You Are My Regret

You Are My Regret
Perdebatan sengit


__ADS_3

Reagen menatap tajam ke arah Adiknya yang duduk dengan menundukkan kepalanya "lihat mata kakak Olvin" bentak Reagen pada adiknya yang hanya diam menunduk tak mau menatap dirinya yang sedang meluapkan amarahnya


Olvin mendongak dan menatap kakaknya dengan rasa gugup "maaf kak, Olvin salah" Olvin mengaku salah pada kakaknya setelah tahu keputusan yang ia ambil ternyata salah besar


"bukan seperti ini yang kakak mau Olvin" Reagen mengusap mukanya dengan kasar saking kesalnya dengan tindakan adiknya yang begitu ekstrim menurutnya


"Olvin gak suka bertele-tele kak, salah ya salah saja" balas Olvin dengan suara lirih


"salah emang salah Olvin tapi harusnya kamu selidiki dulu sampai akarnya dan gak asal ambil keputusan. Cari akar permasalahannya dulu baru bertindak sesuai porsinya. kalau kaya gini kamu cuma dapat rantingnya doang tapi yang menjadi akar permasalahannya tidak kamu dapat sama sekali" tegur Reagen akan tindakan Olvin yang menurutnya masih ke kanakan sebab ia tak meminta pendapat orang lain saat mengambil keputusan besar untuk memberhentikan karyawan perusahaan yang sudah bekerja lama tanpa Olvin usut dengan tuntas permasalahannya apa yang terjadi sebenarnya


Reagen hanya bisa menghela nafas panjang sebab memang adiknya masih lah muda jadi wajar cara pikirnya masih pendek apalagi Reagen tahu betul sifat adiknya sangat keras menuruni sifat mendiang kakeknya yang terkenal dengan sikap kerasnya dan selalu merasa benar apapun yang terjadi


"kakak akan mengaudit kembali permasalahan para karyawan yang bermasalah kemarin, dan kamu harus meninjau ulang masalah itu jangan asal mengambil keputusan" tegas Reagen


Reagen berjalan ke luar ruangan Olvin dan kembali ke ruangan kerjanya, rencana kembalinya ke Inggris kali ini benar-benar melenceng dari jadwal. Padahal niat awalnya hanya satu minggu tapi ini sudah dua minggu di Inggris dan masih belum ada kepastian masalah perusahaan akan selesai kapan


"aaaahhhh" Reagen menghela nafas lelah akan pekerjaan yang tak kunjung usai dan serasa menguras pikiran serta tenaganya


"drrrrttt" ponsel Reagen berbunyi dan Reagen mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon dirinya saat itu


"apa lagi! " bentak Reagen saat mengangkat panggilan tersebut


orang di seberang sana sempat terdiam saat mendengar suara bentakan Reagen begitu saja "maaf mas kalau aku ganggu kamu, tadinya aku mau nanya kabar kamu karena tiga hari sudah gak telpon aku tapi sepertinya aku salah, aku tutup kalau gitu" Zahira yang mendapat teriakan dari reagen tanpa tahu salahnya apa, tentu merasa sakit hati dan bersedih


dua minggu Reagen tak pulang dan jarang mengabarinya ini malah langsung membentaknya padahal sudah 3 hari Reagen tidak menelpon Zahira atau mengirim pesan padanya membuat Zahira begitu khawatir pada suaminya


"ya ampun sayang" Reagen terperanjat kaget saat mendengar suara istrinya yang saat itu menelpon dirinya


Reagen langsung melihat panggilan yang sudah berakhir dari istrinya "aduh gawat" Reagen tentu panik saat Zahira langsung mengakhiri panggilannya


salah Reagen sih kenapa bisa mengangkat panggilan dari istrinya segalak itu padahal Zahira tidak salah apapun

__ADS_1


Reagen berusaha menelpon kembali Zahira tapi sampai panggilan ke tiga Zahira tak kunjung mengangkatnya


"maaf sayang tadi mas gak tahu kalau kamu yang nelpon mas, mas lagi banyak dapat panggilan telpon soalnya" pesan yang Reagen tulus untuk Zahira


"ya sudah sana sibuk sendiri, ia sih Zahira gak penting


 Kerja aja terus, lupain aja kalau punya istri" balas Zahira dan langsung menonaktifkan ponselnya membuat Reagen makin ketar-ketir saja sebab mereka terpisah jarak yang cukup jauh dan harus menempuh waktu lama untuk bisa bertemu


