You Are My Regret

You Are My Regret
Jalan pikiran orang tua kadang tak sama dengan anak


__ADS_3

Jay melirik ke arah spion kemudi untuk melihat keluarga tara yang sedang tertidur karena pejalanan jauh "om" panggil Jay dengan suara lirih agar tidak membangunkan anggota keluarga tara


"ya" balas om revandra


"tara kemarin mendatangiku dan qiran" ucap Jay dengan suara lirih


om revandra tertawa ringan "ah om lupa kalau kau sudah menikah dengan qiran jadi kamu pasti tahu aib apa yang di buat anak om itu" om revandra tersenyum miris mengingat pilihan hidup tara yang membuat dirinya cukup malu dan tak memahami jalan pikiran tara


"di jaman sekarang ini orang-orang di beri kebebasan dalam memilih jalan hidup mereka, walaupun mungkin kalau menurut orang di jaman dulu itu aneh dan sebuah aib" sahut Jay ingin memberikan cara pandang lain pada ayah sahabatnya itu


om revandra menatap lurus jalanan di depan yang terlihat ramai yapi cukup lancar tanpa hambatan "jaman sekarang memang memberi banyak kebebasan Jay" om revandra menoleh ke arah Jay "tapi terkadang jalan pikiran orang tua dan anak memanglah tak mesti sama" om revandra menghela nafas panjang mengingat pilihan hidup sang anak yang membuatnya sakit kepala dan begitu kesulitan


"mungkin sekarang mereka kekeh bersama atas nama cinta, tapi bagaimana jika cinta itu pudar" tambah om revandra


"mencintai atau tidak mencintai adalah sebuah pilihan om. mau tetap mencintai atau menghilangkan cintai juga sebuah pilihan walaupun kadang lebih besar di pengaruhi oleh takdir kehidupan " Jay mengencangkan pegangannya ada alat kemudi


"saya pernah bicara seperti dengan tara saat saya tahu hubungannya dengan pram dulu" om revandra nampak fokus mendengarkan apa yang akan di utarakan oleh Jay


"kenapa kau berjuang begitu keras untuk cintamu yang jadi bahan pertentangan banyak orang" Jay menoleh sekilas pada om revandra melihat apakah om revandra memdengarkannya


"dia menjawab, 'apakah kau tak mau memperjuangkan qiran' tentu saja saya menjawab tentu saya akan memperjuangkan cinta saya pada qiran bagaimanapun sulitnya itu, lalu tara bilang lagi ke saya 'sama rasa cinta yang aku rasakan sama dengan cinta yang kamu rasakan jadi tentu aku ingin memperjuangkannya bagaimanapun caranya' " ucap Jaye menceritakan obrolannya dengan tara kala itu


"tapi cinta mereka berbeda denganmu Jay. itu cinta yang salah dan tidak pada tempatnya " sahut om revandra tetap merasa cinta tara dan pramudia adalah sebuah kesalahan yang harus segera di luruskan


Jay tersenyum simpul "ini juga pernah saya tanyakan om dan dia bilang ke saya, 'apa bedanya, toh perasaan ingin memiliki, melindungi, ingin membahagiakan dan memberikan segala yang terbaik untuknya tetaplah sama. hanya karena cinta kita berbeda bukan berarti hal yang salah untuk mencintai seseorang karena cinta yang kami punya tidak merugikan orang lain" ungkap jay

__ADS_1


om revandra terdiam sesaat dan nampak memikirkan apa yang di ucapkan jay tentang obrolannya dengan tara


"aku sudah pernah bicara padanya, bahwa kadang cinta seperti ini tak mungkin akan bertahan lama dan akan mudah mengikis seiring waktu dan bisa membuat kau menyesal karena pilihanmu ini" ucap jay


"lalu apa yang di jawab'" tanya om revandra


jay memposisikan dirinya untuk menjawab seperti apa yang di ucapkan tara


"aku tak akan menyesal jay, walaupun nanti cinta kita sama-sama menghilang biarlah itu jadi kenangan indah antara aku dan pram. untuk saat ini dan saat cinta itu masih ada, aku ingin selalu bersamanya dan mencintainya selalu. Aku tak ingin menganggap anggapan orang lain tentang hubungan kami atau hinaan orang lain terhadap hubungan kami bisa mengurangi rasa bahagiaku dan juga rasa cintaku untuknya " jay menirukan setiap ucapan tara dengan kalimat dan ekspresi yang begitu dramatis dan terlihat begitu menyentuh


beruntung jay pernah menjadi seorang aktor jadi dia tak akan sulit mengingat atau mendalami peran sehingga ucapan tara yang selengekan padanya dulu, bisa di ubah jay menjadi lebih dramatis dan terkesan menyentuh


om revandra nampak berpikir lagi tentang pilihan tara


"maaf jay, om tahu kamu berusaha untuk membantu sahabatmu itu tapi om adalah orang tua dan tetap kan jadi orang tua" om revandra tampak begitu miris menghadapi kisah hidup anak sulungnya


"walaupun dia lahir karena kesalahan om yang memaksa ibunya dan berakhir ibunya meninggalkannya tapi om selalu berusaha memberikan segala yang terbaik untuk anak om, om sayang dia sama dengan anak-anak om yang lainnya. walaupun om membenci ibunya dan dia yang selalu membuat om kesal dan naik darah tapi om tetap menyayangi tara dan ingin tara selalu bahagia" ungkap om revandra dengan tulus


Jay tentu dapat melihat ketulusan di mata om revandra untuk tara anaknya


ketulusan orang tua untuk anaknya yang belum pernah ia dapatkan


hatinya sedikit tersentuh, mungkin bawaan dia yang akan jadi orang tua dan ingin yang terbaik untuk anaknya


"baiklah om, jay akan bicara pada tara untuk setidaknya menikah dengan wanita pilihan om sampai mereka memiliki anak dan jika masih besar rasanya pada pram, mereka akan mengakhiri hubungan itu" ucap jay mengulang rencana om revandra yang ingin di lakukan untuk tara

__ADS_1


" tapi om belum menemukan siapa wanita yang mau menikah dengannya hanya sampai memiliki anak" balas om revandra dengan jujur


"aku akan membantu mencarinya, dan om yang akan menyeleksinya" balas jay


"kamu yakin akan membantu om" tanya om revandra tak percaya jay akan membantunya


"aku tahu tara sahabatku om, tapi aku juga akan jadi orang tua jadi aku juga tahu apa yang om rasakan saat ini" jelas jay


"Terima kasih jay, Terima kasih" balas om revandra dengan tulus


***


Jay nampak duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya untuk melihat sosial media miliknya, dan sekedae menyapa para penggemarnya yang masih tetap setia menjadi penggemar Jay walaupun Jay sudah tidak aktif lagi di dunia hiburan


"sayang" sapa qiran saat memasuki rumah


Jay buru-buru menghampiri qitan untuk membantunya berjalan "kamu baru pulang" tanya Jay


"iya, mampir di rumah pram dulu tadi. gimana dengan om revandra sudah sampai" tanya qiran


"sudah, mereka sedang istirahat di kamar mereka" balas Jay


"gimana hasil pembicaraan" tanya qiran dengan wajah sedikit lesu


"sepertinya hasilnya sama dengan kamu" balas jay menebak hasil pembicaraan qiran

__ADS_1


"sepertinya memang kita harus bicara dengan mereka dan memberikan pengertian untuk mereka deh" ucap qiran


"iya, biar besok kita ajak mereka berdua untuk bicara" balas Jay


__ADS_2