
Awalnya Reagen akan pulang tapi saat mendengar cerita-cerita Ara perihal Edeline membuatnya memutuskan kembali tinggal hanya sekedar memastikan kebenaran hal yang di ucapkan ara padanya
mana mungkin Edeline seperti itu, tidak..... tidak... tidak... , bagi Reagen itu tidak mungkin terjadi
terdengar suara mesin mobil memasuki halaman rumah dan turunlah sang pemilik rumah yang baru pulang bekerja "loh Reagen di sini" Jonathan begitu terkejut dengan kehadiran Reagen yang ada di teras rumahnya
"iya om, tadi ketemu Ara" balas Reagen
"lah terus ara mana" tanya Jonathan tak mendapati keberadaan anaknya di sana dan Reagen hanya sendirian
"lagi mandi katanya om" balas Reagen
Jonathan mengangguk paham "ya sudah, ayo masuk ke dalam" ajak Jonathan
"iya om" Reagen mengikuti langkah Jonathan masuk ke dalam rumah
"om sudah pulang" Edeline menyambut kepulangan Jonathan dan menciumĀ punggung tangannya dan mengambil tas kerja jonathan
Jonathan menyerahkan tasnya pada Edeline "iya baru saja, masak apa hari ini" jonathan mengusap kepala Edeline yang kini jadi rutinitasnya sehari-hari
"masak sayur pepaya sama ikan asin" balas Edeline
"wah, langsung masakin yang om minta toh" wajah Jonathan langsung sumringah saat mendengar Edeline memasak apa yang dia inginkan semalam
"iya dong..." suara Edeline tercekat saat ada Reagen di sana
padahal Reagen sudah ada dari tadi tapi Edeline baru saja menyadarinya
"bukannya kakak tadi sudah pamit pulang" tanya Edeline begitu terkejut akan kehadiran Reagen di sana padahal saat memasak tadi Reagen sudah pamit pulang padanya
"iya sih, tapi tadi ke asikan ngobrol dan ara minta nunggu dia mandi dulu" balas Reagen
"sudah mau jam makan malam Edeline jadi biarin makan dulu baru bolehin pulang" sahut Jonathan ingin menyambut tamu yang datang ke rumahnya dengan baik
"ya sudah " balas Edeline pasrah akan keputusan suaminya
"yuk masuk dulu, mas mau mandi" ajak Jonathan melingkarkan tangannya di pinggang Edeline dan Edeline pasrah saja di bawa Jonathan masuk dalam kamar mereka
__ADS_1
Reagen menyipitkan matanya tatkala melihat keakraban Edeline dan Jonathan padahal jelas ia tahu mereka pasangan suami istri jadi buat apa dia merasa tak suka saat Jonathan begitu akrab dengan Edeline
saat makan malam Reagen di buat makin kesal saja saat Edeline melayani Jonathan makan dan 'SIALNYA' masakan Edeline begitu enak padahal hanya sayur pepaya dan ikan asin serta kerupuk saja tapi kenapa begitu enak menurut Reagen yang biasa makanan restoran
sepanjang malam Reagen hanya bisa mencuri lihat keakraban Edeline dan Jonathan yang begitu alami dan tidak terkesan canggung sama sekali atau amarah apapun dari mereka padahal mereka menikah karena di paksa tapi kenapa seperti mereka memutuskan untuk menikah bersama
Rasanya tidak cocok sebenarnya jika Reagen kesal dengan pernikahan Edeline dan Jonathan atau saat Edeline mengabaikannya, bukankah Reagen yang menginginkannya jadi kenapa sekarang dia yang menggerutu hanya karena di abaikan oleh wanita yang selama ini ia hindari
"terima kasih makan malamnya, saya pamit ya om " pamit Reagen pada Jonathan setelah acara makan malam selesai dan acara mengobrol saat makan buah
"iya reagen, hati-hati" hanya Jonathan dan Ara saja yang mengantar di teras sedangkan Edeline sedang sibuk melipat baju yang rencanya akan ia setrika besok pagi
Jonathan menghampiri Edeline yang sedang melipat baju di sofa ruang keluarga "Edeline besok temani Ara belanja ya, soalnya lusa dia mau pulang ke Inggris" Jonathan memberikan kartu pada Edeline untuk di pakai belanja keperluan Ara esok hari
