You Are My Regret

You Are My Regret
Menyenangkan hati suami


__ADS_3

"sreeeeet" Zahira membuka pintu kamar ganti di kamar milik suaminya menggunakan lingerie berwarna hijau lumut membuat tubuh putihnya terlihat jelas dan begitu kontras


"waaaaaauwww" teriak reagen melihat istrinya memakai lingerie yang sudah ia siapkan


Zahira menatap tajam ke arah Reagen "mas sengaja ya naro ini di sana biar Zahira gak bisa pilih yang lain " tuduh Zahira dengan menyipitkan matanya


"hehehehehe" tawa renyah keluar dari bibir Reagen "sekali-kali nyenengin suami boleh dong" pinta Reagen


Zahira menghela nafas pendek "boleh dong, apa sih yang gak boleh" Zahira langsung tersenyum ke arah suaminya


Zahira melangkah dengan gaya sensual ke arah Reagen dan langsung mengalungkan tangannya di leher Reagen


"mau gimana mas di senangkannya " tanya Zahira dengan nada sensual


Reagen melingkarkan tangannya ke pinggang Zahira "kita langsung OTW bikin Reagen junior" ajak Reagen dengan senyum tipisnya


"oke my husband" Zahira langsung saja melompat ke arah Reagen dan melingkarkan kakaknya di pinggang Reagen


reagen dengan sigap menahan tubuh Zahira agar tidak terjatuh "kau makin nakal sayang" bisik Reagen


"nakal dengan suami tidak masalah bukan" tanya Zahira dengan suara beratnya


"tentu, malah mas suka sekali" bisik Reagen sambil memberikan sentuhan-sentuhan memabukkan di tubuh Zahira


***


Kembali Ke Indonesia


Nidya tengah membantu Edeline yang sedang mabok karena kehamilannya yang kedua ini


"kenapa hamilku yang ini gini banget ya, padahal dulu gak gini" keluh Edeline saat ia baru keluar kamar mandi untuk yang kesekian kali


"sabar ya Edeline, kakak emang belum pernah ngerasain hamil kaya kamu tapi setelah perjuangan keras kamu di kehamilan ini pasti kamu akan sangat bahagia setelah melihat anak kamu lahir nanti" ucap Nidya terus memberi semangat pada Edeline agar terus kuat


"tapi kalau ada mas Jo gak gini tahu kak, mual Edeline langsung hilang" Edeline menoleh ke arah Nidya "apa aku susul saja ya ke kantor" tanya Edeline


"tapi kata om jo, nunggu kamu masuk trisemester ke dua baru boleh sering ikut ke kantor, ini bukannya belum ya" balas Nidya


"ih cuma seminggu lagi masuk trisemester duanya, mas jo emang berlebihan kadang" kesal Edeline


"sabar Edeline, om jo itu sayang banget loh sama kamu jadi nurut saja apa perintahnya" nasehat Nidya

__ADS_1


"iya kak, aku tiduran dulu ya, lemes banget ini" izin Edeline


"iya Nidya, kakak keluar buat lihat daiyan dulu ya" pamit Nidya


"iya kak, nitip daiyan dulu ya" balas Edeline


"iya" Nisya berjalan ke luar untuk melihat Daiyan yang sedang bermain bersama mommy Qiran dan nenek tasmirah


"pagi daiyan" sapa Nidya dengan suara khas anak kecil


"Edeline masih mual" tanya Mommy Qiran


"masih mom, sekarang sedang tidur" balas Nidya


"Edeline hamilnya susah banget kayanya, dulu saat hamil Daiyan sepertinya dia santai-santai saja" celetuk mommy Qiran


"kata Edeline sih iya mom, yang ini berat banget katanya" sabut Nadya


"oh ya, bagaimana progres pengobatan Lucas, lancar" tanya Nenek tasmirah


"lancar nek, kata dokter kondisi mas Lucas sudah mulai membaik dan sudah bisa membuahi tapi kalau sampai terjadi mungkin kondisi kehamilan Nidya akan lemah jadi katanya berusaha untuk jangan hamil dulu" balas Nidya


"harus hati-hati dong ya di masa ini" sambung mommy Qiran


"iya ya nek, padahal dua minggu sebelum ke Inggris waktu itu aku datang bulan, dan ini sudah satu bulan lebih ya, berarti telat dong aku" balas Nidya


