
"tok tok tok" terdengar suara pintu di ketuk
sang pemilik ruangan mendongak ke arah pintu "masuk" ucap seorang pria dengan pembawaan suara yang tegas
seorang wanita membuka pintu dengan perlahan "maaf tuan, ini jadwal anda hari ini dan berkas kerja sama dengan beberapa klien tuan" ucap seorang wanita muda memakai pakaian khas kantoran
pria itu membaca seksama isi berkas yang di bawa wanita itu dan mengangguk "baik, kamu bereskan ini semua, kita berangkat 1 jam lagi" balas pria itu memberikan berkas itu ada wanita tersebut
"baik tuan adrian" wanita yang tak lain adalah mika Dharmendra, adik dari tara itu pun pamit undur diri
mika mulai menyiapkan berkas kerja sama yang akan di laksanakan oleh atasanya itu. berkali-kali Mika menghela nafas "kamu bisa Mika, pasti bisa" mika menguatkan dirinya untuk melakukan meeting dengan klien bisnis di perusahaan tempatnya bekerja
adrian keluar ruangannya dan mengernyitkan keningnya melihat tingkah Mika yang terus menguatkan dirinya "kamu ada masalah mika" tanya adrian
mika buru-buru menggekengkan kepalanya "enggak kok tuan" balas Mika
"ya sudah, ayok" ajak adrian
mika mengikuti adrian dari belakang dan membawa berkas-berkas yang harus di bawanya "sini saya bantu" adrian yang melihat Mika kepayahan pun ingin membantu
"terima kasih tuan" balas mika dengan senyuman
"sama-sama" balas adrian
30 menit melakukan perjalana, mika dan adrian sampai di restoran yang akan jadi temoat pertemuan mereka "beneran di sini" tanya adrian memastikan
"iya tuan, kata sekertarisnya sih di sini " balas Mika
"cklek" pemandangan yang benar-benar tidak ia nantikan nyatanya tetap harus ia saksikan
"selamat siang tuan adrian" seorang pria muda datang menghampiri adrian dan menjabata tangannya
adrian balas menjabat tangan pria itu "selamat siang tuan ditto" balas adrian
"silahkan duduk tuan" ditto mempersilahkan adrian untuk duduk
__ADS_1
ditto menatap tidak suka mika yang ada di situ "bagaimna proposal kerja sama kita tuan adrian,apa anda menyukainya" tanya ditto
adrian nampak berpikir "saya suka sih cuma seperti ada yang kurang" ungkap adrian
"apa itu tuan" ditto membenarkan posisinya untuk menghadap adrian
adrian dan ditto pun mulai membahas kerjasama yang akan mereka laksanakan dan mika sibuk mencatata setiap obrolan adrian dan ditto dengacepat di laptop yang ia bawa
"tuan ditto silahkan pesan makanan terlebih dahulu, saya mau ke toilet dulu" pamit adrian
adrian menoleh ke arah mika "pilihkan saya makanan yang biasa saja ya" ucap adrian
"iya tuan" balas mika
mika mulai melihat menu makanan yang ada di menu dan memilih beberapa menu yang mungkin di sukai adrian. 3 bulan bekerja dengan sudah memberi banyak masukan dirinya tentang apa saja kesukaan adrian
"apa kamu mau menggaet bosmu agar hidup enak" ucap ditto dengan nada sinis
"maaf tuan ditto, saya di sini untuk bekerja sebagai sekertaris tuan adrian bukan orang yang dulu bisa anda hina seenaknya" balas mika berusaha tetap setenang mungkin di hadapan ditto
"cih" ditto berdecih melihat mika "kamu masih ngarep sama aku kan" tebak ditto
"alah gak usa muna deh kamu, kalau gak di larang sama kedua kakakmu itu pasti kamujuga masih ngejar-ngejar aku kan" tebak ditto
"maaf tuan ditto, anda gak sebaik itu sampai saya harus mengejar-ngejar anda" balas mika
ditto hanya terkekeh mendengar penuturan mika "aku tahu di otak kamu ituapa mika, kamu masih gak rela karena aku merawanin kamu dan aku tinggal nikah kan" cibir ditto
mika meremas kuat kedua tangannya di bawah meja tak bisa berucap apapun pada ditto karena memang benar apa yang di ucapkan ditto walaupun sebenarnya mika sudah sangat sadar bahwa salah mengharap ditto untuk kembali ke hidupnya dan apa yang di ucapkan kedua kakaknya adalah benar
