You Are My Regret

You Are My Regret
Berubah dari yang tak di inginkan menjadi yang di andalkan


__ADS_3

qiran memandangi wajah jay yang sedang fokus memasak dengan begitu cekatan "kenapa suamiku begitu tampan" cicit qiran dengan wajah penuh kagum pada sosok suaminya


pipi jay sungguh merona merah dengan ucapan qiran "istriku juga sangat cantik" balas jay dengan tersipu malu


qiran memiringkan kepalanya " I love you my husband" ucap qiran


"I love you more, my haesbich" balas jay


jay menyodorkan makanan buatannya pada qiran "makan dulu sayang" ucap jay


"suapin" pinta qiran dengan nada manja


jay tersenyum simpul dan menyuapi qiran "kenapa istriku jadi manja banget sih" jay menoel hidung macung qiran


qiran menyandarkan kepalanya di lengan jay "karena terlalu cinta sama suamiku" balas qiran


"cup" jay mengecup kilas bibir qiran


qiran tersenyum manis pada jay dan membalas kecupan suaminya


tentu sejenak jay bisa melupakan sakit hatinya karena qiran yang terus bermanja padanya membuat dia begitu bahagia


***


qiran datang ke kantor untuk bekerja seperti biasa "tok tok tok" setelah mengetuk pintu sekar langsung masuk begitu saja


"nona, tuan elston datang ingin bertemu dengan nona" ucap sekar


"biarkan dia masuk" balas qiran


qiran berjalan ke arah sofa ruang kerjanya untuk menyambut kedatangan daddy el

__ADS_1


"pagi" sapa daddy el pada qiran


"pagi, silahkan duduk" qiran mempersilahkan daddy el untuk duduk di sofa


"silahkan bicara tentang keperluan anda kemari" ucap qiran langsung bicara pada intinya


daddy el tersenyum simpul "kau pasti tahu apa yang saya inginkan" ungkap daddy el


"dan anda juga pasti tahu bahwa saya tidak bisa memberikan apa yang anda mau" balas qiran tahu maksud kedatangan daddy el


daddy el terkekeh pelan "kau memang mirip dengan daddy mu tak suka basa-basi" ungkap daddy el


" terima kasih atas pujiannya" qiran tersenyum kilas dan merubah wajahnya menjadi datar dalam sekejap mata "saya memang istri jay dan jay sangat mencintai saya dan dia juga akan menuruti apapun yang saya inginkan, tapi kami berdua sama-sama menghargai privasi masing-masing. ada beberapa hal yang tak pernah kami paksakan dan itu termasuk perihal keluarga kami" ungkap qiran agar daddy el sadar bahwa qiran tak bisa berbuat apa-apa perihal hubungan jay dan daddy el


"setidaknya bantu saya untuk bertemu dengan jay" pinta daddy el


"jay masih akan tetap bekerja di rumah sakit keluarga kami jadi silahkan anda bertemu dengannya di sana" ucap qiran


"apa kamu benar-benar tak mau membantu saya" tanya daddy el dengan muka memelas


"saya hanya ingin bisa mendekap putera saya yang sudah lama tak saya ketahui keberadaannya " balas daddy el


"saya gak tahu persis permasalahan anda dengan mendiang ibu jay tapi yang saya tahu kehidupan jay saat di panti asuhan begitu lah sulit. dia harus bekerja keras dan juga sekolah di waktu bersamaan, dan itu benar-benar menyita waktunya. dan bahkan dia bekerja sejak usianya masih kecil saat dia duduk di bangku sekolah dasar, dan yang paling berat mungkin saat dia mengejar saya. daddy saya menolak dia mentah-mentah karena jay pikir dia anak yatim piatu padahal yang jadi alasan utama adalah karena jay adalah anak anda. daddy saya sangat membenci anda karena pernah mengejar mommy saya dulu" jelas qiran


"apa jay tahu kalau saya menolak ibunya karena mengejar mommy kamu" tanya daddy el


"tentu saja dia tahu mana mungkin kakek jung tak memberi tahu hal itu tentu anda tahu betul seberapa bencinya kakek jung pada anda karena memuat putrinya menderita dan juga meregang nyawa demi melindungi putera anda" balas qiran


daddy el diam menunduk, daddy el tentu tahu seberapa besar kesalahannya pada jay dan mendiang ibunya jay


"kau tahu saat dulu ibunya jay mengandung memang saya menyuruhnya untuk menggugurkannya karena masih ingin terus mengejar cinta mommy kamu" daddy el menatap qiran lekat

__ADS_1


"saya sungguh menyesali itu, tapi saya terlalu takut untuk mendekat. saya selalu mengawasinya dari jauh bahkan saya menyaksikan kelahirannya walaupun itu dari jauh tanpa dia ketahui" mata daddy el sudah berkaca-kaca mengingat kejadian di masa lalu yang masih terasa seperti baru kemarin "dan karena perbuatan saya itu, keluarga yang membenci saya mengetahui adanya  jay dan ingin membunuhnya. saya secepat mungkin terbang dari inggris menuju korea saat tahu mereka menargetkan jay tapi tetap saja saya terlambat. hati saya hancur saat tuan jung berkata jay ikut meninggal dan saya tidak di izinkan melihat jasadnya karena rasa benci tuan jung akan putrinya yang meninggal" ungkap daddy el


qiran tetap bersikap biasa saja saat mendengar cerita daddy el "saya turut bersedih akan hal itu tuan, tapi tak ada yang bisa saya perbuat. saya mencintai suami saya dan anda telah melukai hati suami saya begitu dalam jadi jangan berharap apapun dari saya" balas qiran


daddy el mengehela nafas "baiklah, saya mengerti posisimu. tapi tolong sampaikan padanya bahwa saya tetaplah orang tuanya sampai kapanpun. dan apapun yang dia inginkan dari saya jangan pernah takut untuk meminta" ucap daddy el beranjak pergi dari kantor qiran


"iya tuan" balas qiran


***


"jangan terlalu membencinya jay" qiran menceritakan pertemuannya pada jay saat di kantor, tak ada yang di tutpi dari qiran tentang cerita daddy el padanya


"tetap saja dia tak akan bisa mengubah 29 tahunku tanpanya" balas jay


qiran memeluk jay "itu hak kamu untuk memutuskan, aku hanya ingin kau lebih melepaskan bebanmu saja agar jangan terlalu terluka" ucap qiran


"iya sayang" jay balas memeluk qiran


"oh ya, tadi daddy kamu telpon katanya saat kamu lahiran nanti, mereka akan tinggal di Indonesia biar bisa lihat cucunya lahir" ucap jay


qiran memicingkan matanya ke arah jay "gak salah daddy nelpon kamu" tanya qiran merasa tak percaya bahwa daddy nya menelpon jay


jay terkekeh melihat reaksi qiran "kata daddy kalau telpon kamu bawaannya berantem melulu, kalau nelpon aku katanya bisa ia ajak bicara dengan baik dan gak pakai banyak protes" balas jay


"hahahahaha" qiran tertawa keras sampai merasa sakit perut


"dulu aja benci banget sama kamu sayang, sekarang jadi mantu kesayangan rupanya" gumam qiran


"iya, pinter kan suami kamu bikin mertua ikut sayang" balas jay


"iya emang pinter banget suami aku ini" qiran mengecup bibir jay dengan lembut

__ADS_1


jay mengalungkan tangannya di pinggang qiran dan merapatkan nya pada tubuh kekarnya "akan aku bikin kamu menjerit nanti malam" ucap jay dengan tatapan nakalnya


qiran mengalungkan tangannya di leher jay "siapa takut" balas qiran


__ADS_2