minta tolong sama Daddy untuk bilang ke mommy jangan buat Ara ada di dekatku, aku gak mau ada masalah dengan Nidya nantinya Dad" pinta Lucas pada Daddy Jay tentang poin intinya ingin bicara dengan Daddy Jay
"Ara" beo Daddy Lucas
"mommy sengaja nempatin Ara jadi sekertaris Lucas, dan Nidya gak nyaman dengan itu. Mommy gunain hak dia untuk memilih pegawai di kantor Lucas dan nempatin Ara di dekat Lucas, tanpa Mommy Bilang pun, Lucas tahu apa yang ada dalam pikiran mommy saat nempatin Ara di dekat Lucas. Dengan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui" jelas Lucas
"maksudnya" Daddy Jay ingin Lucas bicara lebih jelas
"dengan Ara dekat denganku, mommy ingin dapat keturunan dariku dan sekaligus membuat hubungan Edeline dan om jo jadi renggang saat Ara sampai hamil anakku" ucap Lucas membuat bola mata Daddy Jay membelalak lebar
"bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu pada mommy kamu sendiri Lucas" sentak Daddy Jay
__ADS_1
"justru karena dia mommy ku, aku tahu betul pola pikir mommy. Mommy itu kejam dad, dia menjadi lembut hanya karena ada daddy sebagai pawangnya kalau tidak ada daddy mommy bisa menjadi wanita paling kejam, jangan lupa bagaimana mommy melawan Kakek hanya karena tidak setuju dengan daddy dulu. Beruntung saja daddy orang baik kalau tidak, mommy pasti lebih mengerikan dari ini" Lucas ingin menyadarkan Daddy Jay siapa mommy Qiran sebenarnya
bukan berniat meminta daddy Jay berpisah dari mommy Qiran, tapi lebih ke arah Daddy Jay lebih bisa mengkondisikan mommy nya yang begitu mencintai daddy Jay