
"lepasin Lala dasar wanita miskin" teriak Sarah ikut membantu suami serta anaknya untuk merebut Lala dari tangan Qia
"dia anakku, kalian gak boleh rebut anakku, harusnya kalian ingat kalau kalian bilang sampai matipun tidak akan mengakui anak aku sebagai cucu kalian, kenapa sekarang malah mencoba merebut anakku" teriak Qia masih terus mencoba melindungi anaknya walau tubuhnya sudah kesakitan akibat pukulan dari Reza membuat darah di pelipisnya turun dari wajah Qia
"kamu gak pantas mengurus keturunan Alvian" bentak Sarah
"aku enggak peduli, Lala anakku dan sampai kapanpun tetap anakku" balas Qia dengan lantang
kehabisan akal untuk membuat Qia melepaskan Lala, sarah berjalan ke arah halaman rumah Qia dan mengambil batu bata besar lalu mengarahkan ke arah Qia "lepaskan lala atau mau aku pukul kamu hah!" teriak Sarah
"sampai matipun aku gak akan melepaskan anakku!" teriak Qia
keributan di rumah Qia dan Lucas tentu mengundang perhatian para warga desa, tapi tak ada yang berani melerai sebab keluarga Alvian, adalah keluarga yang cukup terpandang di Bandung dan mereka punya kekuasaan lebih membuat mereka tidak berani membantu Qia walau merasa begitu iba
"Lucas" Rahman yang ikut melihat kejadian itu langsung menghubungi Lucas
"halo mang, ada apa nih nelpon" tanya Lucas saat mang Rahman menelpon dirinya
"cepat pulang Lucas, istrimu di keroyok tiga orang yang coba rebut Lala" ucap Mang rahman dengan cepat
Lucas yang memang sudah sampai dan baru saja turun dari mobil langsung berlari untuk pulang ke rumah untuk menyelamatkan Qia dan lala
"lepas atau kamu lempar beneran hah!" teriak Sarah yang masih memegang batu bata di tangannya
"enggak akan" balas Qia
"oke kalau gitu" Sarah mengayunkan batu bata itu ke arah Qia
"STOP!" teriak Lucas menatap ketiga orang yang mencoba mencelakai istrinya
Sarah menghentikan tangannya dan memicingkan matanya ke arah Lucas "siapa kamu berani ikut campur hah!" teriak Sarah
"aku suami dari wanita yang coba kalian lukai" Lucas melangkah lebar menembus kerumunan dan berdiri di samping Qia dan juga Lala
"kami gak ada urusan ya sama kamu, kami ke sini cuma mau ambil cucu kami" tukas Reza dengan kilatan penuh amarah
__ADS_1
"tentu ini ada urusan denganku karena aku adalah Ayah Lala jadi kalian tidak berhak sama sekali mengambil anakku tanpa izinku" balas Lucas dengan suara lantangnya
Qia memegang lengan baju Lucas "aku gak mau kehilangan Lala mas" ucap Qia dengan isak tangis
"kita gak akan kehilangan Lala, jadi tenang saja" balas Lucas
"kamu gak tahu siapa kami hah!" teriak Reza
"kenapa aku juga harus peduli siapa kalian" tanya Lucas dengan tatapan sinisnya
"aku bisa ya bikin kamu di pecat dari perusahaan kamu, kami sudah tahu kalau kamu cuma seorang manager di prabaswara group" balas Reza begitu angkuhnya
"silahkan saja, aku gak takut" balas Lucas
"mas" Qia mengguncang lengan Lucas, jelas ia takut kalau Lucas akan di pecat karena dirinya
"tenang Qia, mereka tidak akan bisa memecat mas" balas Lucas dengan begitu yakinnya
"kamu tantangin kami" Reza melirik ke arah puteranya
"iya yah" Mahardika langsung mengerjakan perintah ayahnya
Lucas tersenyum kecut akan tindakan impulsif orang di hadapannya, mereka tidak tahu saja kalau Lucas lah pemilik perusahaan, dan ia bisa dengan mudah menghancurkan perusahaan keluarga Alvian yang tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan perusahaan keluarganya
