
Tak mendapati pergerakan apapun dari Qia, Lucas lantas mengurai pelukannya dan menatap lekat wajah istrinya "kamu gak kangen mas" tanya Lucas dengan wajah sedihnya karena reaksi Qia hanya terkejut saja
Qia segera sadar dari lamunanya "bukannya gitu mas, Qia hanya kaget saja tiba-tiba mas ada di sini tanpa memberitahu Qia terlebih dahulu" balas Qia
Lucas mencebikkan bibirnya sebal "kamu gak pernah hubungin mas selama seminggu ini, gimana mas mau ngabarin coba " kesal Lucas
Qia mengernyitkan dahinya "Qia kan gak blokir nomor mas Lucas, ya tinggal telpon atau kirim pesan saja" sahut Qia menyadarkan Lucas bahwa memang Lucas tidak mencoba menghubungi Qia atau mengabari Qia
Lucas menelan salivanya dengan suasah payah saat menyadari kesalahannya "mas terlalu panik karena kamu gak pulang padahal seminarnya sudah selesai" ucap Lucas mengalihkan
"kan Qia sudah bilang kalau akan pulang kalau hati Qia sudah jauh lebih baik" balas Qia
Qia berbalik dan berjalan menjauhi Lucas tapi Lucas menahan tangan Qia "kapan kamu akan lebih baik" tanya Lucas
"tidak tahu mas" balas Qia
"ayo kita pulang, mas kangen kamu Qia" ucap Lucas dengan suara lirihnya
Qia memejamkan matanya mencoba menghalau sesak di dadanya "hatiku masih belum tertata dengan baik mas, Qia gak mau menunjukan kerapuhan hati Qia di depan anak-anak jadi Qia belum tahu kapan pulang" Qia melepas genggaman tangan Lucas dan mencoba menjauh dari Lucas kembali
Lucas buru-buru mengejar Qia dan memeluk Qia dari belakang dengan erat "mas harus apa agar membuat hatimu baik-baik saja Qia, bilang ke mas harus apa" tanya Lucas mencium aroma rambut Qia yang ia rindukan selama seminggu ini
__ADS_1
"gak ada mas, yang bermasalah itu hati Qia bukan karena mas Lucas. Dari awal kita menikah mas Lucas sudah bilang kalau gak mencintai Qia dan masih menaruh hati pada wanita di masa lalu mas Lucas jadi apapun yang di rasa Qia adalah tanggung jawab Qia. Mohon bersabarlah sedikit, Qia pasti akan kembali tapi tidak sekarang mas, hati Qia benar-benar gak sanggup melihat mas masih mencintai wanita lain, setelah Qia membiasakan diri kalau wanita yang di cintai mas lebih berharga dari Qia, Qia pasti akan kembali" jelas Qia
"Astaghfirullah Qia" Lucas membalik tubuh Qia agar menghadap dirinya
melihat Qia yang hanya diam menunduk Lucas segera saja mengangkat dagu Qia agar bisa bertatapan dengannya "jadi kamu masih mikir kalau mas gak cinta sama kamu" tanya Lucas
mata Qia mulai mengembun saat di beri pertanyaan itu, iya lah Qia mikirnya gitu, lima tahun menikah pernah ngomong cinta aja enggak "tentu" balas Qia
"kita sudah ada Danish" sahut Lucas
"memiliki Danish bukan jaminan mas mencintai Qia" balas Qia dengan telak
Lucas mengusap wajahnya dengan kasar "ini memang salah mas karena mas gak pernah ngomong itu ke kamu, mas terlalu terpaku kalau kamu pasti mengerti apapun yang mas rasakan karena kamu selalu tahu apapun yang sedang mas inginkan tanpa banyak berkata, tetapi mas lupa kalau kamu itu tetap seorang wanita yang butuh kepastian" Lucas menangkup wajah Qia dengan kedua tangannya
"itu karena mas adalah orang yang baik" balas Qia sesuai dengan apa yang ia pikirkan
