You Are My Regret

You Are My Regret
Ingat akan kenyataannya


__ADS_3

Kevin menghampiri Cinta setelah mengambil kue keinginan cinta "nih cinta" Kevin memberikan kue yang sudah di ambilnya


"makasih mas" cinta menerima dengan senang hati kue yang di ambilkan Kevin untuknya


panggilan mas selalu di gunakan cinta saat Cinta menemani Kevin di acara Kevin bersama teman-teman Kevin sebab Kevin ingin Cinta bisa berperan sebagai kekasihnya di depan teman-temannya dan Cinta tidak mempermasalahkan itu karena Kevin sudah menceritakan alasannya pada Cinta dengan baik


"pelan-pelan cinta, gak ada yang ambil kue kamu" Kevin mengusap sudut bibir Cinta yang belepotan karena memakan kue dengan begitu cepat


"hehehehe" Cinta hanya tertawa karena terlalu menikmati kue yang sedang ia makan "enak banget soalnya mas" balas Cinta dengan polosnya


terdengar suara musik sebagai tanda acara dansa di mulai "dansa mas" ucap Cinta dengan semangat


Kevin menengadahkan tangannya ke arah cinta "mau dansa dengan mas" tanya Kevin


Cinta menyambut tangan Kevin "tentu saja" cinta mengikuti langkah Kevin menuju lantai dansa dan mengikuti langkah kevin dalam berdansa


"Lama-lama aku jadi pedansa yang mahir karena sering ikut mas ke pesta seperti ini" ucap cinta sebab ia sering berdansa bersama Kevin jika menghadiri pesta semacam ini bersama kevin


"benarkah" Kevin tersenyum simpul menanggapi ucapan Cinta dan terus melangkah mengikuti irama musik yang mengalun begitu indah


"kok dari tadi aku gak lihat jelita ya mas" tanya Cinta celingukan mencari wanita yang selalu di hindari oleh Kevin tapi selalu hadir di sekitaran kevin


"ah" Kevin mengedarkan pandangannya ke segala arah dengan gugup "iya yah baru sadar kalau gak ada dia padahal, Sila juga teman jelita " bohong Kevin


padahal jelas-jelas Kevin tahu kalau Jelita kini pindah ke Singapura jadi mana mungkin Jelita akan hadir di acara Sila yang hanya salah satu kenalan Jelita dan bukannya teman dekat Jelita


"berarti syukur dong kalau dia gak datang jadi gak bikin aku naik darah setiap menghadapi dia" balas Cinta

__ADS_1


Cinta dan Kevin begitu menikmati dansa mereka dan saling bercanda membuat orang-orang yang melihatnya mengira Cinta dan Kevin adalah pasangan kekasih yang begitu romantis dan saling mencintai


"mau menyapa Lucas" tanya Kevin sesaat sesudah mereka selesai berdansa


Cinta menoleh ke arah Lucas dan Nidya yang masih betah mengobrol dengan beberapa orang di salah satu meja "enggak lah mas, buat apa juga. Hubunganku kurang baik dengan Kak Lucas saat ia menegaskan tidak tertarik denganku dan hanya mencintai kak Nidya" balas Cinta


"ya sudah, yuk pulang" ajak Kevin meraih tangan Cinta untuk keluar aula hotel sebab waktu makin larut


"Kira-kira mommy marah gak ya kak" tanya Cinta saat mereka sudah berada dalam mobil Kevin


"entahlah, nanti biar kakak ketemu tante dan mengucapkan permintaan maaf karena mengantarmu pulang terlalu larut " balas Kevin


"iya kak" Cinta pasrah saja akan apa yang terjadi nanti toh pikirnya ia pergi bersama kakaknya jadi tak masalah menurutnya


40 menit berselang Kevin sudah mengantar Cinta sampai ke depan rumah milik Mommy Brianna


beruntung Mommy Brianna bisa menerima alasan Kevin dengan baik, toh anak gadisnya pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun dan Cinta juga pergi dengan kakaknya jadi tidak masalah pikirnya


setelah mengantar Cinta pulang, Kevin juga bergegas pulang ke rumahnya, sebab ia sudah sangat lelah hari ini dan segera ingin istirahat karena besok ia masih harus bekerja


Kevin memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah tidak bersemangat dan mata yang mengantuk


