
Lucas memandangi istrinya tak percaya, bagaimana bisa wanita pendiam dan lemah lembut bisa berucap seperti ini, sungguh rasanya sulit untuk dipercaya
"kakak sombong sekali mentang-mentang jadi istri bos dari Ara" sindir Ara
"mengapa tidak, toh aku punya apa yang bisa di sombong kan ketimbang orang yang gak punya tapi berlagak sombong" balas Nidya telak membuat Ara tak mampu membantah
"kakak akan menyesal untuk ini apalagi saat kakak tahu kelakuan suami kakak di belakang kakak" ucap Ara dengan nada penuh amarah
"kamu mengancam ku Ara" tanya Nidya dengan tatapan dinginnya
Tatapan Nidya membuat Ara bergidik ngeri sebab baru pertama kali ia lihat "coba katakan apa yang suamiku lakukan di belakangku" tuntut Nidya
Lucas merasakan tanda bahaya mendekat "jaga sikapmu Ara! jangan karena kamu anak aunty kassy kamu jadi sombong, ingat ya aku punya hak penuh memecat mu jika kamu berani kurang ajar pada istriku" cecar Lucas ingin menghentikan tindakan nekat Ara yang akan berujung perpecahan dirinya dan Nidya
Ara menoleh ke arah Lucas "kamu berani mecat aku kak" tanya Ara dengan tatapan nyalang nya
"kenapa tidak, aku pimpinan perusahaan jadi aku punya hak memecat orang yang bersikap kurang ajar" balas Lucas dengan tegas
"baik" Ara langsung mengambil ponselnya dan segera membuka ponselnya "lihat ini baik-baik" tunjuk Ara pada Nidya
"Ara! " Lucas sudah benar-benar kesal pada Ara dan langsung mengambil ponselnya dan "prank" Lucas langsung membanting ponsel Ara sampai tak berbentuk lagi
Ara tersenyum miring ke arah Lucas "kakak pikir aku gak punya cadangannya" Ara langsung mengambil tabletnya yang kebetulan ada dalam tas miliknya, dan ia menekan sesuatu
"tring" kali ini ponsel Nidya yang berbunyi
Nidya menatap datar sebuah video yang masuk ke dalam ponselnya
"lihat baik-baik apa yang di lakukan suami kakak di belakang kakak" teriak Ara
Nidya dengan muka tenangnya menoleh ke arah pria yang akan ia jadikan sekertaris Lucas "ini tugas pertama kamu Farhan, harus menjaga nama baik atasan kamu, sekarang kamu keluar jaga pintu dan jangan biarkan siapapun untuk masuk tanpa perintah saya " pinta Nidya dengan pembawaan tenangnya
"baik bu" Farhan membungkuk ke arah Nidya dan pamit keluar ruangan Lucas untuk melaksanakan perintah Nidya
__ADS_1
melihat Pintu tertutup Nidya membuka ponselnya dan menunjukan Video ke arah Lucas "apa ini mas" tanya Nidya dengan suara tercekat
Nidya pernah melihat video ini bahkan video lengkapnya tapi nyatanya setiap ia melihat video itu rasanya begitu tercekat dan sakit
Lucas panik "mas bisa jelasin ini, jangan langsung percaya dengan video itu sayang, mas tuh cintanya sama kamu" ucap Lucas dengan suara gemetar
Lucas begitu ketakutan Nidya akan meninggalkannya, ia bisa mati jika Nidya sampai melakukan itu padanya
"bohong itu kak, buktinya dia begitu bernafsu menyentuhku! kakak lihat sendiri video itu" sahut Ara
"diam kamu Ara! " bentak Lucas dengan tatapan nyalang "kalau kamu gak menaruh obat laknat itu apa kau pikir aku akan menyentuhmu hah! " teriak Lucas dengan tatapan membunuh
"tapi tetap saja kau menyentuhku! " balas Ara dengan beraninya
"diam!" Lucas menghampiri Ara dan mencekik lehernya dengan kuat "jangan melampaui batasanmu Ara, apa kau pikir dengan menjadi anak sahabat mommy ku, aku tak sanggup membunuhmu. Jangan lupa darah mommy ku mengalir di darahku. Harusnya kau tahu cerita mommy ku yang berani membunuh dengan tangannya tanpa bantuan apapun dan itupun berlaku untukku, jika sampai Nidya meninggalkanku, sumpah Demi apapun aku akan membunuhmu sampai ribuan kali" ancam Lucas yang terus mencekik kuat Ara
melihat muka Ara yang mulai memerah tentu Nidya jadi tak tega "tenang mas " Nidya mengusap lengan suaminya agar melepas cekalannya yang membuat Ara hampir kehilangan nafas
