You Are My Regret

You Are My Regret
Kesakitan


__ADS_3

Aiden masih betah duduk di samping Nidya yang masih saja memejamkan matanya padahal harusnya Nidya sudah sadar sejak beberapa jam lalu sebab efek biusnya sudah hilang


Aiden menoleh saat ada tangan yang bertengger di bahunya "mending kamu istirahat Aiden, biar om yang jaga Nidya di sini,kamu pasti lelah sejak kemarin tidak tidur" ucap Ayah Tara


Nidya sudah selesai di operasi sejak jam 5 dini hari, Nidya juga sudah di pindahkan ke ruang VVIP yang khusus di peruntukkan untuk keluarga Ghazanfer, Ayah Tara dan Mamah Lensi juga sudah sampai di rumah sakit sejak jam 8 lalu tapi sampai jam 12 siang Nidya masih belum siuman juga


"gak lah om, Aiden mau tunggu sampai Nidya membuka matanya baru Aiden istirahat. Mending om saja yang istirahat, om kan baru dari perjalanan jauh dan belum sempat beristirahat bukan" tolak Aiden


Ayah Tara hanya membiarkan saja apa yang di lakukan Aiden. Ayah Tara sebenarnya lebih condong ke Aiden untuk jadi menantunya tapi apalah daya jika putrinya mencintai Lucas dan menginginkan Lucas. Tapi ternyata pilihan anaknya itu salah, anaknya bisa sekacau sekarang ini dan untuk itu persahabatan antara dirinya dan Mommy Qiran serta Daddy Jay terancam hancur


"ceklek"pintu terbuka dan munculah sosok asisten Aiden masuk ke dalam ruangan


"maaf tuan" Bram menghampiri Aiden dan berbisik di telinga Aiden


"kamu sudah melarangnya masuk bukan?" tanya Aiden


"sudah tuan tapi mereka mengatas namakan sebagai pemilik rumah sakit dan mereka terus memaksa kalau ingin masuk kemari" Bram menyampaikan apa yang di sampaikan pihak keluarga Lucas padanya saat berjaga di depan


"ya sudah biar saya yang temui om dan tante" Aiden beranjak dari duduknya dan berniat akan menghampiri Daddy Jay dan Mommy Qiran yang masih menunggu di depan sampai sebuah tangan menahannya


"biar om yang menemuinya, ini adalah masalah keluarga om jadi biar om yang menghadapinya" ucap Ayah Tara


"mamah ikut yah" mamah Lensi yang memang masih dalam satu ruangan dengan mendengar ucapan suaminya, memutuskan untuk ikut keluar dan bertemu besannya yang mungkin sebentar lagi akan berganti peran


Ayah Tara dan Lensi bergandengan tangan untuk menemui Mommy Qiran dan Daddy Jay "apa kamu tega yah" tanya Mama lensi membuka obrolan


"tidak" Ayah Tara menjawab tanpa berpikir "biar bagaimana pun Qiran dan Jay adalah temanku sejak kecil apalagi Qiran yang sudah berteman denganku sejak lahir tapi ini masalah putriku, separuh jiwaku bagaimana mungkin aku bisa kompromi dengan hati anakku yang terluka karena ulah mereka" balas Ayah Tara

__ADS_1


"tapi tetap bicara baik-baik yah, minta mereka melepaskan Nidya jika mereka masih tetap kekeh baru kita makai segala cara untuk menentang mereka" saran mamah Lensi


"iya" Ayah Tara mengangguk saja


"kenapa sekarang ayah merasa begitu senang keluarga kita banyak yah" tanya ayah Tara di sela obrolan mereka


mamah Lensi mengerutkan keningnya heran "kenapa" tanya Mamah Lensi


"hampir semua orang yang dekat dengan Qiran dan Jay yang mereka jadikan sandaran merupakan bagian dari keluarga, contohnya kakak Jay si Adrian adalah suami adik kamu, Thomas sahabat Qiran dan Jay adalah suami adikku, dan pemegang kendali perusahaan uncle Attaf adalah adik kandungku" jelas Ayah Tara menjelaskan posisi keluarganya


"iya yah, dengan ini tak ada yang mau membantu mereka karena sudah menyakiti anak kita" terus mamah Lensi


Ayah Tara sudah bisa melihat kehadiran kedua sahabatnya yang masih berdiri di lorong paviliun ruang rawat Nidya saat ini


"Tara" panggil Mommy Qiran


"kita cari tempat duduk"ajak Ayah Tara berjalan ke arah bangku panjang di dekat mereka


