
Setelah Nidya sadar, ayah Tara langsung menjelaskan keinginannya yang ingin agar putrinya menikah dengan Aiden dan pindah ke Inggris bersama Aiden. Awalnya tentu Nidya menolak sebab ia tak ingin menikah tanpa cinta tapi karena Ayah Tara yang terus meyakinkan Nidya dengan segala macam cara akhirnya Nidya setuju menikah dengan Aiden
Aiden yang di minta untuk menikahi Nidya tentu tidak menolak tapi ia juga tetap bertanya pada Nidya apakah mau menikah dengannya atau tidak karena Aiden tidak ingin memaksakan Nidya agar bersamanya jika hanya ingin terlindungi dari Lucas. Sebab tanpa menikah dengannya pun, Aiden tetap akan melindungi Nidya dengan cara apapun
"kamu beneran yakin mau menikah dengan kakak" tanya Aiden memastikan keputusan Nidya akan permintaan Ayah Tara agar Nidya menikah dengan Aiden
"sebelumnya Nidya mau tanya dulu sama kakak" Nidya ingin mengajukan pertanyaan terlebih dahulu pada Aiden sebelum benar-benar mengambil keputusan atas pernikahan mereka
"kakak tahu kan kalau aku masih mencintai Lucas ya walaupun aku tidak akan mungkin kembali padanya apapun yang terjadi" tanya Nidya akan tanggapan Aiden perihal perasaannya saat ini
Aiden mengangguk "tentu kakak tahu itu" balas Aiden
Nidya memandang lekat Aiden "apa kakak mau bersabar sampai Nidya benar-benar melupakan kak Lucas, aku akan berusaha untuk mencintai kak Aiden dan benar-benar menjalani pernikahan yang semestinya bersama kakak nanti Walaupun Nidya gak tahu itu kapan terjadi" Nidya menghembuskan nafasnya panjang "Jadi apa kakak bersedia bersabar sampai waktu itu datang" tanya Nidya
Aiden menyunggingkan senyumnya "tentu kakak bisa sabar, kakak bisa menunggu selama apapun, seumur hidup pun kakak sanggup. Bahkan jauh dari ini kakak sudah bertekad untuk tidak menikah karena terlanjur mencintai kamu" balas Aiden dengan jujur
Nidya cukup lega mendengar jawaban Aiden dan kini iya sudah benar-benar yakin mengambil keputusan "kalau gitu, Nidya mau menikah sama kak Aiden" putus Nidya
setelah sidang putusan perceraian keluar dan akta perceraian sudah di tangannya, Nidya dan Aiden segera melangsungkan pernikahan sederhana yang hanya dilakukan di Gereja kecil di dekat rumah Nidya dan pernikahan itu hanya di hadiri oleh pihak keluarga Nidya saja sedangkan pihak Aiden hanya di hadiri oleh Bram sang asisten, sebab Aiden memang hanya sebatang kara dan tidak punya keluarga Dekat
Kerabat dekat Aiden hanyalah keluarga Lucas saja tapi tidak mungkin kan Aiden mengundangnya, bisa-bisa Nidya terkena serangan panik saat melihat kehadiran Lucas di acara pernikahan mereka
Seusai pernikahan di gelar, Nidya langsung di boyong Aiden ke Inggris dan tinggal di sana. Aiden benar-benar meratukan Nidya dan menuruti apapun keinginan Nidya. Bahkan saat Nidya meminta untuk bekerja menjadi Staff biasa di perusahaannya pun Aiden tak melarang selagi itu tidak membuat Nidya merasa lelah
Aiden benar-benar berusaha keras membahagiakan Nidya dan Nidya bisa melihat itu. Setidaknya walaupun ia belum bisa mencintai Aiden sepenuhnya setidaknya ia merasa begitu nyaman di dekat Aiden dan itu sudah sangat cukup untuknya
__ADS_1
***
Reagen berjalan ke arah rumah keluarga Handerson saat ia di minta untuk datang oleh Daddy jay
"sore uncle" sapa Reagen memeluk tubuh pria paruh baya yang begitu ia hormati setelah ayahnya
"terima kasih sudah datang Reagen" Daddy Jay mengurai pelukannya dan memandang penuh iba pada Reagen
"tolong bantu uncle Reagen, bantu uncle menyadarkan anak uncle" pinta Daddy Jay
Reagen menghela nafas panjang "Reagen gak bisa janji uncle, Reagen hanya bisa berusaha membantu sebisa Reagen " balas Reagen