Reagen mengumpat kasar saat membaca pesan dari Zahira yang merajuk " Sial" kesal Reagen melempar barang ke sembarang arah sebab istrinya kini sedang merajuk tapi ia tak bisa segera menyusul istrinya karena terhalang masalah yang di buat adiknya


di belahan dunia lainnya, Zahira memilih pergi jalan-jalan untuk menenangkan hatinya yang sedang kesal karena tingkah suaminya


"kemana ya" gumam Zahira saat sedang mengendarai mobilnya di sepanjang jalanan, bingung harus kemana


"ajakin Mila kali ya" gumam Zahira segera menghidupkan ponselnya untuk menghubungi teman yang kini mulai dekat dengannya


" Mila" panggil Zahira saat panggilannya sudah tersambung


"jalan yuk, bosen nih di rumah" ajak Zahira


"kemana jam segini" Maya melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul tujuh malam "gak pernah aku pergi jam segini jadi gak tahu bisa kemana di jam segini" ucap Mila jujur apa adanya


"kemana ya" Zahira juga bingung mau kemana di jam segini karena memang dirinya juga jarang keluar di malam hari


tadi ia asal keluar rumah hanya karena sebal dengan suaminya yang membentak dirinya saat menelpon padahal ia menelpon karena merindukan suaminya yang sedang berada jauh darinya


Mila nampak berpikir untuk kemana di jam segini karena dirinya hampir mirip dengan Zahira jarang keluar di malam hari "ya sudah ke sini saja" Maya mengakhiri panggilannya dan mengirimkan sebuah alamat pada Zahira


tak lupa maya memberitahu Zahira akan segera menyusul ke sana secepatnya jadi Maya meminta Zahira menunggu sebelum masuk ke dalam


setelah membaca pesan Mila, Zahira memeriksa ponselnya dan terdapat banyak pesan dari suaminya, tapi masih Zahira abaikan sebab dia sedang sangat kesal dengan Reagen yang membentaknya tanpa tahu kesalahannya apa

__ADS_1


tak lama waktu berselang Zahira sampai di alamat yang di berikan oleh Mila "panti Asuhan" gumam Zahira merasa heran kenapa Mila malah mengajaknya ke panti asuhan


Zahira bertanya-tanya kenapa Mila mengajaknya kemari dan tak lama Zahira menunggu mobil berwarna silver berhenti di dekat mobilnya yang ternyata Mila adalah pemilik mobil itu


"Mila" Zahira keluar dari mobil dan berjalan ke arah Mila


"kok kamu ajak aku kemari" tanya Zahira heran dengan tujuan Mila


"ya katanya mau ajak keluar" Mila menggandeng tangan Zahira menuju panti asuhan tersebut


"Kak Mila" teriak seorang wanita menghampiri Mila dan langsung memeluk Mila, Mila langsung membalas pelukan anak-anak yang tinggal di panti asuhan dengan begitu erat


anak itu menoleh pada Zahira "kak Zahira kan " tanya anak perempuan bernama Santi


Mila menoleh ke arah Zahira "kamu pernah ke sini" tanya Mila heran kenapa Santi bisa mengenal Zahira


"iya, beberapa kali saja sih" balas Zahira dengan senyum tipisnya


"bagus dong" Mila mengajak Zahira mengobrol dengan anak panti asuhan dan membantu beberapa anak yang sedang mengerjakan PR mereka


Sampai di jam 10 Zahira dan Mila pamit pulang karena hari sudah malam "kamu kalau bosan menginap saja di rumahku, besok kita gak ada kelas kan" ajak Mila


"malu ah sama orang tua kamu, malam-malam datang dan nginap di rumah kamu" tolak Zahira tak ingin merepotkan Mila


"Mamah sama papah lagi ke luar negeri, entah kapan pulang" balas Mila


Zahira nampak berpikir, rasanya tak masalah jika tidak ada orang tua Mila di rumah "ya sudah deh aku nginap di rumah kamu, bosen juga di apartemen sendirian" putus Zahira untuk menginap di rumah Mila


"asyik ada teman deh" girang Mila begitu semangat Zahira akan menginap di rumahnya malam ini sehingga ia tidak akan kesepian untuk malam ini karena sekarang ada teman yang bisa ia ajak mengobrol bersama


"tapi beneran gak ngerepotin kan" tanya Zahira kembali

__ADS_1


"enggak kok" Mila meminta Zahira mengikutinya dari belakang untuk menuju rumahnya


__ADS_2