You Are My Regret

You Are My Regret
Maafkan kami


__ADS_3

saat Edeline menangis dalam pelukan Daddy Jay, Lucas sempat mendengar semua keluhan Edeline


seharusnya dia sadar kalau memang Edeline begitu di manja oleh keluarganya berbeda dengan dirinya yang di didik begitunkeras dan di paksa mandiri sejak kecil


sifat itu terbentuk karena kebiasaan yang Edeline jalani sedari kecil, hidup bak putri raja yang tidak pernah melakukan pekerjaan berat dan selalu mendapatkan apapun yang ia mau


"maafin kami Edeline " Lucas ikut memeluk adiknya yang masih dalam pelukan sang ayah


"maafkan kami yang begitu egois" ungkap Lucas ikut berlinang air mata


Jonathan hanya diam tak jauh dari istrinya, rasanya tidak berhak ikut campur saat keluarga istrinya sedang berpelukan seperti itu


Edeline menangis cukup lama di antara dua pria yang sangat ia sayangi "Edeline harus apa dad? Edeline gak mau anak Edeline jauh dari ayahnya" tanya Edeline yang sebenarnya bingung akan pembahasan tadi dengan mommy Qiran dan Daddy jay


Daddy jay mengurai pelukannya "kamu hamil berapa minggu" Daddy jay ingin tahu kondisi cucunya terlebih dahulu


"kata dokter baru 4 minggu, dan itu masih sangat muda jadi dokter minta Edeline untuk ber hati-hati karena usia Edeline yang juga masih muda" sahut Jonathan


Daddy jay menoleh ke arah Jonathan "apa kau tak bisa menahannya sebentar Jo, Edeline masih kuliah" Daddy jay sebenarnya kesal karena Jonathan menghanili Edeline saat Edeline masih berusia 18 tahun dan ia juga masih kuliah


"kalau mau ada yang di salahkan, ya harusnya daddy dong kan daddy yang paksa kami nikah waktu itu" Edeline berkacak pinggang ke arah Daddy jay


"aku sama suamiku normal dong dad, kami tinggal serumah, satu ranjang apalagi kami sudah resmi menikah jadi gimana gak buat anak lah" Edeline tidak suka suaminya di salahkan atas kehamilannya karena mereka punya anak tidak salah karena mereka kan sudah menikah


Daddy jay menggaruk tengkuknya yang tak gatal "iya daddy yang salah" Daddy Jay akui kalau dirinya yang bersalah kali ini


Jonathan terkekeh "aku dan Edeline punya anak sesuai dengan jalannya, jangan lupa bagaimana kalian punya anak dulu, bagaimana urutannya.. " sindir Jonathan

__ADS_1


"Jo! " teriak Daddy Jay


Daddy Jay tidak ingin sampai ketahuan anak-anaknya sejak kapan ia dan mommy Qiran berhubungan badan hanya demi punya anak agar bisa menikah


"aku bukan bermaksud meledek tuan tapi tolong syukuri saja kehamilan Edeline, syukuri saat Edeline bisa langsung hamil tidak seperti nyonya yang dulu sempat lama menunggu kehadiran Lucas" ucap Jonathan


Lucas melirik ke arah Daddy nya "perasaan jarak usia pernikahan mommy dan daddy tidak jauh dari tanggal kelahiranku deh" Lucas mengingat jumlah usia perayaan hari aniversary pernikahan orang tuanya hanya berbeda satu tahun dengan usianya


Lucas memicingkan matanya ke arah daddy Jay "berarti daddy buat aku agar di izinkan menikah" tebak Lucas membuat daddy Jay gelagapan


"itu... " Daddy Jay bingung harus menjawab apa


"sudah lah Lucas, tidak usah di bahas lagi itu hanya masa lalu" Jonathan juga tidak enak jika mertuanya itu di salahkan


Edeline yang cerdas langsung mengerti arah pembicaraan kakaknya sebab ia tahu kalau dulu orang tuanya tinggal di luar negeri jadi kebiasaan di luar negeri pastilah di pakai orang tuanya "berarti daddy dan mommy harusnya bersyukur saat kami tidak meniru perbuatan mommy dan daddy yang salah. kami menjaga tubuh kamu hanya untuk pasangan kami" Edeline berbangga hati karena tidak pernah bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah walaupun tinggal di luar negeri


dan dia menyerahkan mahkotanya untuk sang suami, dan itu artinya ia tidak salah jika hamil anak suaminya. orang tuanya tidak pantas mendiktenya jika jalan mereka menikah lebih parah darinya