"ceklek" terdengar suara pintu terbuka dengan kasar "maaf tuan kalau saya lama" ucap adrian masuk ke dalam ruang private tersebut dan duduk di samping Mika
adrian menoleh ke arah mika "sudah pesan makanan untuk saya" tanya adrian
"sudah tuan" balas Mika dengan senyuman
__ADS_1
sungguh ditto benar-benar muak melihat senyum palsu yang di perlihatkan oleh Mika. adrian sebenarnya juga bisa melihat bahwa mika memaksakan senyum palsunya tapi ia tak ingin mengusik Mika
"kita bahas lagi setelah kita makan siang ya tuan adrian"ucap ditto dengan ramahnya
"baik tuan ditto" balas adrian
acara makan-makan di langsungkan dalam diam dan ahnya suara sendok yang saling bertautan "makan yang banyak mika" adrian menambahkan lauk untuk mika dan entah kenapa itu membuat ditto tidak suka
"terima kasih tuan" balas mika
"sama-sama " balas adrian melanjutkan makannya
awalnya ditto ingin diam saja tapi entah kenapa melihat adrian memperhartikan Mika ada rasa tidak suka di hatinya "apa anda tahu gaya berpacaran sekertaris anda dulu saat berkuliah" tanya ditto
adrian meletakkan sendoknya "maaf, apa tadi" tanya adrian
"dia berpacaran begitu bebasnya, apa anda tahu" tanya ditto dengan tatapan mencibir ke arah mika
mika hanya menatap dalam ditto tak menyangka ditto akan menyinggung hal itu di depan adrian, tapi mika memilih diam dan tidak ingin membela diri atau apapun itu, dia benar-benar lelah berdebat dengan ditto selama ini
"lalu"tanya adrian dengan santainya
ditto mengernyitkan dahinya melihat reaski adrian "dia berpacaran dengan liar apa anda tidak masalah" tanya ditto
adrian terkekeh hebat "apa anda lupa tuan ditto di mana saya tinggal selama ini, saya sudah biasa mendengar hal seperti itu di sekitaran saya bahkan semenjak saya masih SMP saat saya di amerika sudah biasa mendengar hal seperti itu" adrian membenarkan posisi duduknya dan menatap ditto dengan tatapan tajam "perkara dia mau pacaran seperti apa dulu itu adalah urusan pribadinya saya sebagai atasannya hanya menilai kinerjanya dalam bekerja bukan jalan hidupnya dan ada urusan apa anda dengan sekretaris saya sampai menyinggul hal itu" ucap adrian
ditto jadi mati kutu melihat reakasi adrian yang ternyata biasa saja, ditto lupa di mana adrian di besarkan selama ini walaupun dia adalah keturunan asli Indonesia tapi tetap saja dia besar di amerika jadi pasti hal itu bukanlah hal asing buatnya "saya hanya kurang nyaman bekerja dengan wanita yang punya masalalu kurang baik" ungkap ditto
"oh"adrian mengangguk paham dan lekas berdiriĀ menoleh ke arah Mika "bereskan barangmu dan kita pergi dari sini mika " pinta adrian membuat Mika mengernyitkan dahinya heran akan ajakan adrian
ditto berdiri dan menatap adrian dengan tatapan bingung "kita belum selesai emmbahas pekerjaan kita tuan adrian"ucap ditto
adrian tersenyum simpul ke arah ditto "bukannya anda bilang kurang nyaman bekerja dengan sekretasris saya, ya sudah tidak usah saja, gampang kan" balas adrian dengan entengnya
"bagaimana anda bisa mengabaikan kerjasama bernilai ratusan juta hanya untuk seorang wanita" tukas ditto dengan nada tak suka
__ADS_1
"hahahahaha" adrian tertawa lantang akan ucapan ditto "kerjasama nilai ratusan juta bagi saya hanya uang receh tuan ditto kyle" adrian langsung merubah wajahnya menjadi dingin dan datar "saya paling tidak suka ada yang menggangu atau menghina orang saya" ucap adrian dengan nada tegas membuat ditto menelan salivanya susah payah
ditto jadi teringat bagaimana tara menghajarnya dulu, dan dia kehilangan kerjasama dengan perusahaan di mana tara memiliki saham di sana, bisa habis oleh ayahnya nanti kalau ditto sampai kehilangan kerjasama lagi karena mengganggu Mika yang sudah di wanti-wanti ayahnya untuk di hindari