You Are My Regret

You Are My Regret
Keluarga Besar Suami


__ADS_3

Zahira dan Reagen sudah mendarat dengan selamat di bandara negara Inggris "capek sayang" tanya Reagen


Zahira yang masih bergelanyut manja di lengan reagen hanya mengangguk "iya mas capek, gak nyangka kita lama banget di pesawatnya, Zahira paling jauh juga perginya ke Singapura atau Korea" Zahira memang belum pernah pergi terlalu jauh, hanya kawasan Asia saja yang sudah pernah ia sambangi, itu pun saat ia. masih kecil


"itu yang jemput sudah datang, kita ke rumah utama dulu buat nyapa mommy dan daddy ya, baru kita pulang ke rumah kita" ucap Reagen


"rumah kita " beo Zahira tak menyangka Reagen memiliki rumah sendiri


"mas punya rumah sendiri di sini" tanya Zahira


"punya lah sayang, itu hadiah dari kakek dan nenek pihak mommy. Sebenarnya rumah pemberian daddy juga ada tapi mas lebih suka nempatin rumah pemberian kakek, lebih nyaman karena tidak terlalu ramai dan suasana lebih tenang" jelas Reagen


"oh" Zahira hanya menganggu walaupun di hatinya heran kenapa di Indonesia reagen tidak memiliki rumah padahal uangnya banyak, di Inggris saja yang apa-apanya mahal ia bisa memiliki lebih dari satu rumah


reagen yang seolah tahu isi pikiran istrinya mengusap lembut kepala Zahira "di Indonesia mas juga sedang bangun rumah kok, cuma karena belum selesai di bangun jadi kita masih tinggal di apartemen" ungkap Reagen


"benarkah" Zahira langsung berseri-seri saat mendengar hal itu


Reagen terkekeh akan tingkah Istrinya "kamu sesenang itu akan memiliki rumah di sana dan gak akan tinggal di apartemen" tanya reagen sembari mencubit gemas pangkal hidung Zahira


"aku bukannya gak senang tinggal di apartemen mas, cuma kalau di apartemen berasa gak punya tetangga. Orangnya sibuk sendiri-sendiri soalnya jadi berasa hidup sendirian. Kalau di rumah ayah, Zahira kenal sama beberapa orang di sana dan kadang juga bisa di ajak main atau di tanya-tanya saat ada yang kita gak tahu" Zahira sebenarnya tidak menuntut suaminya harus memberikannya rumah tapi ia merasa lebih nyaman jika tinggal di rumah bukannya di apartemen


"doakan saja pengerjaannya cepat selesai sayang, jadi kita bisa cepat pindah ke sana. Pengerjaannya baru enam bulan dan rencananya itu akan selesai dalam satu tahun jadi mungkin kita akan menempatinya setelah ulang tahun pernikahan kita yang pertama " ucap Reagen


"amiin, semoga setelah setahun menikah nanti kita bisa tinggal di rumah baru dan ada anggota baru di keluarga kita ya mas" balas Zahira


"amiiin" balas Reagen


***


Zahira dan Reagen berjalan ke rumah keluarga Javerson dengan langkah perlahan "sepi ya mas" tanya Zahira

__ADS_1


"daddy kondisinya kurang baik, dan hanya mau di urus mommy jadi rumah di kurangi pekerjanya, jam segini sudah balik ke paviliun yang di belakang" balas Reagen


reagen mengajak Zahira masuk ke dalam kamar besar milik kedua orang tuanya "dad" sapa Reagen


"Hai mantu daddy datang" sapa daddy Thomas saat melihat Reagen datang bersama Zahira


"daddy" Zahira menghampiri daddy Thomas yang terbaring di atas ranjang dan mencium punggung tangannya


"maafin Zahira ya dad, baru bisa datang kemarin setelah menikah. Zahira terlalu sibuk dengan perkuliahan, untung ini sedang libur semester jadi Zahira bisa berkunjung untuk menjenguk daddy dan mommy Kassy" unkap Zahira


"daddy ngerti kok dengan kesibukan kamu yang baru menempuh pendidikan perguruan tinggi" Daddy sama sekali tak menuntut menantunya harus sering berkunjung sebab Daddy Thomas termasuk orang yang tidak terlalu mengharuskan anaknya sering berkumpul pada satu momen


