
***
Qiran berjalan ke arah kampus untuk mengikuti acara penyambutan mahasiswa baru yang di adakan di halaman utama kampusnya
qiran berdiri berbaris dengan mahasiswa lain di lapangan utama kampusnya berada “selamat pagi semua” sapa seorang pria muda yang berdiri di atas podium yang sudah di siapkan
dari pakaiannya dia terlihat sebagai mahasiswa senior qiran yang akan menjadi panita ospek
“pagi" sapa balik para mahasiswa baru yang sedang berbaris dengan kompak
pria tersebut memandang intens para juniornya “sebelumnya saya ucapkan selamat datang di kampus kami sebagai mahasiswa baru, mulai hari ini kalian resmi sebagai bagian keluarga kampus university of Cambridge “ seru mahasiswa tersebut yang di hadiahi suara riuh tepuk tangan dari para Mahasiswa
“perkenalkan nama saya Thomas jaferson mahasiswa managemen bisnis semester 5, sekaligus ketua mahasiswa di kampus ini” seru Thomas memperkenalkan dirinya pada para mahasiswa baru
Thomas menunjuk para mahasiswa yang menjadi panitia ospek yang sudah berdiri dengan spanduk nama jurusannya masing-masing “pertama-tama kalian akan di bagi sesuai jurusan kalian dan menjalani ospek dengan kakak senior kalian sesuai dengan jurusan yang kalian ambil” para mahasiswa mulai di arahkan untuk berkumpul sesuai jurusan masing-masing
Qiran memindai sekitar untuk mencari keberaaan jay “hai” qiran melambaikan tangannya ke arah jay yang berada tak begitu jauh dari dirinya berdiri
Jay balas melambaikan tangannya “hai” sapa jay dengan gerakan bibirnya
“dia kekasihmu?” Tanya seorang pria yang akan jadi pengawas selama ospek di jurusan qiran
walaupun qiran mengambil dua jurusan tapi dia akan mengikuti ospek di jurusan managemen bisnis.
gak mungkin juga kan dia bisa mengikuti dua ospek sekaligus
“dia sahabat baikku” balas qiran dengan nada suara ramah
thomas menganggukan kepalanya “kalian dari Negara mana? Wajah kalian bukan asli sini” Tanya Thomas yang satu jurusan dengan qiran jadi yang bertugas mengospek qiran adalah Thomas beserta teman sejurusan yang lain
“aku dari korea” balas qiran
Thomas melirik wajah qiran dan jay secara bergantian “dia memang seperti orang korea, tapi sepertinya kau bukan ” Thomas cukup mengenal ciri-ciri orang korea karena ada beberapa temannya yang berasal dari negara ginseng tersebut jadi tentu ia sedikit paham wajah khas negara sana, dan menurut pengamatannya wajah qiran sama sekali tak mirip orang sana
“aku memang bukan keturunan asli, kebetulan saja aku tinggal di sana sejak lahir” balas qiran dengan jujur
“oh” Thomas mengannguk paham
Qiran dan jay menjalani ospek secara terpisah karena memang mereka yang mengambil jurusan berbeda.
