You Are My Regret

You Are My Regret
Ingin cepat kembali


__ADS_3

"emang ya harus kamu kembali besok" tanya Mommy Qiran dengan tatapan sinis ke arah puteranya yang sedang sibuk mengepak barang di area dapur mewah miliknya


"aku sudah izin sepuluh hari mom, dan itu sudah makan cuti tahunan Lucas" balas Lucas begitu sebal saat mommy Qiran terus menanyakan apakah benar Lucas akan kembali ke Bandung  padahal sudah jelas Mommy Qiran tahu kalau ia akan kembali ke Bandung dan dia sudah menegaskan untuk itu


Lucas sibuk membantu mengemas makanan yang akan ia bawa ke Bandung besok pagi bersama para pelayanan di rumahnya


"jangan berlebihan Lucas, itu perusahaan kita " tukas Mommy Qiran masih tidak menyadari kenapa Lucas membawa camilan sebanyak itu padahal uangnya juga banyak dan bisa membelinya di luar


Lucas menatap jengah Mommy Qiran "come on mom, Lucas gak mau kerjaan Lucas menumpuk tinggi" Lucas tak ingin terus berdebat dengan mommy Qiran


"cih" Mommy Qiran berdecih dan meninggalkan Lucas yang ingin cepat kembali ke Bandung padahal dia masih merindukan puteranya itu


Lucas kembali mengepak makanan ringan yang jumlahnya cukup banyak pada kardus-kardus kecil untuk di bawanya ke Bandung


melihat kepergian Mommy Qiran dengan wajah cemberutnya, Edeline jadi ingin menghampiri kakaknya "kakak mau kasih orang se RT" tanya Edeline saat melihat kakaknya membungkus begitu banyak makanan yang seperti akan memberi orang sampai puluhan orang


"enggak" balas Lucas dengan begitu santainya


Edeline terus memandang aneh kakaknya yang ikutan membungkus begitu banyak makanan padahal sudah ada dua pelayan di sana, tidak seperti kakaknya saja


"drrrrrttttt" merasa ada getaran di ponselnya Lucas segera saja mengambilnya dari dalam saku celana


terlihat sudut bibir Lucas yang tertarik ke atas oleh Edeline yang terus mengamati kakaknya "siapa kak" tanya Edeline jadi kepo akan reaksi Lucas pada dering ponsel milik Lucas


Lucas mengabaikan Edeline dan memilih berjalan ke arah belakang rumah setelah meminta para pelayanan rumahnya menyelesaikan membungkus makanan yang sudah ia pilah sebelumnya


buru-buru Lucas mengangkat panggilan Video dari Lala "Halo Lala" sapa Lucas saat melihat wajah Lala di layar ponselnya


"om jadi pulang besok pagi kan" tanya Lala dengan menggembungkan pipinya membuat Lucas begitu gemas akan anak di hadapannya


"jadi dong, besok pagi om jalan kok biar gak kena macet" balas Lucas


"jangan bohongin Lala ya om, kata om Lucas seminggu perginya tapi ini sudah 10 hari" Lala mengerucutkan bibirnya sebal karena Lucas yang tak kunjung pulang

__ADS_1


"keluarga om masih rindu dengan om Lucas, ya jadi om belum di izinkan pulang" jelas Lucas akan alasanya belum kembali pulang


Lala mengerucutkan bibirnya "itu siapa om" tunjuk Lala pada sosok di belakang Lucas


Lucas menoleh ke belakang dan mendapati wajah yang tersenyum kaku karena ketahuan mengintip


"sorry kak, Edeline kepo" balas Edeline dengan kekehan


Lucas menghela nafas kasar dan kembali berbalik ke arah layar ponselnya "itu adik om Lucas, namanya tante Edeline" ucap Lucas mengenalkan Edeline pada Lala


"Hai tante, aku Lala" sapa Lala dengan senyum cerahnya


Edeline langsung duduk di sebelah Lucas "iya Lala, tante namanya Edeline" balas Edeline dengan ramahnya


"om jangan di tahan pulang lagi ya tante, Lala gak ada teman main soalnya" pinta Lala dengan wajah memelasnya


"emang biasanya om Lucas sering main sama Lala" tanya Edeline jadi penasaran akan lala yang katanya sering bermain bersama Lucas, padahal dengan anak-anaknya saja Lucas tidak terlalu dekat padahal anak-anaknya selalu mendekati lucas