"ngomong-ngomong daddy sakit apa? apa kurang baik sampai daddy terus rebahan di ranjang" Zahira tentu merasa cemas daddy mertuanya rebahan di atas ranjang dalam kondisi wajah pucat


Daddy Thomas membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman bicara "hanya kondisi daddy yang makin tua saja, daddy sebenarnya mampu jalan tapi mommy kamu terlalu khawatiran orangnya" balas Daddy Thomas melirik ke arah istrinya yang duduk dekat dirinya


"gimana mommy gak cemas dad, waktu daddy kena serangan jantung ringan tentu mommy khawatir sama daddy" sahut Mommy Kassy masih mengingat jelas bagaimana suaminya hampir jatuh pingsan dan ternyata ia terkena serangan jantung


Zahira tersenyum melihat kedua pasangan yang begitu saling mencintai di hadapannya "Zahira senang deh lihat mommy dan daddy terlihat begitu saling mencintai walau usia kalian sudah tidak lagi muda" puji Zahira akan keharmonisan kedua mertuanya


"bisa seromantis ini melewati banyak proses, di awal daddy di tolak loh sama Mommy tapi berkat kegigihan dan kesabaran Daddy buat ada terus di samping mommy melewati masa tersulitnya, hati mommy Kassy sepenuhnya sudah untuk daddy" jelas Daddy Thomas


"semua emang butuh proses dad" Zahira membenarkan ucapan Daddy Thomas


"kamu ajak istirahat dulu zahira, baru setelah olvin pulang kita makan malam bersama" titah Mommy Kassy


"iya mom" balas Reagen


Reagen mengajak Zahira ke kamar mereka yang ada di lantai atas "ini kamar siapa aja kak" tanya Zahira saat melihat ada tiga kamar di lantai atas


" yang paling sana itu kamar ara, sebelahnya lagi kamar olvin, dan yang ini kamar kita" tunjuk Reagen pada kamar yang ada dihadapannya

__ADS_1


Zahira memasuki kamar Reagen yang terlihat begitu luas dan bernuansa putih, abu-abu "kamar maaf Reagen jauh lebih luas dari kamar aku rupanya " takjub Zahira akan kamar Reagen yang baru pertama kali ia lihat


"iya lah, secara mas kan anak sulung jadi kamar kakak memang yang paling luas di antara kamar anak daddy yang lain " jelas Reagen


"oh" Zahira mengangguk paham


reagen duduk di tepi ranjang dan Zahira ikut duduk seperti Reagen tapi bedanya Zahira duduk di pangkuan Reagen "ada apaan nih duduknya kaya gini" tanya Reagen mendapati istrinya duduk di pangkuannya, tak seperti biasanya saja


Zahira mengalungkan tangannya di leher Reagen "mas besok ikut ke kantor ya, pengen lihat suasana perusahaan mas sekalian liat mas ganjen gak kalau di sini" pinta Zahira ingin ikut ke kantor bersama reagen besok


"apaan sih Zahira "kekeh Reagen melihat istrinya yang begitu menggemaskan


" boleh engga" ulang Zahira


"boleh dong, apa sih yang engga buat istri tercintanya mas" balas Reagen mencumbu mesra bibir berwarna merah muda yang berada tepat di hadapannya


"main sekali boleh" pinta Reagen dengan suara gemasnya


"tentu boleh, apa sih yang engga buat suami tercinta Zahira" balas Zahira dengan gemas menyambar bibir tebal milik Reagen


"istri mas makin pinter bikin mas klepek-klepek deh" puji Reagen


"tentu harus pinter dong, biar suaminya tambah cinta dan gak bisa berpaling " balas Zahira


Zahira mendorong tubuh Reagen dan merangkak dengan gaya sensual di atas tubuh Reagen "show time" bisik Zahira di telinga Reagen sambil tangannya yang terus melucuti setiap kancing kemeja milik Reagen


Reagen kali ini pasrah saja dengan apa yang di lakukan Zahira, sebab ia ingin melihat sejauh mana istrinya belajar untuk menyenangkan suami


Setelah pergulatan panas antara Zahira dan Reagen, mereka pun bergegas turun untuk makan malam bersama olvin sebab tanpa mereka sadari, mereka terlalu lama bermain sampai-sampai waktu sholat maghrib mereka hampir saja terlewat


untung saja Zahira sadar itu dan meminta Reagen agar tidak tidur dan segera mandi dan ikut makan bersama keluarga Reagen

__ADS_1


__ADS_2