
Lucas berjalan ke arah rumahnya dengan senyum mengembang yang begitu kentara terlihat di wajah tampannya
"mommy" teriak Lucas mencari keberadaan mommy nya
"mommy" Lucas terus mencari keberadaan Mommy nya
"apaan sih Lucas" tukas mommy Qiran menghampiri putera sulungnya yang terus berteriak sedari tadi dan begitu menyakiti gendang telinganya
"mommy" Lucas langsung memeluk mommy nya dengan begitu erat "mommy harus cepat urus pernikahanku dalam minggu ini" pinta Lucas dengan senyum lebarnya
mommy Qiran mengurai pelukannya dengan kasar dan menatap tajam puteranya itu "mommy kan sudah bilang pernikahannya gak bisa cepat Lucas, banyak yang harus dipersiapkan " protes mommy Qiran tak ingin anaknya terus meminta pernikahan Lucas dan Nidya dipercepat
"ini permintaan ayah tau mom" timpal Lucas
mommy Qiran memicingkan matanya ke arah Lucas "kamu hamilin Nidya" tuduh Mommy Qiran saat Ayah tara meminta Lucas menikahi Nidya lebih cepat dari rencana mereka
Lucas menautkan alisnya menatap Mommy Qiran "setega itu mommy nuduh Lucas, padahal Lucas begitu menjaga Nidya selama ini" tukas Lucas tidak terima di tuduh menikahi Nidya karena Nidya yang sedang Hamil
"terus kenapa coba, tara sampai minta pernikahan kalian di percepat padahal ayah kamu itu gak mungkin nentang permintaan mama kamu yang penen pernikahan putri sulunnya berlangsung dengan sempurna" tanya mommy Qiran
"hehehehe" Lucas menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan hanya nyengir kuda di depan mommy Qiran
Lucas menceritakan alasan Ayah Tara yang meminta pernikahan Nidya dan Lucas di percepat karena semalam Nidya dan Lucas bermalam diluar rumah, ya walaupun tidak ada yang terjadi tapi tak bisa menampik kalau Nidya dan Lucas tidur dalam satu ranjang yang sama dan dalam keadaan berpelukan sampai pagi menjelang sehingga ayah memutuskan mempercepat pernikahan untuk mencegah hal yang tidak di inginkan
"plak" Mommy Qiran langsung menghadiahi lemparan bantal sofa ke arah wajah Lucas "dasar kamu ya Lucas, itu apa bedanya dengan kamu mempercepat pernikahan karena menghamili Nidya" kesal Mommy Qiran
"jelas beda dong mom" sahut Lucas dan memicingkan matanya ke arah Mommy nya "aku bukan mommy sama daddy ya yang mengusahakan bisa menikah dengan menghadirkan aku lebih dulu" cicit Lucas dengan beraninya membuat mata Mommy Qiran membola
"Lucas!" teriak mommy Qiran
"loh benar kan yang Lucas bilang, mommy dan Daddy menikah karena aku hadir " timpal Lucas yang memang benar adanya
Mommy Qiran hanya bisa menghela nafas dengan kelakuan anaknya itu "baiklah mommy akan mempercepa pernikahan kalian, syukur gaun utama Nidya sudah jadi jadi tinggal fiting lagi saja" merasa percuma saja menolak keinginan Lucas membuat Mommy Qiran mengiyakan saja toh Nidya sudah dia kenal sangat baik dan dia juga menyetujui pilihan lucas dalam memilih istri
__ADS_1
"terima kasih mom" Lucas langsung memeluk dan menciumi pipi mommy Qiran dengan begitu gemas
***
Keluarga Besar Lucas dan Nidya di buat begitu sibuk dengan pernak-pernik pernikahan yang harus di persiapkan untuk menggelar acara pernikahan Lucas dan Nidya yang di majukan begitu cepat
"apa kak" teriak seorang wanita saat kabar pernikahan Lucas dan Nidya di sebut akan di langsungkan di akhir pekan
seorang pria memicingkan matanya ke arah wanita yang sempat berteriak itu "kenapa memangnya kalau mereka menikah, mereka sudah bertunangan cukup lama jadi tak masalah dong jika mereka menikah" sahut pria tersebut dengan Lugasnya
"bukannya gitu kak Reagen, aku hanya terkejut saja" wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Cinta adik Reagen yang memang menaruh hati pada Lucas semenjak lama
"ingat ya cinta, kakak sudah menegaskan kalau Lucas hanya milik Nidya" jelas Lucas tak ingin adiknya menaruh hati pada sahabatnya yang jelas sudah punya orang yang di cintainya
"sudah reagen" Mommy brianna mengusap punggung Cinta dengan lembut "dia hanya menaruh kekaguman saja pada Lucas, sekedar cinta monyet jadi jangan terlalu menganggapnya serius" sela mommy Brianna
"aku tahu mom, aku hanya mengingatkannya saja agar tidak terluka saat jelas pria yang ia kagumi sudah punya tambatan hati" tukas Reagen mengingatkan
Mommy brianna menoleh ke arah Reagen "terus kapan keluarga Daddy kamu datang kemari" tanya mommy Brianna
"oke kalau gitu" Mommy brianna mengangguk paham
