You Are My Regret

You Are My Regret
Merindukanmu


__ADS_3

Nidya berbaring sambil membaca buku dan mendengarkan acara musik dari layar televisi yang ada di kamarnya "sayang makan dulu yuk" ajak Mamah Lensi


"iya mah" Nidya meletakan kembali bukunya di atas nakas dan membenarkan posisi duduknya agar bisa menyantap makanan yang ada di hadapannya


mamah Lensi mengusap perut Nidya yang sudah mulai terlihat membuncit "gimana cucu mamah di sini" tanya Mamah Lensi


"baik nenek" balas Nidya menirukan suara anak kecil


Mamah Lensi tersenyum melihat reaksi putrinya "oh ya sayang tadi Reagen menelpon mamah untuk meminta izin bertemu, apa boleh" tanya Mamah Lensi dengan hati-hati


Nidya kini benar-benar menutup dirinya, bahkan untuk bertemu Nidya harus selalu meminta izin pada Nidya terlebih dahulu dan Nidya selalu berlindung dalam kamarnya. Orang tua Nidya mengerti kondisi Nidya yang masih trauma dengan Lucas apalagi orang sekitaran Nidya hampir semua juga orang yang Lucas kenal


"apa kakak datang sama Zahira" tanya Nidya


"tentu saja, kata Reagen Zahira lah yang lebih ingin bertemu denganmu katanya kangen pengen obrol sama kamu" balas mamah Lensi


"ya sudah mah boleh saja" Nidya mengizinkan Reagen dan Zahira untuk datang


"ya sudah nanti mamah kabarin ya. Oh ya nanti malam mamah mau nemenin ayah ke acara pertemuan bisnis ayah, kamu di temani Kinasih tak masalah kan" tanya Mamah Lensi


"iya mah, gak papa kok, ayah sama mamah keluar saja" balas Nidya


"makan dulu ya sayang, nanti mamah balik buat ambil piring kotor" mamah Nidya keluar kamar Nidya dan meninggalkan Nidya untuk makan seorang diri


***


"Nidya" panggil kinasih yang masih sibuk mengusap perut Nidya "perut kamu kayanya kekecilan deh, dulu mamah waktu hamil Haedar waktu usia gini kayanya lebih besar" celetuk Kinasih merasa perut Nidya dan mamahnya dulu berbeda


Nidya mengusap perutnya "benarkah" Nidya jadi panik jika kondisi anaknya kurang baik padahal ia sangat menjaga kesehatan anak dalam kandungannya


melihat reaksi Nidya, Kinasih jadi merasa salah bicara "jangan sekhawatir itu Nidya kadang ukuran perut seseorang saat hamil itu berbeda-beda , jadi jangan membuatku merasa bersalah karena berucap hal itu" Kinasih tak ingin Nidya berpikiran negatif karena ucapannya yang hanya asal bicara saja


"aku hanya khawatir Kinasih" balas Nidya

__ADS_1


"iya Nidya, tapi jangan terlalu over thinking karena itu bisa berpengaruh untuk kesehatan anakmu" jelas Kinasih


"iya kinasih, akan aku coba" Nidya terus mengusap perutnya dengan sayang


"aku dengar kak Lucas masih di kurang di dalam rumah" adu Kinasih dengan suara lirih


"aku tidak perduli" Nidya terus mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat buncit itu


"apa kamu sudah tidak mencintai kak Lucas lagi" tanya Kinasih ingin tahu bagaimana perasaan Nidya sebenarnya


mata Nidya berkaca-kaca akan pertanyaan Kinasih "aku hanya terlalu takut kinasih" Nidya menangis sesenggukan membuat Kinasih menjadi panik


"maaf Nidya " Kinasih memeluk tubuh Nidya dan mengusap punggungnya "jangan nangis ya aku salah" Kinasih jadi merasa bersalah pada Nidya karena kembali mengingatkan Nidya akan Lucas yang sudah menyakitinya dan mencoba membunuh anak mereka


"aku benar-benar takut padanya kinasih, tapi.. tapi .. aku juga merindukannya " adu Nidya dengan isak tangis


"maaf Nidya, aku tidak akan bicara lagi tentangnya" ucap Kinasih menyesali pertanyaannya yang membuat Nidya kembali bersedih


Nidya tentu masih mencintai Lucas, sebab bagaimana bisa cinta menghilang begitu saja tapi rasa takut akan perbuatan Lucas yang sudah menghinanya tentu masih teringat jelas dan membuat hatinya begitu sakit setiap mengingatnya


