You Are My Regret

You Are My Regret
Mayat Hidup


__ADS_3

Kali ini setting cerita untuk Lucas dan yang ada di Indonesia  ya, dan sebentar lagi cerita You Are my regret akan sampai di penghujung cerita


"Sekian rapat untuk hari ini, kita akan membahas progress di pertemuan selanjutnya " ucap seorang pria dengan wajah datarnya  mengakhiri rapat yang sedang ia pimpin


"baik pak Lucas" para peserta rapat segera bergegas meninggalkan ruangan rapat


ya itu adalah Lucas, Lucas kini sudah mulai beraktifitas di luar rumah, tentu dengan pengawasan ketat dari daddy Jay. Daddy Jay terus mengawasi Lucas sebab ia masih khawatir dengan penyakit anaknya. Takut sewaktu-waktu akan kambuh dan berakibat mencelakai orang lain lagi


"ceklek" pintu terbuka membuat atensi Lucas tertuju ke arah pintu ruangannya


"bagaimana kabarmu Lucas" tanya Reagen memasuki ruangan Lucas yang baru


"ya gini saja" Lucas mengedikkan bahunya acuh


Reagen menghampiri Lucas  dan mulai membaca papan nama di atas meja kerja Lucas yang menunjukan posisinya sebagai manager perencanaan "kamu nyaman dengan jabatan kamu sekarang" tanya Reagen melirik ke arah papan nama milik Lucas yang baru


"nyaman saja, lebih banyak pekerjaan yang harus di urus dengan posisi ini" Lucas kali ini mempunyai banyak pekerjaan sekarang apalagi sekarang ia hanya menjabat sebagai manager di salah satu kantor cabang yang ada di Bandung dan bukannya di jakarta


"kamu menelan ucapan kakak mentah-mentah Lucas, sibuk bekerja bahkan memilih tinggal di tempat asing" Reagen begitu menyayangkan sikap Lucas yang hanya sibuk bekerja saja semenjak Daddy Jay mengizinkan Lucas bekerja dua bulan lalu bahkan Lucas memilih tinggal di perumahan sederhana padahal ia memiliki rumah mewah bahkan apartemen pun banyak ia miliki di kota tempat ia tinggal sekarang


"aku nyaman dengan keadaan ini kak, setidaknya dengan keramaian di sana aku tidak terlalu kesepian" balas Lucas


Lucas kini tinggal di lingkungan perumahan di daerah pinggiran bandung, perumahan yang kebanyakan pemiliknya adalah kalangan menengah ke bawah


"tapi kamu yakin hanya akan menjabat sebagai manager padahal kamu adalah anak pemilik perusahaan dan punya saham dengan jumlah tidak sedikit di perusahaan ini apalagi kamu dulu CEO" tanya Reagen tak percaya saat Lucas meminta Jonathan saja yang menghandle perusahaan sebagai CEO, toh Jonathan pernah menjabat posisi itu dan posisi itu bisa di jalankan Jonathan selama bertahun-tahun


"tolong jangan tanyakan lagi kak" pinta Lucas memohon pada Reagen agar tidak terus membahas hal ini karena ujung-ujungnya pasti akan membahas Nidya, pembahasan yang selalu membuatnya menyesal setiap saat dan selalu ingin memutar kembali waktu tapi sayangnya itu tidak mungkin

__ADS_1


"kamu haus kuat saat membicarakan ini Lucas, sebab pertemuan kalian pasti akan terjadi  entah kapan sebab dia menikahi salah satu kerabat kamu dan orang tuanya adalah sahabat baik orang tuamu" Reagen ingin Lucas mulai bisa mengontrol emosinya dari jauh hari sebelum pertemuannya dengan Nidya


Pertemuan itu pasti akan datang cepat atau lambat karena memang lingkup lingkungan mereka tidaklah jauh


"memang akan terjadi tapi tentu tidak dalam waktu dekat ini kak, aku masih belum sanggup" sahut Lucas


"ini sudah satu tahun berlalu Lucas" lirih Reagen merasa setahun harusnya Lucas tidak terlalu terikat di masa itu