"tak masalah Reagen, dengan kamu mau berusaha menasehati Lucas saja, itu sudah cukup bagi Uncle" Daddy Jay hanya bisa menitipkan harapan pada Reagen agar bisa menyadarkan anaknya
Daddy Jay tahu kalau Lucas begitu menghormati Reagen dan selalu mendengarkan nasehat Reagen jadi Daddy Jay sedikit punya harapan pada Reagen
"masuk saja tuan" maid itu mempersilahkan Reagen masuk ke kamar Lucas
" Terima kasih" Reagen berjalan masuk dan membiarkan pintu kamar terbuka agar cahaya bisa masuk ke dalam kamar yang begitu gelap padahal ini masih sore hari
Reagen berjalan ke arah Jendela dan membuka jendela kamar yang di tempati Lucas "Lucas" panggil Reagen yang masih belum mendapat tanggapan sama sekali
Reagen berjalan makin mendekat ke arah lucas mengusap bahu Lucas dengan pelan "Lucas" panggil Reagen lagi
Lucas menoleh ke arah Reagen dengan mata berkaca-kaca "kakak" Lucas begitu sedih saat melihat Reagen
__ADS_1
Reagen memeluk Lucas dan mengusap punggung Lucas "aku membunuh anakku kak" tangis Lucas pecah setiap mengingat kalau anaknya sudah meninggal saat ia memaksa untuk bertemu Nidya kala itu
"mau kamu menangis sebanyak apapun, semua yang terjadi tak bisa kembali Lucas, seperti kaca yang hancur tidak bisa menyatu lagi seperti semula " jelas Reagen
"aku kehilangan Nidya kak, dia meninggalkan aku" rengek Lucas
"kakak tahu itu tapi gak ada yang bisa kita lakukan, dia sudah bertekad meninggalkan kamu bahkan dia memilih langsung menikah setelah akta cerai kalian keluar" Reagen ingin membuka pikiran Lucas agar tidak larut dalam kisah yang sudah usai
Lucas mengurai pelukannya "apa Nidya tidak akan kembali padaku lagi" tanya Lucas dengan bibir bergetar
"kakak jamin Nidya tidak akan mau kembali padamu Lucas, kamu sudah menorehkan luka yang cukup besar padanya, kamu menuduhnya selingkuh dan sudah membuat kalian kehilangan anak kalian jadi terima saja hukuman yang kamu dapatkan ini Lucas" jelas Reagen akan kenyataan yang harus di jalani Lucas
"hiks hiks hiks" lucas kembali menangis dengan histeris "aku merasa begitu bersalah pada Nidya kak" ungkap Lucas dengan linangan air mata
"kalau kamu menyesal berubah lah menjadi lebih baik Lucas, buang emosi berlebihan mu itu dan rutinlah ke rumah sakit untuk konsultasi, jangan sampai melewatkan obatmu lagi" ucap Reagen ingin Lucas agar segera kembali menjadi Lucas yang dulu
"hatiku masih sakit kak" ucap Lucas masih menangis dengan sesenggukan
"terus harus apa Lucas, mau kamu matipun sudah tidak ada gunanya, semua sudah terlanjur terjadi, Nidya sudah terlalu antipati denganmu, bahkan ia lebih memilih tinggal di Inggris dan menikah dengan orang yang tidak bisa kamu sentuh demi menjauhi dirimu jadi mau gimana lagi" balas Reagen mulai kesal pada Lucas yang terus merengek tentang Nidya
mungkin ucapan Reagen terdengar jahat tapi ia juga tak tau harus berkata apa lagi sebab segala kata halus sudah di gunakan untuk membuat Lucas bangkit dari keterpurukannya tapi rasanya setiap kata yang keluar masihlah percuma dan tidak ada gunanya
"bagaimana mengurangi sakitnya kak" tanya Lucas lagi
"sibukanlah dirimu Lucas, berharap setidaknya kesibukan itu bisa mengalihkan kamu dari rasa sakit yang masih membekas kuat. Kalau diam saja kamu hanya akan selalu teringat kesalahan demi kesalahan yang pernah kamu lakukan dan akan makin menyiksamh" nasehat Reagen agar Lucas bisa keluar dari dukanya sebab hanya waktu lah yang bisa menyembuhkan hati Lucas yang sudah terlanjur hancur
__ADS_1
hancur karena kehilangan cinta yang selama ini ia perjuangkan tapi hancur karena ia yang tak bisa mengontrol emosi serta cara berpikirnya