
***
Qiran dan tara sedang duduk di kursi dalam kelasnya “kak qiran” panggil seorang wanita muda menghampiri qiran
Qiran menoleh ke belakang “iya ada apa?” Tanya qiran
Wanita itu menyerahkan sebuah kotak berwarna biru pada qiran “bisa minta tolong berikan ini pada kak jay” pinta wanita tersebut
Qiran mengernyitkan dahinya ke arah kotak yang diberikan wanita bernama Keith Fransiska “kenapa kau tak memberikannya secara langsung” qiran beralih menatap heran keith tanpa menerima kotak itu
“dia tak akan menerimanya jika aku yang memberikannya” balas keith yang sudah beberapa kali memberikan hadiah untuk jay dan selalu berakhir di tolak oleh jay
Qiran mendorong pelan kotak yang di berikan keith “kalau begitu saya tak bisa membantumu” balas qiran
“masa kakak gak bisa bantu keith sih” rajuk keith sedikit tak suka penolakan qiran
Qiran menghela nafas “kau tahu dia tak akan menerimanya tapi kau malah memintaku” qiran menatap dengan tatapan tajam ke arah keith “jadi kenapa aku harus menerima resiko di marahi sahabatku karena ulahmu itu” qiran merasa tak perlu berdebat dengan sahabatnya Karena ulah orang yang menurutnya tak penting
“tapi kakak kan sahabatnya pasti kak jay tak akan marah dengan kakak” balas keith masih mencoba merayu qiran
“kalau begitu minta saja padanya” qiran melirik tara yang di duduk tak jauh darinya “dia juga sahabat jay” tambah
qiran
Tara yang merasa dirinya di bawa-bawa langsung menunjuk dirinya “aku” tara menggeleng-gelengkan kepalanya “aku malas di omeli tuh jangkung” tara bergidik ngeri mengingat dirinya yang pernah kena omel karena membantu teman satu sekolahnya yang ingin memberikan cokelat pada jay
Keith melirik reaksi tara yang jelas tak mau membantunya “ayolah kak bantu aku” pinta keith pada qiran
Qiran menahan rasa kesalnya “kau lihat kan, tara saja tak berani mengusik jay apalagi aku” ucap qiran berusaha keras meredam emosinya
“tapi aku benar-benar ingin memberikan ini pada kak jay, kak qiran…” ucap keith dengan nada mendayu
Qiran menunjuk kursi jay yang ada di depannya “silahkan letakan sendiri di sana” ucap qiran tak ingin memperpanjang perdebatannya
“kak…..”keith mencoba merayu sampai pada batasnya
Qiran mulai merasa jengah dengan tingkah keith, ia langsung merubah mimic wajahnya menjadi dingin dan tegas “kalau mau kasih, tinggal taro kalau tidak silahkan keluar” ucap qiran menunjuk pintu kelasnya
“baiklah” keith dengan terpaksa hanya meletakkan kotak tersebut di atas meja jay
“triiiiingg” terdengar suara bel masuk
Semua siswa masuk ke dalam kelas untuk belajar, begitu pun jay yang baru dari ruang guru juga ikut masuk dalam kelasnya
__ADS_1
Jay mengernyitkan dahinya saat melihat sebuah kotak ada di atas mejanya “punya siapa ini?” Tanya jay pada qiran yang duduk tepat di belakangnya
“itu dari penggemarmu” sahut tara yang mendengar pertanyaan jay karena tara duduk tepat di sebelah qiran
“oh” jay membawa kotak tersebut dan meletakkannya di atas meja guru
Pak james, selaku guru bahasa inggris kelas 3a masuk ke dalam ruangan “siang anak-anak” sapa pak james
“siang pak” sapa balik murid 3a
Pak james melirik kotak yang ada di meja guru “apa ini?” tunjuk pak james pada kotak berwarna biru itu
“dari penggemar jay pak “ celetuk salah satu teman sekelas jay
Pak james membuka kotak itu “ah, cokelat dan kue rupanya” gumam pak james mendapati kue dan coklat di dalam kotak
Pak james menatap jay “apa ini seperti biasa jay?” Tanya pak james dengan nada senyuman bahagia
Jay mengangguk “iya pak, bawa ke kantor nanti untuk di bagikan pada guru-guru” balas jay yang sudah biasa memberikan hadiahnya untuk para guru sehingga jay jadi salah satu kesayangan para guru di sekolahnya
“terima kasih jay” ucap pak james dengan senang karena lagi-lagi ia mendapatkan makanan setiap masuk kelas jay
“tak masalah” balas jay
bersama anak-anak
***
Seusai sekolah qiran, tara dan jay berjalan berdampingan keluar kelasnya
“kau mau pulang atau kemana dulu?” Tanya tara menoleh ke arah qiran
“aku mau ke tempat latihanku hari ini” balas qiran
Tara beralih ke arah jay “kau kemana?” Tanya tara
“seperti biasa bekerja” balas jay
“uhhh menyebalkan” kesal tara
“kenapa?” Tanya qiran merangkul bahu tara
“aku doang yang gak ada rencana” kesal tara yang selalu bingung mau apa padahal kedua temannya sellau punya rencana setiap harinya sedangkan tara hanya punya rencana mengikuti qiran ataupun Jay
__ADS_1
Jay menepuk bahu tara “lebih banyak kegiatan tara, jangan hanya sekolah, main game dan mengikuti qiran saja” ledek jay
Tara melirik tajam jay “kau gak tahu kalau di tugaskan ayahku untuk selalu di dekat qiran” kesal jay
“sorry” kekeh jay yang tahu bagaimana ayah tara sellau memperingati unuk berada di sekitar qiran
"atau kau mau ikut denganku" tawar qiran
"malas" balas tara dengan mengerucutkan bibirnya
"apa tempat latihanmu masih yang dulu?" tanya jay
qiran menganggukan kepalanya "iya masih di sana, kenapa?" tanya balik qiran
"kebetulan aku ada pekerjaan jadi pelayan pesta yang di gelar di gedung dekat tempatmu latihan" sahut jay
" wah, kau bisa menghampiriku dong" ucap qiran denga semangat
"entahlah, emang kau selesai latihan jam berapa?" tanya jay
"jam 8 malam" balas qiran
"sepertinya aku tak bisa, karena aku hari ini bekerja di pesta itu saja dan sampai jam 10" balas jay
"oh" qiran mengangguk-anggukan kepalanya
"ya sudah, aku pulang saja ya qiran, kalau ayah tanya kenapa aku gak menemanimu bilang saja kau laihan cukup lama jadi tak ingin di ganggu" pinta tara
"oke" balas qiran
***
qiran duduk di depan gedung tempat ia latihan taekwondo sembari menatap langit
"kau belum pulang qiran?" tanya james pelatih taekwondo qiran"iya bentar lagi pak, saya sedang ingin istirahat saja" balas qiran
"tapi ini sudah malam" pak james mengedarkan pandangannya ke sekitar "apa kau tak di jemput, mau bapak antar" tawar pak james
"tak perlu pak, saya sekalian menunggu teman saya" qiran menunjuk gedung sebelah gedung latihannya yang terlihat banyak orang menunjukan ada kegiatan di sana
"oh, temanmu sedang ada acara di situ" pak james melirik gedung sebelah sekilas dan kembali menoleh ke arah qiran "ya sudah bapak pulang dulu ya" pamit pak james
"iya pak" balas qiran melambaikan tangannya saat mobil pak james meninggalkan halaman parkir gedung latihannya
__ADS_1
qiran sebenarnya bisa saja pulang, tapi entah kenapa ia ingin menunggu jay sampai selesai bekerja