"maafkan kami Tara, maaf karena kami tidak bisa mendidik anak kami" ucap Daddy Jay membuka obrolan mereka


"sudahlah Jay, semua juga sudah terjadi" Ayah Tara menoleh ke arah Daddy Jay


"aku tidak akan melaporkan Lucas ke polisi kok, Walaupun Nidya harus kehilangan bayinya, toh selebihnya dia baik-baik saja. Mungkin kehilangan anaknya adalah jalan terbaik untuk Nidya, Nidya bisa bebas dari Lucas tanpa terikat apapun lagi" balas ayah Tara mencoba bicara dengan sehalus mungkin


"maafkan aku Tara, aku gak tahu Lucas akan senekat itu waktu tahu kalau sidang perceraiannya akan segera sampai di hasil putusan dan lebih ke arah perceraian" terus Mommy Qiran dengan sesenggukan


"sudah Qiran, It's okay" balas Ayah Tara

__ADS_1


"Jangan bilang seperti ini Tara, aku tahu kamu begitu marah buktinya sampai saat ini kamu tidak mengizinkan kami untuk menemui Nidya dan melihat keadaannya " ucap Daddy Jay


Ayah Tara menghela nafas panjang "aku memang marah Jay, tapi aku juga lelah" mata Ayah Tara beralih ke arah Mommy Qiran "aku lelah dengan semuanya. Dua bulan " Ayah Tara menunjukan dua jarinya ke arah Mommy Qiran


"dua bulan aku melihat anakku mengurung diri di dalam kamar dan tak keluar sedikitpun, dia sama sekali tidak mau ikut terlibat didunia luar hanya karena takut bertemu anak kalian walaupun kalian mengatakan mengurung Lucas. Aku melihat putri kesayanganku menangis dalam diam, pikirannya selalu terbang ke mana-mana tapi ia berusaha tetap sehat untuk anaknya. Kalian tahu bebanku serasa terangkat saat tahu cucu kita tiada..." Ayah Tara memejamkan matanya erat


"untuk ini aku bisa lebih leluasa mengirim anakku pergi" ucap Ayah Tara


"apa maksudmu Tara" tanya Mommy Qiran


mama lensi memegang tangan Ayah Tara dengan kuat "aku akan menikahkan Nidya dengan Aiden setelah keputusan perceraian keluar" ucap Ayah Tara  dengan tegas


"bagaimana mungkin kamu meminta mereka menikah dengan Aiden,  Tara" Daddy Jay meninggikan suaranya saat emndengar penuturan Ayah Tara


"karena dengan dia, anak kalian tidak akan bisa menyentuh anakku. Andai dia bukan anak kalian maka aku sendiri yang akan membunuhnya!" teriak Ayah Tara meluapkan amarahnya sebagai seorang ayah


mama Lansi mengusap bahu suaminya "maafkan kami Qiran, kami hanyalah orang tua yang begitu mencintai putri kami maka dari itu kami memilih pilihan ini" terus Mamah Lensi


"tapi Nidya tidak mencintai Aiden, mana mungkin Nidya mau menikahi Aiden" bantah Mommy Qiran


"kami mengenal putri kami dengan baik, dia tidak akan membantah ucapan kami sebagai orang tua dan kami yakin dia tidak akan membantah kami" balas Ayah Tara


Ayah Tara menarik tangan Mamah Lensi menjauh dari tempat yang membuatnya sesak  "kamu benar-benar tahu cara balas dendam paling menyakitkan selain kematian, Tara" cetus Mommy Qiran menghentikan langkah Ayah Tara dan mamah Lensi


Ayah Tara menoleh ke arah mommy Qiran di ikuti oleh Mama Lensi "apa maksudmu Qiran" tanya Ayah Tara pura-pura tak tahu maksud ucapan Mommy Qiran


"Lucas paling tidak bisa kehilangan Nidya, dan dengan Aiden lah ia paling merasa terancam. Dan kau memilih Aiden untuk jadi pasangan Nidya, itu adalah cara membunuh Lucas tanpa senjata, perlahan namun sangat menyakitkan" balas Mommy Qiran

__ADS_1


Ayah Tara menyunggingkan senyumnya "terima kasih kamu masih memahami cara berpikir sahabat lamamu ini Qiran" Ayah tara berterima kasih dengan mommy Qiran untuk tebakan benar dari Mommy qiran


"selamanya kalian sahabatku Qiran, Jay" Ayah Tar memilih pergi dari sana agar kesan kuat yang ia usahakan mati-matian bisa tetap bertahan


__ADS_2