
Daddy Jay menatap sengit pria yang sudah memintanya memecat sang anak, apa di tidak tahu kalau Lucas itu anaknya "kenapa saya harus memecat Lucas hanya berdasarkan ketidaksukaan anda, emang anda siapa saya" tanya Daddy Jay memukul telak kesombongan Reza di saat pertemuan pertama mereka untuk pertama kali
"dia itu sudah menghalangi saya bertemu cucu saya, anda harusnya sebagai pemimpin tidak membiarkan pegawai anda bersikap seenaknya, atau saya bisa loh sebarkan ini ke para wartawan bahwa pegawai anda mencoba memisahkan seorang kakek dan nenek dari cucunya " ancam Reza dengan tidak tahu dirinya
Daddy Jay terkekeh "anda mengancam saya" Daddy jay menunjuk dirinya dengan tatapan mencibir
"saya bukan mengancam tapi saya hanya mengingatkan anda, bahwa jika mempertahankan pegawai macam dia hanya akan merusak reputasi bisnis anda " jelas Reza
Daddy Jay langsung menghilangkan senyumnya dan berwajah dingin pada pasangan tidak tahu posisi itu "berani sekali anda mengancam saya untuk memecat anak saya!" bentak Daddy Jay tidak Terima ada orang yang menyuruh dirinya menyakiti sang anak
Reza dan Sarah mengerutkan keningnya heran "saya gak bilang anda memecat anak anda, saya bilangnya ada pecat pria bernama Lucas " beo Reza
Daddy Lucas menunjuk ke arah foto besar keluarganya yang terpampang di ruang tamu "kamu pikir kenapa ada foto Lucas di sana hah" tanya Daddy Jay dengan tatapan dinginnya
Reza dan Sarah menoleh ke arah foto besar di ruang tamu rumah Daddy Jay, mukanya langsung pucat dan langsung berkeringat dingin saat melihat ada foto suami mantan menantunya di sana
Kenapa dari tadi mereka tak melihat itu "kami gak tahu kalau Lucas itu anak anda" ucap Reza dengan gugup
"sekarang anda tahu kan" Daddy Jay menegakkan badannya dan memberi tatapan tajam ke arah Reza dan Sarah
"saya gak tahu urusan anda dengan anak saya dan saya gak mau ikut campur untuk itu. Lagian anak saya tentu berhak memutuskan nasib anak dari istrinya, lagian bukannya anda mengusir anak bungsu anda dari rumah dan bilang tidak akan mengakui anak dari menantu saya saat dia masih jadi istri anak anda tapi kenapa malah sekarang ngotot untuk ambil hak asuh Lala" tanya Daddy Jay
"itu karena..." Reza nampak ragu dengan apa uang akan ia ucapkan
"itu karena Lala yang bisa jadi cucu kami satu-satunya, sebab istri anak pertama kami mandul" sahut Sarah mengenai alasannya mengambil Lala setelah bertahun-tahun tak mengakui Lala
"kalau karena menantu anda gak bisa hamil, ya sudah minta anak anda menikah lagi saja, dulu saja anda kekeh menikahkan anak bungsu anda dengan wanita lain padahal jelas waktu itu anak anda masih terikat pernikahan dengan mantu saya" balas Daddy Jay
"itu gak mungkin tuan" balas Reza dengan cepat
Daddy Jay terkekeh "gak bisa karena keluarga menantu anda ada di atas anda " Daddy Jay memberikan tatapan mematikan pada Reza dan Sarah karena begitu membanggakan kekayaan mereka tapi menatap rendah orang yang memiliki harta di bawahnya
__ADS_1
"sekaranh menantu saya punya kami keluarga Handerson jadi jangan coba mengusik menantu saya" sentak Daddy Jay dengan suara lantangnya
Daddy Jay tentu sudah tahu kabar pernikahan Lucas dari jauh hari karena walau Lucas berada jauh darinya tentu ia terus mengawasi keseharian puteranya selma mereka berjauhan
tapi ia memilih diam sebab tak ingin Lucas makin membuat jarak dengan keluarganya jadi Daddy jay menunggu momen di mana Lucas akan membuat keluarganya tahu perihal pernikahan yang Lucas jalani tanpa sepengetahuan keluarga
Daddy Jay langsung mengusir pasangan paruh baya yang tidak tahu diri yang mencoba mengancamnya itu "dasar keluarga aneh" gumam Daddy Jay saat melihat mobil Reza dan Darah menjauh dan menghilang dari balik gerbang
Daddy Jay berjalan ke arah ruang keluarga, di mana semua anggota keluarganya sedang berkumpul sebab ini adalah weekend
"sudah pulang dad tamunya" tanya Mommy Qiran sambil bermain dengan Daiyan
"sudah, bikin kesal aja tuh orang, masa maksa daddy buat mecat Lucas, gila kali dia ya suruh mecat pemilik 60% saham perusahaan dengan alasan tidak suka" balas Daddy Jay