Nidya langsung memeluk suaminya "tenang mas" Nidya mengusap punggung suaminya dengan lembut "tenang ya mas, jangan sampai kehilangan kendali" ucap Nidya dengan suara lembutnya
Ara menatap nanar ke arah Nidya dan Lucas, baru pertama kali ia melihat sosok Lucas yang semenakutkan ini. sosok yang bagai iblis berwujud manusia
Nidya menatap lurus ke arah Ara dan meletakan telunjuknya di depan mulutnya mengkode Ara untuk diam saja
Nidya mengurai pelukannya dan menangkup wajah Lucas "sudah lebih tenang" tanya Nidya
Lucas mengangguk "aku gak selingkuh sayang, waktu itu aku kehilangan kendali karena pengaruh obat, tapi sumpah aku belum sampai tahap lebih jauh, wajahmu langsung muncul untuk menyadarkan aku. kalau kamu gak percaya periksa CCTV di sana dan selidiki semuanya sayang, kamu pasti bisa nemuin kebenarannya. sungguh cintaku hanya untuk kamu" ucap Lucas dengan isak tangisnya
Nidya kembali memeluknya "iya mas, Nidya percaya " balas Nidya dengan suara lembutnya
"kamu emang harus percaya sayang, kalau kamu gak percaya aku pasti akan membunuh wanita yang membuatmu pergi sampai ribuan kali bahkan jutaan kali" balas Lucas dengan suara dinginnya membuat Ara bergidik ngeri
"iya mas" Nidya terus menenangkan Lucas dan Ara hanya memandang dalam diam
__ADS_1
Nidya membawa Lucas untuk berbaring di sofa membuat Lucas tidur dengan membuat Lucas memejamkan mata menggunakan tangannya
Nidya memandang wajah Ara yang masih diam mematung semenjak tadi "aku tahu hal ini sejak lama" ucap Nidya dengan suara lirih agar Lucas tidak terganggu tidurnya
Ara menatap tak percaya ke arah Nidya "ini enam bulan lalu, kenapa kakak bisa menahannya " tanya Ara heran
"karena aku tahu seberapa besar cinta mas Lucas padaku, pada orang tuanya mungkin ia tak takut tapi dia paling takut denganku, bukan karena aku menyeramkan tapi karena dia paling takut kehilanganku dan kamu bisa lihat sendiri tadi" jelas Nidya
Ara menunduk memikirkan semua ucapan Nidya "jangan pernah bilang suamiku monster, dia pria yang baik selagi tak ada yang mengganggunya jadi jangan pernah mengusiknya" ucap Nidya mengingatkan
"kakak tahu dia seperti itu" tanya Ara tak percaya
"mungkin kamu pikir rasa cintamu tak kalah besar dariku tapi kau ketakutan bukan setelah melihat sisi lain suamiku" tanya Nidya tanpa mengindahkan pertanyaan Ara
Ara diam menunduk, sungguh ia ketakutan melihat sisi lain dari Lucas
"aku mencintai suamiku apapun kekurangan yang dia punya karena aku tahu dia juga sangat mencintaiku dan terus ingin membahagiakanku
bersamanya bukan karena aku wanita lemah Ara, tapi aku sadar dia hanya bisa bertahan jika aku di sisinya
dia akan hancur dan berubah jadi monster jika aku tak ada disisinya. aku memintamu menjauh hanya ingin kamu tetap hidup Ara" lirih Nidya menyadarkan Ara bahwa tindakan bukan karena dia memberi Ara tapi Nidya ingin menyelamatkan Ara dari suaminya
Ara memicingkan matanya "maksudmu" tanya Ara
"dia sudah mempersiapkan skenario untuk melenyapkan mu tanpa ada yang tahu nantinya, dan kau tak akan bisa membayangkan hal itu" balas Nidya yang tahu bahwa Lucas sudah menyiapkan cara untuk menyingkirkan Ara tanpa bisa di lacak jejaknya
Ara terkekeh "kakak menakuti aku kan" Ara tentu tak percaya akan ucapan Nidya
"terserah kalau kamu tak percaya, silahkan coba saja jika kamu ingin tahu ucapanku benar atau tidak. Tapi aku jamin kamu akan langsung habis jika mencobanya sebab kamu sudah memberikan video itu padaku di dekan mas Lucas dan pasti mas Lucas merasa kamu itu ancaman yang harus di lepas sampai habis" balas Nidya menyadarkan se berbahaya apa suaminya itu
"aku gak percaya sama kakak" elak Ara masih tak percaya dengan ucapan Nidya tentang Lucas
"terserah kamu mau percaya atau tidak" Nidya terus mengusap kepala Lucas agar tetap nyenyak tertidur dalam pangkuannya
__ADS_1