You Are My Regret

You Are My Regret
Di balik alasan


__ADS_3

Mommy Qiran benar-benar tak menyangka Qia bisa setenang itu mengetahui Lucas tidak mencintai Qia padahal mereka sudah menikah dan mommy Qiran dengar sendiri waktu itu kalau Qia terlanjur mencintai Lucas


"kalian gak ada perjanjian buat cerai setelah beberapa tahun kan" tanya Mommy Qiran penuh selidik


Qia terkekeh akan tuduhan Mommy Qiran "enggak lah mom, pernikahan itu adalah janji kita dengan Tuhan bukan untuk permainan, jadi gak ada istilah menikah untuk bercerai. Saya dan mas Lucas menikah bukan karena paksaan walaupun memang alasannya melindungi Lala di awal tapi saya dan mas Lucas berniat menjalani pernikahan pada umumnya" jelas Qia


"lalu apa alasan kamu mau menikah dengan Lucas, padahal di awal kalian kan beda agama" tanya Mommy Qiran begitu penasaran akan alasan Qia mau menikahi Lucas


"hampir setahun Qia kenal mas Lucas, Qia tahu betul kalau mas Lucas tulus menyayangi Lala dan bukan karena rasa kasihan pada Lala yang seorang anak yatim atau hanya anak orang miskin


saat itu mas Lucas membantu Qia memenuhi kebutuhan Lala tanpa terkesan kalau ia sengaja memberikan pada kami, tapi dia membuatnya seolah mas Lucas yang membutuhkannya dan itu untuk menjaga harga diri Qia dan Qia sungguh berterima kasih untuk itu


mas Lucas mengajak Qia menikah dengan menyampaikan banyak kejujuran seputar dirinya dan segala masa lalunya terlepas dari masalah keuangan yang ia miliki karena Qia benar-benar gak tahu kalau mas Lucas pewaris perusahaan besar" jelas Qia panjang lebar


"kamu tahu tentang penyakit Lucas" tanya mommy Qiran


Qia mengangguk "tahu, mas Lucas cerita itu juga ke Qia dan Qia pernah melihatnya secara langsung sekali waktu itu" balas Qia


"dan kamu masih mau menikah dengannya" tanya Mommy Qiran tak percaya Qia tetap mau menikahi Lucas dengan segala masa lalunya


"terlepas apapun masa lalu mas Lucas, yang Qia hadapi adalah masa mas Lucas yang sekarang, di mata Qia mas Lucas adalah sosok pria yang bertanggungjawab dan penyayang jadi walau kemungkinan terberat nanti kami sampai berpisah, mas Lucas pasti akan menjaga Qia dan juga Lala nantinya


perlu mommy tahu kalau selama 6 bulan menikah, mas Lucas tidak pernah menyentuh Qia, bukan karena dia jijik berdekatan dengan Qia atau karena Qia yang membatasi itu tapi karena mas Lucas yang menghormati Qia dengan kepercayaan yang Qia miliki dan Qia pernah menawarkan diri loh sama mas Lucas" kekeh Qia mengingat saat pertama kali Lucas mencium bibir Qia tapi tidak bisa lanjut ke hal yang lebih intim


Mommy Qiran mengerutkan keningnya "kok kamu malah ketawa" tanya mommy Qiran


"maaf mom, Qia jadi keinget pertama kali mas Lucas mencium Qia, tapi baru sebentar saja Qia sudah mengeluh sakit kepala karena posisinya QIa baru pulang dari rumah sakit" jelas Qia

__ADS_1


"terus karena itu Lucas jadi mualaf" tanya Mommy Qiran lagi


"kata mas Lucas sih bukan karena Qia, mas Lucas bilangnya sempat tertarik waktu temannya yang entah siapa namanya Qia lupa, jadi seorang mualaf tapi waktu itu mas Lucas belum yakin, yang bikin yakin sih katanya karena kebanyakan tetangga kami muslim dan suka mengobrol di masjid dengan mereka" balas Qia


"lucas ke masjid" tanya Mommy Qiran tak percaya


"mas Lucas ikut itu aktif saat ada acara pengajian loh mom walau bacaannya masih sebatas Iqra tapi setidaknya bacaan shalatnya sudah lancar karena mas Lucas adalah orang yang cukup cepat menghafal" jelas Qia