"karena mereka sudah ke sini, kenapa kita gak ke sana dad, mommy kangen Lucas. mungkin kalau ada istrinya dan anak itu Lucas tidak akan menghindari kita" tanya Mommy Qiran
"apa kita ke sana ya" Daddy Jay nampak berpikir akan ajakan Mommy Qiran
laporan keseharian Lucas di ketahui oleh semua pihak keluarga Lucas, jadi Edeline juga tahu apa saja yang terjadi pada Lucas selama di Bandung
"kita tunggu sampai permasalahan perebutan hak asuh Lala selesai dulu, baru kita ke sana buat temuin Lucas, kita lihat dulu bagaimana cara dia mengatasi masalah agar kita tahu apakah ia sudah bisa mengontrol emosinya atau belum" usul Kakek Attaf
"aku setuju dengan kakek" sahut jonatahan
"ya sudah, setelah kita dengar kabar penyelesaian masalah Lucas kita akan ke sana buat bertemu menantu kita" balas Daddy jay mengambil keputusan untuk kapan bertemu Lucas dan juga pasangan baru Lucas
***
setelah perdebatan di ruang sidang selama hampir 3 bulan lamanya, perebutan hak asuh lala tentu di menangkan oleh Qia, karena Qia di anggap lebih dari mampu mengurus Lala melihat dari kemampuan keuangan Lucas sebagai suami Qia dan dari keterangan para tetangga yang mendukung kalau lala hidup dengan baik bersama Lucas dan juga Qia
tapi saat mendengar alasan orang tua dari Reno kenapa menuntut hak asuh Lala, Qia jadi tak tega dan mengizinkan mereka bertemu dengan lalau satu minggu sekali
__ADS_1
itupun dengan catatan jika ada lucas di rumah. walaupun Qia tidak tega pada kakek dan nenek Lala tapi di tetap harus berjaga-jaga untuk hal yang mungkin terjadi kedepannya jika ia terlalu baik pada orang lain
"sarapan dulu mas" teriak Qia memanggil suaminya untuk sarapan bersama
Lucas berjalan keluar kamarnya dengan setelan rapih lalu mengecup kening istrinya "jadi ke kampusnya" tanya Lucas saat akan duduk di kursinya
Qia sudah menyelesaikan paket C nya dan di nyatakan lulus setara dengan pendidikan SMA sehingga Qia bisa lanjut untuk kuliah
Qia mengambilkan makanan untuk Lucas dan lala untuk makan mereka "Qia kayanya ragu deh mas bisa daftar kuliah tahun ini" ucap Qia dengan wajah memelasnya
Lucas menghentikan makannya dan menoleh ke arah Qia "loh kenapa? jangan bilang karena uang lagi Qia, mas kan sudah kasih lihat isi rekening mas, bahkan sekarang mas kasih rekening tersendiri untuk keperluan kamu sehari-hari, masa masih ragu aja sih kalau mas bisa bayarin kuliah kamu" tanya Lucas tak habis pikir dengan Qia yang terus ragu untuk kuliah hanya karena takut Lucas kehabisan uang
"bukan itu mas masalahnya" balas Qia
"terus apa masalahnya " tanya Lucas menuntut jawaban jelas dari Qia
Qia beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah meja yang berada tidak jauh dari meja makan untuk mengambil amplop putih berlogo rumah sakit
Qia menyerahkannya pada Lucas agar Lucas bisa membacanya "kayanya nanggung deh mas kalau aku kuliah sekarang" ucap Qia
Lucas mengerutkan keningnya heran lalu ia langsung membuka isi amplop yang di berikan Qia lalu membacanya dengan seksama "hamil" Lucas menatap wajah istrinya dengan lekat memastikan kalau ia tidak salah
Qia langsung tersenyum lebar ke. arah Lucas "iya mas aku hamil, kemarin waktu Qia ngerasa masuk angin dan izin ke rumah sakit buat periksa ternyata Qia sedang hamil dan ini sudah 6 minggu" jelas Qia
"yey lala mau punya adik" teriak Lala dengan girangnya saat mendengar ibunya sedang hamil
Lucas langsung memeluk Qia "terima kasih Qia" Lucas melirik ke arah Lala .dan merentangkan tangannya agar ia juga bisa memeluk Lala "terima kasih sudah memberikan anak yang cantik untuk mas, dan akan kembali menambahkan anggota keluarga baru di keluarga kecil kita" ucap Lucas dengan haru karena baru mendengar kabar kehamilan Qia
semenjak Qia pulang dari rumah sakit, hubungan mereka makin dekat, bahkan Lucas juga sudah menjadi mualaf dan mengucap ijab qabul sesuai tuntunan pernikahan islam, Lucas sudah mulai benar-benat menerima Qia sebagai istrinya dengan memberikan nafkah lahir dan batin secara lengkap pada Qia
"iya mas, terima kasih juga sudah jadi ayah yang baik untuk Lala dan Terima kasih sudah jadi suami yang baik untuk Qia" balas Qia
__ADS_1