You Are My Regret

You Are My Regret
Kalah telak, sebelum memulai


__ADS_3

setelah membantu membawakan koper ke kamar Ara, Reagen turun dari kamar Ara menuju ruang keluarga menghampiri Jonathan yang masih duduk di sana


"semua bawaan Ara sudah saya taro kamarnya om" lapor Reagen


"ah Terima kasih Reagen sudah mau bantu" balas Jonathan


"mas makanannya sudah siap, panggil Ara gih biar bisa makan siang" ucap Edeline


"iya sayang" Jonathan mengambil ponselnya segera menghubungi Ara agar segera turun ke bawa untuk makan


setelah semua orang berkumpul,. mereka pun segera menuju meja makan "semoga kamu suka masakan aku ya ra, ini semua masakan kesukaan kamu yang ayah kamu tahu" ucap Edeline


"Terima kasih ya Edeline sudah masakin sebanyak ini buat aku" balas Ara begitu senang bahwa istri ayahnya cukup perhatian


"Sama-sama" balas Edeline


Edeline menoleh ke arah Jonathan "mas mau makan yang mana" Edeline mengambil piring dan mengambil semua makanan yang di inginkan Jonathan lalu menyerahkan untuk Jonathan


"Terima kasih sayang" Jonathan menerima pemberian Edeline dan segera menyantapnya


"oh ya Ara, kemarin CV kamu masuk ke kantor ayah dan kamu bisa mulai kerja di hari senin" ujar Jonathan


"loh aku di kantor cabang" heran Ara karena ia sempat berpikir akan di tempatkan di kantor pusat


Jonathan memicingkan matanya ke arah Ara "kantor ayah bekerja lebih sesuai untuk mengembangkan passion kamu tentang desain ketimbang kantor pusat, lagian pilihan kamu magang di kantor itu aneh, padahal lebih bagus kamu magang di butik desainer terkenal, ayah bisa bantu itu jika di sini walaupun jelas di Inggris banyak yang lebih bagus dan tentu daddy kamu bisa bantu itu" Jonathan masih merasa aneh kenapa Ara memilih magang di perusahaan dan bukanya di butik karena Ara kan mengambil jurusan Desain pakaian


"hanya ingin lebih tahu pemasaran yah, kan Ara emang pengennya kerja di perusahaan bukan membuka butik" ucap Ara mengenai cara berpikirnya dalam mengambil pekerjaan nanti


"kalau gitu harusnya kamu ambil jurusan marketing atau management bisnis" tegur Jonathan


Jonathan memang selama ini tidak pernah ikut campur urusan pendidikan Ara dan lebih percaya akan Kassy yang bisa mengurus itu semua, Jonathan hanya akan membayar biaya pendidikannya saja serta tambahan kebutuhan lain sebagai bentuk tanggung jawab sebagai seorang ayah

__ADS_1


Ara diam menunduk "maaf yah" ucap Ara dengan suara rendah


Jonathan menghela nafas "ayah tahu apa yang ada dalam pikiranmu Ara, tapi sebagai seorang ayah, Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu dan tidak membuatmu salah jalan" jelas Jonathan


"iya yah" balas Ara


Reagen tentu tahu arah pembicaraan Jonathan sebab ia juga tahu betul Ara menyukai Lucas, dan jika Ara ditempatkan di kantor pusat, intensitas pertemuannya dengan Lucas akan makin banyak dan itu akan jadi bumerang untuk Ara nanti karena makin tidak bisa melupakan Lucas


"Sudah mas, di meja makan gak bahas pekerjaan " tegur Edeline saat melihat suasana di meja makan kurang baik


"iya sayang" Jonathan mengusap pipi Edeline dengan lembut sebagai tanda persetujuan


acara makan di lanjutkan dalam keadaan hening dan hanya suara sendok yang saling bersautan


seuasai makan, Edeline dan Jonathan berkumpul di ruang keluarga begituoun juga Reagen dan Ara


"mas pegel" rengek Edeline menunjuk kakinya yang kadang membengkak jika terlalu lelah


