
seusai bel pulang sekolah berbunyi, Zahira bergegas ke luar dan berjalan ke halte bus terdekat, ia ingin mulai belajar menaiki bus untuk pulang ke apartemen Reagen agar segera belajar bagaimana naik bus untuk pertama kalinya dan tidak berakhir merepotkan reagen
Zahira menunggu di pemberhentian bus akan rute pertama yang harus dia ambil lalu ia akan beepindah ke pemberhentian kedua menuju lokasi dekat apartemen Reagen
beruntung sekali bahwa Zahira mampu beradaptasi dengan mudah walau ini adalah pengalaman pertamanya menaiki bus "ternyata aku bisa" Zahira tersenyum lega saat sudah turun di pemberhentian bus dekat apartemen
Zahira berjalan ke arah apartemen dengan langkah santai, ia melirik ke arah jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 6 sore " ternyata kalau naik bus satu jam, naik mobil tadi cuma setengah jam saja" gumam Zahira yang baru mengetahui perbedaan naik mobil dan naik bus
Naik bus tentu berbeda karena ia harus mengambil jalan memutar dan berganti bus agar bisa sampai jadi wajar saja kalau itu memakan waktu lebih lama dari seharusnya
sampai di apartemen, Zahira buru-buru membersihkan diri sebab saat ia sampai di apartemen sudah memasuki waktu shalat magrib, tentu ia tidak ingin tertinggal waktu sholat jadi ia harus segera bergegas
setelah Shalat, Zahira merapihkan mukenahnya dan segera keluar kamarnya menuju dapur "jam segini mas Reagen belum pulang,. mending aku siapain makanan kai ya" Zahira mulai searching di ponsel pintar miliknya tentang menu yang ada di kulkas milik Reagen
setelah mendapatkan contoh makanan yang ada di dalam kulkas, Zahira langsung memutar video masak di ponselnya dan mencoba memasak untuk pertama kalinya
pertama kali memasak memang sulit bagi Zahira, bahkan ia sampai dua kali terkena pisau tapi dengan tekad kuatnya untuk belajar, hasil masakan sederhana yang ia coba pun berhasil walaupun ada beberapa jenis masakan yang agak gosong dan sulit untuk di santap tapi untuk percobaan pertama di rasa lumayan untuk Zahira
"ceklek" pintu apartemen terbuka saat Zahira masih sibuk menata makanan di meja
"kamu belum makan malam Zahira" tanya Reagen sesaat setelah ia masuk pintu dan mendapati Zahira menata makanan di meja makan
"belum mas, tadi baru belajar masak jadi belum sempat makan" balas Zahira
"wah belajar masak" beo Reagen
Reagen langsung saja duduk di hadapan Zahira "masak apa saja kamu" Reagen mulai melihat masakan apa saja yang di buat Zahira
__ADS_1
"tadi banyak yang gagal mas, jadi ya tinggal ini lah yang tersisa" kekeh Zahira
Reagen melihat banyaknya hasil masakan gagal tersaji di meja pantry membuat Reagen tersenyum tipis " tidak apa, namanya belajar untuk pertama kali tidak pasti langsung berhasil" Reagen mengusap kepala Zahira dengan lembut
"mas coba geh, enak enggak masakan Zahira" Zahira dengan semangat menyodorkan masakannya di hadapan Reagen dan tentu Reagen menghargai itu
"untuk pertama kali lumayan lah, tapi mungkin harus lebih banyak latihan lagi" ungkap Reagen sesaat setelah menyantap hasil masakan Zahira
Zahira mulai menyantap hasil masakannya sendiri " iya mas emang harus banyak latihan" kekeh Zahira menyadari apa kurangnya masakan Zahira
"oh ya Zahira, bulan depan kayanya mas harus balik ke Inggris deh, kalau kamu masih mau tinggal di sini tempatin aja apartemen mas" ungkap Reagen mulai membuka obrolan
"loh mas mau balik" terlihat sekali kalau wajah Zahira begitu sedih mendengar Reagen harus segera kembali ke negara asalnya
"mas harus membantu Daddy sebab usia daddy sudah tidak muda lagi, di tambah olvin yang baru mulai ingin ikut terjun ke perusahaan jadi mas Reagen harus bantu bimbing Olvin" jelas Reagen
"ya sudah mas kalau mau balik ke Inggris" Zahira patuh saja akan keputusan Reagen sebab ia tak ada hak untuk ikut campur keputusan Reagen
"iya mas, nanti kalau pengen ngobrol sama mas Reagen pasti Zahira telpon mas" Zahira menampilkan senyum terbaiknya sebab tak ingin membuat Reagen kepikiran
di dalam hati Zahira sebenarnya sulit sekali melepaskan kepergian Reagen. ya walaupun perkenalan mereka baru beberapa hari saja tapi rasanya Zahira sudah bwgitu dekat dengan Reagen dan tak ingin berpisah dengan pria itu tapi mau gimana lagi, dia kan bukan siapa-siapa Reagen yang bisa mengatur segala keputusan pria dewasa itu
hari berganti hari dan minggu berganti minggu sampai tak terasa waktu kepergian Reagen akan segera tiba "kamu yakin gak mau antar mas Reagen ke bandara" tanya Reagen di sela kegiatannya melipat pakaian miliknya di bantu oleh Zahira
"enggak lah mas, takut nangis" balas Zahira
"nangis ya gak papa loh, nanti mas peluk kan bisa" balas Reagen dengan santainya
__ADS_1
"gak boleh asal peluk tau mas, kita bukan muhrim" tegas Zahira
"iya ya" kekeh Reagen
"sudah selesai mas" Zahira menutup koper Reagen pertanda semua barang Reagen sudah masuk ke dalam koper
"nanti kabarin aku kalau sudah sampai ya mas" punya Zahira
"iya" Reagen mengusap kepala Zahira dengan sayang " mas pasti kangen banget masakan kamu" ucap Reagen yang ikut bersedih karena harus berpisah dengan Zahira
"kalau mas kangen masakan Zahira, pulang ke sini aja. Zahira akan selalu ada di sini buat nunggu mas pulang kok" balas Zahira dengan senyuman
entah kenapa hati Reagen begitu terenyuh saat mendengar kalau Zahira akan selalu menunggunya untuk pulang
"Zahira" panggil Reagen dengan suara lirih
"iya mas" balas Zahira
"boleh gak untuk sekalu saja mas minta di peluk sama kamu" pinta reagen dengan nada memohon
Zahira menatap aneh ke arah Reagen "mas hanya sedih ingin berpisah dengan kamu jadi butuh penguat, boleh ya sekali saja peluk" pinta Reagen lagi
Zahira menghela nafas pendek "baiklah, mas boleh peluk Zahira kok" Zahira merentangkan kedua tangannya di hadapan Reagen
dan sontak saja Reagen langsung menghambur memeluk Zahira "kamu belajar yang benar ya, dan jangan terus bersedih, pokoknya ingat ya Zahira kapanpun kamu butuh teman cerita, mas Reagen akan siap selama 24 jam menerima panggilan dari kamu" ucap Reagen dengan bersungguh-sungguh
"iya mas, jangan khawatir sama Zahira, selama Zahira tinggal Sama mas Reagen kan sudah banyak belajar untuk mandiri jadi Zahira gak akan kesulitan di di sini" balas Zahira sembari mengusap punggung Reagen
__ADS_1
"mas pasti kangen banget sama kamu waktu mengobrol kita yang begitu nyaman" ucap Reagen
"aku juga mas" Zahira juga memikirkan hal yang sama bahwa ia juga pasti akan merindukan reagen saat tinggal berjauhan