"gimana ini mas, Qia gak mau mas di pecat" ucap Qia dengan begitu cemasnya
"percaya sama mas, mereka gak akan bisa mecat mas" balas Lucas masih menatap tajam ke arah tiga orang yang tidak tahu diri sekali menurutnya
Mahardika selesai menelpon dan kembali dengan wajah Lesu "maaf yah, katanya mereka gak bisa mecat lucas" ucap Mahardika
"emang kamu gak bilang kalau ayah akan mutus kerjasama perusahaan kita" balas Reza
Lucas tersenyum kecut aan pernyataan Reza "kalau mau mutus kerjasama, ya sudah putusin aja paling yang rugi adalah perusahaan kamu, bukan perusahaan Prabaswara" Lucas menatap tajam ke arah Keluarga mantan suami Qia itu "jangan lupa kalau skala perusahaan Prabaswara group jauh di atas perusahaan kecil anda, dengan sekali perintah saya untuk memutus kerjasama perusahaan anda dengan perusahaan tempat saya bekerja, perusahaan anda bisa bertahan hah" tukas Lucas dengan tatapan nyalangnya
"belagu sekali kamu, anak muda" teriak Reza
__ADS_1
"anda yang belagu! hanya mentang-mentang anda punya perusahaan kecil itu anda coba melukai istri saya dan mengganggu mental anak saya" Lucas menoleh ke arah Qia dan baru menyadari kalau wajahnya sudah penuh akan darah berwarna merah
"ya ampun Qia" Lucas memeriksa wajah Qia yang terdapat banyak luka di sana "kamu gak apa-apa kan" tanya Lucas
Qia menggelengkan kepalanya "gak papa kok mas" balas Qia
Lucas menoleh ke arah Reza, mahardika dan Sarah dengan tatapan tajamnya seolah akan menguliti mereka dengan skali gerakan "tangan siapa yang sudah menyakiti istriku hah!" Lucas menatap penuh amarah. rahangnya bergetar hebat saat ada yang mencoba melukai dirinya
"kami, emangnya kenapa hah" balas Reza dengan begitu beraninya
Lucas menghampiri Reza "semuanya" gumam Lucas dan di balas dengan senyum mengejek dari Reza
Lucas langsung menarik tangan Reza dan memiting tangannya dengan sekali gerakan "berani sekali kamu menyakiti istriku hah" bentak Lucas
dengan sekali gerakan Lucas langsung memiting tangan sarah yang mencoba menyelamatkan suaminya "siapa kalian, sampai berani-beraninya menyakiti istriku hah!" teriak Lucas
"lepaskan kedua orang tuaku" Mahardika mencoba menyelematkan kedua orang tuanya tapi Lucas dengan sigap menendang mahardika sampai terpental jauh dari tempatnya berdiri
"aku pasti menghancurkan kalian" sentak Lucas tak terima istrinya di lukai orang
Qia yang sudah tahu kondisi mental Lucas karena Lucas menceritakan masalah mental lucas sebelum mereka menikah langsung saja menghampiri Lucas "mas tenang mas" pinta Qia yang tak di indahkan Lucas
"lala akan ketakutan kalau lihat mas kaya gini" ucap Qia lagi
Lucas langsung tersadar dan melepaskan tangannya yang sempat memegang kuat tangan reza dan sarah "ah Lala" Lucas menghampiri Lala dan langsung memeluknya erat "kamu gak apa-apa kan sayang' tanya Lucas
Lala balas memeluk Lucas "Lala takut yah, mereka mau culik Lala dan tadi mereka nyakitin ibu" adu lala
"sekarang tenang ya, gak ada yang bisa ganggu kalian, ada ayah di sini" Lucas menenangkan lala yang masih ketakutan
"tunggu saja ya, kami pasti akan buat perhitungan pada kalian" ancam Reza beranjak pergi dari sana bersama Mahardika dan juga Sarah
"mas" Qia ikut mendekat ke arah Lucas dan Lala
Lucas langsung ikut membawa Qia dalam pelukannya "maafkan ayah ya, yang telat datang" ucap Lucas merasa begitu bersalah
__ADS_1
"gak mas, mas datang gak terlambat" balas Qia