"sebaik-baiknya mas gak sembarangan juga kali buat nikahin orang, kalau ia mas bisa nikahin banyak wanita dong" balas Lucas dengan kekehan
"terus" tanya Qia
Lucas melepas tangan kirinya dan melingkarkan ke pinggang Qia sedangkan tangan kanannya tetap berada di pipi mungli Qia "mas perduli padamu, perduli yang lebih dari pada orang lain, mas gak bisa melihat kamu bersedih dan menangis" Lucas mengusap pipi Qia dengan lembut "air matamu terlalu berharga untuk jatuh, tapi malah mas yang buat itu jatuh waktu itu" sesal Lucas mengingat Qia menangis karena dirinya dan itu yang paling tidak bisa membuatnya tidur
__ADS_1
mata Qia sudah mengembun saat mendengar itu dari mulut Lucas "mas selalu menjaga diri karena menjaga dirimu. tak ingin bertindak lebih yang nantinya akan membuatmu bersedih, andai kamu tahu seberapa besar mas Lucas menahan hasrat menerjang istri mas sendiri" jelas lucas
Qia terkekeh akan ucapan Lucas tapi air matanya tetap saja jatuh bercampur rasa sedih dan bahagia akan penuturan Lucas yang ia tahu akan mengarah kemana
Lucas mengusap pipi Qia dan menghapus jejak air mata yang membasahi pipi Qia "RIzqia Adinda Farizqi istriku, istri yang paling aku cintai, pulang ya... mas gak bisa kalau gak ada kamu, apapun gak bisa mas lakukan dengan benar karena ternyata mas pria bucin yang gak bisa apa-apa kalau gak ada istrinya "Lucas meneteskan air matanya saat berucap itu pada Qia
Qia tertawa bercampur dengan tangisan dan langsung Lucas bawa ke dalam pelukannya "mas Lucas itu cinta sama kamu Qia, mas hanya gak bisa berkata lugas dan hanya bisa melakukan dengan tindakan saja, sejauh kita menikah bukankah mas selalu memberikan cinta yang penuh untuk kamu walau kata itu tak pernah terucap" tutur Lucas
Qia membalas pelukan Lucas dan menangis dalam pelukan Lucas "mas minta maaf kalau kamu melihat mas memeluk Nidya waktu itu, tapi sungguh mas memeluknya bukan karena masih mencintainya. Bagaimana ya menjelaskannya... " lucas jadi bingung harus menjelaskannya dari mana sebab terlepas Nidya yang pernah jadi istrinya, Nidya juga ia kenal sejak dalam kandungan ibunya, jadi bagaimana bisa ia tidak peduli saat melihat Nidya menangis karena dirinya
"Qia tahu kok mas, Qia tahu" sela Qia mengerti akan kepedulian suaminya pada Nidya
"tahu apa" tanya Lucas
"biar gimanapun, mba Nidya sudah mas kenal selama puluhan tahun, dari kecil kalian tumbuh bersama, terlepas perasaan cinta itu sudah memudar tapi rasa sayang dan kepedulian sebagai sahabat serta saudara tentu masih ada" tebak Qia
Lucas menyunggingkan senyumnya "itulah kenapa mas selalu jatuh cinta sama kamu dan makin sulit hidup tanpa kamu, kamu yang paling mengerti mas Lucas dari siapapun" Lucas langsung mengecup bibir kemerahan istrinya dengan begitu buasnya
Qia mendorong tubuh Lucas dengan agak kasar membuat dahi Lucas mengernyit "kenapa lagi Qia, apa kamu masih gak percaya sama mas" tanya Lucas
"bukan gitu mas" elak Qia
__ADS_1
Qia memeluk tubuhnya dengan bibir yang mulai bergetar "sebelum mas datang Qia sudah cukup lama dalam air jadi Qia kedinginan mas" ucap Qia
"maaf Qia, mas gak tahu" melihat Qia yang sudah kedinginan, langsung saja lucas memngangkat tubuh Qia ala bridal style