"aku sudah minta butik untuk siapin gaun buat mommy dan juga untuk cinta dan Dika jadi besok sore Reagen akan jemput mommy buat coba gaunnya ya" ucap Reagen
"tidak usah Reagen, mommy pakai gaun yang mommy punya saja" tolak Mommy Brianna dengan halus
"ayolah mom, jangan sampai aku di bilang anak yang tak sayang keluarga padahal jelas mommy tahu aku sangat mampu membelikan mommy, Cinta dan Dika pakaian" kesal Reagen
Mommy Brianna hanya menghela nafas kasar "baiklah, besok kita coba gaunnya ya" mommy brianna juga tak ingin mengecewakan puteranya yang ingin memberikan hal terbaik unuknya karena memang tak bisa di pungliri kalau mommy Brianna sudah lama sekali tidak membeli gaun baru sebab menghindari pertengkaran dengan madunya
***
Di tempat lain sedang terjadi perdebatan kecil antara dua pasangan kakak adik "kakak gak boleh nikah" teriak seroang wanita
__ADS_1
"jangan gila kamu!" tunjuk Lucas pada seorang wanita dengan tatapan nyalangnya
"mommy" wanita itu merengek pada wanita yang di panggilnya dengan sebutan mommy
wanita yang di panggil mommy itu hanya menghela nafas dengan berat "kamu juga jangan manja Edeline, emang kenapa juga kalau kakak kamu nikah" tanya Mommy Qiran pada anak bungsunya
ya wanita yang sedang merajuk itu adalah Edeline, adik kandung Lucas yang baru saja pulang ke tanah air dan langsung saja merengek saat di kabari kalau kakaknya akan segera menikah dalam waktu dekat gaga
"ya aku kesel sama kakak, gaun aku kan belum jadi masa kakak sudah mau nikah saja" kesal Edeline pada gaun pesanannya yang belum rampung tapi Lucas sudah akan menikah dalam waktu dekat
"tinggal pakai gaun yang ada aja sih, gaun kamu itu masih ada yang belum pernah kamu pakai jadi jangan merengek seperti anak kecil" tukas Lucas yang sudah sangat kesal dengan kelakuan adiknya yang begitu manja pada orang tuanya dan sialnya orang tuanya begitu memanjakan Edeline dan selalu saja menuruti keinginan Edeline apapun itu walaupun kadang tidak masuk akal
"jelas itu beda dong kak, ini tuh peristiwa sekali seumur hidup kakak jadi harus yang terbaik dong" timpal Edeline
"nah itu" tunjuk Lucas dengan tatapan nyalangnya "ini adalah acara bahagia kakak bukan acara bahagia kamu jadi tolong jangan berlebihan dan merengek untuk menunda acara pernikahan kakak" Lucas tahu betul orang tuanya begitu lemah akan keinginan adiknya dan itu berakibat gagalnya pernikahan yang sudah ia nantikan sejak lama
"emang kenapa sih kalau nunggu seminggu lagi, kata desainer Ryan kalau gaun aku bakal rampung dalam kurun waktu segitu" balas Edeline membuat Mata Lucas menatap tajam ke arah adiknya
Mommy Qiran melirik perdebatan kedua anaknya itu dengan perasaan tak nyaman "apa tak sebaiknya kita menuruti keinginan adikmu Lucas" ucap Mommy Qiran lirih
"terus saja mom" tentu Lucas makin kesal di buatnya "kalau sampai mommy nunda pernikahan aku cuma gara-gara gaun gak penting anak kesayangan mommy itu" Lucas menunjuk ke arah Edeline "seumur hidup aku coret dia dari daftar keluargaku, dan dia hanya akan jadi anak mommy dan daddy bukan adik seorang Lucas Matthew handerson" tukas Lucas langsung meninggalkan ruang Keluarga dengan amarah yang sudah naik ke ubun-ubun karena permintaan absurd adiknya
Daddy Jay menangkup wajahnya dengan satu tangan dan memijit pangkal hidungnya "jangan kelewatan Edeline" ucap Daddy jay dengan suara lirih tak mengerti dengan kelakuan putrinya yang selalu ingin jadi nomor satu dan orang harus selalu mengerti dirinya
Edeline menatap iba pada Daddy Jay "aku cuma pengen tampil terbaik di pernikahan kakak Dad" Edeline menundukan kepalany di depan Daddy memasang wajah memelas agar Daddy nya bisa luluh dan menunda acara pernikahan kakaknya sampai gaunnya jadi
"yang menikah itu kakak kamu Edeline bukannya kamu, dan kali ini Daddy setuju dengan kakak kamu untuk tidak menuruti permintaan gilamu" ucap Daddy Jay penuh penekanan
"Edeline hanya ingiin tampil terbaik di hari penting kakaknya Dad" timpal Mommy Qiran
"tapi gak sampai mengorbankan orang banyak hanya soal perkara gaun mom" Daddy Jay meninggikan sauranya sebab istrinya malah masih membela putrinya yang jelas salah
"pernikahan bukan hanya antara dua orang saja mom, tapi anatara dua keluarga besar" ucap Dady Jay "jangan karena tingakah manja putri kita membuat keluarga lain jadi malu" tukas Daddy Jay meninggalkan istri dan anaknya
__ADS_1
"mom" Edeline langsung saja menangis dalam pelukan sang mommy