"begitu kah" tanya mommy Qiran memastikan akan kebenaran yang ia dengar


"mas Lucas ceritanya sih iya ke Qia, mohon maaf nih mom" Qia melirik ke arah Mommy Qiran berusaha berkata sebaik mungkin agar Mommy Qiran tidak tersinggung "mas Lucas juga bilang ke Qia kalau mas Lucas itu bukan orang yang taat ke gereja jadi rasa kedekatannya dengan tuhan tidak terlalu terasa" terus Qia


"ah begitu" Mommy Qiran nampak berpikir tentang hal itu dan memang benar kalau keluarga Mommy Qiran bukan keluarga yang rutin ke Gereja dan hanya saat acara-acara besar keagamaan saja mereka datang ke geraja, tapi jika setiap minggu itu tidak pasti datang rutin


melihat wajah mommy Qiran tentu Qia merasa kurang nyaman takut ia salah bicara jujur pada ibu mertuanya  "Qia gak ada maksud buat mas Lucas pindah agama loh mom, Qia benar-benar ingin menjadi istri mas Lucas seutuhnya tapi mas Lucas yang memilih untuk jadi muslim agar benar-benar berperan sebagai suami Qia seutuhnya " jelas Qia akan alasan Lucas memilih menjadi mualaf dari apa yang di ceritakan Lucas padanya


Mommy Qiran melihat suasana hari yang makin gelap "ini sudah mau maghrib, ayo masuk rumah" ajak Mommy Qiran


"iya mom" Qia berjalan masuk ke dalam rumah dengan di gandeng mommy Qiran


***


Qia sudah terlelap dalam mimpinya saat Lucas sampai di rumah tengah malam dini hari. Lucas berjalan pelan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum beristirahat agar tidak menempelkan kuman yang ia bawa dari luar rumah


setelah selesai mandi dan berganti pakaian segera Lucas ikut berbaring di samping istrinya "semalam gak ada kamu di samping mas ternyata gak enak" Lucas memeluk serta mencium bau rambut serta  tubuh istrinya dan segera menyusul Qia ke alam mimpi


Lucas memilih segera kembali ke Jakarta setelah urusannya kepindahan sekolah Lala selesai, padahal hanya satu malam ia tidak tidur di temani Qia, tapi rasanya benar-benar tidak enak pikir Lucas

__ADS_1


"eugggghh" Qia menggeliatkan tubuhnya tapi terasa ada yang mengganjal perutnya dan membuat geraknya menjadi terbatas


Qia menoleh ke arah Lucas dan mendapati Lucas tertidur di sampingnya membuat senyum cerah di bibir Qia muncul begitu saja "cup" Qia mengecup bibir tebal suaminya cukup dalam


Qia mengusap pipi Lucas dengan punggung tangannya "mas ganteng terus tiap hari ya" puji Qia akan ketampanan Lucas yang terlihat tampan dari hari ke hari


Lucas langsung menyunggingkan senyumnya tanpa membuka matanya  "jangan pura-pura tidur deh mas" protes Qia yang tahu kalau Lucas sudah bangun sejak tadi tadi tetap memejamkan mata


Lucas membuka mata dan menyunggingkan senyumnya ke arah Qia "tadi mas emang beneran masih tidur cuma males buka mata aja" ucap Lucas dengan suara seraknya


"sholat bareng dulu yuk mas" ajak Qia


"ayok" Lucas beranjak Dari tidurnya dan langsung mengangkat tubuh Qia menuju kamar mandi karena sudah waktunya sholat subuh


Qia mengalungkan tangannya di leher Lucas "Qia bisa loh jalan kaki sendiri" ucap Qia


"gak ada larangannya loh gendong istri sendiri" bantah Lucas


Qia pasrah saja akan tingkah Lucas yang selalu ingin memanjakannya padahal Qia tidak pernah meminta


*


Qia mencium punggung tangan Lucas seusai mereka melaksanakan ibadahnya "sayang nanti siang ikut mas ya, mas mau kenalin kamu ke teman kakak" ajak Lucas


"boleh saja, mau ajak Lala juga" tanya Qia


"iya, makanya kita perginya siang setelah Lala pulang sekolah" balas Lucas

__ADS_1


"iya mas" balas Qia


__ADS_2