
daddy attaf sedang menimang lucas di halaman depan rumah anak dan menantunya "pagi cucu kakek" daddy attaf mengangkat lucas tinggi membuat lucas tertawa terpingkal-pingkal
"kenapa kau begitu tampan" cicit daddy attaf
"ah, kau kan cucu kakek" balas daddy attaf masih betah membuat lucas tertawa
"dad" mommy asmirah menghampiri daddy attaf yang masih bermain dengan lucas "nih susunya lucas, pasti dia haus" mommy asmira menyerahkan dot susu lucas pada daddy attaf
daddy attaf memicingkan matanya ke arah botol yang ada di tangan mommy asmira "susu apa itu? cucukita masih usia tiga bulan jadi masih harus minum ASI" seru daddy attaf
"plak" mommy asmira langsung menepuk keras lengan daddy attaf "daddy pikir ini apa kalau bukan ASI" balas mommy asmira dengan kesal
"abis mommy kasih dot, harusnya kan qiran yang nyusuin lucas" balas daddy attaf dengan santainya
"qirannya gak turun-turun dari tadi, jadi mommy ambil stok ASI lucas yang ada di kulkas" ucap mommy asmira
"emang dia ngapain sih, jam segini belum turun juga, gak ingat apa ya kalau dia sudah punya anak" kesal daddy attaf
"mungkin dia nemenin Jay tidur, kasihan jay baru pulang jam 4 tadi jadi biarin qiran nemenin Jay, lagian kan ada kita yang bisa urus lucas" balas mommy asmira
"iya sih" daddy attaf memberikan ASI lucas
daddy attaf dan mommy asmira tentu tahu pekerjaan Jay yang kadang tak mengenal waktu, dan bisa di panggil kapan saja
"pinternya cucu kakek" daddy attaf begitu senang melihat lucas yang begitu kuat meminum ASI miliknya
"pagi" sapa daddy el menghampiri mommy asmira dan daddy attaf
"pagi" balas mommy asmirah ramah akan kedatangan daddy el
daddy attaf menatap tajam ke arah daddy el yang baru saja datang " buat apa kamu pagi-pagi kesini" tanya daddy attaf dengan ketus
"sama seperti kamu lah, yang ingin bermain dengan cucu" balas daddy el
"cih" daddy attaf memutar bola matanya malas "sekarang aja kamu anggap anak Jay cucu, selama ini kemana aja saat" ledek daddy attaf
"ayolah attaf, kamu kan tahu aku gak tahu kalau anankku masih hidup jadi jagan terus menyalahkanku" balas daddy el mulai agak kesal dengan besannya yang satu ini
"makanya kalau punya anak itu ibunya di rawat bukan di buang" balas daddy attaf
daddy el menunduk dan kembali mengingat kesalahannya "aku tahu itu, makanya aku ingin menbusnya pada cucuku" ucap daddy el yang ingin menebus kesalahannya yang tidak bersama jay dari jay kecil sampai dewasa
"sudah pergi sana, aku mau main sama cucuku" usir daddy attaf
"ayolah attaf berbagilah denganku, aku juga ingin main dengan cucuku" pinta daddy el dengan wajah memelas
daddy attaf menatap sinis daddy el "minta jay dan qiran buatin satu lagi aja, aku gak mau kamu ganggu aku dengan cucuku" balas daddy attaf tak mau berbagi dengan daddy el
__ADS_1
"gila kamu taf, emang bikin bayi kaya bikin adonan kue sehari langsung jadi" balas daddy el tak mengerti jalan pikiran daddy attaf
mommy asmira menggelengkan kepalanya ke arah kedua pria yang sudah memasuki usia paruh baya yang harusnya bersikap dewasa tapi malah makin seperti anak kecil dan tak mau mengalah satu sama lain "dari pada ribut sudah sama neneknya saja" mommy asmira mengambil lucas dari tangan daddy attaf
"sama nenek ya lucas" seru mommy asmira
"kamu sih" daddy attaf mengumpat kesal pada daddy el
"kamu yang nyebelin" balas daddy el
"tunggu mom" daddy attaf mengejar mommy asmira yang berjalan masuk ke dalam rumah
"tunggu aku juga" daddy el ikut masuk ke dalam rumah
***
Lensi makan bersama tara di dalam ruangan tara "mas kemarin pria itu datang nemuin lensi" ucap lensi