***


Nidya melirik ke arah Zahira dan Reagen yang datang menjenguknya "maaf ya kak, gak bisa nyambut kakak di luar, hanya bisa di sini saja" ucap Nidya menyambut kedatangan Reagen dan Zahira


Reagen berjalan ke arah Nidya dan duduk di tepi ranjang berhadapan dengan Nidya "are you okay" tanya Reagen dengan tatapan sendunya


"I am okay" balas Nidya dengan senyumnya


"kakak sudah dengar semuanya, dan kakak turut bersedih" ucap Reagen


Reagen belum lama ini mendengar cerita perihal Nidya dan Lucas yang awalnya ia tak tahu sebab Reagen selama 2 bulan ini di Inggris


pada saat Reagen dan Zahira pamit akan pulang ke Indonesia pada Mommy Kassy barulah Mommy menceritakan masalah Nidya dan Lucas dan meminta Reagen untuk menjenguk Nidya serta memberi kekuatan untuk Nidya yang kini hanya mengurung diri dalam rumah

__ADS_1


"jangan membahasnya ya kak" mohon Nidya tak ingin kembali di ingatkan perihal Lucas sebab baru saja ia menangis karena Kinasih yang mengajak bercerita perihal Lucas


Reagen mengusap kepala Nidya "iya kakak gak akan bahas dia lagi" Reagen mencoba mengerti keadaan Nidya yang masih trauma akan kelakuan Lucas


"mbak" Zahira menggeser tubuh suaminya agar menjauh dan dirinya bisa lebih dekat dengan Nidya


"ada apa Zahira" tanya Nidya


"rasanya hamil gimana" tanya Zahira dengan polosnya


Nidya terkekeh akan pertanyaan Zahira "kamu coba saja hamil, nanti kamu akan tahu sendiri rasanya soalnya terlalu sulit menjelaskannya" balas Nidya


"pengennya sih gitu mbak, tapi aku nya beluk hamil padahal mas Reagen gak pernah ngajak libur buatnya " balas Zahira


"Zahira" protes Reagen merasa malu Zahira membahas itu di depan Nidya


Nidya terkekeh akan Zahira yang begitu lucu di buatnya " sabar saja dulu Zahira, kamu masih terlalu muda juga untuk hamil" Nidya menggenggam tangan Nidya dengan lembut "tapi kalau kalian tidak menundanya dan sampai dua tahun menikah belum memilikinya coba saja untuk memeriksakan ke dokter, mungkin ada masalah dengan itu dan kalian bisa mengatasinya lebih cepat " balas Nidya


"iya mbak, nanti kalau genap setahun kami menikah aku belum hamil juga, aku akan periksa ke rumah sakit" jawaban Zahira tentu membuat gelak tawa tiga orang di sana sebab Nidya menyarankan dua tahun ini Nidya memutuskan waktu lebih cepat


"kamu lucu banget sih Zahira, ngebet banget punya anak ya" sahut Kinasih dengan tawa renyahnya


"iya mbak kinasih, mbak gak tahu sih kemarin Zahira baru dapat kabar kalau adik ipar Zahira sudah hamil padahal mereka baru menikah bulan lalu, nah aku sudah 8 bulan masih belum padahal sama gak pernah absen buatnya" jelas Zahira sembari mengerucutkan bibirnya sebal


"adik ipar" beo Nidya


"cinta sudah menikah" sahut Reagen menjawab kebingungan Nidya


"loh kapan Nidya menikah dan dengan siapa" tanya Nidya penasaran


"satu bulan lalu menikah, mereka belum menggelar pesta resepsi soalnya keluarga pihak suaminya masih gak menerima pernikahan Cinta dan Kevin jadi pernikahan itu masih di rahasiakan dan keluarga inti saja yang tahu" balas Reagen


"Kevin" beo Nidya "bukannya Kevin anak ayahnya Cinta" tanya Nidya memastikan

__ADS_1


"Kevin bukan anak kandung suami mommy Brianna jadi pernikahan mereka tetap sah, terlebih sekarang om Randy dan tante Riska sudah resmi bercerai" jelas Reagen


"ada cerita seperti kak" Nidya begitu terkejut akan kabar mengejutkan yang di bawa Reagen perihal cinta yang sudah menikah dengan Kevin dan akan segera memiliki momongan


__ADS_2