You Are My Regret

You Are My Regret
Kejutan


__ADS_3

Mila berjalan berdampingan bersama Zahira memasuki rumah kediaman Aryasatya


"permisi" panggil Zahira pada orang yang kebetulan sedang menyapu teras rumah Jordan


wanita yang sedang bekerja itu menoleh ke arah Zahira "siapa ya, dan ada perlu apa" tanya wanita paruh baya tersebut


"saya ada perlu dengan ibu Sari, Ibu Sari nya ada" tanya Zahira dengan sopan


"ada non, silahkan masuk dulu biar saya panggilkan" wanita paruh baya tersebut mempersilahkan Zahira dan Mila untuk duduk do sofa ruang tamu sedangkan dirinya bergegas memanggil Sari


"ini beneran, kalau wanita yang ada di sini pernah jadi istri sirih ayah kamu" tanya Mila memastikan apakah orang yang tinggal. di rumah ini adalah wanita yang memiliki hubungan dengan ayah sahabatnya itu


Zahira mengangguk mengiyakan "iya, tapi pernikahan itu tidak sah, wanita bernama Sari itu membohongi ayahku kalau suami Sari menelantarkannya begitu saja padahal suami wanita itu masih melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang suami" jelas Zahira akan hal yang ia tahu dari penjelasan ayahnya semalam


"tuk tuk tuk" terdengar langkah kaki dari arah lantai atas menggema ke seantero ruangan


Zahira dan Mila menoleh ke arah sumber suara di mana Sari turun dari lantai atas menuruni setiap anak tangga dan menatap keduanya penuh keheranan


"apa yang kalian lakukan di sini" heran Sari akan kehadiran Zahira dan Mila, terutama Zahira


Bagaimana Zahira bisa tahu alamatnya, dan kenapa anak suami sirihnya datang ke rumah suami sahnya, apa maksudnya coba


Zahira menatap sinis ke arah Sari "aku cuma mau mengembalikan semua barang-barang mu dan menegaskan bahwa kamu sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan ayahku" ucap Zahira langsung pada intinya sambil menunjuk mobil boks yang masih terparkir di halaman rumah Sari dan Jordan


Sari melirik ke arah yang di tunjuk Oleh tangan Zahira "jangan sembarangan kamu ya, mas Arman gak mungkin menceraikan aku, dia gak mungkin ninggalin aku begitu saja " sangkal Sari yang tetap percaya bahwa ayah Arman tidak akan pernah meninggalkan dirinya


Zahira terkekeh "suami..." Zahira memicingkan matanya ke arah Sari "ngaca kamu! kamu itu masih istri sah Jordan Aryasatya bukan istri Arman Malik Ja'far" tukas Zahira dengan tatapan tajamnya ke arah Sari

__ADS_1


Sari menggelengkan kepalanya tak percaya "kamu jangan keterlaluan Zahira, bagaimana bisa kamu memisahkan dua orang yang saling mencintai " protes Sari pada tindakan Zahira kali ini padahal dulu anak itu hanya lari dan tidak banyak memprotes sebab ayah Arman tetap melindungi Zahira


"sinting! kamu ya! " sentak Zahira tak menyangka ada wanita tidak tahu malu seperti Sari


Sari menggelengkan kepalanya masih tak percaya "aku gak percaya mas Arman akan ninggalin aku" Sari mengambil gawainya dan mencoba menghubungi seseorang


"tut tut tut" Sari masih menunggu panggilannya tersambung "mas Arman" seru Sari saat panggilannya sudah tersambung


"apa maksudnya Zahira datang kemari" cecar Sari dengan nada tinggi


"seperti yang sudah di sampaikan anakku, kalau aku mengembalikan semua barangmu sebab kita tidak punya hubungan apapun" balas Ayah Arman


"kamu gak bisa gitu dong mas" protes Sari


"pernikahan kita gak saha Sari, nyatanya kamu masih bersama Suami kamu dan masih sah jadi istrinya. Dia juga masih menafkahi kamu lahir dan batin" jelas Ayah Arman menekankan kata lahir dan batin di bagian akhir


Mata Sari membelalak lebar saat mendengar itu "mas tahu itu" gumam Sari begitu terkejut