Edeline menatap Jonathan penuh harap "boleh ikutan belanja gak" tanya Edeline dengan muka memelasnya
jonathan merasa tingkah Edeline begitu lucu dan mengacak-acak rambutnya "boleh saja asal beli yang seperlunya dan jangan berlebihan" balas Jonathan
"oke pak suami" balas Edeline memberi hormat ala tentara
ara yang melihat interaksi ara dan Jonathan begitu bahagia "sekarang kalau ara tinggal kelamaan di rumah, ara gak akan cemas lagi soalnya sudah ada yang urus ayah" ucap ara begitu senang dengan Edleine yang bisa mengurus Jonathan dengan baik walaupun beberapa hal baru ia pelajari
"iya sih" balas Ara dengan kekehan, merasa Edeline begitu lucu
***
Di lain tempat ada orang yang sedang menggerutu tak jelas "aku kenapa sih" gumam Reagen merasa ada yang janggal dengan dirinya
dari tadi sepanjang kepulangan Jonathan dan melihat Edeline yang bisa mengurus Jonathan, mulai dari menyiapkan pakaian dan memaksakan makanan untuk Jonathan membuat hati Reagen jadi tak nyaman terlebih Edeline sama sekali tak menatap dirinya saat berada di meja makan
padahal dulu Edeline selalu mendekati Reagen dan tak ingin jauh darinya tapi ini malah terkesan menganggap dirinya tak ada "kamu kenapa Reagen" tl reagen terus merutuki dirinya yang sedang kesal mengingat saat dirinya berkunjung ke rumah Jonathan
berbeda dari Kondisi Reagen yang terus saja menggerutu, di tempat lainnya ada yang sedang mengobrol ringan sebelum tidur
"om" Edeline menepuk lengan Jonathan yang sedang berbaring di sebelahnya sambil memainkan ponselnya
"iya" Jonathan menjawab tanpa menoleh sama sekali
__ADS_1
"bentar lagi Edeline kan masuk kuliah, boleh ya beli peralatan buat kuliah sama beberapa baju soalnya yang Edeline punya hanya kaos oblong sama celana rumahan aja" tanya Edeline
"oh iya" Jonathan menepuk keras keningnya dan mengambil dompet yang ada di nakasnya " kartunya ganti saja, yang itu limitnya dikit" Jonathan ingin menukar kartu yang sempat di berikannya pada Edeline
"emang berapa limit di kartu tadi" tanya Edeline penasaran
"yang itu cuma 100 juta" Jonathan mengangkat kartu yang akan di berikan pada Edeline "kalau ini agak banyak dikit" jelas Jonathan
"ya udah" Edeline mengambil kartu nyang baru dan menyerahkan yang lama
"gak papa ya kalau beli laptopnya yang spek nya agak bagusan dikit, biar nanti yang lain belinyang agak murahan deh" tanya Edeline lagi
"iya, terserah kamu saja" balas Jonathan
"Terima kasih om" Edeline langsung mengecup pipi Jonathan sebagai tanda terima kasih
"hmm" balas Jonathan kembali melihat ponselnya
"om boleh tanya gak sih" tanya Edeline
"apa Edeline" balas Jonathan
"kenapa om dan mommy nya ara gak nikah" tanya Edeline
"belum jodoh saja" balas Jonathan dengan santainya
"om sedih gak sih tinggal jauhan dari anak om" tanya Edeline lagi
Jonathan meletakan ponselnya dan menatap heran ke arah Edeline
"kenapa tiba-tiba nanya gitu" tanya balik Jonathan
"awalnya gak pengen tahu sih om, tapi gara-gara ngobrol sama ibu-inu komplek waktu beli sayur jadi pengen tahu aja" balas Edeline
Jonathan mengacak rambut Edeline saking gemasnya dengan sang istri "lebih baik gak tahu saja ya Edeline, cukup tahunya kalau om sama mommy nya Ara gak jodoh" tegas Jonathan
"ya sudah deh" Edeline membaringkan tubuhnya dan menarik selimut sampai batas dad"selamat tidur" ucap Edeline sebelum menutup mata
__ADS_1
Jonathan mematikan lampu kamarnya dan ikut berbaring di samping Edeline "selamat tidur juga istri om" balas Jonathan memeluk Edeline dari belakang sebab Edeline tidur dengan posisi membelakangi jonathan