You Are My Regret

You Are My Regret
Pertemuan keluarga Ghazanfer


__ADS_3

***


Setelah menempuh jarak jauh selama lebih kurang 12 jam penerbangan dari Indonesia ke Inggris qiran beserta keluarganya sampai di bandara kota London


Sesampainya di sana qiran dan kedua orang tuanya sudah di jemput oleh orang suruhan uncle akhtar


qiran duduk di hadapan daddy attaf yang duduk berdampingan dengan mommy asmira “jangan terlalu dekat dengan uncle kamu qiran” ucap daddy attaf


Qiran menatap tajam daddy attaf “dia uncle aku, kenapa aku tak boleh dekat dengannya” Tanya qiran dengan nada sinis


Daddy attaf melirik jalanan dari balik jendela mobil yang di naikinya “kau tidak terlalu mengenal uncle kamu. Dia bisa saja memanfaatkamu qiran. Jangan lupa kau adalah pewaris seluruh harta kekayaan daddy” ungkap daddy attaf


Qiran terkekeh “daddy terlalu picik!” umpat qiran kepada daddy nya “jangan lupakan kalau uncle membesarkan perusahaan keluarga ghazanfer di usianya yang masih terbilang muda. Dan harusnya daddy tak lupa kalau harta


keluarga kakek jauh lebih besar dari milik kita” sahut qiran yang tahu betul seberapa besar harta keluarga kakeknya


daddy menatap kesal qiran “apa kau tak bisa tak menjawab daddy mu hah” kesal daddy attaf


“makanya jangan memancingku” balas qiran acuh dan membuang mukanya kasar


"sudah dad" mommy asmira mengusap lembut punggung tangan daddy attaf


30 menit perjalanan keluarga qiran sampai di kediaman pribadi milik uncle akhtar ghazanfer, adik dari attaf ghazanfer


Saat mobil sudah berhenti di pelataran rumah uncle akhtar sang pemilik sudah berdiri untuk menyambut kedatangan keponakan, kakak serta kakak iparnya


Melihat ada uncle nya qiran bergegas turun dari mobil dan berlari “uncle” qiran langsung memeluk erat uncle akhtar


“hai keponakan uncle” uncle akhtar balas memeluk qiran erat


rasa rindu pada keponakan satu-satunya itu tentu sangat besar karena sudah lama mereka tak bertemu


“qiran kangen uncle” ucap qiran dengan nada manja


Daddy attaf menatap tak suka interaksi antara adik dan anaknya “lihatlah anak kita, mana pernah dia seperti itu padaku” bisik daddy attaf


Mommy asmira hanya menghela nafas “itu karena daddy terlalu keras dengannya, dan kita jarang ada waktu untuk anak kita ” balas mommy asmira


“kau menyalahkanku” Tanya daddy attaf


Merasa percuma berdebat dengan suaminya yang begitu keras, dirinya memilih menyapa adik iparnya


Mommy asmira menggeser tubuh qiran yang masih betah memeluk uncle nya  dengan gerakan pelan “hai akhtar” sapa mommy asmira memeluk adik iparnya

__ADS_1


“hai kakak ipar” balas uncle akhtar membalas pelukan kakak iparnya


“huh” daddy attaf hanya mendengus kesal melirik adiknya yang masih di sambut baik oleh anak dan istrinya


“kakak” uncle akhtar ingin memeluk kakaknya tapi kakaknya langsung melengos masuk ke dalam rumah tanpa dipersilahkan oleh sang pemilik


uncle akhtar hanya menghela nafas dengan sikap kakaknya yang tak pernah berubah itu “ayo masuk” ajak uncle akhtar pada qiran dan kakak iparnya


mommy asmirah merasa tak enak dengan kelakuan suaminya “maafin kelakuan attaf ya akhtar” ucap mommy asmira dengan nada lirih


Uncle akhtar hanya menyunggingkan senyumnya “sudah biasa kak, dia sudah seperti ini sejak aku lahir” balas uncle akhtar yang berusaha berwajah biasa saja dengan tingkah kakaknya


qiran mengalungkan tangannya di lengan uncle akhtar “oh ya uncle, nenek alaya jadi ke sini tidak?” Tanya qiran


“jadi, dia sedang beristirahat di kamarnya” balas uncle akhtar


“ya ampun, ibu di sini” ucap mommy asmira kaget  mendengar kabar mertuanya yang ternyata ada di rumah adiknya


“iya kak, ibu datang kemarin lusa, kesehatannya kurang baik jadi aku minta ibu untuk tinggal denganku agar lebih mudah mengurusnya” balas uncle akhtar


“ya ampun ibu” mommy asmira jadi merasa tak enak hati karena sebagai menantu satu-satunya yang di miliki nenek alaya tapi dirinya tak bisa mengurusnya karena perdebatan yang sempat terjadi antara daddy attaf dan adiknya uncle akhtar


“antar kakak ke sana ya” pinta mommy asmira


“iya kak” balas uncle akhtar


Mommy asmira menoleh ke arah suaminya “mau ketemu ibu dad, beliau di sini katanya kondisinya kurang baik” sahut mommy asmira


mendengar ada ibunya, Daddy attaf langsung bangun dan mengikuti langkah adiknya menuju kamar sang ibu