Sari menangis meraung karena ayah Arman yang berniat memutuskan dirinya begitu saja setelah 5 tahun kebersamaan mereka dan dua tahun pernikahannya


ya kisah Sari dan Ayah Arman di mulai semenjak ibu kandung Zahira, Aisyah sakit-sakitan. Sari masuk ke kehidupan keluarga orang tua Zahira dengan segala trik murahannya untuk menjerat Ayah Arman


Zahira tak memperdulikan tangisan Sari, ia ingin masalah ayahnya dan perempuan tidak tahu diri di hadapannya segera berakhir "jauhi ayahku, atau aku akan datang ke suamimu agar bisa memberi peringatan keras padamu" ancam Zahira yang tak main-main


Sari melirik ke arah Mila dengan sinis "pasti kau senang ya, melihatku hancur" tuding Sari dengan tatapan tajamnya ke arah Mila sahabat Zahira


Zahira menatap tajam Zahira "jangan libatkan sahabatku ya, ini adalah masalah kita bukan masalah sahabatku" sinis Zahira

__ADS_1


Sari masih menatap sinis ke arah Mila "aku paling benci kedua orang tuamu" tukas Sari dengan tatapan bencinya


"jangan libatkan aku dalam masalahmu, mba! " tegur Mila dengan suara lantangnya tak ada rasa takut sama sekali saat Sari mencercanya dengan perkataan yang tak menyenangkan


"pernikahanmu bermasalah itu bukan salahku, aku juga tidak mau kalau ibuku terlibat dengan pria seperti suami mba" balas Mila begitu kesal karena ia di libatkan dengan masalah kedua orang tuanya dengan orang di hadapannya saat ini


Zahira menoleh ke arah Mila dengan tatapan heran dan begitu terkejut kalau Mila mengenal Sari dan punya masalah dengan Sari yang sepertinya tidak jauh beda dengan masalah keluarganya


"alah, kamu senang kan kalau mas Jordan bersama dengan mamah kamu, mas Jordan itu sayang banget sama kamu seperti anaknya sendiri bahkan mungkin rasa sayangnya jauh lebih besar padamu ketimbang pada Arabella yang jelas anak kandungnya, hanya karena kamu anak perempuan ****** itu" tukas Sari dengan suara lantang menghina Mila


"aku gak sudih ya mba di sayang sama pria macam suami mba, suami mba juga sudah bikin rumah tangga kedua orang tuaku menjadi berantakan! " teriak Mila menatap jengah ke arah Sari


"alah bulshit! " umpat Sari tak percaya dengan perkataan Mila


"mba itu sebaiknya ngaca deh! di sini yang paling bejat siapa hah? hubungan kedua orang tuaku memang sudah tak baik-baik saja dan mereka juga sudah seperti orang asing saat bertemu hanya sebuah surat saja yang menyatukan mereka sebagai pasangan suami istri. Tapi mba" tuding Mila dengan tatapan tajamnya


"mba masih melayani suami sah mba, tapi juga membohongi seorang pria agar mau meniduri mba saat suami sah mba itu bertemu dengan cinta pertamanya " cecar Mila makin emosi di buat Sari


"ini apaan sih Mil" Zahira yang bingung kini hanya bisa bertanya pada sahabatnya tentang apa yang terjadi


Mila mengabaikan Zahira dan terus menatap tajam Sari "harusnya kalau mba masih mempertahankan status pernikahan itu, buat suami mba jatuh cinta sama mba dan menjauhi mamahku bukannya malah menggoda pria yang tidak tahu apa-apa dan melibatkannya dalam hubungan Toxic gak jelas kaya gini" tukas Mila dengan nada tinggi beberapa oktaf


"harusnya kamu yang bilang ke mamah kamu untuk tahu diri" bentak Sari


"sebelum ngomongin orang untuk tahu diri, mba dulu yang harus tahu diri! jauh ayah sahabatku! " balas Mila tak kalah membentak


"mamah" Arabella menghampiri Sari dengan wajah ketakutan karena mendengar suara ibunya yang sedang berteriak mawan dua orang wanita asing

__ADS_1


Sari menoleh ke Arabella "sayang" Sari buru-buru berlari menenangkan Arabella yang sedang ketakutan


Melihat hal itu Zahira memilih mengajak Mila pergi sebab ia juga tak akan tega membuat Arabella ketakutan dan tahu seperti apa sifat buruk ayah dan mamahnya, wanita itu masih terlalu kecil untuk menerima kenyataan pahit keluarganya


__ADS_2