qiran mengambil jurusan managemen bisnis serta sastra sedangkan Jay mengambil kedokteran
__ADS_1
kesibukan mereka membuat mereka tidak bisa bertemu saat ospek berlangsung
***
seusai ospek selesai, jay dan qiran langsung di sibukkan dengan jadwal kuliah mereka masing-masing
“qiran” panggil jay menghampiri qiran yang sedang duduk dalam kelasnya
Qiran tersenyum simpul saat melihat jay menghampirinya “ hai jay” qiran memeluk jay, sapaan yang biasa mereka lakukan
“my haesbich” jay mengusap punggung qiran dengan tangannya yang bebas sedangkan tangan satunya membawa sesuatu
qiran mengusap lembut punggung jay “sepi gak ada kamu” rengek qiran yang kali ini baru bisa bertemu jay setelah menjalani masa ospek
“ maaf kalau dari kemarin gak menemui kamu, kemarin kan kita ospek di beda tempat” jay mengusap kepala qiran gemas
“oh ya, aku bawakan makanan untukmu, pasti kau merindukan makanan kita” jay mengangkat kotak bekal yang ia bawa
“wah terima kasih jay” qiran merasa bahagia bisa makan makanan yang biasa makan apalagi itu adalah masakan jay
*
Jay dan qiran makan di halaman samping gedungnya “gimana kuliahmu qiran, lancar?” Tanya jay
"kamu pasti sangat sibuk ya qiran karena mengambil dua jurusan sekaligus" jay nampak mengkhawatirkan kondisi qiran
“tentu saja sibuk, aku kan mengambil dua jurusan sekaligus. tapi tak masalah kan aku wanita yang kuat” balas qiran mengepalkan tangannya ke atas
Jay tersenyum simpul menatap qiran “jangan terlalu lelah” pinta jay
“iya” qiran melahap makanannya dengan santai
qiran melirik sekilas jay “bagaimana, betah tinggal di apartemenku?” Tanya qiran tetap sibuk dengan makanannya
“betah kok, apartemenmu bagus dan begitu nyaman di tinggali" balas jay
jay menatap qiran lekat "oh ya, karena ada dua kamar di apartemenmu, aku juga merapikan kamar satunya, kalau-kalau kamu ingin menginap” ucap jay
Qiran mengernyitkan dahinya menatap jay “kamu gak salah nyuruh aku sesekali nginep sana?” Tanya qiran
jay paham mengerti arah pembicaraan qiran “ya kali aja qiran, aku kan juga ngambil kerjaan di sini untuk keperluanku sehari-hari jadi aku tak setiap waktu di apartemen” balas jay
__ADS_1
“oh” qiran kembali menikmati makanannya
jay ikut mengunyah makanannya bersama qiran “daddy kamu kemarin lama di sini?” Tanya jay
“lumayan lama, baru saja kemarin mereka terbang ke jerman soalnya kesehatan nenek alaya semakin membaik” balas qiran
“nenekmu sakit?” Tanya jay
“iya, kesehatannya kurang baik karena kondisi usianya yang sudah lanjut” balas qiran
“semoga nenekmu kembali sehat ya” ungkap jay
“terima kasih” balas qiran
"oh ya jay" qiran menghentikan sejenak kegiatannya dan menatap lekat jay "apa tara ada menghubungimu?" tanya qiran
"ada, kemarin dia baru menghubungiku, emangnya ada apa?" tanya jay
"wah" qiran menampakan wajah kesalnya " bisa ya, dia gak ingat sama aku" gumam qiran yang masih terdengar oleh indera pendengaran jay
"mungkin dia lupa" sahut jay
"dia bukan lupa jay, tapi dia terlalu bahagia jauh dariku. secara kami kan selalu bersama sejak kecil" sahut qiran
"kalian sangat dekat ya" tanya jay
"tentu kami sangat dekat, bahkan kami bisa tahu keinginan satu sama lain tanpa berucap" balas qiran dengan bangganya
"emmmm" jay mengangguk paham
"kamu sudah mulai kerja jay? " tanya qiran
"sudah, aku sudah dapat pekerjaan" balas jay
qiran memicingkan matanya ke arah jay "apa kau mengambil banyak pekerjaan seperti di Korea" tanya qiran
jay menggelengkan kepalanya " tentu tidak qiran, sekarang kondisinya berbeda, kuliah di Kedokteran lebih menyita waktu. jadi aku hanya mengambil satu pekerjaan yang sekiranya bisa mendukung kuliahku" balas jay
"berarti kau bekerja di rumah sakit" tebak qiran
"iya, kebetulan aku bisa bekerja di sana ya walapun sebagai perawat tapi lumayanlah, sekalian belajar dari banyak orang di sana" balas jay
__ADS_1
"kamu memang orang yang tekun menggapai cita-cita" qiran mengacungkan kedua jempolnya untuk jay yang selalu bekerja keras untuk menjadi dokter sesuai dengan impiannya
tanpa hadirnya tara, mereka dari hari ke hari makin dekat, apalagi memang jay selalu bisa menuruti apapun keinginan qiran, dan bagi qiran jay adalah orang yang paling ternyaman ada di dekatnya