"tapi rasanya masih baru kemarin aku kehilangannya kak" sanggah Lucas


Reagen menghela nafas panjang "baiklah kakak gak akan membahasnya lagi, tujuan kakak datang kemari untuk memintamu datang ke acara tujuh bulanan anak kakak dan Zahira esok lusa, semua kerabat kakak dari Inggris akan datang jadi kamu juga harus datang karena mereka menanyakan kabar kamu" pinta Reagen


"apa semuanya.." tanya Lucas menggantungkan ucapannya


Reagen tahu apa yang jadi kekhawatiran Lucas "Nidya tidak akan datang Lucas, dia sudah mengabari kakak kalau dia harus menemani suaminya ke suatu acara dan tidak bisa meninggalkan suaminya jadi dia mengirimkan hadiah untuk Zahira beberapa hari lalu" sahut Reagen


"sudahlah Lucas, sekarang dia sudah bahagia dengan Aiden" timpal Reagen


"apa dia dulu tak bahagia denganku" tanya Lucas dengan tatapan tidak suka


"bukan seperti itu Lucas" sangkal Reagen berulang kali menghela nafas "Aiden begitu menghormati keinginan Nidya dan tak ada yang menekan atau menuntutnya di sana. bahkan Nidya bekerja sebagai staff biasa di sana dan tidak ada yang tahu kalau dia istri Aiden, Aiden memberikan apapun yang Nidya mau. Tidak mahal tapi sesuatu yang benar-benar Nidya inginkan. kebebasan dalam memilih" jelas Reagen akan kebahagiaan yang Nidya dapatkan dari Aiden


"jadi aku dulu mengekangnya" gumam Lucas


"kakak bukan mau kembali menyalahkan mu Lucas tapi pada kenyataannya ia, kamu memang tidak secara langsung menekannya tapi ia selalu terpaksa melakukan sesuatu atas dasar tak ingin kamu marah dan kelepasan kontrol. Kakak masih ingat cerita Nidya dulu yang sempat ketakutan waktu kamu mukul pria yang pernah menyatakan cinta pada Nidya padahal Nidya sudah menolak pria itu dan pria itu mengerti dan tentu masih banyak hal lain yang kamu lakukan di belakang Nidya membuat Nidya begitu membatasi diri, teman saja dia tidak punya


coba kamu ingat, apa Nidya punya teman? tidak kan...

__ADS_1


dia saja tidak pernah pergi dengan orang lain selain dirimu, kamu selalu ada di sekitaran nya dan membatasi ruang geraknya" jelas Reagen panjang lebar


"benarkah kak" tanya Lucas


Lucas sama sekali tidak menyadari hal itu, yang ia pikirkan hanya tidak mau kehilangan Nidya jika memberi celah walaupun sedikit saja


"maaf Lucas, tapi jawabannya adalah ia, sama kakak saja kamu cemburunya minta ampun padahal Kakak menganggap Nidya benar-benar sebagai adik dan tidak lebih " balas Reagen


Lucas terkekeh "aku memang penakut kak, takut kehilangan dia tapi tetap harus kehilangan juga" miris Lucas


"ya sudah kakak pamit ya" Reagen pamit untuk pulang sedangkan Lucas kembali melanjutkan pekerjaannya


***


"semuanya sudah beres Mil" tanya Zahira


"beres dong, gak sia-sialah aku jadi mama tirimu, pokoknya bisa di andalkan lah" balas Mila


Zahira menggelengkaj kepalanya melihat tingkah sabahat yang tinggal menghitung hari lagi akan jadi ibu tirinya


ya ayah Arman akhirnya akan menikahi Muka dalam waktu dekat dan tidak menunggu Mila lulus kuliah. Hal ini di sebabkan Mila yang terus merengek untuk secepatnya di nikahi alasannya sepele


"aku bosan di rumah, dan pengen tinggal di rumah mas Arman saja, jadi cepat nikahin Mila atau Mila terus ke dl rumah tiap hari biar kita di grebek dan di nikahkan" ancam Mila


"ya ampun Mila, kamu kok maksa amat sih" decak Ayah Arman tak habis pikir dengan wanita yang sejak setahun ini dekat dengannya


"bodoh amat" Mila tak mau ambil pusing dengan hal yang menurutnya tidak penting

__ADS_1


Baginya keinginannya harus di turuti


__ADS_2