"coba kamu periksa Nidya, kamu kan selalu rutin konsumsi obat penyubur kandungan, kalau sampai beneran hamil kamu harus periksa ke dokter dong karena dokter bilang kondisi kehamilan kamu akan lemah jika sampai hamil di masa ini" titah Mommy Qiran


"ya sudah aku periksa sekarang ya mom" Nidya berjalan ke arah kamarnya untuk melaksanakan apa yang di sarankan mommy Qiran padanya


Nidya langsung mengambil satu testpack yang ia simpan dalam lemari di kamar mandi, dan melakukan setiap langkah sesuai dengan instruksi


Nidya memejamkan matanya saat melihat penampakan testpack yang sudah ia celupkan ke dalam gelas berisi air seni miliknya


"semoga dua" doa penuh harap Nidya panjatkan


Nidya membuka matanya perlahan dan "akhirnya " Nidya begitu bersyukur bahwa penantiannya selama dua tahun terbalas juga


Nidya buru-buru membawa hasil testpack nya pada Mommy Qiran dan nenek tasmirah "lihat mom, nek" Nidya menunjukan hasil testpack itu pada Mommy Qiran dan juga nenek tasmirah


"syukurlah" mommy Qiran bwgitu bahagia Nidya bisa hamil setelah sekian lama

__ADS_1


"cepat kabari Lucas" nenek Tasmirah mengambil ponselnya berniat mengabari Lucas


"nanti dulu nek" Nidya menahan tangan Nenek tasmirah yang ingin menghubungi Lucas


"kenapa, ini kabar bahagia loh" tanya nenek tasmirah


"nenek lupa dengan ceritaku tadi" tanya Nidya


nenek tasmirah kembali mengingat cerita Nidya perihal kelanjutan proses pengobatan Lucas dan resiko apa yang terjadi jika Nidua sampai hamil "kandungan kamu yang akan lemah jika hamil di periode ini" balas nenek Tasmirah


"aku ingin memeriksa terlebih dahulu, baru bicara sama mas Lucas " balas Nidya


"ya sudah ayok nenek temani, kita sekarang ke rumah sakit buat memastikan" ajak Nenek Tasmirah


"iya nek" Nidya menoleh ke arah mommy Qiran


"mommy si rumah saja, kasihan Edeline kalau di tinggal, dan kasihan juga kalau daiyan sampai di ajak" ucap Nidya meminta mommy Qiran untuk tetap di rumah saja


"iya nidya, kabarin mommy ya perkembangannya" pinta Mommy Qiran menerima usul Nidya sebab memang tak mungkin ia meninggalkan Edeline yang sedang mabok parah


Jonathan yang awalnya hanya ingin menitipkan Edeline serta daiyan saat bekerja menjadi harus menginap sebab Edeline benar-benar ekstrim merasakan ngidamnya kali ini


daiyan saja tak terurus oleh Edeline, tapi beruntung Mommy Qiran dan nenek tasmirah dengan senang hati mengurus Daiyan selama Kondisi Edeline yang belum membaik


***


"jadi gimana dok kondisi kehamilan saya" tanya Nidya saat dirinya sudah selesai di periksa


dokter kandungan dengan papan nama Risma Ardisti menghela nafas panjang "seperti yang sudah saya sampaikan bahwa kandungan anda akan lemah jika hamil dalam periode ini sebab tuan Lucas belum benar-benar sembuh. ini saja sebuah keajaiban anda bisa hamil" ungkap Dokter risma dengan suara pelan


"lalau saya harus gimana dok" tanya Nidya


"sebaiknya anda bedrest total nyonya, nanti biar saya yang rutin datang ke rumah anda untuk mengecek kondisi kehamilan anda. Anda juga jangan sampai telat minum obat dari saya agar kandungan anda bisa bertahan " jelas dokter risma


"tapi saya masih bisa mempertahankan bayi saya kan dok" tanya Nidya


"masih, tapi kita tetap harus memantaunya dengan ketat dan anda harus bed rest total nyonya " balas Dokter risma


"baik dok, saya akan turutin semua anjuran dokter" balas Nidya


Nidya dan nenek tasmirah keluar ruangan dokter risma dengan perasaan campur aduk "kamu harus benar-benar jaga kesehatan kamu Nidya, nanti nenek akan minta orang buat bawain makanan kamu ke atas, biar kamu gak naik turun tangga, pokoknya kamu harus rileks dan gak mikirin apapun" ucap nenek Tasmirah

__ADS_1


"iya nek, aku akan jaga anak aku dengan baik" Nidya mengusap lembut perutnya yang masih rata


__ADS_2