"lalu gimana dengan kerjaan suami Edeline dad, nanti dapur Edeline gak ngebul lagi karena suamiku gak kerja" protes Edeline ingin kejelasan nasib suaminya


"tenang saja Edeline, oemegang kekuasaan tertinggi perusahaan kan kakak jadi mommy gak akan bisa mecat suami kamu kalau kakak gak kasih izin" jawab Lucas


"Terima kasih kakak" Edeline memeluk Lucas karena menyelamatkan pekerjaannya


"terus gimana nasib kuliah kamu" Daddy Jay mengkhawatirkan kuliah putrinya yang masih semester 4


"tenang saja dad, edeline pasti menyelesaikan kuliah edeline. Kebetulan beberapa mata kuliah yang ada di kampus Edeline dulu itu adanya di semester akhir kalau di sini dan mata kuliah yang dulu edeline cukup banyak jadi edeline bisa mengejar yang belum edeline ambil sambil menyusun skripsi pas Edeline semester 6 nanti

__ADS_1


jadi pas anak edeline lahir tinggal mikirin skripsi saja, kan kalau nyusun skripsi gak perlu ke kampus secara rutin" Edeline sudah memikirkan hal itu langsung setelah ia tahu kalau ia sedang hamil


"kamu sudah mikirin hal itu edeline" Jonathan tidak menyangka istrinya sudah memikirkan sampai sejauh itu "padahal kita baru tahu kamu hamil kemarin loh" heran Jonathan


"sebenarnya kepikirannya dari sebelum tahu edeline hamil sih mas, waktu udah kaya gitu tentu edeline kepikiran hamil dong, jadi edeline tanya-tanya ke kampus dong dan sama pak albert di arahkan ke bu jasmine untuk nanya-nanya dan ternyata di kasih perbandingan mata kuliah di kampus edeline dulu sama yang sekarang, terus di kasih tahu buat penyesuaiannya


dan ternyata beneran langsung hamil ya sudah di syukurin saja, gak sia-sia artinya kemarin bolak-bolak buat urus perihal penyesuaian mata kuliah Edeline" jelas Edeline panjang lebar


"pinternya istri mas" Jonathan langsung mencium gemas pipi Edeline yang menurutnya begitu pintar


Daddy jay memicingkan matanya ke arah Jonathan "kenapa jadinya bukan kamu yang saya suruh balas budi ya tapi lebih ke saya kasih hadiah besar ke kamu" sinis Daddy Jay


Jonathan terkekeh "Terima kasih ayah mertua" ucap Jonathan dengan senyum lebarnya


"idiiih" Daddy Jay jadi ngeri sendiri mendengar panggilan Jonathan


"ya sudah, pulang yuk mas capek ini" ajak edeline menghentikan kakinya karena lelah


"iya sayang" balas Jonathan


"iiiiiihhhh" Lucas dan daddy Jay kompak bergidik saat mendengar Jonathan memanggil edeline sayang, rasanya begitu geli


Jonathan menoleh "loh gak salah toh, manggil istri dengan panggoaln sayang" tanya Jonathan


"ya enggak salah om, tapi geli aja" balas Lucas jujur


"ya sudah pulang sana, biarin edeline istirahat nanti soal mommy nya edeline, saya yang akan bicara dan istri saya itu tidak akan mungkin membantah ucapan suaminya ini" ucap daddy Jay

__ADS_1


"iya saya tahu itu tuan, nyonya terlalu cinta mati sama tuan" kekeh Jonathan yang tahu betul betapa mommy qiran mencintai daddy Jay begitupun sebaliknya


(Cerita dalam episode ini lebih ke pikiran halu penulis saja, jika ada ketidak cocokan atau cerita yang kurang pas dalam kenyataan tentang perpindahan kuliah antar negara mohon di maklumi ya. ini pure untuk membantu cerita saya saja)


__ADS_2