"kakimu gitu Edeline " Ara begitu terkejut saat kaki Edeline begitu membengkak


"semenjak aku hamil suka gini kakinya kalau lelah" balas Edeline


"mommy dulu juga gitu tapi gak separah itu geh" tukas Ara mengingat bagaimana mommy nya saat hamil kedua adiknya


"setiap orang beda-beda, cuma ya aku gini cepat lelah" Edeline tengah mengusap punggung suaminya yang begitu telaten meminta kakinya


Reagen melihat itu semua makin menambah sesak di dadanya dan entah kenapa Reagen malah tetap melihat itu semua walaupun untuk bernafas saja seakan begitu sulit


"aku jelas kalah tanpa memulai Edeline" batin Reagen meratapi nasibnya


"oh ya Ara, senin mau kakak jemput biar ke kantor bareng" tawar Reagen

__ADS_1


"enggak ah kak, mau pakai mobil sendiri saja lagian Ara kan sudah ada SIM" tolak Ara


"kalau senin besok mobil kamu belum bisa di pakai Ara, ayah kemarin beliin mobil baru buat kamu soalnya mobil yang kemarin sudah cukup lama jadi ayah ganti dan katanya hari rabu baru bisa datang" sahut Jonathan


"ih padahal gak perlu beliin mobil baru buat Ara, Ayah kan masih banyak pengeluaran buat renovasi rumah" Ara tentu tidak ingin merepotkan ayahnya dengan pengeluaran yang tidak begitu perlu


"gak papa kok Ara, kemarin aku sudah bantu ayahmu buat memangkas biaya renovasi rumah dengan kasih beberapa desain rumah pada perusahaan jasa pembuatan Rumah ini jadi untuk gaji kuli bangunannya di bikin gratis sama perusahaan. uang yang sudah di anggarkan ayahmu jadi bisa buat beliin kamu mobil baru" jelas Edeline


"kalau gitu yang harus di ucapkan Terima kasih itu kamu Edeline karena secara tidak langsung kamu yang sudah beliin aku mobil" sahut Ara


"kita berdua Ara, sekarang kan aku pasangan ayahmu yang itu artinya aku juga orang tua kamu jadi memberi untuk anak adalah suatu kewajiban" sanggah Edeline


"karena sudah begitu aku Terima kasih saja dengan kalian" Ara merasa tak baik menolak pemberian ayahnya dan juga ibu sambungnya


"ya sudah gimana mau bareng kakak hari senin" tawar Reagen kembali


"kamu lupa kalau Ara bekerja di perusahaan tempat om kerja? lagian biasanya kamu pagi anter adik kamu yang lain bukan" sahut Jonathan


"sekarang cinta sudah bawa mobil sendiri kok om, ayahnya sudah membelikan cinta mobil jadi dia ke mana-mana sendiri " balas Reagen


"loh Randy sekarang sudah mulai ngasih barang ke adik kamu, om kiran dia hanya akan memberikan pada Kevin saja" heran Jonathan yang tahu kalau suami mommy dari Reagen kurang memberikan nafkah untuk kedua anak mommy Brianna karena tekanan istri pertama Randy


"sekarang istri pertama ayahnya cinta gak bisa protes lagi saat ayahnya ingin memberikan sesuatu pada Cinta sebab Kadang Kevin yang kasih itu ke cinta atau Dika kalau wanita itu protes dan tentu wanita itu lebih rela suami mommy Brianna yang kasih ketimbang Kevin" jelas Reagen


"Kevin sudah menerima adik-adiknya " tanya Jonathan


"iya om, semenjak dia tahu kalau pernikahan kedua orang tuanya hanya paksaan kakek dan neneknya, dia sudah tidak benci dengan cinta maupun Dika walaupun masih gak mau menyapa mommy Brianna tapi jauh lebih baik lah dari sikapnya dulu" jelas Reagen perihal hubungan keluarga mommy kandungnya yang berjalan lebih baik dari sebelumnya


"syukurlah kalau begitu, om ikut senang kalau kehidupan mommy kamu jauh lebih baik setelah bertahun-tahun bersabar" ungkap Jonathan dengan tulus


"aku juga bersyukur untuk itu om" balas Reagen

__ADS_1


__ADS_2