"iya tante, kalau om pulang kerja pasti main sama Lala" balas Lala


Edeline memicingkan matanya ke arah Lucas "ayahnya masih ada atau tidak" tanya Edeline langsung pada intinya


Lucas mengerutkan keningnya " kenapa kamu bertanya seperti itu" heran Lucas


"mungkin kakak tertarik dengan ibunya yang janda jika kakak begitu dekat dengan anak kecil itu" tebak edeline akan status Lala


Lucas menghela nafas lelah "jangan terlalu urusin hidup kakak selagi kakak gak ganggu orang lain" pinta Lucas dengan nada lelah


raut wajah Edeline langsung begitu sedihnya "maafin Edeline kak, Edeline cuma sayang sama kakak dan peduli pada kakak, itu saja" ucap Edeline begitu sedih kakaknya masih begitu membatasi diri


Lucas memeluk Edeline dengan erat "maafin kakak Edeline, kakak tidak ingin terlalu di cecar akan hal yang tidak ingin kakak bahas. Kakak hanya peduli pada anak itu dan gak lebih jadi tolong jangan memperumit kehidupan kakak" pinta Lucas dengan nada lirih


Edeline membalas pelukan kakaknya "iya kak, maafin Edeline ya" pinta Edeline dengan sungguh-sungguh

__ADS_1


Sesuai rencana Lucas berangkat pagi-pagi sekali untuk kembali ke Bndung. Saking paginya sampai orang rumah belum ada yang bangun tidur jadi Lucas menitipkan pesan pada pelayan rumahnya bahwa ia sudah kembali ke Bandung


Lucas memilih berkendara seorang diri menuju Bandung, tempat yang kini menjadi tempat tinggalnya "pasti lala senang banget aku bawain hadiah sebanyak ini" gumam Lucas melihat banyaknya barang yang ia bawa dari rumah kedua orang tuanya


Lucas memilih membawa beberapa buku anak-anak dan banyak camilan untuk ia simpan di rumahnya agar bisa di nikmati oleh Lala saat Lala bermain di rumahnya


Lucas memilih makanan dan buku sebagai oleh karena itu lah yang akan di tolak oleh Qia. Qia terlalu takut akan pandangan orang sekitar dan paling tidak suka berutang budi jadi segala pemberian Lucas yang sekiranya berharga mahal dan tidak sesuai porsinya pasti akan selalu ia tolak walau bagaimanapun Lucas memberikan alasan


setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam, Lucas sampai di kediamannya di Bandung. Sebelum ke rumahnya, ia terlebih dahulu mampir ke rumah Qia untuk mengambil kunci rumahnya


"tok tok tok" Lucas mengetuk pintu rumah Qia "Qia, Lala panggil Lucas


tak kunjung mendapat jawaban Lucas akhirnya memilih duduk di kursi teras dan menelpon Qia "kamu di mana Qia" tanya Lucas saat panggilannya sudah tersambung


"abis antar baju ke tetangga yang ujung komplek  itu, mas sudah pulang ya" balas Qia


"sudah, baru saja sampai, ngetuk pintu rumah kamu eh malah orangnya gak ada " balas Lucas


"ya sudah mas, Qia lagi jalan pulang kok, paling bentar lagi sampai" Qia menutup panggilannya dan bergegas mempercepat langkahnya agar Lucas tidak lama menunggu dirinya


Lucas memilih menunggu Qia sambil memainkan ponselnya sambil menggeser-geser berita yang makin membuatnya begitu teriris dan tersenyum kecut akan kenyataan hidup yang ia jalani, tapi ia bisa apa jika semua sudah terjadi


"harusnya aku yang ada di sana" gumam Lucas merasa begitu sakit meihat wanita yang ia cintai selalu muncul di hadapan publik bersama suaminya


"om Lucas" teriak Lala dengan girangnya berlari menghampiri Lucas


"Lala" lucas menggendong Lala dan menciumi pipi bulat Lala yang begitu menggemaskan untuk Lucas


"kenapa pipi ini makin bulat saja" ledek Lucas mencubit gemas pipi Lala


"ini karena om Lucas ninggalin banyak makanan di kulkas, kata ibu sayang kalau di buang jadi Lala di suruh makan terus sama ibu" adu Lala


"loh bagus dong kalau kamu bisa makan enak" ledek Lucas

__ADS_1


"iya om, makasih banyak ya om karena nyisain banyak makanan buat Lala" ucap lala berterima kasih dengan tulus


__ADS_2