"ceklek" sebuah lampu menyala membuat keadaan ruangan besar itu terlihat dengan jelas seluruh isinya


Kevin memindai ruang tamu rumahnya yang sepi "ayah" kaget Kevin mendapati ayahnya duduk di sofa ruang tamu rumahnya sebab ia pikir ayahnya akan menginap di rumah istri kedua ayahnya


"ayah mau bicara padamu" titah Randy dengan tatapan tajamnya

__ADS_1


"ayah mau bicara apa" Kevin berjalan ke arah ayahnya dan duduk tepat di hadapan ayahnya


Randy mengerutkan keningnya menatap lekat Kevin "apa maksudmu sering mengajak cinta keluar akhir-akhir ini " tanya Randy langsung pada intinya


Kevin mengerutkan keningnya "kok ayah nanyain gitu, aku kan cuma mau bersikap baik sama adikku emang salah" tanya Kevin tak paham arah pembicaraan Randy yang terasa aneh padahal dulu ia sering di minta untuk dekat dengan kedua adiknya tapi tetap kekeh tidak mau sedangkan sekarang saat Randy melihat Kevin makin dekat dengan Cinta malah protes


"enggak salah sih, tapi kenapa harus cinta bukan Dika saja" tanya Randy menanyakan pilihan kevin yang ingin dekat dengan Cinta dan bukannya dekat dengan Dika saja yang sesama pria


Kevin menelan salivanya kasar tapi ia berusaha keras menahan kegugupannya dan bersikap biasa saja " ayah kan tahu kalau Dika jarang di rumah, jadi gimana Kevin mau coba dekat dengan dia" balas Kevin dengan kekehan


"mungkin kalau kamu bicara seperti ini saat ayah belum tahu kamu sudah tahu kenyataannya mungkin ayah akan percaya saja tapi tidak setelah ayah tahu kalau kamu sudah tahu semuanya" balas Randy dengan ambigu


Kevin terkekeh "ayah ngomong apaan sih, muter-muter gak jelas" kekeh Kevin merasa obrolan ayahnya terasa aneh dan sulit untuk di pahami


Randy menatap lurus ke arah Kevin "saat ayah menyusul mamah kamu ke bandung minggu lalu, mamah kamu sudah bilang ke ayah kalau kamu sudah tahu kalau kamu bukan anak kandung ayah" ucap Randy dengan berat hati


Kevin langsung menepiskan senyumnya menatap ayahnya dalam diam dengan tatapan datar "aku memang sudah tahu hal itu" balas Kevin berusaha setenang mungkin di hadapan ayahnya


"kamu bukan anak kandung ayah bukan salah ayah vin, jadi ayah minta tolong jangan limpahkan kesalahan mama kamu pada anak ayah. ayah benar-benar menepati janji ayah untuk tidak menceraikan mama kamu jadi tolong jangan menyakiti anak ayah" pinta Randy dengan wajah memelas


Kevin tersenyum kecut ke arah Randy "apa ayah pikir aku serendah itu" Kevin menatap nanar kearah ayahnya, bagaimana bisa ayahnya berpikir seperti itu pada kevin padahal kevin tidak pernah berniat balas dendam pada ayahnya dengan cara mendekati Cinta


"aku pikir walaupun aku bukan anak kandung ayah, ayah yang melihat aku sejak dalam kandungan sampai detik ini jadi ayah cukup mengenalku tapi nyatanya tidak" Kevin meninggalkan Randy dengan raut kecewa yang terlihat jelas di matanya


Bagaimana bisa ayahnya berpikir picik tentang dirinya, ayahnya tega sekali berpikir buruk pada dirinya yang hanya ingin mengakrabkan diri dengan cinta


Kevin masuk kamarnya dan langsung mengunci pintu, Kevin duduk di balkon kamarnya dan memandang langit malam yang begitu gelap dan tak ada bintang "apa aku sebegitu rendahnya di mata ayah" gumam Kevin menangkup wajahnya dengan kedua tangannya merasakan begitu frustasi akan tuduhan ayahnya yang tidak benar tapi tetap saja rasanya menyakitkan saat sang ayah berucap seperti itu padanya

__ADS_1


"apa salahku" gumam Kevin terisak lirih dan berusaha melirihkan suaranya sebisa mungkin agar tidak ada yang mendengarnya menangis seorang diri di dalam kamarnya


__ADS_2