You Are My Regret

You Are My Regret
Ternyata sedang hamil


__ADS_3

Reagen kini sedang duduk di kursi penumpang bagian belakang bersama kassy "maafin daddy ya reagen, daddy salah" ucap thomas untuk kesekian kalinya dan masih tidak di balas oleh reagen sama sekali


reagen hanya mengeratkan pelukannya pada pada kassy tanpa mau berkata apapun "hussst" kassy melirik thomas yang terus mencuri pandang dirinya dan reagen dari balik cermin "jangan berisik terus, fokus buat nyetir dad, ingat kita harus istirahat kan penerbangan kita pagi" ucap kassy memperingati suaminya untuk fokus menyetir saja


"ia deh" thomas hanya bisa diam karena memang mood dua orang yang begitu berharga untuknya sedang tidak baik-baik saja


pertemuannya dengan brianna tadi benar-benar membuat suasana tegang antara dirinya dan brianna yang memang selalu berdebat sejak dulu membuat suasana hati reagen jadi tak baik. Thomas lagi-lagi lupa kalau reagen masih lah seorang anak yang bisa saja terluka jika melihat orang tuanya terus bertengkar di depannya tapi kadang sifat manusia memang tak bisa menutupi rasa angkuh dan selalu ingin menang walaupun kadang hal itu bisa menyakiti orang yang kita sayang


***


anggota keluarga kassy mengantar kassy sampai bandara dengan isak tangis,karena kini mereka harus hidup berjauhan


mungkin yang paling sedih adalah mama clarissa karena kedua anaknya berada jauh di negara berbeda dengannya dan membuatnya tak bisa menemui mereka sewaktu-waktu


di sana juga ada Mika yang ikut mengantar kepergian kassy. Di antara keluarga lainnya mungkin Mika lah yang paling menangis kencang karena kassy tentu tak bisa bolak-balik dengan mudah karena kondisinya yang sedang hamil muda membuat mika kehilangan salah satu orang terdekat yang ia miliki


"hiks hiks hiks" mika masih saja terus menangis padahal mereka sudah keluar bandara sejak sejam yang lalu


"sudah sayang jangan nangis terus dong, mas harus apa lagi ini? kata kamu kita ke kebun binatang, ini sudah loh" adrian sudah bingung dengan kelakuan istrinya yang benar-benar sensitif  sebulanan ini membuat kepalanya kadang serasa mau meledak menuruti kemauan sang istri yang kadang di luar nalar


"mas gak tahu ya kalau aku lagi sedih" balas mika


"mas tahu kamu sedih pisah sama kassy, tapi kan kita masih bisa nyusulin kassy sewaktu-waktu atau dia yang ke sini" balas adrian


mika mengusap air matanya sadar dirinya yang cukup berlebihan menanggapi kepergian kassy padahal mereka masih bisa bertemu jika mau "maafin mika ya mas" mika terus menarik ingusnya  dengan sekali sedotan membuat adrian mengambil tisu dan meminta mika membuang ingusnya di sana

__ADS_1


"maafin mika ya mas, mika gak tahu kenapa akhir-akhir ini mika sensitif banget, kadang mau dekat sama mas adrian tapi bawaannya suka kesel kalau sudah dekat" mika membuang ingusnya lagi dengan santainya di depan adrian


"sebenarnya mika tahu kalau masih bisa ketemu kassy dengan mudah karena hari ini gini jarak itu gak masalah kalau kita mau dan ada uang mah gampang, tapi tetep saja aku pengen nangis mas" mika kembali menangis tanpa tahu alasannya dengan jelas yang penting nangis saja


adrian menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang begitu aneh "apa ini gara-gara kamu mau datang bulan ya sayang, dulu kamu kalau lagi mau datang bulan kan suka gini, ngambek gak jelas" melihat tingkah Mika tiba-tiba saja adrian teringat kebiasaan mika yang akan datang bulan selalu aneh dan tidak jelas


"datang bulan apa, kayanya sudah lama deh aku gak datang bulan" celetuk Mika masih mengelap ingusnya


tiba-tiba saja mereka berdua saling berpandangan "kamu sudah telat datang bulannya" tanya adrian dengan senyum mengembangnya, terselip satu harapan di wajahnya


mika mengambil ponselnya untuk melihat jadwal menstruasinya yang tercatat di ponsel pintarnya "harusnya aku dapet di tanggal ini tapi bulan kemarin mika kayanya gak datang bulan deh" balas mika melihat catatan menstruasinya dari ponsel pintarnya


"mending langsung periksa saja" adrian langsung menarik tangan Mika untuk datang ke rumah sakit saat itu juga


adrian datang ke rumah sakit keluarga ghazanfer, karena di sana jay lah direktur rumah sakit jadi adrian tidak perlu antri jika ingin memeriksa mika "gak papa nih mas kita nyerobot antrian" tanya mika melihat tatapan tak mengenakan dari para para ibu hamil yang ada di depan ruang praktek dokter kandungan di rumah sakit milik keluarga Qiran itu


"selamat sore pak, bu" sapa karina, dokter kandungan yang bekerja di rumah sakit milik keluarga ghazanfer saat melihat adrian dan mika masuk ruangan


"sore dok" balas adrian


"bapak sama ibu ada keluhan apa" tanya dokter karina dengan ramah


"begini dok, istri saya sudah telat datang bulan selama satu bulan jadi kami mau periksa apa istri saya sedang hamil atau tidak" tanya adrian


"sebelumnya sudah pernah periksa belum, dengan testpack misalnya" tanya dokter karina

__ADS_1


"belum dok" balas adrian


"ya sudah kita langsung USG saja ya pak, biar lebih jelas" dokter karina mengajak Mika untuk naik ke brankar


mika menggenggam tangan adrian dengan erat saat dokter karina mulai menggerakan alat USG itu di perutnya "bapak sama ibu sudah menikah berapa lama" tanya dokter karina membuka obrolan


"baru tiga bulan dok" balas adrian


"wah sepertinya pak adrian ini beneran tokcer ya" kekeh dokter karina melihat gambar pada layar besar di depannya


adrian mengernyitkan dahinya bingung "maksudnya dok" tanya adrian


"coba lihat itu" tunjuk dokter karina pada layar besar di depannya "istri anda sedang hamil dan usia kandungannya sudah menginjak 11 minggu, kalian tidak sadar saja kalau nyonya mika sedang hamil" tukas dokter karina  menjelaskan mika yang sedang hamil tapi tak di sadari oleh adrian dan Mika


"istri saya beneran hamil dok" tanya adrian memastikan


"iya pak" balas dokter karina


"makasih ya sayang" adrian mengecup keseluruh wajah mika karena saking bahagianya


"sekarang mas gak boleh kesal lagi saat kamu lagi aneh" kekeh adrian mengingat tingkah aneh istrinya


"jadi selama ini mas kesal saat aku lagi banyak maunya" balas mika


"engga sayang" adrian langsung memeluk mika agar mika tak lagi marah

__ADS_1


dokter menjelaskan tentang kondisi kandungan mika yang cukup baik dan sehat, dokter karina juga menjelaskan bahwa kondisi kehamilan setiap orang tidak pasti sama tapi untuk kehamilan mika dari hasil cerita adrian dapat dokter karina simpulkan bahwa mika menjadi sangat sensitif dan dokter karina hanya meminta adrian sabar saja dan menjaga mood mika agar tetap baik dan sebisa mungkin menuruti keinginan mika


__ADS_2