“nenek” qiran langsung memeluk neneknya saat melihat neneknya yang sedang duduk bersandarkan headboard di kamarnya


“cucuk nenek” nenek alaya langsung balas memeluk cucunya erat


“kata uncle nenek sakit” qiran mengurai pelukannya menatap sedih neneknya


“ini hanya kondisi tubuh nenek yang sudah renta saja” balas nenek alaya mengusap lembut kepala qiran


“ibu” mommy asmira langsung memeluk ibu mertuanya erat


“maafin asmira ya bu gak pernah jenguk ibu” ucap mommy asmira penuh rasa penyesalan karena sudah bertahun-tahun tak menemui sang mertua


Nenek alaya mengusap punggung mommy asmira lembut “ibu ngerti kok nak, kalian kan sibuk ” ucap nenek alaya menenangkan hati menantunya

__ADS_1


Mommy asmira mengurai pelukannya menatap wajah ibu mertuanya yang sudah memasuki usia kepala 6 itu “ibu sakit?” Tanya mommy asmira dengan nada lembut


“hanya tubuh renta ibu saja yang sudah mulai lemah” balas nenek alaya dengan nada lembut


Qiran menatap sinis daddy nya yang hanya diam mematung di dekat pintu masuk “daddy gak kangen sama nenek, sudah 7 tahun loh sejak terakhir daddy jenguk nenek alaya” kesal qiran pada sikap angkuh daddy nya


Ya terkahir pertemuan daddy attaf dan nenek alaya adalah sekitar tujuh tahu lalu. Saat usia uncle akhtar memasuki 18 tahun bertepatan dengan meninggalnya kakek ashraf ghazanfer, membuat nenek alaya menjadikan anak


bungsunya sebagai pewaris harta dan perusahaan besar ghazanfer karena beberapa pertimbangan saat itu


Mata daddy attaf mulai mengembun tapi keangkuhannya membuat wajah datarnya tetap terlihat sedingin kutub utara


Nenek alaya menatap sendu anak sulungnya , merentangkan kedua tangannya lebar “apa tidak bisa memeluk tubuh renta, yang ternyata masih jadi ibumu ini” ucap nenek alaya dengan nada lirih


Daddy attaf berjalan pelan ke arah ibu kandungnya itu dan langsung memeluk erat nenek alaya “ibu harus berusia panjang, dan melihat aku bisa mengalahkan akhtar” ungkap daddy attaf dengan pongahnya tapi sedikit serak karena mencoba menahan isak tangis


Qiran hanya mendengus kesal dengan daddy nya  yang masih sempat-sempatnya angkuh pada ibunya yang jelas-jelas sangat ia rindukan “kalau tuhan masih memberi kesempatan ibu untuk hidup lebih lama,ibu pasti akan


melihatnya” balas nenek alaya dengan nada lembut


Daddy attaf yang sombong dan dingin itu tetaplah seorang anak. Seorang anak yang di manja sampai usianya tujuh belas tahun tapi harus terhenti karena ia memiliki seorang adik di usia remajanya.


Daddy attaf memeluk erat ibunya dengan suara terisak yang sekuat tenaga ia tahan tapi tetap saja tumpah  begitu saja “ibu pasti berumur panjang” cicit daddy attaf


Nenek alaya tersenyum hangat “semoga tuhan mendengar doamu” sahut nenek alaya


“ibu pasti bisa lihat attaf lebih sukses dari akhtar” kesal daddy attaf yang Nampak seperti anak kecil sedang merengek minta diperhatikan oleh ibunya


Nenek alaya mengusap punggung puteranya “ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak ibu, apapun itu “ ucap nenek alaya yang begitu bijak dalam berucap agar tidak menyakiti hati kedua anaknya


“cih cengeng” ledek qiran menatap jengah daddy attaf yang langsung mendapat pelototan tajam dari  daddy attaf


“berani ya kamu sama daddy” geram daddy attaf


“sudah attaf” nenek alaya mengusap lengan daddy ataf lembut


“jangan selalu mengajak bertengkar putrimu” ucap nenek alaya memperingati


perdebatan antara ayah dan anak itu memang tak hanya berlangsung setahun atau dua tahun saja tapi semenjak qiran masih kecil dan sudah bisa berdebat, dirinya sudah selalu berdebat dengan daddy nya maka dari itu hampir seluruh keluarga besar tahu akan kebiasaan perdebatan mereka


“dia saja yang ngeselin bu” tunjuk daddy attaf pada qiran


“dasar daddy aja tukang adu, segede gitu masih ngadu sama nenek” balas qiran mencibir daddy attaf

__ADS_1


Melihat emosi anaknya yang sudah akan meledak nenek alaya menarik tangan qiran ke dekatnya “malam ini mau temani nenek tidur” Tanya nenek alaya


“iya nek, mau” qiran mengangguk senang memeluk sang nenek yang sangat di sayanginya dan sangat di rindukannya


__ADS_2