tara mengernyitkan dahinya "pria siapa" tanya tara tak tahu siapa yang di maksud lensi
"ih ngeselin sih mas" lensi jadi kesal karena tak paham dengan orang yang ia maksud
"suami mamanya mas loh" jelas lensi
"ohh" tara kini paham maksud lensi "ada apa dia nemuin kamu, mau minta bebasin mama" tanya tara
"terus" tara ingin tahu maksud pembicaraan lensi
"masa dia minta untuk aku larang ibu nikah" ucap lensi kesal
"kenapa" tanya tara masih menyuapkan nasi ke mulutnya
"katanya dia bukan pria baik" balas lensi
"emangnya dia baik"kekeh tara
"gak tahu juga aneh tuh orang main ikut campur saja" kesal lensi
"biarin saja, lagian pertemuan keluarga besar kita di adakan sabtu depan, kita bisa nilai gimana keluarga itu nanti unuk biarin ibu lanjutin rencana pernikahan atau tidak" ucap tara
"iya mas" balas lensi
"oh ya mas, nanti aku mau ketemu salah satu penulis di puncak, jadi mungkin nginep. gak papa kan mas" tanya lensi
"kok nginep sih" tara tak suka jika lensi harus sampai menginap untuk mengurus pekerjaannya
"ya gimana, kamu tahu sendiri banyak penulis besar perusahaan yang di tangani olehku dan mereka punya banyak persyaratan" balas lensi
__ADS_1
tara mencebikkan bibirnya "ya sudah deh" tara akhirnya pasrah akan lensi yang akan menginap di puncak
"terima kasih suamiku yang tampan" lensi memeluk tara dan mengecup bibir tara sebagai tanda terima kasih
"boleh nginep, tapi nanti mas susul nanti" balas tara dengan kekehan
lensi mencebikkan bibirnya "huhhh sama aja, mas tara mah sekarang ngintilin aku terus" kesal lensi
tara mendusel leher lensi "gak tahu nih, pengennya dekat kamu terus, gak pengen jauh dari kamu" ucap tara dengan jujur
lensi mengusap pipi tara "manjanya" ledek lensi pada suaminya
"biarin, sama istri sendiri saja" balas tara makin manja pada lensi
seusai makan siang lensi mengendarai mobilnya ke puncak untuk bertemu seorang penulis di salah satu resort yang ia singgahi
"apa di sini ya" lensi kembali memastikan alamat yang tertera di ponselnya
"iya" setelah yakin lensi masuk ke lobi untuk bertanya pada resepsionis
"nona, pak bagas menginap dimana ya" tanya lensi
"dengan nona siapa ya" tanya petugas resepsionis
"saya lensi, tadi saya ada janji denganpak bagas" ucap lensi
"tunggu bentar ya nona, biar saya hubungi dulu pak bagasnya" petugas resepsionis langsung menghubungi bagas
"nonan tunggu saja di sana, pak bagas akan segera ke sini" petugas resepsionis menunjuk kursi tunggu di lobi resort
lensi menoleh ke belakang sesuai arah yang di tunjuk petugas resepsionis "iya nona, terima kasih" lensi berjalan ke arah kursi untuk menunggu bagas
tak lama menunggu, orang yang ingin di temui pun datang "maaf lensi kalau aku nyuruh kamu ke sini, soalnya anak-anakku tidak mengizinkanku pergi" ucap bagas dengan tak enak hati
"gak papa, aku ngerti kok" balas lensi
"ini naskah yang sudah aku revisi, periksa lagi ya" bagas menyerahkan naskah yang ia bawa pada lensi
lensi membuka halama depannya "ya sudah aku periksa dulu ya, nanti kalau ada yang kurang langsung aku hubungi gak masalah kan" tanya lensi
"gak papa, telpon saja langsung" balas bagas
"oke, lanjutkan liburan kalian, aku juga akan ke vila ku yang dekat sini" ucap lensi
"oke" bagas pun segera pamit pergi
"plak" terdengar suara tamparan cukup keras membuat atensi pengunjung tertuju ke arah sumber suara
__ADS_1
lensi mengernyitakan dahinya kala melihat siapa orang yang mendapatkan tamparan keras itu, tangan lensi pun mengepal kuat karena itu